
Bab 78 Mungkin Dia Kesambet
Cakra tersenyum ketika mendengar perkataan dari calon ibu mertuanya
"Kata papah, Ajeng harus pisah kamar takutnya bapak dan ibu mau sekalian Honymoon" ucap Cakra sambil tersenyum.
"Nak Cakra bisa aja, ibu dan bapak itu bukan pengantin baru yang harus Honymoon, bapak dan ibu ini pengantin Bari yang sudah lama" ucap ibunya ajeng.
"Tapi kan Bu, sensasi di kamar hotel, kata orang itu berbeda dari pada di rumah, itu juga kata orang Loch Bu" ucap Cakra.
"Aku bersyukur punya calon mantu pengertian, ya sudah sana pergi ajak ajeng ke kamarnya, tapi jangan sampai kalian tidur bersama di kamar hotel lain, karena kalian belum sah" usir pak Bambang.
"Ya gak lah pak, aku juga punya batasan" ucap ajeng.
Kemudian mereka pun keluar dan masuk kamar hotel lain yang ada di depannya, kamar hotel mereka berhadapan dan mereka pun masih.
"Kamu sudah mengantuk ya dek, kalau begitu ayo cepat tidur, mas mau permisi dulu" pamit Cakra
Tapi tangannya Cakra di pegang oleh Ajeng "Tunggu mas ..."
Cakra sudah tau kelanjutannya adegan yang akan terjadi sehingga Cakra menarik tangan Ajeng kemudian dia peluk Ajeng.
Ajeng pun membalas pelukan Cakra, tanpa sada Ajeng sudah menutup matanya dan mulutnya sedikit terbuka, tanda dia siap menerima ciuman dari Cakra.
Dan pergantian Saliva pun terjadi dan setelah itu mereka pun berpisah "mimpi indah dek Ajeng sayang"
"Iya mas say" jawab ajeng.
Ajeng pun tidak lupa memberikan kecupan perpisahan di pipi Cakra, dan dia pun pergi meninggalkan kamar hotel tersebut.
Mereka berdua berbunga-bunga, sepertinya mereka sangat cocok, yang satu sombong dan yang satu arogan, di persatukan menjadi sepasang kekasih yang harmonis dan saling melengkapi.
**
Di pagi hari di tempat jagat berada, dia sudah bangun dan membersihkan diri, dara dan Ayu Dias pun sudah sama sama membersihkan diri.
"Nanti aku akan belikan kalian berdua Baju tidur yang cocok untuk kalian berdua, dan sekalian baju ganti, biar penampilan kalian itu seperti manusia pada umumnya" ucap jagat.
Dara dan Ayu Dias tersenyum bahagia kemudian mereka mendekati jagat dan memeluknya.
"Terima kasi mas" ucap ayu Dias sambil mengecup pipi kanan jagat.
"Terima kasih mas" ucap Dara sampul mengecup pipi kiri jagat.
Jagat pun membalas dengan mengecup kening mereka, setelah itu mereka pun melepaskan pelukannya.
Perlakuan ini seperti ada di serial Fantasi yang pernah jagat tonton yaitu berjudul The Labiryn Of Harem, yang si tokoh utama mula mula memiliki 1 budak perempuan yang membantu dia untuk menaklukkan labirin.
Lama kelamaan si tokoh utama terobsesi dan sampai memiliki 6 orang budak untuk di jadikan sebagai Harem.
Tapi ini jagat yang yang tingkahnya sangat sulit di tebak, ya mungkin karena memang jagat seorang supernaturallis jadi hasratnya sangat tinggi dan harus selalu tersalurkan.
Dan kenapa malah memilih hantu bukan manusia, karena jagat berpikir kalau melakukannya dengan hantu tidak akan ada tindakan hukum pidana, dan tidak akan di gerebek oleh pak RT.
Seperti ada di berita berita, sampai di arak keliling desa pemuda dan pemudi yang ketahuan lagi melakukan hubungan intim dan di gerebek warga.
Ada juga berita lain tentang perselingkuhan yang di gerebek pasangannya sendiri dan kemudian mereka pun bercerai serta menanggung malu karena perselingkuhannya di ketahui oleh warga.
Ya itu yang ada di pikiran jagat, karena di sini dia sedang mengontrak rumah sendiri, sehingga kalau ada wanita yang ada bersama dengan jagat, warga akan langsung curiga dan langsung mendatangi kediaman yang di huni oleh jagat.
Jagat sudah beres beres dan siap berangkat "Karena kalian berdua bernama ayu, Ayu Dias dan Ayu Andara, tetapi salah satu dari kalian di panggil Dara, dan untuk kedepannya aku juga akan memangil ayu Dias dengan sebutan Dias biar tidak kepanjangan"
"Gak apa-apa, itu terserah mas jagat saja" ucap ayu Dias.
Jagat pun mengambil 2 kartu arwah "apa kalian mau masuk ke dalam kartu atau tinggal di rumah ini"
Jagat menawarkan 2 hal kepada mereka, kalau mereka masuk kedalam kartu arwah maka mereka akan di bawa kemana mana dengan jagat meskipun berada di dalam kartu, tetapi kalau mereka berada di rumah ini mereka akan di tinggal jagat.
Dan sekarang jagat sangat sibuk entah kapan lagi dia akan pulang ke rumah ini, nanti sore atau malah besok lusa.
"Dias apa kamu mau tinggal di rumah atau ikut aku dan masuk ke dalam kartu Arwah" tanya jagat
"Aku pun ikut mas" ucap dara.
"Baiklah ayo kalian masuk" perintah jagat.
Mereka pun menyentuh kartu Arwah dan tersedot kedalam kartu tersebut dengan segera.
Kemudian jagat memasukanya kedalam tas miliknya "Ach tas ku sudah tidak cocok lagi apa lagi membawa banyak barang, nanti aku akan mampir ke toko membeli tas ransel besar saja" gumam jagat.
Tiba-tiba pintu rumah ada yang mengetuk.
Tok....Tok....Tok....
Pintu itu masih di kunci karena jagat belum keluar rumah, suara di luar pun bergema "permisi ada orang di rumah"
Jagat pun menyaut "iya sebentar"
Jagat mendekati pintu dan membukanya, ternyata ada 2 orang wanita yang datang ke rumah jagat, salah satunya ibu muda dan janda ganjen yang pernah berkenalan dengan jagat.
Dan satu lagi entah siapa, dia kelihatannya lagi sakit dan memiliki muka yang pucat seperti kekurangan darah.
"Ada apa ya Mbak" tanya jagat sambil berdiri dan memegang daun pintu.
"Mas bisa tolong, saudara ku gak, katanya mas jagat ini mahasiswa kedokteran, dan katanya lagi mas jagat juga yang menyembuhkan non Ajeng" ucap wanita itu.
"Emang saudaranya Mbak kenapa" tanya jagat.
"Gak tau tadi pagi dia tiba-tiba begini, menggigil dan seperti zombie, dengan muka pucat bahkan tidak mau bicara, mungkin dia kesambet" ucap wanita itu.
"Ayo mbak Bawa masuk" ajak jagat.
Jagat segera mengambil surpet yang ada di kamar, karena di tengah rumah dia tidak pake tikar, surpet sengaja jagat lipat hanya untuk berbaring pasien saja.
"Baringkan di sini Mbak" suruh jagat.
Wanita itu pun membaringkan saudaranya di surpet tersebut, jagat langsung memeriksa denyut nadi, pasien yang datang tersebut.
Setelah jagat memeriksanya jagat pun tersenyum dan memberikan selamat kepada pasien tersebut "Selamat ya mbak"
Wanita yang mengantarkannya pun menjadi heran "Kok mas jagat malah ngasih selamat sih, saudara ku ini lagi sakit, ini malah di kasih selamat"
Jagat tersenyum "Bukan begitu Mbak, saudara mbak tidak kenapa kenapa, dia kelelahan dan capek. Apalagi kondisi sekarang dia ini sedang hamil muda jadi mudah lelah, lebih baik banyak istirahat ya mbak"
Jagat bangkit kemudian dia mengambil secarik kertas dan mengambil pulpen dari dalam tasnya.
Jagat menuliskan resep obat yang harus dia beli di apotek dan meminumnya setiap hari.
"Ini resep obat dan vitamin untuk ibu hamil supaya mbak dan calon bayi sehat, resep ini kayaknya di apotek terdekat juga ada, karena mudah di dapat" ucap jagat.
"Syukurlah tenyata hanya kelelahan dan Hamil, kalau begitu terima kasih ya mas, ngomong ngomong berapa ni biaya konsutasinya" tanya wanita itu.
"Gak usah mbak, aku gak buka praktek ko, cuman nolongin gini aja harus pake tarif segala" ucap jagat merendah.
"Ya kalau begitu Terima kasih, ya mas. Kapan kapan aku kesini lagi mau konsultasi, Tetang ehem...." Wanita itu tidak melanjutkan, dia hanya memberi kode dengan matanya saja yang mengedip ke arah jagat.
Mereka pun berpamitan dan pulang dari rumah jagat, jagat mengantarnya sampai depan pintu sekalian dia juga ingin memanaskan mesin motor.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna