Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 155 Membuntuti


Bab 155 Membuntuti


Di Rumah Vila Besar Komplek real estate intan permata Elis dan Sofy yang telah terpuasi oleh jagat langsung tertidur pulas karena mereka lelah dan lemas


Tenang jagat sangat kuat dan bahkan sudah berkali kali mereka sudah keluar tetapi jagat belum juga mencapai klimaksnya.


Jagat yang masih belum ngantuk dan si doris masih berdiri tegak dia pun menuju lantai atas.


Jagat melihat kamar Maya yang terbuka, dan Jagat pun melihat dari balik pintu ternyata Maya sudah tidak, tetapi dara dan Dias masih terjaga.


Mereka berdua pun menyadari bahwa jagat sedang melihat mereka berdua di balik pintu kamar, Dias dan Dara pun tersenyum kemudian menghampiri jagat.


"Mas kenapa belum tidur apa mau kami berdua temani" tanya Dias.


Jagat pun mengangguk "iya, ayo kita pergi ke kamar sebelah"


Jagat pun melangkah pergi menuju kamar. Dias dan Dara pun mengikuti dari belakang.


Di kamar jagat pun langsung menghamburkan tubunya ke atas tempat tidur, kemudian tangannya di lentangkan.


Dias pun naik tempat tidur dari sisi sebelah kanan dan dara dari sebelah kiri, mereka pun berbaring dan menjadikan tangan jagat sebagai sandaran kepala.


Dias dan Dara pun tidur miring ke arah jagat dengan tangan mereka masing masing ada di dada jagat.


Disana jagat pun berbicara kepada mereka berdua "Aku titip Maya kepada kalian berdua karena besok subuh aku, Elis dan Sofy akan pergi ke luar kota, paling kembali hari Minggu malam atau Senin pagi"


"Memangnya ada acara apa, mas mesti ke luar kota ?" tanya Dias.


"Sebenarnya tujuan utama ke luar kota untuk menjual kain kapan bo'eh pocong perawan milik mu, dan daster kuntilanak milik dara" jawab jagat.


"Kok daster Kuntilanak ku dan bo'eh pocong milik Dias di jual mas ?" Tanya dara


"Kalian tidak memerlukannya lagi, jadi aku jual saja dan hasil dari penjualan tersebut, aku sudah memesan boneka Arwah, untuk wadak kalian berdua supaya kalian bisa hidup layaknya manusia pada umumnya" jawab jagat.


"Oh kalau begitu aku tidak keberatan ko, karena memang bo'eh pocong ku sudah tidak berguna lagi untuk ku, karena sekarang aku kan bukan hantu pocong lagi tetapi bantal dan guling mas jagat" ucap Dias.


Jagat pun mengecup kening Dias setelah itu mengecup keningnya dara, tangan mereka pun yang awalnya di dada jagat turun kebawah.


Tangan nakal mereka pun masuk kedalam celana yang di pakai Jagat dan memegang si doris dengan lembut.


Si doris yang dari tadi berdiri tegak pun mulai menunjukkan ototnya kembali dan mereka pun siap beradu mekanik.


Suara rintihan dari ******* terdengar lumayan kencang, mereka berdua pun menjadi lemas dan jagat pun sudah mencapai puncaknya.


Setelah itu mereka pun tidur pulas sampai menjelang subuh, jagat di bangunkan oleh sofy, karena waktu sofy bangun ingin buang air kecil jagat sudah tidak ada bersama mereka.


Sehingga sofy pun naik ke lantai atas dan ternyata jagat sedang tidur sambil memeluk Dias dan Dara.


"Ay, bangun. Kita sebentar lagi berangkat" sofy sambil menggoyangkan pelan jagat.


Tidak biasa panggilan sofy ke jagat, biasanya dia bilang hanya jagat saja, tetapi dia sekarang menyebut jagat dengan panggilan Ay, yang artinya Ayang.


Sofy tidak mau kalah dengan Elis yang menyebut jagat dengan panggilan mas say, sofy pun sekarang memiliki panggilan sayang yaitu Ay.


Jagat pun membuka mata sebelah dan mengintip siapa yang sedang membangunkan dirinya dengan sebutan ay, kemudian membuka ke dua matanya sambil menguap.


"Eagh ada apa beb, emang ini sudah jam berapa" tanya jagat yang memanggil sofy dengan sebutan beb.


Pipi sofy pun memerah karena di panggil beb oleh jagat, sofy pun menjawab pertanyaan dari jagat "ini sudah jam 5, bukanya kita akan berangkat"


Jagat yang masih berbaring dan di peluk oleh dara dan Dias segera melepaskan pelukan mereka tanpa membangunkan mereka yang sudah lelah melayani jagat.


Setelah bangun jagat pun mengecup kening Dias dan Dara kemudian pergi bersama sofy keluar dari kamar itu.


"Aku harus mandi dulu, badan ku bau amis" ucap jagat.


Jagat pun menganggukan kepalanya "Baiklah ayo kita ke kamar bawah dan mandi di kamar mandi kamar bawah"


Sofy pun berjalan dengan menggandeng tangan jagat, setelah sampai di kamar mereka pun masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri.


Terdengar suara gemercik air yang keluar dari shower dan sesekali terdengar suara tawa dan sedikit *******.


Mereka bertiga mandi sambil bercanda sehingga ada tawa yang terdengar.


Setelah mereka membersihkan diri mereka pun memakai pakaian dan bersiap untuk berangkat.


Elis yang hendak mudik, banyak menyiapkan barang untuk di bawa ke kampung halamannya, jagat pun memasukan tas ransel yang berisi peralatan nya termasuk bo'eh pocong perawan dan daster kuntilanak.


Sofy pun tidak lupa selalu membawa peralatan medis kemana pun dia pergi, karena sejatinya dia seorang dokter yang harus siap dalam keadaan apa pun.


Sekitar jam 6 pagi barulah mereka berangkat dari vila real estate komplek intan permata untuk menuju ke kota G.


Satu jam berlalu mereka pun meninggalkan kota B bagian timur, tetapi dari pusat kota jagat sudah ada yang mengikuti oleh 2 mobil Jeep.


Sebelum meninggalkan kota timur jagat berhenti terlebih dahulu hanya untuk isi bensin dan sarapan pagi.


Tidak di sengaja jagat pun bertemu dengan beni yang sedang nongkrong bersama geng motor RX king nya.


Karena sekarang mereka sudah tidak ada permusuhan mereka pun berdiri ketika melihat jagat, memang mereka tidak menyapa jagat tetapi mereka membungkukkan badan mereka di depan jagat.


Di sana sofy pun bertanya kepada jagat "Ay, siapa mereka, kenapa mereka begitu mengormati mu dengan membungkukkan badan"


"Mereka orang orang yang pernah jadi pesuruh Cakra untuk memukuli ku, kemudian mereka aku kirim ke rumah sakit, bukanya kamu sendiri yang menangani mereka di rumah sakit" ucap jagat


"Oh iya, pantas mereka seperti familiar" ucap Sofy.


"Mereka bukanya anak buah kakak mu, mas say. Yang memukuli Cakra waktu di Club malam waktu itu" tanya Elis.


Jagat pun mengangguk "iya, mereka anak buah kak Andi, dari geng serigala, sudahlah jangan bahas itu ayo kita sarapan pagi biar kuat menghadapi kenyataan"


Mereka pun memesan bubur di lapak pedagang kaki lima, karena kecantikan sofy dan Elis, mereka pun menjadi pusat perhatian.


Di lapak pedagang kaki lima yang lain, terlihat beberapa orang yang tadi turun dari mobil Jeep yang parkir tidak jauh dari mobil milik jagat.


Salah satu anak buahnya beni pun berbicara "Bos, lihat mereka, sepertinya aku kenal salah satu dari mereka, namanya ibro dia orang Lembang anggota geng shooting gun dari kota Utara"


"Kenapa geng shooting gun berada di wilayah kita, apakah mereka akan mencari masalah atau bagai mana" pikir beni.


Tetapi terlihat mereka sedang mengawasi seseorang dari kejauhan dan selidik demi selidik orang yang mereka awasi adalah jagat yang berbeda selang satu lapak dengan mereka.


"Bos, kayaknya mereka sedang membuntuti adiknya bos besar, apa yang harus kita perbuat"


Beni pun menjawab "pantau terus mereka kalau benar mereka mengikuti jagat, kita habisi mereka"


Semua anak buahnya mengangguk "baik bos"


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna