
Bab 168 Kabusiatan
Di mata para pereman pasar dan pereman terminal, Tandi Tandjaya adalah orang kuat yang tidak terkalahkan.
Tetapi di hadapan anak buah Darya dia hanya mampu menghadapi dua orang dari mereka, karena anak buah Darya adalah para praktisi beladiri.
Sedangkan Tandi Tandjaya sendiri baru akan memasuki tahap master beladiri, level Tandi Tandjaya ada di tahap praktisi tingkat mahir, sedangkan anak buah Darya baru mencapai level praktisi tingkat dasar dan lanjutan.
Sehingga Tandi Tandjaya hanya bisa menghadapi dua orang dari mereka saja dan sisanya di lawan oleh jagat.
Pertarungan pun terjadi, Tandi Tandjaya sedikit kewalahan mengalahkan dua orang tersebut, tetapi dia masih bisa mengimbangi jurus mereka berdua.
Sedangkan jagat dalam beberapa gerakan dia sudah dapat menumbangkan beberapa anak buah Darya dan mereka pun pingsan di tempat.
Pertarungan antara Elis dan Sofy melawan Darya begitu sengit, karena Darya melawan sambil berlari dan melompat seperti burung yang melayang layang.
Jagat yang sudah mengalahkan semua anak buah Darya langsung menghampiri Elis dan Sofy.
"Sudahlah jangan di lawan lagi, lihat sebentar lagi akan ada keajaiban" ucap jagat sambil mencegah sofy dan Elis supaya tidak lagi menyerang Darya.
Sebenarnya jagat tadi pura pura terjatuh dan menimpa Darya, sebenarnya dia sudah menotok titik akupuntur dari Darya.
Dan tototkan itu membuat sesuatu yang sebentar lagi akan terjadi di tubuh Darya, sehingga jagat melarang sofy dan Elis melawan Darya.
Sofy yang merasa heran bertanya kepada jagat "Kenapa ? orang itu masih belum aku kalahkan"
"Iya kalau di biarkan bisa berabe, dia bisa berbuat ulah kembali nanti" ujar Elis.
Di sana Darya merasa bangga dan berada di atas angin, mengira dirinya sudah menang karena mereka tidak menyerang lagi dirinya.
"Hai kenapa tidak menyerang ku lagi, apa kamu takut dengan kekuatan ku yang sakit dan bisa terbang ini, ayo berlututlah dan meminta maaf kepadaku" ucap Darya .
Kemudian dia menunjuk ke arah jagat "Kamu aku sarankan bercerai dengan Elis, karena dia itu milik ku, patahkan satu tangan mu, lalu kembalikan ke kota dan jangan berani kembali ke sini lagi"
Mendengar perkataan itu jagat hanya menyeringai dan dia pun mencibir "Apa yang kamu katakan, aku tidak mendengar perkataan mu tadi, suara mu seperti kentut sehingga aku tidak mendengar dengan jelas"
Darya menjadi marah karena menyebut suara dirinya seperti kentut, padahal setiap mandi dia selalu bersenandung ria dan orang orang sering memuji suara Darya karena suaranya sangat merdu itu juga kata anak buahnya yang sering mendengar Darya bernyanyi di kamar mandi.
Dan sekarang suaranya di samakan dengan suara kentut oleh jagat, sehingga Darya langsung berteriak "Apa yang kamu bilang, suara ku seperti...."
Darya tidak melanjutkan bicaranya karena sesuatu dari pantatnya keluar dan berbunyi lumayan keras "Dut....ttt"
Sontak semua orang tertawa mendengarnya bahkan Elis tertawa paling besar "Hahaha.... Benar kata mas say, suaranya seperti kentut"
Wajah Darya pun memerah dan dia menahan malu, beberapa detik kemudian suara kentut itu berbunyi lagi dan sampai mengeluarkan kotoran seperti sedang diare.
Tandi Tandjaya yang sedang bertarung pun sontak berhenti dan menunjuk Darya "Hahaha....dia kabusiatan...."
Darya kemudian kentut lagi dengan suara yang lebih besar, karena dia memakai selendang bidadari yang bisa membuat dirinya melayang, sehingga dia seperti balon gas yang di tiup oleh angin.
Kentut yang keluar dari pantatnya menjadi dorongan besar dan membuat Darya melayang tak karuan.
Kedua anak buah yang tadi melawan Tandi Tandjaya pun langsung bergegas mengejar tuannya itu supaya tidak terbang kesana kemari dan membawa Darya pulang, karena celananya penuh dengan kotoran.
Elis pun sedikit bertanya tanya "Kok bisa ya, Darya kabusiatan"
Sofy yang tidak mengerti pun bertanya kepada Elis "Ih apa sih kabusiatan itu"
Karena sofy tidak tahu semua orang langsung tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha.... Kabusiatan saja tidak tahu" ucap Tandi Tandjaya.
Sofy pun menjadi kesal dia pun menghentakan kakinya ketanah "Ih serius aku tidak tahu"
Kemudian jagat yang menjelaskan "Itu istilah orang Sunda artinya Buang air besar di celana"
Mendengar penjelasan dari jagat sofy pun mengerenyitkan dahinya "Ih jorok banget"
Kemudian sofy menyenggol lengan jagat sambil menunjuk ke arah hidungnya "ini pasti ulah mu ya. Ay. Kamu sudah menotok titik akupuntur orang itu sehingga seperti obat pencahar yang mengeluarkan seluruh feces di tubuhnya, benar tidak"
Setelah kejadian itu mereka pun melanjutkan perjalanan dan membiarkan anak buah Darya yang tersisa tergeletak begitu saja, karena jagat sudah membuat mereka pingsan dan akan terbangun satu jam kemudian.
Beberapa jam kemudian mereka pun sampai di kampung cisarati luar, mereka sebagai besar mengisi rejeki dengan membudidayakan ikan di tambak jaring yang ada di danau tersebut.
Tandi Tandjaya yang memandu pun berkata kepada jagat dan Sofy "kita sudah sampai di kampung cisarati luar, mereka disini kehidupannya dengan cara bertani dan tambak ikan, serta sebagai nelayan yang mancing ikan di cidanao ini"
"Lalu kamu kamu di sebelah mana, apa masih jauh?" Tanya Sofy.
Tandi Tandjaya menggelengkan kepalanya "Tidak, tidak jauh kok, hanya melewati satu bukti lagi kita sudah sampai di cisarati dalam tepatnya kampung keluarga Tandjaya"
Mereka pun telah sampai di atas bukit dan Tandi Tandjaya pun berteriak "Hai warga kampung.... Kak Elis pulang membawa calon suami...."
Sontak jagat pun menyunggingkan bibirnya, kemudian Elis pun memukul Tandi Tandjaya "Kamu ya, malu maluin banget"
Tandi Tandjaya pun lari sambil di kejar Elis yang kesal, di sana sofy langsung berbicara kepada jagat "Aku akan mengaku teman mu, bukan kekasih mu, hari ini kamu milik Elis, tapi sesudah keluar dari desa ini aku akan merebut mu kembali dari Elis"
Jagat pun tersenyum sambil mengelus kepala sofy dan Sofy pun tersenyum.
"Beb kamu dan Elis adalah milik ku, jadi bersikap lah biasa saja" ucap jagat yang membuat sofy jadi senang.
Setelah sampai di kampung cisarati mereka pun di sambut penduduk kampung tersebut.
Elis segera membagikan barang yang dia bawa sebagai hadiah untuk sanak saudaranya di kampung tersebut.
Tandi Tandjaya langsung membawa jagat dan Sofy menuju rumah utama mereka yang besar dan megah, rumah utama itu seperti istana kesultanan pada jaman sebelum penjajahan Belanda.
Rumah panggung yang sangat besar dan terdapat aula singgasana serta kamar kamar yang banyak.
Rumah itu adalah rumah adat keluarga Tandjaya yang sudah ada ratusan tahun dan masih tegak berdiri kokoh.
Aula singgasana di jadikan ruangan rapat atau kumpul seluruh keluarga untuk membahas suatu hal dan di belakangnya ada banyak kamar yang di tempati oleh para tetua keluarga Tandjaya.
Jagat pun menatap kagum dengan interior rumah yang menampilkan gaya klasik pada jaman dahulu dan sepertinya belum terjamah oleh pengaruh luar.
Melihat para wanitanya pun begitu cantik dan muda, memang ada yang terlihat sudah paruh baya bahkan ada yang sudah nenek nenek.
Di aula itu pun duduk seorang wanita cantik seperti seorang ratu dan yang lainnya adalah para Senopati dan prajurit yang duduk berkumpul melingkar.
Elis pun menyampaikan salam hormat seperti seorang bawahan ke atas dan salam hormat itu percis dilakukan seperti jaman kerajaan.
Elis pun merapatkan kedua tangannya dan di lekatkan di dekat hidung dan kemudian kening "Sembah baktos pun ibu...
Wanita yang seperti ratu pun melambaikan tangannnya "Elis kamu sudah dewasa sekarang, dan sudah membawa calon suami, apakah kamu siap menikah dengan laki-laki yang kamu pilih itu"
Tidak heran mereka tahu bahwa Elis membawa jagat ke kampung ini sebagai calon suaminya Elis, karena pada waktu Tandi Tandjaya di atas bukit, dia berteriak kencang dan teriakan itu menggema.
Semua orang dapat menebak siapa calon suami Elis karena hanya jagat lah yang seorang laki-laki yang datang dari kota bersamanya.
Elis pun tanpa ragu menjawab "aku siap menikah dengan pilihan ku ibu"
Wanita seperti ratu itu adalah ibu kandungnya Elis dan sekaligus kepala keluarga Tandjaya, dia sangat cantik, seperti halnya Elis, meskipun sudah berumur 50 tahun tetapi kelihatannya seperti baru berumur 30 tahun.
Kemudian wanita itu memperkenalkan dirinya "Nama ku Nyai danastri Tandjaya, ibu kandung Elis dan sekaligus kepala keluarga Tandjaya, dan siapa kah nama mu anak muda"
Wanita itu memperkenalkan diri dengan nama nyai Danastri, dia akan menjadi mertua jagat sebentar lagi.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna