
Bab 326 Multi Talent
Jagat menyetujui Elis menjadi bagian kepolisian kota B dan Minggu depan Elis akan ikut pendidikan selama 1 bulan.
Elis berterima kasih kepada jagat karena memberikan dirinya ijin, tetapi Elis mengajukan persyaratan supaya sebelum dia berangkat, Elis ingin menghabiskan waktu hanya berdua dengan jagat.
Di sana sofy mencibir "Hai permintaan mu itu seakan kamu akan meninggal dunia saja"
Elis mendorong sofy "Enak saja, aku mengajukan syarat itu karena tidak akan bertemu dengan mas say selama 1 bulan"
Sofy kembali mencibir sambil tersenyum menggoda "Emangnya kamu kuat tidak dekat dengan ay selama sebulan, orang ***** an seperti kamu itu aku jamin dalam satu Minggu kedepan sudah pulang dan minta di garuk sama ay"
Sambil malu Elis pun membela diri "iya maka dari itu, aku minta mas say bersama ku seharian biar aku tabung kenikmatan kami berdua hingga satu bulan kedepan"
"Huh dasar otak ngeres kamu ya" ucap Sofy.
Elis dan Sofy memang suka saling menjatuhkan di depan jagat, tetapi mereka bukan berantem seperti musuh.
Mereka menjatuhkan satu sama lain supaya jagat tahu bahwa mereka berdua selalu ada untuknya dan mendukung semua yang jagat lakukan.
Mendengar Elis dan Sofy berdebat wanita jagat lainnya pun tertawa bahagia.
"Tuh kan, gara gara Kamu sofy, aku jadi bahan tertawaan, ya sudahlah aku ke kamar dulu mau mandi supaya harum, siapa tahu mas say kepengen, jadi aku tidak bau asin cucut" ucap Elis sambil menyeringai dan pergi
Sofy kembali mencibir sambi menyusul Elis "Huh dasar kamu ini, otak mesum, eh... tunggu aku juga mau mandi, kalau Ay menggaruk mu, sudah pasti dia juga akan menggaruk ku juga kan"
Semua orang tertawa sambil menggelengkan kepalanya, tidak kuat mendengar perkataan mereka berdua yang selalu menjurus ke arah percocok tanaman.
"Hadeuh dasar Elis dan Sofy, ada ada saja kelakuan mereka berdua" ucap Eriska.
Jagat tersenyum dia sangat bahagia, karena bisa tertawa, bersama para wanitanya.
Satu persatu mereka pergi ke lantai atas untuk membersihkan diri dan beristirahat, yang tersisa hanya Eriska dan jagat saja, karena ada yang harus di bicarakan.
Kemudian Eriska membuka suara "Sayang Barang yang kamu minta sudah aku bawa"
Eriska mengeluarkan beberapa benda berbentuk persegi yang terbuat dari kayu jati yang ada ukirannya.
"Ini tempat menyimpan obat khusus, yang sering di gunakan pada jaman dahulu, benda ini sekarang sudah tidak terpakai lagi sehingga banyak berserakan dan tidak terjual di perusahaan ku" ucap Eriska.
Jagat mengambilnya dan melihat secara langsung, kemudian mulut jagat pun tersenyum dan mengangguk.
Jagat pun membuka mulutnya untuk berkata sesuatu, tetapi Eriska berkata terlebih dahulu "benda ini jarang ada yang menginginkannya, tetapi beberapa perusahaan obat membeli benda ini untuk menyimpan sampel obat yang mereka miliki"
Setelah Eriska selesai berbicara barulah jagat bersuara "Ini barang bagus, aku membutuhkan banyak, kalau begitu aku borong semua stock yang ada di perusahan mu, nanti setelah barang sampai Baru aku transfer ke rekening mu"
"Tidak usah kamu bayar, aku dengan senang hati akan memberikannya kepada mu" ucap Eriska sambil bergeser kedekapan jagat.
"Ini adalah bisnis keluarga mu, tidak mungkin aku tidak membayarnya" ucap jagat yang mengelus rambut Eriska.
"Ya kalau begitu terserah kamu saja, eh ngomong-ngomong benda ini kamu pakai untuk menyimpan apa, soalnya dalam benda ini hanya ada satu slot untuk menyimpan 1 pil obat"
Jagat pun menjawab "Aku akan gunakan benda ini untuk menyimpan obat terlahir kembali ku, supaya kelihatan elegan"
Jagat mengecup kening Eriska "Aku memberikan pertama kali kepada pasangan dari keluarga Subagjo, dan dia memberi 50 milyar rupiah untuk obat yang di minum dirinya dan istrinya"
Mendengar nominal uang yang di berikan oleh Wanto Subagjo, Eriska pun tersentak kaget "apa benar mereka membeli 2 obat itu seharga 50 milyar rupiah, apa itu tidak salah ?"
Jagat menggelengkan kepalanya tetapi dia tidak menjawab pertanyaan Eriska.
Eriska melanjutkan "kalau begitu kita tidak bisa banyak memproduksi obat kelahiran Kembali, kalau tidak harganya akan turun, dan walaupun kita buat juga, paling bisa di jual ke pasar lelang"
Otak Bisnis Eriska langsung berputar dan lancar, dia memberikan masukan bahwa kalau obat kelahiran Kembali di jual harus di pasar lelang karena bisa terjual lebih mahal lagi.
Jagat mengangguk setuju "Ya itulah tujuan ku, makanya aku meminta mu membawa benda ini, supaya kesannya lebih elegan dan mahal"
"Ternyata kamu pintar juga ya sayang" Eriska memuji jagat kemudian dia mencium pipinya.
Eriska bertanya lagi "terus, apa lagi yang kamu buat, aku penasaran dengan penemuan mu mengenai pil kecantikan, ternyata dokter dukun seperti mu bisa juga membuat ramuan seperti itu"
Eriska tidak segan menyebut jagat sebagai dokter dukun, karena mereka benar, jagat seorang dukun dengan keahlian medis yang luar biasa.
Sebenarnya jagat hanya coba coba membuatnya, itu juga berkat adanya kitab seribu racun dan yang jagat buat itu obat penawar dari racun darah dan kulit, yang bisa menyetabilkan kembali darah dari racun dan meregenerasi sel kulit mati.
Bukan hanya obat penawar yang jagat buat, karena sudah hatam kitab seribu racun, dia juga mencoba membuat racun itu sendiri.
Entah untuk apa, tetapi jagat yakin suatu saat nanti racun itu akan dia gunakan ketika keadaan mendesak.
Sebelum mendapatkan kitab seribu racun jagat juga mempelajari farmakologi, dia mempelajari tentang semua tanaman herbal dari yang banyak di temukan sampai yang langka sekali pun.
Sehingga selain sebagai dokter dan dukun jagat juga seorang alkemis yang terampil.
Membuat ramuan tradisional atau membuat pil obat dari bahan herbal sudah biasa bagi jagat, karena dia juga selalu memberikan pasien obat herbal yang dia buat, bukan obat kimia buat pabrik farmasi.
Mendengar pertanyaan Eriska tentang apa lagi yang dia buat, jagat pun mengeluarkan sebuah plastik yang didalamnya terdapat krim berwarna merah.
"Aku mencoba membuat krim wajah, tetapi aku belum pernah mencobanya, aku yakin krim ini memiliki 3 efek yaitu mengangkat sel kulit mati, menghilang kerutan dan mengencangkannya dan satu lagi membuat kulit wajah lebih bercahaya"
Jagat pun menjelaskan semua khasiat dari krim wajah yang dia buat.
Tetapi karena jagat memasukan krim wajah itu di kantong plastik membuat Eriska tidak bisa menahan tawanya.
"Hahaha.... Astaga sayang, masa krim wajah kamu masukan ke plastik gitu sih"
Jagat tersenyum sambil menggaruk kepalanya "Hehehe.... Aku sudah tidak ada wadah lagi untuk krim wajah, semua wadah yang aku miliki penuh di isi dengan ci ibun"
Eriska sedikit terkejut "Ci Ibun ? Apa lagi itu ?"
Jagat sedikit menjelaskan "Ci Ibun air yang memiliki esensi bulan, yang aku kumpulkan dari tadi malam, memiliki efek meningkatkan khasiat dari suatu obat"
Mendengar itu Eriska kembali tercengang "Astaga sayang, kamu ini luar biasa banget ya, ilmu kedokteran kamu menguasai, ilmu perdukunan emang sudah keturunan, dan sekarang membuat dan meracik obat serta kosmetik kamu juga bisa, kamu ini multi talent banget ya"
***
* Bersambung