
Bab 246 Pil
Di tanya tingkatan berapa oleh Andi Elis tersenyum dan berkata "Aku tidak terlalu mengerti dengan tingkatan beladiri, tetapi waktu aku masih remaja dan meninggalkan keluarga Tandjaya untuk kuliah di kota, kata paman ku aku ada di tingkatan master tahap awal dan itu beberapa tahun yang lalu"
Kemudian sofy ikut menjawab "Apalagi aku, aku hanya dilatih Wushu waktu kecil oleh kakek ku dan pemegang sabuk hitam taekwondo semasa kuliah dulu"
Semua orang tercengang dan tidak menyangka karena mereka berdua adalah praktisi beladiri, bahkan mereka kira Elis dan Sofy itu lemah, tetapi kenyataannya berkata lain, mereka berdua lebih kuat dari pada mereka.
Sofy pun melanjutkan "mungkin karena sepulang dari kampung cisarati aku berlatih dengan kitab beladiri yang di berikan ay kepada kita, tingkat beladiri kita meningkat"
"Ya mungkin saja karena kitab beladiri kuno yang kita pelajari jadi kita sekuat ini" ucap Elis.
Salah satu bodyguard pun ada yang menyeletuk "Pantas tuan muda bilang hanya kedua istrinya sajalah yang bisa membuat tuan muda berkeringat, jadi karena itu"
Kemudian semua orang melirik kearah bodyguard yang bernama Sukma, karena dia yang berbicara tadi.
Sukma pun tersenyum sambil menggaruk kepalanya "Hehehe....itu benar, tuan muda pernah berkata begitu waktu bertarung dengan ku di aula tadi pagi"
Semua orang pun menghela nafasnya dan mengira bahwa apabila Elis dan Sofy bertarung dengan jagat, maka jagat bisa mengeluarkan keringat.
Kemudian ada lagi bodyguard yang bertanya "Apa benar istrinya tuan muda ini dari keluarga Tandjaya yang dari kota G, keluarga Jawara kuno yang konon keturunan dari Bidadari"
Elis pun menjawab "Oh jadi kamu tahu tentang keluarga Tandjaya ku, iya memang Kami ini keturunan Bidadari itu bukanlah dongeng pengantar tidur belaka, kemarin lusa Mas say ku ini merebut selendang sakti milik leluhur ku yang di klaim oleh keluarga Saksana,
dan kami telah mengembalikan selendang sakti itu kepada patung leluhur ku yang bernama nyai Kinasih, sehingga patung leluhur ku kembali kewujud aslinya yaitu bidadari dan dia kembali terbang ke kayangan dengan selendang yang dia pakai,
Tetapi kalau tidak percaya anggap saja itu sebagai dongeng pengantar tidur, karena tidak ada bukti vidio atau cctv dan poto yang bisa membuktikan bahwa ucapan ku benar"
Elis tidak mau repot-repot membuat semua orang percaya dan meskipun Elis bercerita panjang lebar mungkin pada akhirnya dia akan di sebut pembual, karena menurut mereka cerita Elis hanyalah karangan belaka dan tidak nyata.
Di sana jagat pun berbicara kembali setelah memperlihatkan semua kemampuan anak buahnya "Bagai mana, apakah kalian memiliki keberanian untuk merebut kembali daerah yang kalian kelola, aku bisa saja membuat kalian sekuat anak buah ku kalau kalian mau, dan tanpa bantuan anak buah ku, kalian bisa saja membantai geng Rantau itu"
Mendengar itu Agus bersemangat, karena sebenarnya dia mendambakan kekuatan seperti itu, hanya saja sudah telat untuk belajar beladiri karena umurnya sudah cukup tua untuk belajar beladiri.
"Tuan muda, kalau anda mengijinkan, aku mau memiliki kekuatan tersebut" pinta Agus.
Jagat pun berdiri dan berjalan mendekati agus, jagat meletakan sebuah pil berwarna hijau, dan pil itu sebesar ruas ibu jari.
Jagat pun meletakkan pil tersebut di atas meja depan Agus "Telan lah pil ini, tidak perlu di kunyah, asal terkena air liur mu obat ini langsung lumer dan menghilang kamu hanya tinggal menelannya saja"
Agus bersemangat dia pun mengambil pil tersebut "Benarkah tuan muda"
Jagat pun mengangkat tangannya "Ya coba saja buktikan"
Agus pun tanpa ragu menelan pil tersebut, dan orang yang memiliki mata spritual seperti para bodyguard dan anak buahnya Andi mengernyitkan dahinya.
Karena yang mereka lihat, itu bukan lah pil, tetapi belatung gaib yang menurut mereka sangat menjijikkan.
Apalagi di sana anak buahnya Andi yang bernama beni sampai menutup mulutnya, karena dia pernah di berikan belatung gaib oleh jagat waktu dia di sewa Cakra untuk memukuli jagat.
Beni bisa di kendalikan oleh jagat melalui belatung gaib tersebut, dan beni bisa menghilangkan belatung gaib tersebut karena di bantu oleh Andi.
Jagat pun tersenyum melihat Agus menelan pil tersebut dan semua orang menatap Agus.
Teman yang ada di sampingnya pun bertanya "Bagai mana rasanya, dan bagai mana tubuh mu sekarang"
Agus pun memijit mijit tangannya "Tidak terasa apa apa dan fisik ku tidak berubah sama sekali"
Kemudian Andi berkata "Coba bayangkan kamu memiliki kekuatan super di tangan mu dan pukul plat baja itu"
Agus pun mendongak ke atas jagat yang masih berdiri "Apa boleh, tuan muda"
"Ya, lakukan saja" jawab jagat.
Kemudian dia mengerahkan tenaga di tinju dan mulai mengayunkan tinjunya itu.
Brang....
Tinju itu mendarat di plat baja dan meninggalkan jejak, walaupun tidak sedalam anak buahnya Andi dan para bodyguard, tetapi tetap saja bisa meninggalkan jejak tinjuan.
"Wah ini benar benar berhasil, aku dapat meninju plat baja dengan meninggalkan jejak, dan tangan ku tidak terasa sakit" ucap Agus senang sambil mengelus kepalan tangannya.
Kemudian dia bertanya "Tuan muda apakah ini bersifat sementara"
Jagat menggelengkan kepalanya "Itu bersifat permanen, selama kamu tidak berhianat kepada ku, tetapi kalau kamu berkhianat aku bisa saja membunuh mu kapan saja dan dimana saja"
Kemudian Agus mengangkat telapak tangannya "Berani sumpah demi langit dan bumi aku akan menjadi anak buah tuan muda yang setia"
"Baiklah aku percaya kamu dan silahkan duduk kembali"
Kemudian jagat berbicara kembali
"Siap lagi yang ingin memiliki kekuatan yang sama seperti Agus aku dengan cuma cuma akan memberikan pil tersebut"
Semua orang dari geng Beruang Hitam pun mengangkat tangannya "Aku berani sumpah demi langit dan bumi akan setia menjadi anak buah tuan muda"
Semua orang mengangkat tangannya sambil bersumpah setia dan jagat pun memberikan satu persatu pil tersebut dan mereka langsung menelanya.
Para bodyguard dan anak buah Andi tidak kuat menahan mual ketika mereka menelan pil tersebut.
Dan mereka pun merasa bangga karena telah memiliki kekuatan yang lumayan hebat.
Bahkan jagat mencoba salah satu dari mereka dengan menebaskan golok ke bahu mereka dan hanya suara benturan keras saja yang terdengar dan mereka tidak terluka sedikitpun.
Jagat kembali duduk di kursi dan dia pun bertanya kembali "Sampai di sini apakah kalian ada keluahan lain, aku yakin masalah merebut kembali lahan parkir dan memperluas jaringan tidak lagi masalah"
Salah satu dari mereka pun mengangkat tangannya "Tuan muda bagai mana dengan sistem iuran yang harus kita setorkan ?"
"Oh Masalah itu, aku ikuti cara bang Anton saja, bagai mana dia memungut iuran dari kalian" jawab jagat.
Orang itu pun menjelaskan "Bang Anton selalu meminta 20 persen dari pendapatan kami dan dia minta di stor setiap bulan"
"Ya baik lah, pakai cara itu saja, tetapi aku memiliki reward, siapa pun yang menyetor uang paling banyak aku akan memberikan 10 obat pembuka Meridian, ini berfungsi untuk meningkatkan Kekuatan fisik dan menyembuhkan berbagai macam penyakit, aku juga tadi sudah memberikan obat ini ke semua anak buah ku di aula gedung hotel Arssad tadi pagi" ucap jagat.
Ada orang yang mengangkat tangannya "Tapi ...."
Jagat memotong sambil mengangkat tangannya "Ya aku tahu, kalian sedang kembali merintis, aku tidak akan memungut iuran bulanan ini, kalian fokus untuk merekrut anggota baru dan menstabilkan wilayah kekuasaan kalian, bulan depan baru kalian mulai menyetor iuran.
Aku akan jadikan Irvan sebagai kordinator ku, jadi kalian bisa menyetor atau berdiskusi dengan dirinya mengenai masalah geng Beruang Hitam.
Oh iya, kalian juga bisa mencalonkan 1 kandidat untuk di promosikan, aku akan menambah 5 pilar lagi untuk menggantikan orang yang tadi keluar dari ruangan ini"
Semua masalah tentang geng Beruang Hitam sudah selesai, dan menjadikan club malam pesona ini sebagai markas besar geng beruang hitam.
Dengan hanya 15 orang saja mereka berniat merebut kembali daerah yang di kuasai geng lain dan mereka pun di bantu oleh anak buah Andi dan sebagian bodyguard.
Karena balai kota dan mesjid agung dekat dengan club malam pesona sehingga mereka pun berangkat menuju ke mesjid agung, karena di malam hari tempat itu ramai pengunjung.
Di ruangan itu pun tersisa Andi, trio jago, 4 bodyguard wanita, Elis, sofy dan jagat, sekarang mereka membahas tentang bagai mana menyelamatkan Eriska yang sekarang sedang di sekap di hotel melati.
***
* Bersambung