Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 287 Santet Paku


Bab 287 Santet Paku


Memang biasanya orang sirik atau saingan bisnis ingin menghancurkan lawan bisnisnya itu dengan cara gaib dia tidak menargetkan orangnya langsung.


Tetapi mereka mengincar orang terdekatnya seperti anak atau istrinya, sehingga hasil kerja keras yang selama ini di dapat terbuang percuma di pakai untuk berobat.


Mendengar pengakuan dari makhluk yang merasuki tubuh anaknya itu, orang tua pasien geram.


Awalnya sang ayah tidak percaya dengan hal yang gaib dan mistis seperti ini.


Mereka menganggap hal ini sebagai tabu, dan tidak masuk logika sehingga mereka tidak percaya.


Tetapi karena perkataan itu keluar dari mulut anaknya sendiri, dia pun mengalaminya sendiri sehingga walaupun tidak seratus persen percaya dia tetap berusaha mempercayai nya.


Anak itu kembali mengerang kesakitan, karena makhluk yang ada di dalam tubuhnya itu sedang terbakar api Mapag Geni.


"Argh.... Panas.... Tolong padamkan api yang membakar ku, aku tidak akan berulah lagi, tolong keluarkan aku dari tubuh anak ini" makhluk itu merintih.


Jagat pun segera menggunakan kertas mantra yang dia buat untuk menutupi wajah anak itu.


Kemudian kertas mantera itu seperti bergerak sendiri dan menutupi seluruh wajah seperti sebuah masker atau topeng.


"MMM Argh...." Anak itu kembali merintih dan badannya menegang.


Kemudian anak itu berlahan rileks, kertas mantra yang tadi menjadi masker kembali berubah bentuk, sekarang kertas itu mengeras.


Jagat menunjuk kertas mantera itu sambil membaca doa doa, beberapa simbol mantra menempel di wajah anak itu.


Sehingga di kertas mantra hanya tersisa simbol lingkaran dengan bintang.


Kertas itu berputar di hidup anak itu dan kemudian melayang 30 centimeter di atasnya.


Arman yang sudah biasa melihat hal yang gaib, tercengang dengan keadaan ini, jagat bisa membuat kertas mantra itu melayang.


Bahkan orang tua pasien beberapa kali menggosok matanya, mereka tidak percaya bahwa kertas mantra itu benar benar melayang.


Kemudian simbol Mantra yang ada di wajah anak itu bergerak dan seperti menarik sesuatu dari dalam mulut anak itu.


Wuss....


Asap hitam keluar dari mulut anak itu di tarik simbol Mantra yang kemudian masuk kedalam kertas mantra.


Dalam waktu singkat asap hitam itu pun sudah habis di sedot kertas mantra, dan kertas mantra yang melayang itu kembali jatuh di wajah anak itu.


Jagat pun berhenti membaca doa dan mantra, kemudian dia pun menghela nafasnya "Syukurlah tahap pertama sudah selesai"


Orang tua pasien tercengang "Apa.... Ini masih tahap pertama, apa ada yang lain lagi ?"


Jagat mengangguk "Ya tapi ini mudah dan tidak memakan waktu lama"


Jagat menghampiri pasien dan kemudian mengambil kertas mantra lalu dia menggulungnya.


Setelah menggulung kertas mantra itu, jagat pun memberikannya kepada Arman.


Arman yang penasaran dia membuka kembali gulungan tersebut "Astaga naga, ini raja genderewo"


Di kertas mantra itu sudah membentuk sosok makhluk yang berwarna hitam penuh dengan bulu dan taring tajam.


Mendengar respon Arman jagat hanya tersenyum, orang tua pasien yang penasaran ingin melihat apa yang ada di dalam kertas mantra itu.


"Astaga....apa ini yang merasuki tubuh anak ku ?" Ibu pasien tersentak kaget bahkan bulu kuduk nya berdiri.


Bahkan ayah pasien mendadak panas dingin setelah melihat sosok makhluk yang ada di kertas mantra itu.


Sementara itu jagat sudah melepaskan ikatan yang mengikat pasien.


Arman bertanya "Dokter kenapa anda melepaskan ikatan anak itu, nanti kalau dia meronta dan mengamuk bagai mana?"


Jagat tersenyum "dia meronta karena makhluk yang ada di tangan mu itu, sekarang dia lebih tenang dan tinggal mengobati tahap ke dua saja"


Jagat pun tanpa lama lagi dia mengambil daun sirih yang tadi di petir oleh Arman di taman.


Jagat menempelkan daun sirih itu di titik titik gerak pasien, setelah itu jagat kembali membacakan mantra.


Melihat jagat sudah memulai kembali pengobatan, Arman langsung menggulung kertas mantra dan semua orang memperhatikan jagat.


Daun sirih itu tiba tiba mengering dan sedikit menggulung sendiri karena kadar airnya berkurang.


Daun sirih itu mencembung satu persatu secara berlahan, kemudian jagat pun segera mencepit daun sirih itu di tengahnya.


Wuss....


Eagrh....


Anak itu sedikit mengerang, karena apa yang jagat jepit itu adalah paku yang keluar dari kulit pasien.


Arman langsung berseru "Santet !"


Apa yang di lihat Arman memang benar, itu adalah santet paku, jagat mengeluarkan paku itu dari dalam tubuh pasien itu.


"Astaga apa salah anak ku, sehingga dia di santet seperti ini" lirih ibu pasien.


Ayahnya pasien menepuk tepuk istrinya supaya kuat melihat pengobatan anaknya.


Jagat pun sudah mencabut 5 paku yang ada di tubuh anak tersebut, kemudian jagat melirik ayah pasien "Pak, kalau penasaran bapak boleh mencabut satu, ini supaya membuktikan aku yang mengobati bukan melakukan trik sulap"


Memang ayah pasien itu tidak percaya seratus persen dan menganggap itu hanya trik sulap, sehingga dia pun dengan berani melangkah menuju anaknya itu.


Jagat menunjuk satu daun sirih yang telah menyembul ke atas dan sudah pasti di balik daun sirih itu ada paku santetnya.


Tanpa ragu ayah pasien itu menjepit daun sirih dan kemudian mencabutnya.


Wuss....


Argh....


Pasien kembali mengerang kesakitan walaupun dalam keadaan tidak sadarkan diri.


Setelah di cabut ayah pasien langsung berputar seperti di kendalikan oleh paku yang dia cabut.


"Yah....ayah kenapa kamu yah ?" Teriak istrinya.


"Tidak tahu Bu, tangan ku bergerak sendiri"


Jagat hanya menonton saja tidak ikut membantu, dia membiarkan begitu saja supaya dia percaya apa yang dia lihat dan apa yang dia rasakan.


Terkadang orang yang hanya melihat dengan mata kepala sendiri saja tidak akan percaya sebelum dia mencobanya sendiri.


Wuss....


Paku yang dia pegang itu berbalik dan masuk menembus tangannya


Argh....


"Saki...."


Istrinya menjadi semakin panik "Dokter aku mohon tolong suami ku"


Jagat tersenyum dan mengangguk, kemudian jagat memegangi tangan yang terkena tusuk paku.


Jagat menempelkan daun sirih kemudian membaca mantra.


Berlahan paku itu muncul dari dalam tangan yang di tempel daun sirih.


Jagat menjepit daun sirih itu dan mengeluarkan kembali paku di tangan ayah pasien.


Argh....


"Itu yang di rasakan anak bapak, sehingga anak bapak menderita" ucap jagat.


Kemudian dia melanjutkan "Apa sekarang bapak percaya akan adanya hal gaib semacam ini"


Ayahnya pasien pun mengangguk "Ya dokter aku percaya seratus persen"


Jagat pun melanjutkan pengobatannya dengan mencabut sisanya.


"Akhirnya selesai" jagat pun menyeka keringat di dahinya.


Setelah itu jagat pun meresepkan obat dan menyerahkannya kepada ayah pasien "Ini resep yang harus di tebus, minum secara teratur sesuai dengan resep yang tertera, dalam 3 hari anak ini akan membaik seperti sediakala"


***


* Bersambung