
Bab 104 Aku Bayar Pake Kartu Ini
Manager pun bertanya kepada jagat dengan nada yang sopan, manager itu sedikit cerdas dan tidak mudah terprovokasi.
"Tuan apakah benar, barang yang di tangan Imas adalah belanjaan anda" tanya manager.
"Iya, memang itu belanjaan kami yang telah kami pilih dan hendak untuk membayarnya, apakah aku salah, tetapi karyawan toko anda ini selalu menghalangi kami, dari awal masuk sampai akan membayar selalu di permasalahkan" jagat berkata yang sebenarnya.
Tetapi di sana Lisa mencela "Tapi Abang... Mereka itu orang miskin, dan tidak akan sanggup untuk membayarnya. Mereka itu hanya main main saja, bagai mana dengan reputasi toko ini kalau mereka tidak sanggup membayarnya"
Dari keributan itu banyak pengunjung melihat kejadian itu dan terkadang ada dari mereka merekam kejadian tersebut.
Tetapi yang di rekam hanya Lisa saja yang selalu memprovokasi pelanggan seperti jagat.
Manager itu tidak terpengaruh oleh ucap Lisa dia pun memerintahkan kepada Imas untuk memberikan barang ke kassa dan menghitung total biaya yang harus jagat bayar.
Imas pun memberikan semua belanjaan dan petugas kassa pun mulai menghitung total harga.
"Tuan totalnya 150 juta rupiah" ucap kassa itu.
Lisa menyeringai lebar dan dia nampak ada dalam kemenangan besar "Hey apakah kamu sanggup membayarnya, 150 juta loh, itu bukan uang mainan, apa kamu sanggup untuk membayarnya, kalau tidak nanti aku panggilkan polisi supaya kalian di tangkap dalam kasus penipuan"
Jagat masih tidak bereaksi mendengar perkataan ejekan dari Lisa tetapi manager itu ikut berbicara "Tuan apakah pembayaran yang anda lakukan mau pakai uang tunai, atau kartu"
Jagat pun merogoh saku celananya yang berada di depan, kemudian dia mengeluarkan dompetnya, dan mengeluarkan kartu Platinum Black Gold.
"Aku bayar pake kartu ini, silahkan gesek saja" ucap jagat sambil menyerahkan kartu tersebut kepada manager.
Sebelum sampai ke tangan manager, kartu itu langsung di sambar oleh Lisa.
"Kartu apaan ini, ini bukan kartu bank konvensional yang ada di negara ini, bahkan tidak ada tulisan bank, ini hanyalah kartu mainan saja, dasar orang miskin" ucap Lisa.
Sambil membolak balikan kartu tersebut dan sesekali dia melengkungkan katru tersebut.
Manager di toko ESC ini sudah mendapatkan training sebelum dia menjadi manager, dan tahu kartu yang beredar di Sandjaya Grup.
Kartu platinum black gold ini bukan kartu sembarangan, hanya tuan muda dari Sandjaya Grup yang memilikinya.
kartu platinum black gold bukan kartu tertinggi karena masih ada kartu lain yaitu kartu diamond, dan hanya CEO saja yang menggunakannya.
Meskipun begitu, pemegang kartu ini bukan orang yang sembarangan, sehingga ketika manager itu melihat kartu platinum black gold yang di mainkan Lisa, manager itu pun marah.
"Lisa kembalikan katru itu" Manager pun merebutnya dari tangan Lisa.
Setelah kartu itu sudah ada di tangan manager, kemudian tangan manager itu melayang dan mendarat di pipi Lisa.
Plak....
Terdengar keras sebuah tamparan dari tangan manager itu yang mendarat telak di pipi Lisa.
Lisa pun memegang pipi yang memerah karena tamparan itu "Abang.... Apa yang kamu lakukan kepada ku"
Manager pun marah dan menunjuk Lisa "Hari ini kamu aku pecat, aku tidak mau kamu ada di toko ini lagi, pergi ke bagian keuangan untuk mengurus administrasi dan gaji terakhir mu"
"Tapi bang.... kenapa...." Lisa tidak mengerti apa yang terjadi, biasanya manager itu selalu membela dirinya.
Sekarang dia malah di tampar di depan umum dan kemudian dipecat, manager hanya menunjuk kearah pintu keluar supaya Lisa pergi dari sana.
Manager itu pun kemudian membungkukkan badannya ke arah jagat "maaf tuan muda atas ketidak nyamanan anda berbelanja di tempat ini"
Jagat melambaikan tangannnya "Sudahlah itu sudah terjadi, aku hanya ingin membayar semua barang yang kami pilih kemudian pergi dari sini"
Manager itu berusaha untuk mengorek informasi Pemilik kartu platinum black gold ini dan ingin menjilat, kalau bisa berhubungan baik maka bukan tidak mungkin dia akan naik jabatan lagi dan gaji yang diterima akan lebih besar.
"Kalau boleh tahu, apa hubungan anda dengan Sandjaya Grup" tanya manager itu.
"Nama ku Arya Sandi Sandjaya, jadi kamu pasti tahu Sandjaya Grup hubungannya dengan ku, cepat lah aku tidak mau berlama-lama di sini" ucap jagat dengan ekspresi wajah datar.
Manager itu tahu keluarga Sandjaya Grup, kepala keluarganya adalah Sandi Sandjaya, dia memiliki 3 orang anak, anak pertama yaitu Arya yang misterius, anak kedua Aris yang selalu mengekor bersama ayahnya dan anak bungsu Rika.
Manager itu sudah pernah bertemu dengan sandi, Aris dan Rika, tetapi dengan Yang namanya Arya dia baru sekarang, sehingga dia pun merendah serendah rendahnya di hadapan jagat.
Kemudian manager itu sendiri yang memasukkan kartu itu kedalam mesin dan dengan menggunakan kartu itu jagat memiliki banyak potongan harga.
Dari total pembayaran yang di hitung petugas kassa sebesar 150 juta sekali jagat hanya membayar 100 juta saja dan menghemat 50 juta.
Setelah itu kartu dan belanjaan itu di bawakan sendiri oleh manager "Tuan muda Sandjaya, ini kartu dan belanjaan anda, dan perkenalkan nama ku Decky, senang anda berbelanja di toko ini"
Jagat pun mengambil kartu dan belanjaan itu kemudian tanpa bicara jagat pun pergi dan di ikuti oleh Elis dan Sofy.
Di sana manager bergegas berlari dan menghampiri jagat "Ngomong ngomong tuan muda, apakah anda perlu pengawalan, biar aku sendiri memandu anda dan mengawal anda"
Jagat berkata ringan "Tidak perlu, kembalilah bekerja, dan aku tidak ingin melihat orang seperti Lisa lagi di toko grup Sandjaya"
Manager itu pun manganguk "Baik tuan muda"
Jagat berjalan dan keluar dari toko tersebut, semua pelayan toko dan petugas kassa melongok, ketika manager merendahkan diri di depan pengunjung itu.
Dia malah sempat menampar pipi Lisa dan memecatnya, bahkan tidak ragu untuk melayani pengunjung itu, yang biasanya hanya menyuruh anak buahnya saja.
"Kenapa kalian bengong ! Ayo kembali bekerja" teriak manager itu.
Semua orang pun kembali bekerja sesuai dengan kerjaan mereka masing masing.
Jagat, Elis dan Sofy masih didalam moll tersebut, mereka belum ingin meninggalkan tempat itu.
"Sekarang kita akan kemana dan membeli apa" tanya jagat.
"Aku ingin kamu membeli sesuatu, untuk pelengkap jas yang tadi aku pilih kan "ucap sofy.
"Pelengkap apa lagi" tanya Elis.
"Ya seperti jam tangan, kan lebih gagah apabila seorang lelaki memakai jam tangan" ucap Sofy.
"Ya terserah kamu saja" ucap jagat.
Sofy pun kemudian menarik jagat ke toko Cristales, disana menyediakan aksesoris seperti jam tangan dan perhiasan emas yang berkualitas tinggi.
Tetapi sebelum mereka masuk dan masih di depan toko, sofy berpapasan dengan teman waktu dia kuliah.
Dia juga sama seorang dokter tetapi bekerja di rumah sakit yang berada, dia menyapa sofy "Hai sofy bagai mana kabar mu"
Sofy pun tersenyum dan menjawab sapaan dari dia "Aku baik baik saja, bagai mana dengan mu Rendi"
Rendi pun tersenyum "Aku baru saja Menjadi Duda, apa kamu sudah menikah, kalau belum....tahu kan kamu sendiri, aku dulu di kampus selalu mengejar mu, tetapi kamu selalu menolak ku, dengan alasan kamu lebih suka dengan wanita dari pada pria seperti ku"
Rendi mengingatkan kembali masa lalu dari Sofy yang seorang pecinta sesama jenis, tetapi Rendy berusaha untuk mendekati Sofy, sayangnya dia selalu di tolak dan pada akhirnya dia menikah dengan wanita lain.
Dan sekarang Rendi sudah menduda dan kembali bertemu dengan Sofy itu berarti Rendi akan mengejar kembali Sofy kalau dia belum menikah.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna