
Bab 271 Jurus Terlarang
Setelah kedua muridnya tumbang dan kedua perewangan di tangkap oleh Elis dan kakek badar, sekarang Ki Maja tidak memiliki kartu andalannya lagi.
Karena kedua perewangan itu yang terkuat dan dia taklukan dengan susah payah dan sekarang kedua perewangan itu di tangkap oleh Elis dan kakek badar.
Elis mencibir "Apa lagi yang bisa kamu keluarkan, sekarang kamu sudah kalah, menyerah lah"
"Cih wanita Sialan, aku tidak akan pernah menyerah walau pun aku mati" jawab sinis Ki Maja.
"Kalau begitu matilah" Elis langsung melesat sambil mengeluarkan pedang dan menebaskannya ke arah Ki Maja.
Wuss....
Semua orang tercengang, para praktisi beladiri sebagai petarung di pertarungan bawah tanah ini bergidik ngeri.
Mereka mengatakan bahwa ini pertarungan para grend master, bukan lagi pertarungan para master beladiri biasa.
Bahkan mereka mengatakan Elis, kakek badar dan Ki Maja bisa memunculkan senjata andalan mereka seenak jidatnya.
Bahkan seorang master beladiri harus membawa senjatanya dengan kasat mata.
Sedangkan mereka bertiga langsung mengeluarkan senjata begitu saja.
Trang.....
Pedang Elis di tahan oleh keris ular weling Ki Maja.
Duwar.....
Tubrukan kedua senjata itu menimbulkan suara ledakan dan bahkan membuat Ki Maja luka dalam.
Serangan pedang Elis mengandung kekuatan dan aura yang di timbulkan bisa berdampak terhadap tubuh lawannya.
Apa lagi waktu itu Ki Maja hanya fokus menyelimuti sebagian tubuhnya dengan tenaga dalam.
Elis tersenyum kekuatan dia sudah bertambah sekarang, sehingga kekuatan istimewa miliknya meningkat.
Elis mencibir "Jangan pernah mencoba menggunakan lagi ajian Waraga Sungsang, umur mu hanya satu tahun 2 bulan lagi dari sekarang, kalau kamu menggunakan lagi ajian Waraga Sungsang maka umur mu sisa 2 bulan lagi, dan itu pun kamu akan hidup menderita"
"Cih tahu apa tentang ilmu ajian Waraga Sungsang ku dasar wanita ******...." Teriak marah Ki Maja sambil melayangkan tendangan.
Elis pun langsung melompat kebelakang beberapa langkah "Aku sudah memberi tahu mu efek samping dari ajian terlarang Waraga Sungsang, ajian itu bisa mengurangi umur mu"
"Ya aku tahu itu, apa peduli mu, yang penting aku bisa mengalahkan badar, apa pun akan aku lakukan" ucap Ki Maja.
"Sungguh kakek tua yang naif, aku sudah tidak berniat melawan mu lagi" Elis pun pergi meninggalkan pertarungan.
Di sana tinggal Ki Maja dan kakek badar yang masih ada di arena pertarungan.
Kakek Badar pun berkata "Menyerah lah, kamu sudah kalah, jangan sia sia kan hidup mu, ingat kamu memiliki penerus, anak dan cucu jangan biarkan mereka bersedih"
"Cih jangan pura pura baik, kepada ku, aku tidak perduli dengan hidup ku sendiri, yang penting aku bisa mengalahkan mu, kalau aku arus mati aku harus membawa mu mati bersama ku"
Kemudian Ki Maja menggunakan kembali ajian pemulihan itu "Ajian Waraga Sungsang....."
Wuss....
Kembali luka luka Ki Maja menjadi pulih, tetapi setelah itu Ki Maja terbatuk.
"Uhuk.... Uhuk...."
Kemudian dia mengeluarkan seteguk darah.
"Cucu menantu ku sudah bilang, bahwa kalau kamu menggunakan ajian itu lagi kamu akan mati, lihat lah sekarang, kamu sudah sekarat" ucap kakek badar.
"Ya aku memang sekarat, tetapi aku sekarang akan membawa mu menemui malaikat pencabut nyawa" jawab Ki Maja sambil menyeringai.
Ki Maja mengerahkan seluruh tenaga dalam yang dia miliki, ini adalah jurus terakhir yang di keluarkan oleh Ki Maja.
Dia hendak meledakan dirinya sendiri dengan menggunakan tenaga dalamnya.
Jurus ledakan jiwa ini adalah jurus pamungkas untuk bunuh diri dengan meledakan diri seperti bom bunuh diri.
Ledakan yang akan di timbulkan sangatlah besar dan dapat menghancurkan semua bangunan yang ada di sini.
Dan ledakan itu juga dapat membunuh semua orang yang ada di sini.
Ki Maja ingin membawa semua orang mati bersamanya, sehingga dia melakukan jurus terlarang ini.
Semua orang menjadi ketakutan dan berhamburan ke luar dari gedung ini.
Bahkan ada sebagian orang yang mematung, karena saking takutnya, sehingga mereka tidak bisa menggerakkan kakinya untuk melarikan diri.
Kakek Badar pun langsung melompat menjauhi Ki Maja sambil menyelimuti seluruh tubuhnya menggunakan tenaga dalam sebagai pertahanan.
Jagat yang ada di ruangan VIP nomor 28 langsung memecahkan kaca dan melompat ke bawah.
Dia mengeluarkan pedang naga pembelah langit, pedang itu bisa menyerap kekuatan orang yang menyerang jagat dan bisa di gunakan sebagai perisai pertahanan.
Tubuh Ki Maja semakin memerah akibat luapan energi tenaga dalam dan kemudian meledak.
Duwar....
Jagat yang melompat dari lantai 2 langsung berteriak "Pedang naga pembelah langit, serap energi ledakan ini"
Jagat sambil mengayunkan pedangnya dia juga mengusap batu wulung Ireng yang berbentuk bulat yang terpasang di pedang tersebut.
Batu wulung Ireng itu berputar dan kemudian lubang hitam terbentuk dan menyerap ledakan dari tubuh Ki Maja.
Sehingga ledakan itu tidak menyebar dan langsung terserap oleh lubang hitam yang di keluarkan oleh pedagang naga pembelah langit.
Semua orang terselamatkan oleh jagat dan dia pun langsung mendarat di dekat kakek badar.
"Bagus nak, kamu telah menyelamatkan banyak orang" ucap kakek badar.
Jagat hanya tersenyum menanggapi pujian dari kakeknya itu.
Kemudian kakek badar berkata kepada semua orang dengan suara yang di lapisi oleh tenaga dalam sehingga terdengar oleh telinga semua orang.
"Tenang lah, semua sudah di atasi, tidak usah melarikan diri karena bisa membuat kalian celaka oleh perbuatan kalian sendiri"
Semua orang yang panik kembali tenang, mereka pun langsung bernapas lega karena terselamatkan.
Pertarungan ini menjadi penutup dan akhir dari pertarungan yang lainnya, karena lantai dan properti di area ini sudah rusak dan porak poranda karena pertarungan Ki Maja dan kakek badar.
Semua orang pun membubarkan diri dan ruangan ini pun menjadi sepi, terlihat hanya 10 orang murid Ki Maja yang masih tergeletak pingsan dan potongan kecil dan darah Ki Maja yang berhamburan akibat ledakan bunuh diri.
Kelompok kak Andi, paman Idhang dan paman firman juga teman yang lainnya keluar dari ruangan VIP mereka dan pergi ke lantai bawah.
Para orang kaya yang masih ada di ruangan VIP pun segera keluar dan menemui jagat dan kakek badar untuk berterima kasih karena sudah menyelamatkan nyawa mereka dari ledakan Ki Maja.
Setelah itu mereka pun berpamitan untuk pulang karena hari sudah hampir subuh.
Jagat dan yang lainnya pun meninggalkan tempat tersebut dan kembali pulang.
Jagat telah memenangkan banyak uang dari taruhan ini, dan langsung masuk ke dalam rekening banknya.
Dia juga mendapatkan Club malam Nirwana yang ada di kota Utara, ini adalah awal untuk dia menguasai kota bagian Utara.
***
* Bersambung