Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 64 Pantrangan


Bab 64 Pantrangan


Jagat dan Elis pun bergegas keruangan pasien dengan di pandu oleh perawat yang tadi memberi tahu.


Sesampainya di ruangan perawatan, pasien seorang laki-laki yang kelihatan berusia sekitar 16 tahun sampai 17 tahun, dia tercatat sebagai siswa sekolah menengah atas di kota ini.


Terlihat sedang duduk menangis di atas belangkar, dengan memakai sarung kayak anak yang baru di sunat, keluarganya pun duduk di kursi mengelilingi dia.


Perawat itu pun langsung menunjuk ke arah pasien "Ini dia dok pasiennya"


Mendengar jagat datang dan di panggil dokter, orang tua dari pasien itu pun menghampiri "Dok tolong anak saya"


Jagat tersenyum dan bertanya dengan ramah "Apa yang bisa saya bantu, dan coba beritahukan keluhan yang pasien derita"


Jagat pun berjalan menghampiri pasien di ikuti oleh Elis, yang kemudian jagat duduk di kursi yang kosong sedangkan Elis duduk di belangkar di belakang pasien.


Ibu dari pasien itu yang menjelaskan tentang keluhan anaknya tersebut "Awalnya si Dean ingin buang air kecil tetapi ketika masuk toilet dan ingin mengeluarkan burungnya, tiba-tiba lenyap dan si Dean pun berteriak setelah itu pingsan"


"Kenapa hilang burung, malah datang ke rumah sakit, kenapa ibu tidak beli lagi aja burungnya ke pasar burung yang ada di jalan peta, kan banyak orang yang jual burung di sana" jagat putra pura tidak tahu burung yang di maksud.


"Dok bukan burung yang bisa terbang, tapi burung kejantanan pria, Anak ku ini seorang lelaki masa lelaki gak ada burungny" ucap ayah pasien.


"Bukanya bagus gak ada burungnya, orang lain sampai rela Operasi kel@min pergi ke Thailand atau Korea hanya untuk menghilangkan burung, ini sudah gak ada burungnya kok cemas, kan tinggal ganti stelan aja pake rok mini dan rambut palsu" celetuk jagat.


"Duk dok sudah deh jangan banyak bercanda, ini anak ku laki laki satu satunya, dan aku gak mau kalau anak ku jadi transgender" ayah pasien berkata dengan kesal


Jagat menanggapinya hanya dengan tersenyum dan dia pun bertanya "Iya bagai mana bisa burung kok tiba-tiba hilang begitu saja, itu kan tak ditempel, dan di buat permanen masa bisa hilang"


Ibu pasien menundukkan kepalanya "entahlah dok, aku juga tidak tahu, ini kejadian paling aneh yang pernah keluarga kami alami"


"Apa boleh aku melihatnya" tanya jagat.


Pasien yang bernama Dean mengangguk untuk memperlihatkan alat vit@lnya yang hilang tiba-tiba.


Dean yang tadi menangis sedikit tenang karena dari tadi jagat terus becanda dengan pertanyaan yang nyeleneh ke orang tuanya.


Jagat pun melihat di balik sarung yang dia pake dengan menyalakan senter yang biasa di bawa oleh dokter.


"Wow benar benar rata, gak ada jejak siapa yang mencuri burungnya" ucap jagat.


"Bagai mana dok, apa bisa di obati" Tanya ayah pasien.


Jagat mengangguk dan tersenyum "bisa...tenang saja bisa di obati kok, tetapi ini harus melakukan operasi yang banyak mengeluarkan biaya "


"Beberapa pun biasanya, asal anak saya kembali memiliki burung, itu tidak masalah" ucap ayah pasien.


Jagat pun bertanya kepada pasien "nama mu Dean kan, kamu ingin burung Pipit atau burung rajawali "


Dean pun celingukan ditanya oleh jagat tentang burung Pipit atau burung rajawali "maksud dokter apa ya, saya tidak mengerti"


"Mau burung besar atau kecil" tanya jagat.


"Yang sedang aja dok, yang penting kembali normal" ucap Dean.


Jagat pun menjentikkan jarinya "oleh siap, nanti kamu akan aku operasi dan mengganti burung mu dengan kel@min kuda, yang ukurannya sedang"


Mendengar jagat akan mengganti dengan alat kel@min kuda, ibu Dean mengerenyitkan dahinya dan membayangkan hal yang tidak tidak "apa dok, diganti dengan alat kel@min kuda"


Jagat mengangguk "iya, apa ada yang salah, kan di film Mandarin ada tuh yang menggantikan burungnya dengan burung kuda dan dia jadi lebih kuat, meskipun sudah berkali kali keluar"


Disana Elis senyum senyum sendiri membayangkan ada manusia memiliki Alat kel@min kuda "bagai mana rasanya, burung kuda kan besar dan panjang, bisa bisa aku...." Gumam Elis yang berfantasi.


Dean pun menggoyangkan kedua tangannya "tidak... tidak dok, aku tidak mau alat kel@min kuda menempel di tubuh ku, aku ingin punya ku kembali utuh"


"Ya kalau ingin yang asli, maaf bapak dan ibu salah tempat, seharusnya bapak dan ibu bawa anaknya ke kantor polisi bukan ke rumah sakit" ucap jagat.


"Loh kok ke kantor polisi dok, emangnya putra saya salah apa " tanya ibunya.


"Anak ibu memang tidak salah tetapi datang ke kantor polisi itu untuk membuat berita kehilangan, kalau pencuri burungnya sudah ketangkap dan mengembalikan burung tersebut kan gak perlu ke dokter, hanya dengan menempel kembali sudah cukup " jawab jagat.


Ayah pasien semakin kesal dengan jawaban dan pertanyaan dari jagat yang selalu menyeleneh "Dok saya membawa anak saya kesini itu karena saya dengar bahwa di rumah sakit ini ada tim dokter khusus yang menangani penyakit yang di luar nalar, sudahlah berapa pun akan aku bayar asal putra ku kembali normal "


Dengan nada kesal ayah pasien berbicara dan siap membayar berapa pun yang jagat minta asal burung anaknya kembali normal.


Jagat tersenyum dan bertanya "Baiklah kalau begitu tapi aku ingin bertanya kepada Dean, sebelum kamu kehilangan burung, kamu pernah pergi kemana saja"


Dean pun menundukkan kepalanya "aku baru 2 hari pulang dari berkemah di gunung kujang, dan pulangnya tidak terjadi apapun"


Jagat mengintruksikan kepada Elis dengan isyarat anggukan kepala, supaya dia melihat kejadian waktu Dean berkemah di gunung kujang.


Elis pun mengelus leher bagian belakang dari Dean dengan sedikit menempelkan buah dadanya di punggung Dean yang membuat Dean jadi salah tingkah.


Untuknya burungnya hilang, kalau masih menempel mungkin burung tersebut akan bangun dan berdiri tegak seperti Monas.


Elis berkonsentrasi dan melihat kejadian waktu Dean berkemah di gunung kujang, Elis melihat Dean di dalam tenda sedang berdua bersama seorang wanita dan tenda tersebut bergoyang seperti di tebak angin kencang, padahal waktu itu di gunung kujang anginnya tidak besar.


Kemudian jagat bertanya kembali kepada Dean "apa yang kamu lakukan di gunung kujang"


Dean sedikit berbohong "aku berkemah dengan teman teman karena kebetulan aku masuk komunitas pecinta alam"


"Iya aku tahu kamu berkemah, tadi sudah kamu katakan, tetapi apa yang kamu perbuat di sana sehingga burung mu bisa hilang" jagat mulai bertanya dengan serius seperti seorang polisi yang sedang mengintrogasi.


"Aku ....aku...." Dean tidak bisa berkata jujur karena takut kepada kedua orang tuanya yang ada di ruangan yang sama.


"Aku tidak bisa mengobati kamu kalau kamu tidak jujur, kamu mengaku sendiri atau suster Elis yang memberitahukan kepada kedua orang tua mu apa yang kamu lakukan di gunung kujang, suster Elis memiliki kemampuan bisa melihat apa yang terjadi kamu lakukan 2 hari yang lalu" timpal Jagat


Kedua orang tua pasien pun menjadi bingung dengan pertanyaan jagat yang terkesan memojokkan anaknya tersebut.


"Dean sayang, jujur saja supaya dokter bisa mengobati kamu dan bicara lah terus terang" ucap ibunya.


"Aku....aku...." Dean masih belum mau mengatakan kejujuran.


"Tidak mungkin kalau kamu tidak melakukan sesuatu di sana, Aku hapal gunung kurang, di sana banyak pantrangan untuk para pendaki yang berkemah di sana, Aku tahu kamu sudah melanggar pantrangan tersebut sehingga burung mu bisa hilang" ucap tegas jagat.


Di tanya begitu Dean merasa tersudutkan dan berbalik berbicara dengan nada tinggi "Apa yang dokter tahu tentang gunung kujang, dan apa yang aku lakukan di sana bukan urusan mu"


"Kalau begitu pulang lah, maaf saya tidak bisa membantu mu" ucap jagat.


Kemudian jagat memanggil Elis "suster Elis ayo kita pergi"


Elis pun beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri jagat kemudian jagat pun berjalan untuk keluar ruangan ini dan menoleh kepada ayah Dean "Maaf saya tidak bisa membantu, bawalah dia ke dukun kalau mau burungnya kembali, aku tidak bisa mengobatinya kalau dia tidak mau jujur, Karena dia sudah melanggar pantrangan di gunung kujang"


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna