
Bab 217 Membuang Berlian dan Memungut Batu Kali
Rian Wicaksono mengikuti raya dari belakang, kemudian Rian Wicaksono sok menjadi pahlawan dia menendang kecil para pereman itu.
"Cepat pergi sebelum polisi datang, kalau tidak kalian akan masuk penjara" ucap Rian Wicaksono.
Karena adanya raya di depan dirinya, Rian Wicaksono kembali berani kepada Elis dan Sofy "Hai kalian sudah mengundang para pereman dan membuat keributan, maka dari itu, kalian tidak diterima di hotel ini lagi, sekarang keluar dan pergi dari hotel ini"
Ucap Rian Wicaksono tidak direspon Elis pun menghadap Raya "Oh jadi begini situasi hotel Arssad cabang kota T yang di tangani kamu, sungguh tidak nyaman"
Raya tidak berbicara dia hanya menatap ke arah jagat, tetapi di belakang Rian Wicaksono berbicara lagi "kalau kalian tidak nyaman, pergi sana dari tempat ini"
Raya pun membentak Rian "Diam...."
Rian Wicaksono pun terkejut karena raya berani membentak dirinya "hai sayang, Kenapa kamu membentak ku, mereka lah yang bersalah"
Kemudian Rian Wicaksono berbicara lagi kepada jagat, Elis dan Sofy "harapan kalian tahu, pacar ku ini adalah manager di hotel ini, dia kepala dari hotel ini, jadi kalian pergi lah, karena kami tidak ingin kalian berada di sini"
Sofy pun berkata dengan ketus "Siapa yang manager siapa yang mengusir, kamu ini bermulut ember ya, tidak mau diam, apa kata ku tadi, sana pergi pakai rok atau daster baru datang hadapi kami berdua"
Rian Wicaksono pun sedikit merengek kepada Raya "Sayang jangan diam saja, ucapkan sesuatu"
Kemudian Rian Wicaksono mengancam Raya "kalau kamu tidak melakukan sesuatu dan mengusir mereka, aku akan stop mengirim sayuran ke seluruh hotel Arssad cabang mana pun, apa kamu tahu itu"
Kemudian jagat membuka mulutnya "Kalau mau stop pengiriman, ya stop saja, management hotel masing bisa mencari distributor lain dan mereka mengantri untuk bisa bekerjasama dengan hotel ini"
Rian Wicaksono langsung menunjuk ke arah jagat "hai tahu apa kamu tentang hotel Arssad ini, kamu hanya lah pengunjung hotel yang tidak tahu apa apa"
Kemudian raya membentak kembali Rian Wicaksono "Aku bilang kamu diam ...."
Rian Wicaksono balas membentak "Raya, kamu berani membentak ku lagi, ingat aku Rian Wicaksono tidak akan tinggal diam, hotel ini akan bangkrut karena tidak di kirim pasokan sayur dari ku"
Raya berbalik dan melayangkan tangannya ke pipi Rian Wicaksono.
Plak....
Raya menampar pipi Rian Wicaksono, sehingga terlihat telapak tangan merah di pipi Rian Wicaksono.
"Kita putus, dan aku tidak perduli dengan ancaman mu" ucap Raya.
"Apa kamu bilang, kita putus, ingat kehancuran hotel ini ada di tangan mu, kenapa kamu malah membela pengunjung yang tidak tahu diri seperti mereka" teriak Rian Wicaksono.
Plak....
"Sudah aku katakan kita putus dan aku tidak akan peduli" ucap Raya setelah menampar kembali Rian Wicaksono.
Kemudian Elis mencibir "Pasti kamu menyesal karena sudah membung berlian dan malah memungut batu kali, sekarang berlian itu aku yang memungutnya"
Raya pun menundukkan kepalanya "Mas maaf atas kejadian ini, karena diluar pengetahuan ku, tolong jangan pecah aku, atau mutasikan aku lagi, untuk balasannya kamu boleh melakukan apa pun kepada ku"
Elis yang menjawab "Melakukan apa pun pada mu, kamu tidak ingat apa yang di lakukan ibu mu di rumah sakit, dia menghina suami ku di depan ku sendiri, dan kamu malah memilih berpisah dengan suami ku ini"
"Maafkan aku menyesalinya" ucap Raya.
Jagat bersiap dingin dan berkata "Setelah kembali ke kota B, akan aku kirim petugas keamanan supaya kejadian ini tidak terulang kembali"
Kemudian Raya meraih tangan jagat "Mas apa kamu memaafkan ku, atas hinaan yang dilakukan oleh ibu ku dan memaafkan perbuatan ku"
"Aku sudah memaafkan mu dari dahulu" ucap jagat.
Di sana Rian Wicaksono pun berkata "Siapa kamu sebenarnya, dan ada hubungan apa kamu dengan Raya"
Jagat tidak membalas pertanyaan dari Rian Wicaksono, dan jagat malah membicarakan tentang hal yang lain.
"Bukannya kamu akan memutuskan kontak kerjasama dengan hotel Arssad ku ini, baiklah akan aku lakukan" ucap jagat.
Kemudian jagat merogoh saku celananya dan menelpon seseorang "Ya halo tuan muda"
Ada orang yang menjawab panggilan telpon dari jagat, jagat langsung berkata dengan singkat "Akhiri kerjasama dengan keluarga Wicaksono lakukan sekarang juga"
"Hai siapa kamu berani memutuskan kontak, kerja sama dengan ku, apa kamu tahu nasib hotel ini kalau tidak ada pemasok barang seperti ku" ucap Rian Wicaksono.
Jagat tidak memperdulikan ucap dari Rian Wicaksono, dia malah pergi masuk ke dalam kamar hotel "Ayo masuk, kita harus beristirahat"
Kemudian raya meraih tangan jagat "tunggu, apakah benar kamu telah memaafkan ku, aku akan menebus semua seperti dulu"
Jagat pun tidak berkata apa-apa dia melepaskan tangan Raya, dan masuk kedalam kamar hotel yang di ikut oleh Elis.
Sofy masih berdiri melihat raya dan Rian Wicaksono, kemudian sofy pun mendekati Raya "Aku tahu kamu tulus untuk meminta maaf, ayo ikutlah masuk bersama ku"
Raya di ajak masuk oleh sofy, dan dia pun mengangguk setuju, tetapi ketika raya akan melangkah masuk, Rian Wicaksono memanggil Raya.
"Tunggu Raya, Kenapa kamu malah ikut masuk, bukanya ini hari ulang tahun mu, ayo kita rayakan bersama" ucap Rian Wicaksono.
"Kerja sama antara keluarga Wicaksono dan pihak hotel sudah selesai dan hubungan kita juga sudah berakhir, jadi pergilah dari sini dan jangan datang ke hotel ini lagi" usir Raya.
Dia pun ikut masuk bersama sofy karena tangan raya di pegang dan ditarik sofy untuk ikut masuk ke dalam.
Rian Wicaksono pun merasa kesal dia pun menendang angin "Sialan sungguh sialan...."
Rian Wicaksono pun pergi dengan tanpa daya. Dan beberapa waktu kemudian handphone Rian Wicaksono berdering.
Kemudian dia pun mengangkat dan menjawab telpon tersebut "Iya halo yang ada apa ayah menghubungi ku"
Di ujung telpon terdengar ayahnya Rian Wicaksono marah marah "Dasar anak kurang ajar dan tidak tahu diri, siapa yang telah kamu singgung hingga aset terbesar kita lepas"
Rian Wicaksono pun menjawab "Aku tidak menyinggung siapa pun kok yah"
"Dasar pembohong, sekarang kamu ada di mana, dan siapa yang kamu provokasi ?" Tanya ayahnya Rian Wicaksono.
Rian Wicaksono bingung dia bisa di marahi karena mengancam memutuskan hubungan kerja sama.
Tadinya Rian Wicaksono berpikir bahwa manajemen hotel tidak akan berani memutuskan kontrak kerja, karena ini menyakut pendistribusian sayuran ke seluruh cabang hotel.
Ternyata ayahnya langsung menelepon dirinya karena kontrak kerja sudah di putus, Rian Wicaksono kira jagat tadi hanya menelpon seseorang secara main main karena langsung di tutup kembali telponnya.
Tetapi kenyataannya ini yang terjadi, karena kebodohan Rian Wicaksono yang mengancam, malah benar benar pihak manajemen hotel memutuskan kontrak.
Rian Wicaksono pun mengaku kepada ayahnya "Aku berdebat dengan orang yang mengisi kamar hotel yang sudah aku boking jauh jauh hari untuk merayakan hari ulang tahun pacar ku yah, dan sedikit mengancam pacar ku akan memutuskan kontrak kerja kalau dia tidak mau mengusir orang yang sudah mengisi kamar hotel tersebut"
"Dasar anak Sialan, kamu tidak tahu siapa yang kamu singgung itu, dia adalah tuan muda Arssad pemilik hotel itu, minta maaf kepadanya kalau tidak kamu tidak usah pulang, dan kontrak kerjasama harus kembali terjalin" teriak ayahnya Rian Wicaksono.
Rian Wicaksono pun menyangkalnya "Apa tuan muda Arssad, tidak mungkin dia tuan muda Arssad, yang aku tahu dia bernama Jagat"
"Pokoknya aku tidak mau tahu" jawab ayahnya Rian Wicaksono yang langsung menutup telponnya.
**
Ayahnya Rian Wicaksono berpikir karena mendengar nama yang di sebut anaknya itu adalah jagat "astaga Apakah mungkin jagat yang itu"
Kemudian dia menelepon saudaranya yang bekerja di hotel Arssad pusat "Halo, iya ada apa lagi paman sudewo menelpon ku, sudah jelas tadi yang meminta ku memutuskan kontrak kerja adalah tuan muda Arssad"
"Hai bukan itu, yang akan aku tanyakan adalah nama asli dari tuan muda mu itu siapa ?" tanya ayahnya Rian Wicaksono yang ternyata pak sudewo.
Orang yang di hubungi pun menjawab "Nama aslinya Arya Sandi Sandjaya yang di singkat Arssad tetapi orang terdekatnya sering memanggil dia dengan nama panggilan jagat"
"Astaga benar perkiraan ku" ucap pak sudewo.
"Memangnya kenapa paman, ada masalah dengan mu dan tuan muda Arssad?" Tanya orang di ujung telpon.
"Oh tidak, tidak ada apa apa, terima kasih informasinya" ucap pak sudewo.
Dia pun mengakhiri panggilan telponnya.
***
* Bersambung