Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 173 Kadugalan Batara Karang


Bab 173 Kadugalan Batara Karang


Pertarungan yang sangat sengit, tetapi jagat lebih cepat gerakannya dari pada Ki Wawut, karena mungkin Ki Wawut sudah tua sedang jagat masih muda.


Jagat pun dapat mendaratkan goloknya itu ke tubuh ki Wawut, tetapi apa yang terjadi, hanya baju pangsi yang berwarna hitam yang sobek di sayat Golok milik jagat.


Jagat pun sedikit tercengang dan bergumam "Dia menggunakan ilmu kebal kadugalan, golok ku tidak bisa menyayat kulitnya sedikit pun, aku akan mencobanya lagi..."


Jagat bergerak lebih cepat lagi dan menyayat tubuh ki Wawut, Ki Wawut seperti sengaja tidak menahan serangan dari jagat dan raut wajahnya sedikit terangkat.


Baju Ki Wawut pun sekarang compang camping, karena Tebasan dari jagat, tetapi tidak ada darah yang menetes sedikit pun.


Kemudian Ki Wawut menyobek bajunya sendiri sehingga dirinya bertelanjang dada.


"Hahaha....apa kamu kaget anak muda, tubuh ku tidak terluka sedikit pun walau pun kamu menebas ku dengan seluruh kekuatan mu, golok mu tidak akan mungkin bisa menggores tubuh ku" ucap Ki Wawut


Sudah sewajarnya setiap jawara mempelajari ilmu kebal seperti kadugalan, ilmu itu memiliki kemampuan untuk kebal senjata yang terbuat dari logam.


Baik itu senjata tajam, maupun senjata api tidak akan ada yang bisa menembus pertahanan ilmu kadugalan.


Beruntung di pertarungan Kedua Sofy memilih senjata berupa tongkat, ilmu kadugalan akan bisa di atasi apabila kita menggunakan senjata yang bukan terbuat dari logam.


Jagat sungguh sial dirinya menggunakan senjata berupa golok, sehingga setajam apapun golok milik jagat tetap saja tidak akan menggores tubuhnya Ki Wawut.


Ki Wawut malah sengaja menyayat dirinya sendiri, dia menggoreskan golok yang dia pegang ke tangannya dan kemudian kebadan setelah itu beralih ke lehernya sendiri.


Golok yang di sayatkan seperti tidak berpengaruh apapun, bahkan bekas goresan golok itu tidak nampak sama sekali.


"Hahaha.... pasti kamu tahu ilmu yang aku gunakan ini, pasti kamu menebak bahwa aku menggunakan ilmu kadugalan, tetapi ini bukan ilmu kadugalan bisa" ucap Ki Wawut.


Kemudian dia menebas nebaskan goloknya kembali ke tangan seperti sedang melakukan aktrasi debus.


Dengan sombong Ki Wawut berkata "Aku menggunakan ilmu kadugalan Batara karang, selain kebal terhadap senjata tajam maupun senjata tumpul, tubuh ku sangat kuat seperti sebongkah karang yang di hempas ombak tetap kokoh tak tergoyahkan"


"Oh jadi itu ilmu yang kamu andalkan untuk bisa mengalahkan ku" ucap jagat.


Jagat sebenarnya bingung, karena bukan hanya senjata tajam yang tidak bisa menggores tubuh ki Wawut, bahkan kalau jagat menggunakan tongkat yang tadi di pakai oleh sofy tidak akan bermanfaat, karena dia memiliki tubuh karang yang sangat keras.


"Menyerah lah, berlutut dan meminta maaf kepada keluarga saksana, kemudian serahkan Wulung Ireng dan ceraikan Elis serta kembali lah ke kota dan jangan sampai kamu kembali ke kampung ini lagi" ucap Ki Wawut.


Jagat pun menjawab "Tidak ada kata menyerah dalam kamus ku, meskipun aku harus meninggal di lapangan ini, aku akan berusaha melawan mu sampai akhir"


"Baiklah jangan menyesal karena aku tadi sudah memberikan kamu kesempatan, dan sekarang kesempatan itu sudah kamu abaikan, aku tidak akan berbelas kasih lagi" ucap Ki Wawut.


Kemudian mereka pun bersiap untuk bertarung kembali setelah berhenti beberapa saat.


Jagat tersenyum, dia memiliki cara untuk bisa mengalahkan Ki Wawut, jagat mengerahkan tenaga dalam ke golok yang dia pegang.


Jagat menggunakan jari petir, yang di salurkan ke golok, kemudian golok itu di selimuti oleh aura kuning yang menyala nyala.


"Dia kuat dengan senjata tajam, tetapi belum tentu kuat menahan sengatan listrik yang aku alirkan ke golok ku ini" gumam jagat.


Sekarang mereka pun saling berhadapan, Ki Wawut sekarang bergerak lebih cepat lagi, karena dari tadi jagat tidak terkena Tebasan dari Ki Wawut dan jagat bisa dengan mudah menghindari setiap serangan dari Ki Wawut.


Jagat pun mengeluarkan jurus yang dia miliki "Proteksi Energi Pertahanan tingkat tiga"


Seluruh tubuh jagat seperti di lapisi kain yang sangat tipis, kain energi yang keluar dari dalam tubuh jagat sendiri.


Dia seperti memakai full armor yang kasat mata, bahkan Tebasan golok Ki Wawut tidak sampai menggores atau bersentuhan dengan kulit jagat.


Golok yang dibebaskan langsung mengeluarkan percikan api, Ki Wawut yang mengayunkan goloknya seperti menebak plat baja yang tebal dan kuat, sehingga menimbulkan percikan api.


Jagat mengayunkan juga goloknya dan mengenai badan dari Ki Wawut, memang tidak berdarah, tetapi reaksi badan Ki Wawut setelah terkena golok jagat seperti tersambar petir.


Setiap kali jagat melayangkan goloknya ke tubuh ki Wawut, membuat Ki Wawut lemas, kejadian itu karena efek dari jurus jari petir.


Sehingga Ki Wawut seperti tersetrum arus listrik yang sangat kuat, arus listrik yang keluar dari jari petir jagat bisa membuat tubuh ki Wawut menjadi tersetrum dan otot otot Ki Wawut menjadi tegang sehingga seiring tebasan yang di lancarkan oleh jagat, Ki Wawut pun menjadi lemas.


Setelah beberapa kali serangan Ki Wawut pun ambruk dan dia pun pingsan sambil mengeluarkan asap di mulutnya.


Akibat dari serangan jagat membuat kulit Ki Wawut seperti terbakar, Ki Wawut pun mengalami luka dalam pada otot, pembuluh darah dan bahkan jantung.


Bukan hanya mengeluarkan asap mulut Ki Wawut mengeluarkan seteguk darah sehingga membuat anggota keluarga saksana tersentak kaget.


Salah seorang dari mereka pun berlari menghampiri Ki Wawut "Ki guru...., Kamu tidak apa apa Ki"


Ki Wawut tidak bisa menjawab orang tersebut karena dia sangat lemas seperti habis di sambar petir.


Malah jagat lah yang menjawab pertanyaan dari orang itu "Dia mengalami luka dalam"


Kemudian jagat melemparkan 2 buah benda yang satu adalah salep yang di bungkus kotak plastik dan satu lagi obat yang di masukan ke dalam poslen keramik.


"Oleskan salep itu pada luka luar dan obat itu minum 3 kali sehari selama satu Minggu, aku jamin luka dalam dan luar yang dia derita akan sembuh" ucap jagat.


Ki Wawut pun di bopong oleh beberapa orang Jawara keluarga saksana untuk keluar dari lapangan itu.


Jagat telah memenangkan pertarungan melawan ki Wawut, itu berarti keluarga saksana harus menyerahkan selendang bidadari dan menjadikan Darya seorang Kasim atau membuat adik kecil milik Darya tidak bisa berdiri lagi.


Jagat berteriak "Aku sudah menang, sekarang serahkan selendang bidadari kepada ku, dan kamu Darya bersiaplah, aku akan mengganti kelamin mu, supaya tidak menyukai istri orang lain lagi"


Darya langsung panik dia kemudian bersembunyi di belakang punggung ayahnya "Ayah bagai mana ini, aku tidak mau kalau sampai si jalu ku tidak bangun lagi, aku adalah anak mu pewaris keluar saksana, apa jadinya kalau aku tidak punya keturunan lagi"


Badrun pun berkata "Tenang saja, dia sudah lelah melawan Ki Wawut, kita akan menyerangnya bersama sama kemudian merebut Wulung Ireng yang dia simpan di tas selempang kecil yang ada di punggungnya itu".


Keserakahan terlihat dari Badrun, dia tidak memikirkan konsekuensi yang akan terjadi, kartu andalan keluarga saksana sudah kalah, yang tersisa hanya keroco saja.


Sehingga Badrun ingin mengelak dari perjanjian taruhan awal dia pun memerintahkan kepada seluruh jawara yang dia bawa untuk mengepung jagat dan mengambil Wulung Ireng.


"Anak kota itu sudah kelelahan, kepung dan ambil Wulung Ireng darinya kemudian segeralah kita pergi"


Semua jawara keluarga Saksana langsung berlari dan mengepung jagat yang ada di lapangan.


"Oh ternyata kamu ingin mengelak dari pertaruhan kita ya, baiklah aku tidak akan berbelas kasih lagi" ucap jagat sambil tersenyum menyeramkan.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna