
Bab 163 Jawara Yang Menikahi Bidadari
Setelah mendapatkan uang, bang Jupri dan temannya meninggalkan meja dan kursi yang mereka duduki.
Kemudian berjalan keluar, tetapi mereka berdua melihat 2 orang wanita cantik, lebih cantik dari pada anaknya si Uda.
Wanita itu terlihat seksi dan anggun, mereka berdua adalah sofy dan Elis, yang sedang makan bersama jagat.
Air liur bang Jupri dan temannya langsung di lap oleh jari tangan mereka, karena mereka berdua langsung bertraveling dan berfantasi melihat sofy dan Elis.
Kulit kuning Langsat milik Elis dan kulit putih mulus milik sofy juga buah dada yang menonjol besar membuat mereka menatap mesum kearah sofy dan Elis.
Mereka memang tidak memakai pakaian dinas rumah sakit, tetapi karena mereka ijin untuk suatu urusan, mereka pun hanya menggunakan pakaian santai.
Kaos lengan pendek ketat yang membentuk lekuk tubuh mereka yang indah seperti gitar spanyol, dengan celana jeans hitam yang memiliki motif sobek sobek.
Sehingga terlihat warna kulit di bagian paha dan lutut mereka yang membuat para lelaki hidup belang tidak berhenti menatap mereka berdua.
Jagat tidak tahu mereka berdua menatap mesum kearah sofy dan Elis karena duduk membelakangi dan menghadap ke arah luar.
Meskipun dari tadi jagat, sofy dan Elis mendengar cekcok mereka di belakang, jagat tidak perduli, karena tidak menggangu dirinya dan itu urusan mereka.
Tetapi jika mereka mengganggu jagat apalagi mengganggu kedua wanitanya, jagat pun tidak akan tinggal diam.
Bang Jupri dan temannya itu pun segera menghampiri Sofy dan Elis, sehingga bang Jupri ada di belakang sofy dan temannya itu ada di belakang Elis.
Mereka tidak memperdulikan jagat, Karena mereka berdua mengira jagat hanya orang yang lemah dan mudah di tindas.
Bang Jupri pun menggoda sofy "Hai cantik, kenalan dong, aku bang Jupri kepala pereman di terminal ini"
Bang Jupri membanggakan diri sebagai kepala pereman dan di iya kan oleh temannya "Iya benar, bang Jupri ini ketua peraman yang di takuti oleh banyak orang, dan perkenalkan nama ku Ucup, wakil dari bang Jupri"
Temannya bang Jupri pun memperkenalkan diri kepada Elis dengan nama Ucup, Elis hanya menyunggingkan bibirnya.
Di sana sofy pun menjawab "Pantas kalau di takuti, anak pemilik restoran ini juga takut, emang seberapa hebat orang yang ditakuti"
Elis pun menyindir "Bukanya yang ditakuti orang adalah Hantu, berarti bang Jupri ini bukan manusia dong, karena di takuti"
Sofy dan Elis pun seketika tertawa terbahak-bahak "Hahaha...."
Bang Jupri dan si Ucup pun merasa tersinggung, tetapi mereka tidak bisa marah karena mereka berdua wanita cantik yang tidak boleh di perlakukan dengan kasar.
"Hai cantik, ternyata mulut mu pedas juga ya, ayo minta maaf dan layani kami berdua kalau tidak, laki-laki ini akan menjadi sasaran kami, dia karena menjadi samsak tinju kami berdua" ucap bang Jupri dengan arogan.
Bang Jupri dan si Ucup pun menghampiri jagat, dan berniat untuk mengambil tangan jagat yang sedang memegang garpu dan pisau untuk memotong daging yang ada di piringnya.
Sofy pun malam tersenyum "ya hajar saja kalau kalian berdua bisa, tetapi jangan salahkan kami kalau kalian berdua babak belur"
Si Ucup pun meludah dengan meremehkan perkataan dari sofy "Cih bocah lemah seperti ini tidak akan bisa membuat kami berdua babak belur"
Tangan mereka berdua pun terjulur ingin meraih tangan jagat yang berada di atas meja, tetapi tangan jagat sangat cepat.
Jagat menarik tangannya dan kemudian menjulurkan kembali kedepan dengan menusukan garpu dan pisau ke tangan bang Jupri dan Ucup.
Crack....
Garpu dan pisau menancap di tangan mereka berdua dan merapat ke meja makan.
Mereka berdua pun langsung meringis kesakitan.
"Argh....."
"Sakittt....."
Kemudian jagat pun berkata dengan nada dingin "Dari tadi aku diam saja saat kamu menindas pemilik rumah makan ini dan menggoda anaknya, kenapa aku tidak menolong mereka, karena kalian berdua tidak menggangu kami, sehingga kita pun tidak akan ikut campur dengan urusan kalian"
Tangan jagat mengambil garpu dan pisau kemudian mencabutnya dengan cepat.
Crack....
Mereka kembali meringis kesakitan dan terlepas dari garpu dan pisau tersebut.
"Argh...."
Kemudian jagat kembali berbicara "karena kalian berdua mengganggu kami maka itu adalah balasan karena sudah berani berbuat onar, kalian masih beruntung karena aku hanya menancapkan garpu dan pisau ke daging kalian bukan ke urat tangan kalian, sekarang pergilah aku tidak mau melihat wajah kalian di sini"
Wajah Mereka berdua pun menjadi pucat pasi, keringat dingin mengalir deras dan tangan mereka berdarah, mereka pun merasa sangat ketakutan dan tidak berani berbicara lagi.
Kemudian mereka pun hendak melarikan diri, bang Jupri pun mengajak Ucup untuk pergi "Ayo cup kita cabut"
Mereka berdua pun berbalik dan melangkah beberapa langkah, tetapi sofy dan Elis memegang bahu mereka.
"Tunggu dulu...." Cegah Sofy.
Kaki bang Jupri gemetaran dia pun menggertakan giginya karena menahan rasa sakit.
Sofy mengambil tas kecil yang di bawa bang Jupri "kamu sudah mengambil uang mereka, sehingga aku akan ambil uang mu, pergilah"
Setelah mengambil tas kecil itu sofy menendang pantat bang Jupri begitu juga Elis yang menendang Ucup sampai mereka terhuyung kedepan pintu keluar.
Bang Jupri dan si Ucup pun berlari dan setelah berada di halaman rumah makan dia pun mengumpat "Awas kalian bertiga, kami akan memanggil Bos besar kami karena sudah melukai ku, tunggu saja kalian pasti mati"
Bang Jupri dan Ucup berlari sambil mengancam jagat, sofy dan Elis, setelah itu sofy pun melemparkan tas kecil itu kearah pemilik rumah makan.
"Uda itu uang yang mereka ambil dari mu, terima lah" ucap Sofy.
Pemilik rumah makan yang di panggil Uda itu ingin berterima kasih kepada mereka berdua, tetapi dia juga takut bang Jupri dan temannya akan kembali dan menghancurkan rumah makan mereka.
Kalau para pereman itu datang lagi, maka tamatlah usaha mereka, tetapi di lihat, uang yang ada di tas kecil itu lebih banyak dari pada uang yang mereka berikan.
Di kantong kecil itu ada sekitar 10 juta rupiah sehingga si Uda sedikit senang.
"Terima kasih Mbak, mas karena sudah menolong kami, cepatlah pergi, karena mereka pasti akan kembali, aku juga akan tutup dan tidak akan kembali, karena pasti mereka akan menargetkan kami juga" ucap Uda.
Elis malah mencibir dan bertanya "Seberapa hebat pereman terminal itu, sehingga Uda sampai ketakutan begini ?"
Kemudian si Uda menjelaskan "Bang Jupri itu hanya pereman kecil yang menguasai terminal saja, sedangkan, Bos sebenarnya dia menguasai pasar, tempat parkir dan terminal yang di kelola oleh bos kecil seperti bang Jupri"
Elis kembali bertanya "kalau boleh tahu siapa nama Bos besar mereka ?"
Si Uda berfikir dan mengingat ingat nama dari bos yang menguasai area tengah pusat kota G ini "kalau tidak salah namanya Tandi Tandjaya, dari keluarga Tandjaya yang terkenal keturunan dari Jawara yang menikahi bidadari"
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna