
Bab 205 Tarian Belalai Gajah
Mendengar perkataan dari pak sudewo mengenai kedatangan jagat ke tempat ini, ternyata dia di suruh bekerja untuk mengobati warga.
Tetapi jagat merasa senang juga, karena pak sudewo mau menanggung biaya pengobatannya dan apa yang telah jagat ucapan di turuti selama ini oleh pak sudewo.
Beruntung jagat juga sudah memiliki persiapan, bahkan sofy selalu membawa tas yang berisi peralatan kedokteran dan obat obatan.
Jagat dan yang lainnya di persilahkan untuk masuk setelah berkenalan dengan istri dan anaknya pak sudewo.
sebenarnya pak sudewo memiliki 3 orang anak dan yang di kenalkan sekarang adalah anak ke 2 dan ke 3, anak pertama pak sudewo sedang tidak ada di rumah.
"Sayangnya Rian sedang tidak di rumah, maklum dia baru mendapatkan pacar, umur umur segitu lagi bucin bucinnya kalau baru memiliki pacar" ucap pak sudewo.
"Memangnya anak pak sudewo berumur berapa tahun kok baru pacaran?" Tanya Elis penasaran
"Ada sekitar sama kayak kalian semua sekitar 24 tahunan" jawab pak sudewo.
Pak sudewo mengira sofy dan Elis masih muda dan berusia kurang dari 25 tahun, padahal mereka sebenarnya sudah Tante Tante.
Hanya saja karena sofy memiliki Wulung darah di dalam tubuhnya sehingga dia menjadi awet muda dan Elis keturunan dari bidadari sehingga dia pun tidak menua.
"Aku kagum sama kalian semua, masih sangat muda sudah menjadi dokter, jujur aku iri melihat kalian jika di bandingkan dengan anak ku, Rian hanya tamatan SMK dan tidak mau melanjutkan kuliah, dia yang mau mengikuti jejak ku sebagai bandar buah dan sayur" ucap pak sudewo.
"Ya lebih baik menjalankan usaha, dari pada seperti anak di kota yang kerjanya hanya bersenang-senang di club malam, buang buang duit orang tua, kalau memiliki usaha dari sejak muda suatu hari akan mencapai kesuksesan" ucap jagat.
"Amin mudah mudahan semua anak ku menjadi orang yang sukses" pak sudewo mengaminkan.
Lani istri pak sudewo mengajak jagat, Elis dan Sofy meja makan, karena mereka sudah menyiapkan banyak hidangan untuk mereka bertiga.
"Ayo kemari, kita makan dulu, pasti kalian semua belum pada sarapan, aku sudah banyak memasak makanan" ucap lani.
Jagat dan yang lainnya tidak bisa menolak karena dari sejak berangkat mereka memang belum makan, hanya beberapa potong roti bakar saja yang di sediakan oleh pihak hotel untuk sarapan yang di antara langsung ke kamar penginapan.
Sebenarnya sambil jalan jagat memperhatikan cara berjalan si bungsu Rizal, dia berjalan pincang, jagat ingin bertanya tetapi pasti tidak sopan.
Dan dia pun berasumsi bahwa, dirinya di suruh datang ke tempat ini sebenarnya untuk mengobati si bungsu Rizal yang jalannya tidak normal.
*
Setelah mereka selesai makan, mereka pun kembali keruang tamu di sana barulah pak sudewo mengemukakan maksud dan tujuan mereka datang ke sini.
"Sebenarnya aku mau dokter jagat, mengobati anak ku Rizal, dan juga mengecek kesehatan keluarga ku, aku takut, kejadian kelumpuhan ku terjadi kepada keluarga ku" ucap pak sudewo.
Kemudian sofy bertanya "Memang kenapa dengan Rizal pak, dari sejak kapan kakinya pincang seperti itu?"
Ternyata bukan hanya jagat yang memperhatikan si bungsu Rizal, tetapi sofy pun memperhatikannya, bahkan dia bertanya secara blak blakan.
"Itu terjadi setahun yang lalu, awalnya dia normal, tetapi setelah bermain bola di halaman dia mengeluh kakinya sakit tetapi tidak ada luka di kakinya....." Pak sudewo bercerita.
Rizal mengeluh kakinya sakit tetapi tidak ada bekas tergores, baik bekas gigitan ular atau bekas sengatan serangga.
Setelah mengeluh sakit kemudian kakinya menjadi memar dan bengkak, padahal tidak ada bekas benturan atau kaki terkilir.
Kemudian badannya panas sehingga pak sudewo membawanya ke rumah sakit, panasnya turun dan bengkaknya mengempis.
Jagat pun mengangguk "baiklah nanti akan aku periksa"
Kemudian pak sudewo melanjutkan "maaf kalau aku merepotkan kalian semua, karena akhir akhir ini banyak warga yang mengeluh sakit perut dan bahkan sampai ada yang dehidrasi dan masuk ke dalam rumah sakit, sehingga aku menyuruh pak Rt untuk memberitahu warga bahwa ada dokter di rumah ku dan yang mau berobat bisa datang ke sini"
Jagat pun tersenyum "Heheh.... masalah itu tidak usah di pikirkan, karena kami sebagai dokter harus menolong pasien yang membutuhkan pengobatan"
Setelah beberapa lama mengobrol jagat pun mulai mengecek kaki Rizal, sambil mengecek jagat pun bertanya kepada Rizal.
"Nama mu Rizal ya dek ?" Tanya jagat.
"Iya om, nama ku Rizal Wicaksono" jawab Rizal.
"Berapa umurmu ?" Tanya kembali jagat.
"Aku berusia 6 tahun om, dan cita cita ku ingin menjadi dokter seperti om" jawab Rizal.
Sebenarnya sambil mengobrol dengan Rizal, jagat menusukkan jarum akupuntur, jagat mengajak mengobrol untuk mengalihkan perhatian dari Rizal.
Karena biasanya kalau seorang anak di obati apa lagi dengan di tusuk jarum, mungkin dia akan takut dan menjadi trauma, sehingga jagat mengakalinya dengan cara mengobrol.
Di luar rumah pak Rt pun sudah kembali dia pun melapor kepada pak sudewo karena tugas dia sudah selesai dan para warga sebentar lagi akan datang.
Pak Rt pun bertanya kepada pak sudewo "Pak apa benar dokter jagat itu sakit dan bisa menyembuhkan orang"
"Apa kamu tidak lihat aku yang sekarang berdiri di sini, dan bisa berjalan lagi, itu karena dokter jagat lah yang telah menyembuhkan ku" jawab pak sudewo.
"Kalau di bandingkan dengan Bu Ida yang lagi viral, kira kira saktian mana ?" Tanya kembali pak Rt.
Pak sudewo pun menjawab dengan menggelengkan kepalanya "Yang pasti dokter jagat tidak melakukan tarian seperti yang di lakukan oleh Bu Ida, jangan ngaco kamu, membanding bandingkan orang saja, sana siapkan kursi dan meja, ajak anak anak untuk membantu"
Mendengar percakapan pak sudewo dan pak Rt, Elis pun senyum senyum sendiri, kemudian sofy pun menegur pelan Elis
"Ayo kenapa kamu senyum senyum sendiri, apa kamu berpikir mesum lagi"
Elis pun menggelengkan kepalanya "Apaan sih, aku tidak berpikir mesum"
"Nah itu tadi senyam senyum" tunjuk Sofy.
"Tidak. Aku hanya membayangkan saja kalau mas say melakukan tarian seperti ibu Ida Dayat yang lagi viral, jadinya bagai mana" ucap Elis.
"Hai, ibu Ida Dayat itu melakukan tarian tradisional, sedangkan ay, tarian apa yang dia pakai, apa tarian belalai gajah" ucap Sofy.
"Nah loh....kamu juga berpikiran mesum, malah bilang mas say melakukan tarian belalai gajah, tetapi kebayang kalau sebelum bertempur, mas say melakukan ritual tarian belalai gajah, mungkin belalai gajah mas say akan gundal gandul dan kemudian menegang" Elis membayangkan sambil tersenyum.
"Tuh kan, mulai lagi dasar otak mesum, tapi iya juga sih, kalau ay menggoyangkan pinggulnya dan belalai gajahnya bergoyang ke kiri dan ke kanan mungkin akan lucu kali ya" ucap Sofy.
Mereka berdua pun terkekeh geli membayangkan belalai gajah jagat yang di beri nama si Doris berayun-ayun.
***
* Bersambung