
Bab 249 Jangan Katakan Eriska Tidak Sadarkan Diri
Keesokan paginya mereka pun bangun dari tidur, dan mereka berkumpul di ruang makan untuk sarapan pagi.
Setelah sarapan mereka berkumpul di ruangan utama, disana jagat mendapatkan telpon masuk.
Dan ternyata itu nomor Cakra yang pernah menghubungi jagat dengan mengancam jagat menggunakan Poto Eriska yang sedang di sekap.
Jagat pun mengangkat telponnya "Ya halo...."
"Hahahaha.... Kalian berhasil mendapatkan wanita itu, tetapi sayangnya wanita itu tidak akan bangun lagi" ucap orang di balik telpon.
Jagat pun membentak "kurang ajar, apa yang kamu lakukan kepada Eriska"
"Hahaha....aku hanya mengambil jiwanya saja, berikan handphone mu kepada badar aku ingin berbicara kepadanya" ucap orang di balik telpon.
Jagat pun memberikan handphone milik nya itu ke kakek badar "Ini kek ada yang mau bicara sama kakek"
Kakek Badar pun langsung mengambil handphone tersebut dan di tempelkan di daun telinga "Halo siapa ini"
"Hahaha.... jangan pura pura tidak tahu badar, ini aku Maja. Aku menantang mu nanti malam di pertarungan bawah tanah, ayo kita bernostalgia seperti waktu masih muda, sekarang aku tidak akan kalah seperti dulu lagi, apa kamu takut" ucap Ki Maja yang memprovokasi.
"Di dalam kamus ku tidak ada tertulis kata takut Maja. Aku akan menerima tantangan mu, tetapi taruhan apa yang akan kamu pertaruhkan, aku tidak ingin bertarung tanpa pertaruhkan" jawab kakek badar.
"Jiwa cucu menantu mu, ada di tangan ku, jika kamu menang aku akan memberikannya, tetapi jika kamu yang kalah, aku mau kamu berlutut dan bersujud kepada ku dan menggonggong seperti anjing" ucap Ki Maja.
Mereka adalah orang tua yang sakti dan veteran peraturan bawah tanah yang sering memenangkan pertarungan.
Tetapi semasa masih muda Ki Maja selalu kalah melawan kakek badar, sehingga sampai saat ini Ki Maja ingin membalas dendam karena kekalahan di waktu muda.
Mereka tidak membutuhkan pertaruhan harta, tetapi yang mereka mau adalah pertaruhan harga diri.
Selama puluhan tahun Ki Maja seperti kehilangan harga dirinya dia terus berlatih beladiri dan membuka perguruan pencak silat kidang Pananjung.
Serta dirinya juga membuka praktek perdukunan untuk mengasah ilmu Kanuragan dan ilmu supernaturalnya.
Sering kali Ki Maja juga mengirimkan santet dan perewangannya untuk menyerang kakek badar, tetapi dia tidak berhasil.
Kakek Badar selalu bisa menghalau dan mematahkan santet dan juga perewangan yang Ki Maja kirim.
Dan beberapa hari yang lalu, Ki Maja mendengar berita bahwa kakek badar berada di kota ini, dan kebetulan salah satu pasiennya atau klien yaitu Cakra meminta tolong untuk meminta perlindungan dan pengawalan pribadi.
Sehingga Ki Maja mengirimkan 2 muridnya untuk menjadi pengawal Cakra, tetapi ketika di hotel Arssad murid Ki Maja babak belur oleh idhang dan Firman.
Dan itu juga memicu kemarahan Ki Maja sehingga untuk membuat kakek badar menerima tantangan bertarung Ki Maja, Cakra sengaja menculik Eriska.
Karena dengan cara halus Ki Maja tidak bisa melawan kakek badar sehingga jalan satu satunya yaitu bertarung fisik dengan pertaruhan jiwa Eriska yang di sekap di alam gaib oleh Ki Maja.
Kemudian kakek badar pun membalas "Kalau kamu kalah, aku mau bukan hanya kamu menyerahkan jiwa cucu menantu ku, tetapi kamu juga harus melakukan hal yang sama dengan berlutut dan menggonggong seperti anjing"
"Baiklah aku setuju, tetapi siapkan juga petarung lainnya, aku bukan hanya ingin bertarung melawan mu saja, tetapi aku juga mau memperlihatkan anak murid ku yang tidak kalah hebatnya dengan murid mu yang kemarin menghajar murid ku" ucap Ki Maja
Dia pun langsung mengakhiri panggilan telponnya. Dan kakek badar pun menyerahkan kembali handphone itu kepada jagat.
"Apa yang dia katakan kek ?" Tanya jagat.
"Kita kan nanti malam memang mau ke sana sesuai dengan rencana, tetapi untuk pertarungan kakek, lebih baik aku saja yang bertarung, kakek sudah lama tidak berlatih dan sekarang tubuh kakek sudah sedikit gemukan" ucap jagat sambil melihat perut kakek badar yang sedikit membuncit.
"Hahaha.... Dasar cucu kurang ajar, aku memang menjadi gemuk sekarang ini, tidak seperti dulu waktu masih muda, tetapi aku masih gesit, kamu hanya persiapkan orang mu saja, kita berangkat nanti jam 9 malam" ucap kakek badar.
Di sana Andi pun ikut berbicara "Kebetulan aku juga akan ke sana, setiap 2 Minggu sekali aku juga selalu mengirimkan anak buah ku untuk mengikuti tarung bebas itu"
"Hahaha.... baiklah semakin banyak orang semakin bagus" ucap kakek badar.
Mereka berkumpul terlihat sangat Gaduh, tanda tawa terlihat karena adanya ulah bocah kecil bernama Maya dan si mantan hantu kuntilanak yang polos bernama Dara.
Elis dan Sofy pun bermaksud berpamitan kepada semua orang, karena mereka mau berangkat kerja, tetapi sebelum itu Elis bertanya kepada jagat "Mas say, apa kamu mau berangkat ke rumah sakit ?"
Jagat pun menggelengkan kepalanya "Tidak nanti saja, aku mau mencari cara untuk segera membangunkan Eriska, kalau om Candra bertanya, aku bersama Eriska dan kakek badar, tapi jangan katakan Eriska tidak sadarkan diri nanti dia khawatir"
Elis pun mengangguk "Baiklah kalau begitu aku dan Sofy berangkat kerja dulu"
Elis dan Sofy pun mencium punggung tangan jagat dan Jagat pun mengecup kening mereka berdua secara bergiliran.
Kemudian mereka berdua mencium punggung tangan kakek badar dan pamit kepada semua orang.
Seperti biasa, sofy menggunakan mobil milik jagat untuk pergi ke rumah sakit, dan mobilnya hanya di parkir begitu saja.
Setelah Elis dan Sofy meninggalkan vila, kakek badar pun berkata "Aku khawatir si Maja akan melakukan kelicikan dan tidak akan memberikan jiwa Eriska, apalagi kalau dia nanti kalah, dia akan jadikan jiwa Eriska tumbal untuk kemenangan dirinya sendiri"
"Kalau begitu apa yang haru kita lakukan, apa kita harus menyerang perguruan silat Ki Maja dan mencari jiwa Eriska yang di kurung" ucap Andi
Jagat pun berpikir keras "Eh aku memiliki satu cara kek"
Semua orang langsung menoleh ke arah jagat dan bicara dengan kompak "Cara apa ?"
Jagat pun bercerita "Aku memiliki Hantu Pemakaman Jiwa, hantu ini aku dapatkan ketika di hotel Arssad kamar 110, menurut keterangan Hantu ini mungkin milik Ki Maja yang sengaja di biarkan gentayangan di kamar hotel untuk mengganggu usaha kita , sehingga hotel menjadi seperti pengunjung.
"Ya terus apa yang akan kamu lakukan dengan hantu pemakan jiwa itu ?" Tanya kakek badar.
"Aku akan menyuruh dia mencari dimana jiwa Eriska di sekap, biasanya hantu pemakan jiwa bisa merasakan dan menunjukkan di mana jiwa si pemilik tubuh yang di ambil jiwanya berada" jelas jagat.
Semua orang menganguk setuju dan kakek badar pun berkata "Ya patut di coba"
"Kalau begitu aku akan bersiap, dan selama aku melakukan ritual tidak ada yang boleh mengganggu" pinta jagat.
"Baiklah lakukan saja, kami tidak akan menggangu meski apa pun yang terjadi" ucap kakek badar.
Jagat pun bersiap dan masuk ke dalam kamar yang di mana Eriska sedang berbaring.
Jagat pun melakukan persiapan dengan banyak menempel kertas mantera dan kertas formasi, supaya tidak ada mahkluk halus lain yang bisa keluar masuk dari kamar tersebut.
Kemudian jagat pun mengeluarkan kartu arwah yang di dalamnya terdapat hantu pemakan jiwa atau hantu pencabut Sukma yang di kartu itu tertera nama Diajeng Sekar Ayu.
***
* Bersambung