
Bab 157 Apa Peduli Ku
Sofy dan Elis pun menghela nafas lega karena ternyata mereka memiliki bantuan.
"Apa yang di obrolkan tadi mengenai mereka yang akan menyerang kita, tapi mengapa mereka menargetkan kita seperti ini ?" Tanya sofy
"Kemarin apa aku sudah bercerita apa belum, mengenai aku menyelamatkan ketua geng Beruang Hitam yang di kejar oleh geng shooting gun" ucap jagat.
Elis dan Sofy pun menggelengkan kepala mereka. kemudian sofy menjawab "kemarin malam ay langsung di tarik Elis ke kamar tidur sehingga tidak sempat bercerita"
Kemudian jagat pun bercerita tentang Anton yang sekarang sedang di bawah perlindungan para bodyguard hotel Arssad.
Sofy pun mengangguk "oh ternyata begitu, jadi ada penghianat di geng Beruang Hitam dan bergabung dengan geng shooting gun untuk membalas dendam "
Jagat pun mengangguk "iya penghianat itu bernama Danu, dia salah satu pengedar narkoba seperti Cakra"
"Kalau begitu kita harus bagai mana, karena mas say sudah terlibat dengan gengster yang ada di kota ini" Elis cemas.
"Tenang saja, sekarang aku kan lagi merintis perusahaan keamanan Moeza bodyguard, jadi itu juga menjadi basis kekuatan kita di kota ini, sekelas gengster tidak akan berani mengusik kita, dan aku juga sudah berencana memberikan kalian berdua pengawal kalau keluar rumah dan berbelanja" jawab jagat.
"Sebenarnya aku tidak khawatir, karena aku yakin dengan beladiri yang aku miliki bisa menghajar gengster tersebut, tetapi kalau lawan ku menggunakan senjata tajam dan senjata api....." Sofy tidak melanjutkan bicaranya.
"Iya itu makanya aku sudah menyiapkan bodyguard untuk kalian berdua, nanti sepulang dari luar kota aku juga akan menempatkan satpam di rumah kita" ucap jagat.
Mereka pun mengobrol tentang gengster di kota B, tetapi tiba-tiba handphone milik jagat berdering.
Jagat pun menggunakan earphone dan di pasang di telinganya kemudian jagat pun menekan tombol terima.
Dan ternyata yang menelpon jagat adalah Anton yang meminta tolong kepada jagat, Anton membicarakan tentang usaha yang dia rintis yang sudah beberapa hari tutup.
Kemudian jagat pun menjawab "Hubungi saja pak Alex dan pak Hadi, aku sekarang sedang di perjalanan menuju kota G"
Anton pun merasa senang "Baiklah Terima kasih"
Mereka pun mengakhiri percakapan. Dan Jagat pun kembali menyetir mobil dengan fokus.
"Siapa ay ?" tanya sofy.
"Bang Anton" jawab jagat yang fokus karena jalur jalan banyak belokan tajam.
"Memang apa yang dia katakan ?" tanya kembali Sofy.
"Bang Anton memiliki Cafe dan tempat biliar, semenjak dia di cari geng shooting gun, tempat usahanya tutup, pemasukan terbesar nya dari usaha itu, dia ingin Pihak kita membuka kembali tempat usahanya, dengan mengatas namakan Arssad grup, dia berjanji akan memberikan sahamnya 20 persen kepada kita...." Jagat menjelaskan panjang lebar.
Kemudian jagat pun berbelok ke pom bensin untuk mengisi bensin, karena perjalanan masih jauh, meskipun sekarang sudah memasuki kota G, tetapi tujuan mereka adalah menuju kampung halaman Elis.
Jarak dari pusat kota G lumayan jauh, karena desa tempat tinggal Elis ada di pelosok dan di daerah pegunungan.
Setelah mengisi full bensin Elis pun meminta sesuatu kepada jagat "Mas say, kita ke mini market dulu, aku mau beli sesuatu"
Jagat pun menuruti apa yang di katakan oleh Elis, jagat pun menepikan mobilnya karena kebetulan di dekat sana ada mini market yang paling banyak di Indonesia.
Mini market itu bernama Betta mart, mini market yang menjamur di berbagai daerah, bahkan sekarang sudah masuk ke kampung kampung.
Tetapi terlihat di depan Betta mart itu banyak orang berkerumun seperti sedang memukuli pencuri.
Di tempat ini sudah bisa, kalau ada pencuri yang ketahuan mencuri maka warga akan memukulinya sebelum di serahkan ke pihak berwajib.
Seorang anak berusia 10 tahun yang sedang meringkuk di tengah tengah kerumunan sambil memegang kepalanya meringis kesakitan.
Beberapa pemuda dan ibu ibu juga ikut melayangkan pukulan dan tendangan kearah tubuh dan kepala anak itu.
Mereka tidak perduli kalau anak itu mati, dengan geram mereka pun melayang pukulan.
"Bocah kecil, masih kecil sudah berani mencuri, apalagi sudah besar" seseorang memukul kepalanya
Buck....
"Rasakan ini karena telah berani mencuri" seorang pemuda menendang kepala anak itu
Buck....
Anak itu pun meringis kesakitan sambil menangis dan memegang kepalanya.
Elis dan Sofy langsung turun dari mobil dan menghampiri mereka sambil berteriak "Berhenti, jangan main hakim sendiri, kalau di pukuli terus, anak itu bisa mati"
Mereka pun berhenti merundung anak itu dan semuanya menengok ke arah sofy dan Elis.
Salah seorang pemuda langsung melangkah ke dekat sofy dan Elis sambil menunjuk "Apa peduli kalian, anak ini pantas mati, karena telah ketahuan mencuri di mini market ini"
Sofy tidak memperdulikan perkataan pemuda itu, dia langsung berlari menghampiri anak itu yang sedang kesakitan dan hampir pingsan.
Sofy pun memeluk anak itu untuk melindungi dia dari pukulan dan tendangan warga yang melayang ke arah anak itu.
Elis melangkah mendekati sofy sambil mendorong pemuda itu karena menghalangi jalan "Tolong minggir dari jalan ku"
Tangan Elis bersentuhan dengan pemuda itu dan terlintas kejadian yang terjadi, apa yang dilakukan oleh pemuda itu terlihat jelas oleh Elis.
Elis pun tersentak kaget, setelah menyentuh pemuda itu, tetapi pemuda itu langsung memprovokasi warga.
"Aku tahu kalian semua yang menyuruh anak ini untuk mencuri, kalian datang untuk menyelamatkan anak ini, kalian adalah sindikat pencuri yang mengandalkan anak kecil" pemuda itu menebarkan fitnah.
Orang orang langsung menatap curiga kepada sofy dan Elis, jagat yang baru keluar dari mobil pun bertanya kepada pemuda itu "apa kami memiliki masalah dengan mu"
Kemudian Elis berteriak kepada jagat "mas say tangkap orang itu, dia bertugas untuk mengalahkan perhatian warga dan memfitnah anak itu, sedang teman temannya sekarang sedang membobol mini market di dalam"
Mendengar perkataan dari Elis, pemuda itu menjadi kelimpungan, dia pun membela diri "Apa yang kalian tahu, aku justru di sini dengan warga yang lain memergoki anak itu mencuri"
Pemuda itu berbicara sambil mundur dan hendak melarikan diri, tetapi seketika jagat menangkap orang itu dan memukul tengkuknya hingga pingsan.
Warga yang ada di sana langsung menjauhi jagat bahkan mereka mundur beberapa langkah kebelakang untuk menjauhi mereka.
Elis kembali berbicara kepada jagat "mas say, masuk ke dalam dan selamatkan orang yang ada di dalam sana"
Jagat pun langsung masuk ke dalam mini market tersebut dan benar saja, tanpa di sadari warga yang ada di luar, di dalam mini market itu ada sekitar 4 orang yang yang salah satunya sedang memasukan uang ke kantor dan 3 orang lainnya menodongkan parang ke leher karyawan toko.
Ketika jagat masuk, keempat orang itu pun terkejut "Kenapa kamu bisa masuk ke dalam, keluar atau aku bunuh karyawan toko ini"
Jagat menyeringai "Apa perduli ku, mereka buka sahabat atau saudara ku, kalau kalian ingin membunuh mereka silahkan saja"
Pemimpin dari mereka pun memerintahkan temannya "kurang ajar, hai kamu hajar orang itu"
Seseorang yang sedang mengarah parang keleher karyawan langsung melepaskan sanderanya, kemudian dia berjalan kearah jagat dan hendak menebaskan parang yang dia pegang.
Tetapi dengan sigap tangan jagat bergerak dan langsung mematahkan tangan orang itu sampai parang yang dia pegang terjatuh.
Jagat yang sudah mendapatkan jarum akupuntur dari Master Hanzel mengeluarkan jarum akupuntur yang dia bawa yang dia simpan di dalam balik saku celananya.
Wuss....
Wuss....
Wuss....
Tiga jarum akupuntur terbang kearah mereka tanpa mereka sadari.
Cleb....
Jarum itu tertusuk ketitik Akupuntur yang membuat mereka bertiga tidak bisa menggerakan anggota tubuhnya, mereka langsung terkulai lemas.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna