Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 179 Nyai Kinasih


Bab 179 Nyai Kinasih


Jagat mencoba melepaskan diri dari ekor si mayang, tetapi ekor si Mayang melilit tubuh jagat dengan erat.


Siap mencoba mengeluarkan jurus raungan serigala kembali tetapi itu tidak berguna karena, kepala si Mayang langsung menghindari gelombang ultrasonik yang di keluarkan oleh jagat.


Si Mayang membuka mulutnya dan bersiap untuk memakan jagat, sofy yang melihatnya pun berteriak "Ay, ayo lepaskan diri mu"


Sofy melempar batu kearah ekor si Mayang dan batu itu telak mengenai ekor si Mayang yang melilit.


Brak....


Si Mayang langsung melepaskan lilitan jagat dan jagat pun terjatuh, tetapi kepala si Mayang sudah bergerak dan hendak menyambar jagat untuk di telan bulat bulat.


Wuss....


Kepala si Mayang yang mulutnya terbuka sudah hampir menyambar jagat, hanya tinggal 30 centimeter lagi jagat di lahap si Mayang.


Tetapi waktu seakan berhenti dan berlahan goa itu berubah menjadi berwarna putih dan di selimuti oleh asap putih.


Itu di sebabkan karena Elis sudah selesai membelitkan selendang bidadari di patung yang ada di atas batu besar.


Dan patung itu berlahan berubah menjadi wujud wanita cantik, yang bernama nyai Kinasih.


Nyai Kinasih itu adalah istrinya Jaka Tandjaya yang mendirikan keluarga Tandjaya dan nyai Kinasih ini adalah bidadari yang di nikahi Jaka Tandjaya yang di curi selendangnya oleh keluarga saksana.


Yang ternyata patung itu adalah perwujudan dari nyai Kinasih yang tidak bisa pergi kembali ke kerajaan langit.


Setelah nyai Kinasih berubah wujud kembali menjadi manusia, maka kekuatannya kembali, sehingga goa itu berubah menjadi dimensi lain.


Waktu pun seakan berhenti karena kekuatan dari nyai Kinasih tersebut dan jagat pun tidak di makan si Mayang.


Jagat pun jatuh ke bawah dan berlutut kemudian dia berdiri, setelah itu jagat mendekati sofy dan bersama sama berjalan menuju Elis.


Elis yang kaget kemudian berkata "Ternyata Patung itu adalah leluhur ku sendiri, pantas ibunda memerintahkan ku untuk membelitkan selendang bidadari di patung, ternyata dia perwujudan dari leluhur ku yang berubah menjadi patung"


Kemudian Elis menghela nafasnya dan bergumam kembali "Pantas ibunda mengatakan bahwa ini adalah tugas terakhir keluarga Tandjaya, ternyata kejadian sebenarnya itu adalah leluhur ku berubah menjadi patung dan hanya selendang bidadari lah yang dapat mengembalikan wujudnya"


Nyai Kinasih yang sudah berubah sempurna menjadi wujud manusia berbalik dan menatap Elis, nyai Kinasih pun menggerakan tangannya.


Seketika itu si Mayang yang tidak bergerak itu berubah dan berlahan mengecil dan berubah menjadi sebuah tongkat berbentuk ular.


Tongkat itu kemudian terbang menuju nyai Kinasih, setelah itu nyai Kinasih memegang si Mayang yang sudah berubah menjadi tongkat ular.


Nyai Kinasih menatap tajam Elis, dan dia memperhatikan bahwa aura yang di miliki Elis sama seperti miliknya.


Elis pun buru buru menyapa nyai Kinasih "Hormat kepada leluhur, nama ku Elis generasi ke 54 keluarga Tandjaya"


Mendengar sapaan dari Elis, nyai Kinasih pun tersenyum "Oh ternyata kamu adalah keturunan ku"


"Benar leluhur, aku keturunan mu dari keluarga Tandjaya" jawab Elis.


Kemudian nyai Kinasih menatap Sofy, kemudian dia menunjuk dengan tongkat ularnya "Siapa dia ?"


Elis pun menjawab "Dia adalah teman sekaligus madu ku, leluhur"


Nyai Kinasih langsung mengkerutkan alias "Apa ....? Lelaki mana yang berani membagi kasih cuci buyut ku"


Nyai Kinasih kemudian menatap tajam jagat, karena dia satu satunya lelaki di tempat itu.


Dengan energi tenaga dalam, tangan nyai Kinasih membentuk cakar dan mengarahkannya ke leher jagat.


Kemudian jagat pun terasa tercekik, lalu nyai Kinasih mengangkat jagat ke atas, ada sekitar 5 meter jagat terangkat dari tanah yang tadi dia pijak.


"Apa kamu yang berani menduakan cucu buyut ku, siapa nama mu dan beri tahu asal mu" bentak nyai Kinasih.


Kemudian samar samar nyai Kinasih memperhatikan aura yang keluar dari tubuh jagat yang sepertinya dia sangat familiar.


Elis pun memohon kepada nyai Kinasih "Leluhur, aku mohon lepaskan suami ku, aku tidak mau menjadi janda, dan ini sudah kesepakatan kami untuk berbagi kasih sayang, bukan salah dia"


Sambil terengah-engah jagat pun menjawab beberapa pertanyaan dari nyai Kinasih "Nama Asli ku Arya dan di panggil sebagai jagat, aku dari hutan larangan gunung moeza ratu ajag adalah ibu angkat ku"


Lalu nyai Kinasih melepaskan tangannya dan energi yang mencekik leher jagat pun seketika menghilang, jagat pun jatuh kebawah.


Sofy dan Elis pun bergegas menghampiri jagat, kemudian sofy bertanya kepada jagat "Kamu tidak apa-apa Ay ?"


Jagat pun terbatuk "uhuk... uhuk"


Kemudian dia pun menggelengkan kepalanya "Aku tidak apa-apa"


Elis berterima kasih kepada nyai Kinasih "Terima kasih leluhur sudah melepaskan suami ku"


Kemudian nyai Kinasih mendekati mereka dan melihat penampilan keseluruhan jagat.


Sofy dan jagat pun mundur beberapa langkah karena mereka takut di perlakukan seperti tadi.


Jagat dan Sofy tahu kekuatan nyai Kinasih di luar akal sehat manusia karena memang nyai Kinasih bukan lah seorang manusia.


Nyai Kinasih sama dengan ratu ajag yaitu bangsa lelembut atau di sebut juga makhluk astral, tetapi kekuatan mereka sudah mencapai tingkatan yang lebih tinggi.


Sehingga mereka bisa memadatkan energi mereka dan membentuk jasad sendiri dan menyerupai manusia pada umumnya.


Dengan wujud itu mereka bisa berinteraksi dengan manusia bahkan menikah dan memiliki anak seperti yang di lakukan oleh nyai Kinasih tersebut.


"Dari mana kamu mendapatkan pedang langit ?" Tanya nyai Kinasih


Nyai Kinasih melihat jagat dengan curiga, dia memindai dari atas kepala sampai kebawah kaki jagat.


Belum sempat menjawab nyai Kinasih bertanya kembali "Dari mana kamu dapat cincin Wulung Ireng keluarga ku ?"


Jagat hendak membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan dari nyai Kinasih, tetapi jagat keburu di sela Elis "Leluhur cincin itu di berikan oleh ibu ku, karena sudah menyelamatkan keluarga Tandjaya dari keluarga saksana"


Kemudian jagat pun menjawab pertanyaan satunya lagi "Pedang ini aku dapat dari dalam cincin Wulung Ireng ini"


"Hahaha....aku kira tidak ada manusia yang dapat menggunakan cincin Wulung Ireng itu, ternyata kamu mengetahui fungsi dari Wulung Ireng tersebut" ucap nyai Kinasih.


"Ini berkat ibunda ratu ajag yang memberitahu ku melalui kontak batin" ucap jagat.


Nyai Kinasih memegang dagunya sendiri "oh, jadi begitu, pantas saja kamu mengetahui fungsi dari Wulung Ireng tersebut"


Jagat tidak berani menatap wajah dari nyai Kinasih, karena aura yang mendominasi milik nya sangatlah pekat, sehingga jagat secara otomatis menundukkan kepalanya.


Elis bergerak mendekati jagat dan Sofy "Leluhur, suami ku ini juga yang berhasil merebut kembali selendang anda, dan Sofy juga membantu dalam pertarungan melawan keluarga saksana, mereka berdua sangat berjasa dalam hal ini"


Elis memuji jagat dan Sofy supaya mereka berdua tidak di sakiti oleh leluhurnya tersebut, karena nyai Kinasih di lihat sangat arogan.


Memang kelihatannya arogan, biasanya orang yang lebih lemah melihat orang yang lebih kuat itu begitu arogan, tetapi itu sudah menjadi hal biasa.


Nyai Kinasih pun memberikan isyarat tangan, yang berarti Elis jangan kuatir, dia tidak akan melakukan kekerasan lagi kepada jagat maupun sofy.


Kemudian nyai Kinasih berbicara kembali "Jadi keluarga Tandjaya ku, sudah mempercayakan cucu buyut ku kepada mu, dan memberikan benda berharga mereka kepada ku ?"


Jagat pun mengangguk "Itu benar, ibu mertua mempercayakan cincin Wulung Ireng dan batu wulung Ireng kepada ku untuk aku jaga, karena ibu mertua bilang kalau batu dan cincin ini di pegang keluarga Tandjaya maka suatu hari nanti akan menjadi bencana bagi keluarga Tandjaya, karena keluarga saksana selalu mengincar benda pustaka keluarga Tandjaya ini"


"Oh jadi begitu, baik lah kalau begitu aku tidak akan mencampuri urusan keluarga Tandjaya ku, karena sebentar lagi aku akan pergi dari sini dan menuju ke tempat asal ku, dengan adanya selendang ini aku bisa membuka portal ke kerajaan langit kembali" ucap nyai Kinasih.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna