
Bab 153 Dasar O-mes
Sesampainya di depan hotel Arssad, Anton pun tercengang, karena tidak menyangka jagat akan membawa dirinya dan keluarga ke hotel, Anton mengira mereka akan di bawa ke rumah jagat sendiri, tetapi jagat malah membawanya ke hotel.
"Loh...ini kan hotel" ketus Nia.
Jagat pun mengangguk "Ya ini hotel Arssad, tempat yang paling aman untuk kalian sekeluarga tinggal, geng shooting gun tidak akan berani menyerang hotel ini"
"Oh iya aku juga kenal seseorang yang bekerja di hotel ini, namanya Alex" ucap Anton.
"Kalau begitu, bang Anton bisa lebih aman lagi kalau ada pak Alex, nanti aku akan telpon dia dan pak Hadi supaya mengirimkan 3 orang bodyguard untuk melindungi mu" ucap jagat.
Kemudian mobil jagat berhenti di depan pintu masuk dan keluar dari mobil, sedangkan Anton sekeluarga menunggu di dalam mobil.
Tidak lama kemudian jagat kembali dan naik kembali ke dalam mobil, kemudian dia melakukan mobil tersebut sampai ke belakang hotel.
"Maaf aku hanya bisa memberikan bang Anton kamar kelas ekonomi, kalau butuh sesuatu hubungi saja pak Alex atau pak Hadi dengan menyuruh bodyguard nanti" ucap jagat.
"Tidak apa-apa, terima kasih sudah membantu kami sampai selamat dan bisa melarikan diri " ucap Anton.
Kemudian jagat pun mengantarkan mereka ke kamar hotel yang ada di belakang gedung hotel Arssad, hotel keluarga kelas ekonomis yang sering di pakai pengguna travel hanya untuk transit saja.
"Bang kalau bisa hindari orang yang bernama Cakra, dia sering ada di Club malam hotel ini, bersama anak buahnya, ada kabar dia pengedar narkoba, aku takutkan dia salah satu dari anak buah geng shooting gun" ucap jagat.
"Baiklah, terima kasih sudah memperingatkan" jawab Anton.
Mereka masuk ke dalam kamar hotel sambil menggendong anak mereka, jagat pun membantu membawa barang bawaan mereka.
Setelah itu jagat menelpon pak Alex yang ada di Club malam "Halo pak Alex"
"Iya mas jagat ada yang perlu aku bantu" jawab pak Alex dari ujung telpon.
"Pak Alex kenal bang Anton dari geng Beruang Hitam" tanya Jagat.
Di ujung telpon pak Alex tidak langsung menjawab, sepertinya dia mengingat ingat, dan kemudian dia pun menjawab "iya mas, dia pemimpin dari geng Beruang Hitam, apa mas jagat memiliki masalah dengan dirinya"
"Oh tidak, aku tidak ada masalah, sekarang aku sedang bersama bang Anton dia ada di hotel Arssad ini sedang mencari perlindungan kita, tolong urus ya supaya keluarganya di lindungi, kirim saja 3 bodyguard untuk melindungi mereka" ucap jagat.
"Sekarang dia ada di hotel nomor berapa mas?" Tanya pak Alex.
"Hotel kelas ekonomis nomor 610" jawab jagat.
"Baiklah aku dan Hadi beserta bodyguard akan menemui dia" jawab pak Alex.
Komunikasi pun di akhiri, Anton yang mendengar percakapan dirinya dengan pak Alex, sedikit heran. Dikira jagat hanya orang biasa biasa saja.
Tetapi pada kenyataannya dia bisa memerintah pak Alex salah seorang yang di takuti di dunia gengster dan di pertarungan bawah tanah, karena pak Alex ini dia asisten dari sang legenda Petarung tak terkalahkan Badar Sandjaya.
Jagat pun menoleh ke arah Anton "Bang aku tinggal dulu ya, nanti pak Alex akan menemui Abang"
Setelah itu jagat pun pergi, dari hotel Arssad untuk pulang ke rumahnya yang berada di kompleks real estate intan permata.
Setibanya di rumah jagat pun langsung di hampir oleh Elis yang menunjukkan tampang cemberut.
"Mas say kok lama banget, kata sofy mau sebentar, tetapi kenapa pulang selarut ini" tanya Elis.
Kalau saja ini bukan jagat, Elis tidak akan bertanya begitu, dia hanya tinggal menyentuh orang tersebut, dan akan langsung tahu alasan mengapa jagat pulang larut malam.
Tetapi karena jagat tidak bisa di tembus oleh kekuatan Elis sehingga Elis pun terpaksa bertanya pada dirinya.
"Tadi aku sudah mau pulang pas sore, tetapi di jalan ada...." Jagat pun menjelaskan panjang lebar kepada Elis dan Sofy yang ada di Sana.
Di lantai atas anak kecil yang berusia 5 tahun berlari dengan gembira karena melihat jagat, di belakangnya di ikuti oleh Dias dan Dara.
"Kakak Ganteng....." Maya melompat dan memeluk jagat.
"Dek Maya, kenapa belum tidur, ini kan sudah larut malam" tanya jagat.
"Aku lagi nunggu kakak ganteng pulang, katanya kalau kak ganteng pulang bawa oleh-oleh buat ku" jawab Maya.
Jagat pun tersenyum, kebetulan tadi sebelum pulang dia mampir dulu ke toko boneka dan membeli beberapa boneka dan juga makanan cepat saji untuk Elis dan Sofy.
"Ya kakak bawa oleh-oleh untuk dek Maya, dan sekarang tidur ya" jagat pun memberikan sekantong bingkisan yang berisi boneka.
"Terima kasih kakak ganteng, uwah...." Maya pun mengecup pipi jagat dan kemudian dia turun dari pangkuan jagat.
Dias dan Dara berdiri dan tersenyum kepada jagat, jagat pun menyuruh mereka berdua untuk membawa Maya kembali ke kamarnya. "Bawalah Maya kembali"
Dias dan Dara pun mengangguk "Baik mas ...."
Mereka bertiga pun kembali ke lantai atas sedangkan jagat, Elis dan Sofy duduk di sofa.
Jagat membuka bungkusan yang berisi makanan cepat saji "pasti kalian lapar, makan lah aku bawa ini untuk kita"
Tetapi di sana Elis sepertinya sedang gelisah dan tidak tahan, Elis pun berbicara kepada sofy sambil berdiri "makanan lah sendiri aku sudah tidak kuat dari tadi menahan pengen...."
Elis berbicara tidak di lanjutkan tetapi dia sambil menutupi **** ***** kewanitaannya, dan tiba-tiba Elis meraih tangan jagat kemudian menariknya.
"Ayo mas say aku sudah tidak tahan lagi, punya ku sudah basah, karena kemarin malam tidak mas say garuk jadi sekarang giliran ku"
Jagat pun berdiri dan mengikuti Elis, mereka masuk ke dalam kamar yang berada di lantai bawah karena Elis sudah kebelet pengen di pipisi oleh jagat.
Sofy pun tersenyum sambil menggelengkan kepalanya dan kemudian dia menepuk jidatnya "Hadeuh dasar O-mes...."
Sofy pun dengan santai melahap makanan yang ada di depan dirinya.
Tetapi setelah beberapa saat, dia mendengar rintihan dan ******* Elis di kamar yang cukup keras, itu memacu adrenalin dari sofy.
Tubuhnya menjadi panas, jantungnya berdebar kencang dan dia mulai meraba tubuhnya sendiri dan memegang gunung kembarnya.
Sofy pun menggerutu "Sialan Elis, suara mu itu sampai kedengaran ke ruangan utama, membuat ku jadi pengen, dasar Sialan"
Sofy pun mengambil gelas dan dia pun minum karena makanan terakhir yang dia makan baru saja di telannya.
Sofy pun bangkit dari tempat duduknya dan kemudian bergegas menuju kamar yang di pakai Elis dan jagat untuk adu mekanik.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna