
Bab 255 Dasar Lelaki Hidung Belang
Di sana kakek badar langsung menoleh ke arah jagat dan Jagat pun tersenyum.
Kakek Badar pun berkata "Kamu ini ya, bahkan golongan hantu pun kamu garap, bahkan Dias dan Dara kamu jadikan hidup, apa dia akan di jadikan sama dengan Dias dan Dara"
Jagat tersenyum dan mengangguk "Hehehe....iya kek, tetapi tidak sekarang, ritual itu memerlukan energi yang cukup besar dan perlu persiapan dan waktu yang tepat, bulan penuh memang datang sebulan sekali, tetapi waktu yang baik seperti kemarin hanya datang 3 tahun sekali"
Mendengar percakapan dari jagat dan kakek badar, Sekar hanya menoleh ke sana kemari dan tidak tahu maksud yang mereka bicarakan.
"Baiklah kalau begitu, aku akan memulai ritual mengembalikan jiwa Eriska" ucap kakek badar.
Kemudian kakek badar pun mulai membacakan mantra dan berlahan membuka guci tersebut.
Wuss....
Asap putih keluar dari dalam guci tersebut, asap itu pun membentuk wajah Eriska.
Jagat pun mengangguk kepada asap yang membentuk wajah Eriska tersebut dan wajah Eriska pun berbalik, dan kemudian masuk kedalam tubuhnya.
Kakek Badar mengerjakan tangannya dan berkata "Bayu asup kajati, pangacian nyebar na raga, hirup tur hurip, hudang joregjak...."
Setelah membaca mantra tersebut Eriska langsung membuka matanya dan Jagat pun langsung menghampiri Eriska.
"Apa kamu tidak apa-apa, bagai mana perasaan mu sekarang ?" Tanya jagat.
Eriska pun mengerang "Eagh ...."
"Di mana aku, dan kenapa aku ada di sini dan kakek badar....?" Eriska bingung.
Jagat pun menjelaskan "Kamu di culik Cakra kemarin lusa, dan semua orang mencari mu, aku mendapatkan informasi bahwa kamu ada di kota kabupaten, sehingga kami mencari mu disana, aku menemukan mu di hotel dan Cakra hendak menodai mu"
Eriska pun merasa kesal "sialan, Cakra, ya aku sedikit ingat, waktu itu aku marah kepada mu, dan pergi di gerbang aku ketemu Cakra dan dia membekap mulutku dengan kain dan aku pun tidak sadarkan diri"
Kemudian jagat pun melanjutkan sambil memeluk Eriska yang sudah bangun "setelah aku mendapatkan kamu, ternyata jiwa mu hilang dan baru ketemu setelah Sekar membantu ku"
Jagat pun menunjuk kearah Sekar, dan Sekar pun tersenyum sambil menganggukan kepalanya.
Jagat melanjutkan "Setalah aku dapatkan jiwa mu, kakek badar sendiri lah yang memasukan jiwa mu ketubuh mu sendiri"
Kakek Badar pun duduk di dekat Eriska dan bertanya "Hai nak, kenapa kamu marah kepada cucu ku, apakah dia berbuat jahat kepada mu"
Eriska pun menjadi bingung, dia menatap jagat dan kemudian menatap kakek badar.
Eriska pun menunjuk "Kek, anda dan jagat"
Kakek Badar mengangguk "iya dia cucu ku, orang yang di tunangkan dengan mu"
Jagat pun tersenyum kepada Eriska, tetapi Eriska malah mencubit perut jagat "Ih, kamu jahat, kenapa tidak bilang bahwa kamu itu tuan muda Arssad yang bertunangan dengan ku, aku mungkin tidak akan marah dan di Culik Cakra"
Kemudian Eriska menangis "Jujur aku hanya mau bersama mu, dan aku tidak bisa menolak pertunangan itu sehingga aku marah kepada ayah dan prustasi karena bertunangan dengan lelaki yang tidak aku cintai dan belum pernah aku lihat sebelumnya"
Jagat pun mengelus kepala Eriska "Maafkan aku karena tidak memberitahukan mu sebelumnya, tetapi sebelum menghilang aku sudah memberitahu mu, bahwa aku Arya Sandi Sandjaya yang di singkat Arssad, tetapi kamu malah pergi begitu saja"
Kakek Badar pun menengahi "Sudahlah jangan saling menyalahkan, sekarang kamu sudah kembali sadar, aku akan menelpon Candra supaya dia tidak khawatir"
Kakek Badar pun keluar dari kamar untuk menghubungi Candra Wijaya ayah dari Eriska dan sambil menyuruh Dias dan Dara untuk membawakan air minum untuk Eriska.
Sepertinya Eriska mengalami dehidrasi sehingga perlu banyak minum air dan memulihkan kondisi tubuhnya.
Eriska pun menunjuk kearah Sekar "Dia adalah...."
Sekar menjawab "Aku Sekar kak, aku hantu milik mas jagat"
Eriska pun mengangguk dan kemudian dara dan Dias pun masuk kedalam kamar sambil membawa air kelapa muda yang sudah di masukan kedalam teko kecil.
"Syukurlah kakak Eriska sudah siuman, ini air kelapa muda untuk memulihkan stamina kak Eriska" ucap Dias.
Sebelum Dias dan Dara sudah berkenalan dengan Eriska sewaktu mereka masih menjadi hantu, dan sekarang penampilan mereka sudah berubah layaknya seperti manusia pada umumnya.
"Ini karena kebaikan hati mas jagat yang telah memberikan kami jasad" ucap dara.
Setelah meletakkan air di meja dan memberikan minum kepada Eriska, dara dan dias mendatangi Sekar.
"Hai nama ku Ayu Andara, panggil saja dara" dara pun memperkenalkan diri.
"Nama ku Ayu Dias, panggil saja Dias" ucap Dias yang memberitahukan namanya.
Kemudian Sekar pun memberitahukan namanya "Aku Diajeng Sekar Ayu, panggil saja aku Sekar"
Disana Dias langsung bertepuk tangan 👏👏.... "hebat, sekarang mas jagat kita memiliki 3 Ayu"
Dara pun menimpali "Ya benar, sekarang kita memiliki banyak saudara, rumah ini akan ramai"
Dara pun merasa senang karena ada lagi satu wanita yang akan menghuni rumah ini.
Sekar hanya tersenyum menanggapi Dias dan Dara yang senang karena adanya dirinya di tempat ini.
Kemudian dara dan Dias menarik tangan Sekar "Ayo ikut dengan kami, akan ku perkenalkan dengan si kecil Maya, pasti dia juga akan senang"
Kemudian dias berpamitan "Mas, dan kakak Eriska, kami permisi dulu ya, lekas sembuh dan segera bergabung dengan kami"
Eriska pun tersenyum dan melambaikan tangannnya "Baiklah, nanti aku akan bergabung dengan kalian"
Mereka pun pergi dari kamar tersebut untuk menuju lantai atas, kemudian Eriska mendongkrak ke atas dan melihat jagat.
"Siapa lagi wanita yang bernama Maya ?" Eriska pun bertanya dengan tatapan yang menyeramkan.
Jagat pun tersenyum dan menjawab "Hehehe....dia gadis kecil yang aku bangkitkan seperti dara dan Dias, Villa ini adalah pemberian dari orang tua Maya, sebagai bayaran karena aku sudah menghidupkan Maya kembali"
Eriska pun mengangguk "oh jadi begitu"
Kemudian dia kembali mencubit perut jagat sampai jagat pun meringis kesakitan "Adu...duduh.... kenapa kamu selalu mencubit perut ku, sakit tahu"
"Apa kamu ingat apa yang pernah aku katakan, aku memperbolehkan mu memiliki istri tidak lebih dari 5 orang, meskipun aku bukan istri pertama tetapi aku jadi yang utama" ucap Eriska mengingatkan.
"Iya aku ingat itu, dan aku mematuhinya" jawab jagat.
Eriska kembali mencubit perut jagat "Mematuhi apanya, Elis, Sofy, Dara, Dias, aku dan satu lagi Sekar, apa kamu tidak bisa menghitung wanita mu itu ada 6 orang tahu, bukan hanya itu, aku tahu kamu juga masih berhubungan dengan wanita yang bernama Raya"
Jagat pun berusaha menjelaskan kepada Eriska "Hai Eriska sayang, aku memenuhi dan mematuhi syarat mu, aku hanya baru memiliki wanita 3 orang yaitu Elis, sofy dan kamu sendiri"
Eriska membelalakan matanya "Apa ! Apa kamu tidak mengakui Dara, Dias dan Sekar"
Jagat pun mengangguk "Iya aku mengakui mereka, tetapi syarat mu aku boleh menikahi tidak lebih dari 5 orang, betul begitu kan"
Eriska pun mengangguk "Iya memang aku berkata begitu"
"Iya dan aku baru memiliki 3 orang wanita" ucap jagat.
"Lah terus dara dan Dias juga Sekar" Eriska menjadi emosi karena jagat berbicara memutar mutar.
Jagat tersenyum "Elis, Sofy dan kamu itu kan Orang, sedangkan mereka bertiga itu bukan orang tetapi hantu, jadi itu tidak termasuk hitungan"
Mendengar perkataan dari jagat Eriska pun langsung melepaskan pelukannya dari jagat dan langsung memukul jagat dengan pukulan manja.
"Dasar lelaki hidung belang, bisa saja kamu ngeles, memang mereka bukan manusia, tetapi mereka juga wanita mu kan" bentak Eris.
Jagat tersenyum "Ya yang pasti aku tidak melanggar janji, karena mereka bukan orang"
Eriska pun berbalik dan membelakangi jagat "Terserah kamu saja lah, huh...."
***
* Bersambung