
Bab 145 Pola Lingkaran Sihir
Di dalam mobil Eriska bertanya tanya, apa benar jagat orang kaya, dan memiliki pengawal pribadi.
Eriska bergumam sendiri "dia hanya mahasiswa kedokteran yang datang dari kampung dan direkrut oleh ayahku untuk magang menjadi dokter divisi khusus, tetapi mengapa dia memiliki sampai 3 orang pengawal pribadi, siapa sebenarnya dirinya"
Eriska yang terlihat sedang melamun di tegur sama jagat "woy, kenapa melamun"
Eriska pun terperanjat kaget "ti... tidak....!"
Jagat pun tersenyum "Kamu pasti bingung ya dengan semua ini, dan pasti kamu bertanya tanya, tetapi kamu malu untuk bertanya"
Eriska pun sedikit mencubit bahu jagat, karena mendengar gaya bicaranya yang tidak enak "Iya kalau aku bertanya nanti kamu pasti menjawab 'Kamu nenye, kamu nenye, pasti kamu bertenye tenye"
Eriska pun memperagakan apa yang sedang viral tiktok, Jagat pun menanggapinya dengan tertawa terbahak-bahak.
Setelah puas tertawa jagat pun mulai bercerita "ini mobil memang milik ku, aku dapatkan dari orang kaya yang aku obati, sopir di depan mu dan bodyguard tadi, mereka satpam hotel Arssad yang bertugas di Club malam dan aku kenal sama pak Hadi pimpin mereka sehingga aku meminta bantuannya untuk mengirimkan mereka untuk menjemput kita"
Jagat berbicara panjang lebar dan memang uang yang dibelikan mobil oleh jagat itu hasil dari mengobati orang kaya yang jagat kumpulkan, salah satunya cek dari pak Adisutjipto yang dia tolong di hotel Arssad.
Eriska hanya mengangguk anggukan kepalanya "Pantas mereka sepertinya aku kenal"
"Ya pasti kamu merasa kenal, karena mereka sering berjaga di pintu masuk Club malam hotel" ucap jagat.
*
Selang 20 menitan mereka pun sampai di tempat yang dituju, yaitu restoran milik hendar dan kebetulan restoran itu di belakangnya adalah rumah hendar sendiri.
Mobil yang di tumpangi mereka pun menepi kepinggir, mereka berdua pun turun dari mobil dan Jagat memerintahkan bodyguard itu untuk menunggu.
Jagat dan Eriska pun berjalan menuju restoran itu, yang nampak sepi dari pengunjung, sebelum masuk Eriska nampak memperlihatkan raut wajah yang takut.
Dia pun yang tadinya berpegang di tangan kiri, sekarang berubah posisi menjadi di kanan, mereka pun masuk ke dalam pun, tetapi Eriska masuk dengan menundukkan kepalanya dan mencubit hidungnya sendiri.
Restoran itu lumayan luas dan ada 2 lantai, deretan meja dan kursi yang rapi dan restoran itu sangat bersih.
Tetapi yang menjadi aneh adalah restoran itu sepi dari pengunjung, tidak seperti restoran yang berada di sebrang, restoran sebrangnya penuh sesak dengan pengunjung, bahkan sampai mereka ada yang rela duduk di kursi yang berada di trotoar.
Restoran ini memang sepi karena memang sengaja di tutup oleh hendar, tetapi pintu dibiarkan terbuka, hanya saja keterangan di sana sedang tutup dan tidak melayani tamu.
Biar pun begitu, karyawan masih ada yang bekerja meskipun hanya 3 orang saja. Dan mereka yang bekerja ini sedang melayani pesanan secara online.
Di sana terlihat sudah ada Elis dan Sofy yang ditemani hendar dan juga anak istrinya.
sofy dan Elis pun mengangkat tangan dan memanggil. "Hai nona Wijaya, ternyata kamu ikut juga"
Mereka berdua pun bangkit kemudian menyambut Eriska, mereka pun berpelukan satu dengan yang lainnya.
Di sana Eriska pun berkata "Kalian Berdua Jang panggil aku Nona Wijaya, panggil aku Eriska saja, kita bertiga ini kan sama sama wanitanya jagat, jadi kita jangan sungkan"
Mendengar perkataan dari Eriska. Elis dan Sofy menatap ke arah jagat, dan jagat pun menanggapi dengan anggukan dan senyuman.
"Baiklah kalau begitu Nona wija....eh Eriska" ucap Sofy.
Jagat pun di sambut oleh hendar dan anak istrinya, mereka pun berjabat tangan dan kemudian di bawa ke ruangan khusus, mereka duduk di kursi yang mejanya lumayan besar.
Hendra pun sedikit basa basi "Dokter, bagai mana perjalanan menuju ke tempat ini, apakah Anda tersesat"
"Oh, tentu saja tidak, soalnya tadi sofy sudah Sherlock terlebih dahulu" jawab jagat.
"Bagus lah kalau begitu" timpal hendar
"Dokter bagaimana dengan usaha ku ini, apakah menurut anda bisa kembali maju seperti dahulu ?" Tanya hendar.
"Restoran ini sangat strategis, tetapi sayangnya...." Jagat tidak melanjutkan.
"Aku tahu, tadi juga suster Elis dan dokter sofy sudah bercerita, mereka berdua melihat sosok mahluk yang tidak kasat mata" ucap hendar.
Kemudian disana Eriska pun ikut berbicara "Jadi benar tadi juga yang berdiri di depan restoran ini, adalah hantu, pantas saja aku merasa ketakutan"
Elis dan Sofy saling menatap, kemudian Elis bertanya "apa nona Eriska bisa melihat hantu?".
"Jangan sebut aku nona, panggil Eriska saja. Eh begini begini aku juga anggota komunitas Indigo di kampus ku" jawab Eriska.
Hendar pun penasaran "Nona apa yang anda lihat tadi di pintu masuk?"
Eriska pun mengatakannya apa yang dia lihat, dan yang orang lain tidak dapat melihatnya "di depan restoran ini ada seperti kain hitam yang menutupi seluruh restoran ini, dan di pintu masuk, aku melihat hantu yang tubuhnya bolong bolong, seperti tubuh Spongebob, di lubang itu bila tertiup angin tercium bau busuk dan bau bangkai"
Istrinya hendar pun menyela pembicaraan Eriska "Pantas saja para karyawan bilang sering tercium bau bangkai, aku kira itu bangkai tikus atau kucing, sehingga beberapa kali aku suruh karyawan untuk mencari sumber baru tersebut tetapi tidak pernah ketemu"
"Bukan itu saja tadi juga aku melihat makhluk yang sangat menjijikkan, dia mengeluarkan lendir yang keluar dari hidung, telinga dan ***********, membuat penciuman jadi bau amis dan sebesar dari tadi aku ingin muntah" ucap Eriska
Sofy dan Elis yang juga melihatnya, mereka juga mengangguk, tetapi mereka sudah terbiasa dengan yang berbau jorok atau menjijikan, karena mereka seorang dokter dan perawat yang sudah biasa dengan darah dan bahkan lendir.
Kemudian hendar pun memohon "Kalau begitu, aku harus bagai mana, aku mohon, bantulah aku, aku tahu kamu dokter hebat, buktinya santet yang berada di dalam tubuh istriku berhasil anda keluarkan"
"Tentang saja, aku akan membantu, tetapi apakah benda benda yang sudah aku perintahkan sudah tersedia" tanya jagat.
Hendar pun mengangguk "iya, semuanya sudah lengkap"
Kemudian hendar pun berdiri dan segera mengambil perlengkapan yang Jagat minta sebelumnya.
Kembang 7 rupa, air dari 7 sumur, dan perlengkapan lainnya serba 7. Setelah itu di kumpulkan di atas meja.
Tetapi jagat menyuruh untuk meletakan semua itu di bawah terlebih dahulu karena jagat memerlukan meja itu untuk membuat sesuatu.
Meja itu kebetulan berbentuk lingkaran, alas meja jagat buka kemudian dia mengeluarkan spidol besar yang berwarna merah.
Kemudian dengan lincah jagat menggambar pola lingkaran dan bintang di tengahnya dan simbol simbol yang orang lain tidak mengerti.
Jagat menggambar pola lingkaran sihir, kemudian alat yang sudah tersedia itu di letakan di setiap simbol yang ada di atas meja.
Jagat meletakan 49 benda di simbol sihir tersebut, 49 benda itu terdiri dari 7 macam barang dari 7 bahan yang berbeda.
Dan di tengah tengah lingkaran sihir itu di letakan ayah hitam legam yang orang sebut ayam itu sebagai ayam camani.
Jagat kemudian membacakan mantra, dan lingkaran sihir itu mengeluarkan cahaya merah menyelimuti semua bahan bahan yang berada di sana.
Kemudian cahaya itu meredup seperti di serap oleh ayah camani, dan ritual itu pun selesai
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna