Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 321 Nama Ku Sri


Bab 321 Nama Ku Sri


Di perjalanan pulang, kebetulan mereka melalui daerah rumah Dias waktu dirinya masih hidup.


Di sana ada rumah makan Padang tempat usaha keluarga Dias. Dias pun berencana mengunjungi rumah makan Padang tersebut.


"Eh bagai mana kalau kita makan terlebih dahulu, itu ada rumah makan Padang, kayaknya di sana makanannya enak" ajak Dias.


Dia tidak memberitahu mereka, bahwa rumah makan Padang itu milik orang tuanya sewaktu dia masih menjadi manusia.


Mereka pun setuju dan segera menepikan mobil mereka, beberapa mobil yang mengikuti mobil RR Phantom milik Sekar yang di tumpangi para bodyguard ikut merapat.


"Dias keluar dari dalam mobil kemudian berseru "Ayo masuk kita makan di sini, sepertinya kalian sudah lapar"


Mereka pun keluar dan masuk ke dalam rumah makan Padang yang nampak jarang pengunjung.


Sekar, Dias dan Dara dia duduk di meja yang lebih luas, di bagian tengah, sedangkan yang lainnya di tempat duduk yang lain.


Ibu ibu paruh baya merasa senang karena banyak orang yang makan di tempatnya.


Dias pun berseru "Bu kami makan di sini ya, berikan kami menu yang paling lengkap yang ada di sini"


Si ibu paruh baya itu tidak terlalu memperhatikan Dias karena sepertinya ibu itu memiliki banyak pikiran dan badannya sedikit kurus.


Dias pun berlaga seperti dia tidak mengenal siapa ibu itu, karena memang sekarang Dias bukanlah Dias yang dulu.


Sekarang dia sudah menjadi manusia baru dengan nama Dias Ars Sandjaya bukan lagi Ayu Dias yang seorang anak pemilik rumah makan Padang.


Satu persatu ibu itu menghidangkan makanan dengan di bantu oleh satu karyawan nya.


Dias tidak mengenal karyawan yang membantu ibunya itu, sepertinya dia karyawan baru yang di tugaskan untuk melayani pengunjung.


Sedangkan ibu itu dia yang menuangkan nasi kepiring dan lauk pauknya.


Karena racikan si ibu pemilik rumah makan Padang ini yang membuat nasi di sini menjadi sangat enak.


Para bodyguard yang terlebih dahulu di sajikan makanan, mereka pun langsung menyantap makanan tersebut.


"Wah ternyata nona Dias tahu tempat di mana makanan yang enak, ini benar benar sedap sekali"


"Benar, aku bahkan ingin nambah sebelum makanan ku habis"


Beberapa orang bodyguard membicarakan tentang makan yang enak ini.


Si ibu pemilik rumah makan Padang terperangah ketika mendengar bodyguard itu menyebut nama Dias.


Kemudian si ibu itu memandang kearah pengunjung dan mencari seseorang yang mungkin dia kenal.


Pokus si ibu itu mengarah ke satu orang yang makan di meja tengah dan duduk di kursi tengah juga.


Tanpa sadar si ibu itu meneteskan air matanya dan berkata dengan lantang "Ayu....."


Semua orang sontak berhenti makan dan menatap ke arah si ibu itu, sehingga ibu itu menjadi pusat perhatian.


Kemudian Dara dan Sekar dengan kompak menunjuk dirinya sendiri "Ibu memanggil aku ?"


Dara dan sekar saling menatap satu sama lainnya, kemudian dia melirik Dias.


Dara pun berkata kepada ibu itu "Ibu tahu nama ku Ayu, padahal kita baru bertemu"


Sekar pun menimpali "Iya, nama ku juga ayu, apa ibu memanggil ku"


Ibu itu tidak merespon perkataan dari dara dan sekar, ibu itu terus menatap Dias yang terus makan dengan lahap.


Sekar dan dara pun dengan kompak menepuk pundak Dias


"Hai apakah kamu kenal ibu pemilik rumah makan Padang ini, dari tadi dia menatap mu terus" ucap Dara.


Kemudian barulah dia mendongkakan kepalanya "Benar kah"


Mendengar sapaan dia si ibu itu tambah berlinang air mata, sambil sedikit bersegukan.


Semua bodyguard menjadi menoleh ke arah Dias, Dias pun menjadi pusat perhatian.


"Hai kalian kenapa menatap ku seperti itu, aku tidak melakukan apa-apa kepada ibu itu" ucap Dias yang tidak enak hati.


Semua orang kembali melanjutkan makan dan menghiraukan Dias.


Si ibu itu pun melangkah mendekati dias dia bertanya "Apa benar kamu bernama Dias?"


Dias mengangguk "Ya tadi aku sudah memperkenalkan diri ku, nama ku Dias Ars Sandjaya"


Ibu itu berkata lagi "Apa ini suatu kebetulan, atau...."


Si ibu itu tidak melanjutkan bicaranya.


Kemudian Dias bertanya "Kebetulan apa Bu, apa aku mirip dengan seseorang ?"


Ibu itu pun mengangguk "Ya kamu mirip sekali dengan anak ku yang telah meninggal dunia, bahkan nama mu juga sama, anak ku bernama Ayu Dias dan baru beberapa bulan ini meninggal karena sakit"


Semua orang sudah bisa ngambil kesimpulan dari perkataan si ibu pemilik rumah makan Padang ini.


Pantas si ibu itu mematung dan menangis ketika melihat Dias.


"Oh kalau begitu, sangat kebetulan sekali ya Bu" ucap datar Dias.


Sekar pun menggoda Dias "Hai saudara ku, apa kamu memiliki kembaran yang tertinggal di rumah sakit ketika orang tua kita melahirkan mu"


Kemudian dara pun ikut menggoda "padahal ketika ibu melahirkan mu, aku berbaring di samping ibu"


Kemudian Sekar pun berkata kepada ibu pemilik rumah makan Padang itu "Maaf ya Bu karena kami bercanda, Aku anak pertama dan ini dara anak kedua sedangkan ini adik bungsu anak ke tiga, kami di lahiran beda 1 tahun saja, sehingga umur kami tidak terpaut jauh"


Dara pun ikut berbicara "Maklum setelah melahirkan ku, ayah kami baru pulang dari rantauan, sehingga dia tidak kuat menahan hasrat dan ibu kami kebobolan dan harus mengandung adik ku Dias saat ibu kami masih menyusui kami berdua"


Mendengar perkataan itu semua orang menahan tawanya, karena bisa bisanya dara berkata bahwa ayah mereka sudah tidak kuat menahan hasrat sehingga ibunya kembali mengandung.


Ucapan ucapan mereka sebenarnya tidak di rencanakan dan keluar begitu saja, sehingga ibu itu percaya bahwa mereka bertiga saudara kandung.


Bahkan itu juga menjadi informasi penting bagi para bodyguard, mengenai latar belakang dari mereka bertiga yang tidak di ketahui.


Kebohongan yang tidak di rencanakan ini sangat bagus dan tidak ada celah sehingga mereka pun percaya.


Dias pun berkata "Anak ibu baru meninggal beberapa bulan yang lalu ya, pantas ibu sangat merindukan sosok anak ibu,


Baiklah kalau begitu mulai sekarang ibu boleh menganggap ku sebagai anak ibu sendiri, kebetulan kami dari Arssad famili baru saja membuat proyek perbaikan Elephant Land.


di sana ada lapak buat membuka rumah makan Padang seperti ini, karena masakan ibu enak, aku mengajak ibu untuk membuka cabang di dalam area Elephant Land.


Mungkin 1 sampai 2 bulan ke depan perbaikan sudah selesai dan sudah bisa mulai beroperasi kembali, nanti anak buah ku akan menghubungi ibu kalau lapak buat rumah makan Padang sudah selesai.


Itu gratis tidak dipungut biaya karena ibu sudah menganggap ku sebagai anak sendiri, tetapi aku harapkan, bukan aku saja yang ibu anggap sebagai anak, tetapi kedua saudara ku ini juga"


Ibu itu pun menyeka air matanya, dia pun mengangguk "Terima kasih karena bersedia menjadi anak anggat ku, baiklah aku akan menerima semua ajakan mu"


"Kalau begitu duduk lah dan kita mengobrol" ajak Dias.


Mereka pun mengobrol sambil makan dan baru saja ketemu mereka sudah sangat akrab.


Karena memang Dias adalah anak si ibu itu dan mereka pun tidak menunjukkan kecanggungan.


Setelah mengobrol lama sekar pun bertanya "Ngomong ngomong, aku belum tahu nama ibu"


Ibu itu pun tersenyum "Oh iya lupa, perkenalkan nama ku Sri"


***


* Bersambung