
Bab 42 Raja Petarung Jalanan
Jagat dan Eyang Mawon sepakat Dalam jual beli Bo'eh hantu pocong perawan dengan harga 150 juta rupiah dan akan bertransaksi 2 Minggu lagi di kota kecil bernama kota G, sebelah selatan Kota B yang masih dalam satu propinsi dan hanya membutuhkan waktu tempuh selama 3 sampai 4 jam berkendara.
Di sisi lain setelah jagat menghajar ke 6 orang anak buah Cakra, ketua geng dan yang lainnya sudah babak belur dan sekarang meringis kesakitan di markas mereka.
Ketua geng pereman itu pun menghubungi Cakra lewat telpon "Halo Bos, Misi kita gagal, ternyata dia bukan pemuda yang sederhana, kami malah balik di hajar dengan babak belur"
Mendengar laporan dari anak buahnya Cakra menjadi naik pitam. Hari ini hari yang sungguh sial untuk Cakra, sudah di pecat dari penanggung jawab Club Malam hotel Arssad, dan dia harus mengembalikan uang 300 juta rupiah bulan depan terus laporan dari anak buahnya yang gagal memukuli jagat hingga masuk ke dalam rumah sakit.
"Apa kalian gagal mengeksekusi si OB itu, kurang ajar badan saja gede tapi melawan satu orang saja tidak sanggup" bentak Cakra.
"Maaf Bos, ternyata dia bisa bela diri, sehingga kami kalah" ucap ketua geng pereman itu.
"Ya sudah bawa lebih banyak orang lagi, aku gak mau tahu, dia harus masuk rumah sakit dengan luka lebab di sekujur tubuhnya" perintah Cakra.
"Siap Bos" komunikasi pun di akhiri.
"Puck...Dasar Ob sialan, tidak aku kira orang kampung itu hebat, pantas aku dengan mudah di dorong sampai membentur meja dan kepala ku kena botol minuman, rupanya dia jago beladiri juga" gumam Cakra.
Dia pun berpikir bagai mana caranya membuat jagat babak belur dan bisa mengembalikan uang 300 juta tersebut.
"Ach.....Sialan sungguh hari yang sangat sial gara gara di OB sialan" teriak Cakra yang menyalahkan jagat.
Cakra pun menghubungi nomber telpon yang ada di handphone milik nya. "Halo Diyat..."
"Iya bos ada yang bisa saya bantu" ucap orang yang di panggil diyat oleh Cakra di balik telpon.
"Aku ingin segera mendapatkan Uang ku kembali, Jual barang kita dengan cepat, dalam satu bulan ini. Aku tidak mau tahu" perintah Cakra.
"Tapi Bos, kita harus bermain cantik, kalau kita gencar mencari pelanggan lain nanti kita ke endus oleh polisi" jawab Diyat.
"Aku tidak mau tahu, suruh anak buah mu mengedarkan barang itu di berbagai daerah supaya tidak terendus polisi, itu tanggung jawab mu, karena kalau dalam satu bulan aku tidak mendapatkan uang 300 juta aku yang akan masuk kedalam penjara" ucap Cakra.
"Baik Bos, akan saya usahakan" jawab Diyat dan mengakhiri panggilan.
"Satu masalah sudah teratasi, tinggal masalah si OB itu, aku tidak rela kalau sampai dia baik baik saja " gumam Cakra.
Dia bukan hanya kejam tetapi dia juga ketua geng dunia Bawah, dengan memanfaatkan Fasilitas dari Hotel Arssad dan kekayaan orang tuanya dia membentuk Geng dunia bawah yang di sebut Geng Serigala.
Dia merekrut anggota, para pereman dan menjual obat obatan terlarang dengan di fasilitasi oleh Cakra, dan bahkan hotel Arssad ini menjadi tempat bertransaksi barang terlarang tersebut.
Sehingga 2 bulan terakhir ini, sudah beberapa kali adanya penggerebekan di Club Malam hotel Arssad ini, tetapi hasilnya nihil karena cakra selalu melindungi dan menyembunyikan para pengedar narkoba tersebut.
Cakra kembali menekan handphone milik nya dan menelpon seseorang, beberapa kali telpon itu berdering tetapi belum ada yang mengangkatnya.
Cakra sedikit kesal tetapi dia tetap sabar untuk menunggu telponnya di angkat, kemudian ada bunyi klek dan ada suara di ujung telpon.
"Ya Halo" sapa orang di ujung telpon.
"Oh Bos Cakra, maaf saya tidak tahu no handphone nya karena kemarin Hp saya ke riset jadi kontak pada hilang semua, Ada urusan apa ya menghubungi saya" jawab orang yang di panggil kak Andi oleh Cakra.
"Anu...saya butuh bantuan kak Andi, Saya punya masalah dengan seseorang dan dia jago beladiri, berapa bayaran yang kak Andi minta untuk menghajar orang tersebut" ucap Cakra langsung ke intinya.
Andi ini seorang petarung jalanan, dia sering di perintahkan oleh cakra untuk menangani masalah yang sulit seperti sekarang ini, Andi adalah Raja petarung jalanan yang terkenal di kota B ini.
Dia memiliki anak buah yang jago beladiri juga, karena selain Andi sebagai raja petarung dia juga melatih anak buahnya beladiri.
Meskipun anak buahnya hanya 50 orang tetapi kekuasaannya di kota B bagian timur sudah tidak di ragukan lagi.
Dia menguasai pasar dan lahan parkir di wilayah kota B bagian timur, meskipun anak buahnya sering bentrok dengan ormas untuk rebutan lahan parkir.
Tetapi mereka bisa mengatasinya dan bahkan Ormas di daerah sana takut dengan anak buah Andi yang di juluki sebagai geng Raja petarung.
Di ujung telpon Andi pun tertawa "Hahaha....Bos Cakra bisa aja, Tapi bukanya Bos Cakra memiliki banyak anak buah, kenapa masih menggunakan jasa saya"
"Anak buah ku bodoh semua, kemarin aku kirim 6 orang tetapi hasilnya mereka yang babak belur, jadi aku hanya bisa menggunakan jasa kak Andi untuk menangani hal ini" ucap Cakra.
"Aku bisa bantu tetapi, aku tidak bisa turun tangan sendiri, biar anak buah ku yang turun tangan" ucap Andi
"Tidak apa-apa kak Andi, aku percaya dengan anak buah kak Andi yang pasti bisa menangani masalah ku" ucap Cakra.
"Baiklah kalau begitu besok aku akan suruh 3 orang anak buah ku untuk menemui mu, soal bayaran nanti obrolkan saja dengan mereka " Andi tidak mau banyak mulut dia lebih senang langsung bergerak.
Anak buahnya yang besok akan di kirim adalah mereka yang lumayan jago beladiri dan telah beberapa kali mengalahkan musuhnya dalam perterungan jalanan.
Cakra pun sangat senang mendengar perkataan dari Andi, karena dia juga sangat royal terhadap anak buahnya.
Dulu salah satu anak buahnya sempat berselisih paham dan terus di hajar sampai babak belur dan masuk ke dalam rumah sakit.
Besok lusanya, orang orang yang menghajar anak buahnya itu di kirim juga kedalam rumah sakit oleh Andi dengan cenda patah tulang yang sangat serius sehingga mereka menjadi cacat
Mulai dari saat itu tidak ada yang berani menyinggung anak buahnya Andi di Kota B bagian timur.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna