Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 102 Ingin Membully Menjadi Terbully


Bab 102 Ingin Membully Menjadi Terbully


Pagi harinya, Jagat sudah bersiap rencana hari libur ini ingin mengajak Sofy dan Elis untuk berbelanja pakaian di Moll terbesar di kota ini.


Maksud dari jagat adalah untuk memberikan hadiah karena selama 2 hari ini mereka sudah menjalin hubungan dengan jagat.


Dan rencana itu di sambut baik oleh Elis dan Sofy, karena selama mereka bekerja di Rumah sakit belum pernah jalan jalan, apa lagi ke moll.


Setiap hari libur mereka hanya di habiskan untuk rebahan di kosan saja, dan sekarang karena jagat mengajak maka mereka pun sangat senang.


Seperti biasa jagat berpenampilan sederhana sedang Sofy dan Elis menggunakan pakaian yang biasa mereka pakai.


Mereka keluar melalui lift khusus dan langsung sampai di lantai bawah, mereka menuju parkiran dan menaiki mobil milik sofy.


Perjalanan yang ditempuh hanya sekitar 20 menit saja karena hari ini hari libur sehingga tidak terlalu macet.


Hanya saja di perempatan kota B ini jeda waktu nunggu begitu lama jalan 1 menit dan menunggu 5 menit untuk jalan kembali.


Sesampainya di Moll, jagat pun memarkirkan mobilnya kemudian mereka berjalan jalan.


Meskipun ini masih pagi, karena ini hari libur maka orang orang lebih senang menghabiskan waktu berada di Moll ini, karena di pelataran moll di jadikan area senam.


Dan lapangan parkir yang luas di jadikan sebagai arena oleh raga bagi warga sekitar.


Karena belum sarapan mereka pun makan di area khusus yang menyediakan makanan dan setelah selesai baru lah mereka berniat berbelanja.


Jagat menunjuk salah satu toko di Moll tersebut dengan nama toko Elegan Shoping Canter, toko baju yang terkenal dengan mereka dari berbagai dunia dan harganya juga selangit.


Bagi orang biasa belanja di toko ini bisa menghabiskan gajinya selama beberapa bulan, tetapi bagi jagat itu hal yang sepele.


Apa lagi Elegan Shoping Canter atau di singkat ESC adalah masih masuk ke dalam Sandjaya Grup, perusahaan yang di kelola oleh ayahnya jagat.


Toko ESC ini hanya sebagai kecilnya saja, karena orang tuanya jagat berada di ibukota dan terkadang berada di luar negeri untuk mengurus bisnis.


Jagat sendiri anak pertama dari 3 saudara, dia malah senang berada di dekat kakek neneknya, dan tidak tertarik masuk ke dunia bisnis.


Sehingga jagat malah kuliah masuk jurusan kedokteran di luar negeri, karena didikan kakeknya yang seorang kuncen dan sebagai praktisi pengobatan tradisional.


Sehingga ilmu pengobatan tradisional semua diturunkan kepada jagat, dan ilmu pengobatan yang di unggulkan adalah ilmu totokan jari petir yang dalam kehidupan sehari-hari mirip dengan ilmu akupunktur.


Jagat pun masuk ke dalam Toko tersebut, banyak baju mewah berjajar di toko tersebut, dari mulai harga termurah seharga 200 ribu sampai harga ratusan juta juga ada di sana.


Elis dan Sofy sudah tidak aneh dengan pakaian harga selangit seperti itu, mereka adalah perawat dan dokter di rumah sakit Wijaya.


Gaji di sana lebih tinggi dari pada di tempat lain, sehingga Elis dan Sofy mampu membeli pakaian seperti itu, dan mereka berdua memiliki beberapa stel pakai mahal seperti yang ada di toko.


Seorang petugas yang melayani pembelian seperti jagat dan yang lainnya mengerenyitkan dahinya dan memonyongkan bibirnya.


Wanita itu menatap Jijik kepada mereka karena melihat penampilan mereka yang biasa saja.


Orang orang yang datang ke toko ESC ini biasanya kalau perempuan memakai pakaian yang mahal dan laki lakinya memakai jas.


Tetapi mereka bertiga hanya memakai pakaian biasa, apalagi melihat jagat yang memakai pakaian murahan.


Membuat wanita petugas toko itu enggan untuk mempersilahkan mereka untuk masuk.


Wanita itu pun langsung menghadang jagat dan yang lainnya ketika ingin melangkah lebih jauh untuk masuk ke dalam toko.


"Berhenti, Maaf ini bukan arena untuk bermain, kalau hanya sekedar untuk melihat saja, kalian bertiga cukup melihat di balik kaca yang ada disana saja" wanita itu sambil menunjuk kearah kaca luar toko.


Jagat tidak begitu saja pergi tetapi dia tetap berdiri dan berkata kepada wanita itu "Kami datang kesini bukan untuk bermain, kami datang hanya untuk berbelanja"


Wanita itu pun berbicara merendahkan jagat "Harga Pakaian di tempat ini begitu mahal, kalian bertiga tidak akan mampu untuk membelinya, lebih baik kalian cepat pergi saja dari sini"


Mendengar perkataan dari petugas wanita yang melayani pelanggan dengan sombong Elis dan Sofy saling memandang, mereka tidak percaya ada wanita yang seperti ini.


Kemudian sofy melangkah kedepan untuk berbicara dengan wanita itu "Mbak apakah toko ini milik keluarga mu, kenapa kamu menghalangi kami untuk berbelanja, tapi kayaknya mbak ini karyawan toko lain deh, soalnya tidak mungkin kan, kalau mbak penjaga toko ini tapi menghalangi pelanggan yang ingin membeli"


Mendengar perkataan dari sofy wanita itu pun menggertakan giginya "Aku karyawan toko ini, dan aku karyawan senior di sini, aku mencegah kalian untuk datang kesini karena aku lihat kalian orang miskin yang hanya sekedar lihat lihat saja, dan pasti kalian tidak akan sanggup untuk membeli pakaian di sini"


Mendengar nada merendah seperti itu sekarang giliran Elis yang maju dan dia pun sambil tersenyum "Mbak, apakah mbak orang kaya, pasti mbak orang miskin juga, toh kalau mbak orang kaya, kan tidak mungkin mbak bekerja di toko ini, terus apakah mbak merasa terhormat bekerja di sini dan bisa menghina kami miskin karena pakaian kami,


Apakah pakaian mbak itu pakaian yang mahal, itu kan pakaian karyawan penjaga toko yang harganya kurang dari 100 ribu, dan kenapa mbak bisa berada di toko ini kalau mbak sama miskinnya seperti kami"


Mendengar perkataan dari Elis, Jagat dan Sofy pun tersenyum, mereka pikir hanya ada di Kisah Novel saja orang yang memakai pakaian sederhana di usir di toko pakaian.


Mereka bertiga berbeda, mereka malah balik mempermalukan karyawan toko yang merendahkan pelanggan, hanya karena dilihat mereka bukan orang kaya.


Elis malah menepuk pundak wanita itu dia kemudian berkata lagi "Wah kayaknya mbak penjaga toko ini sama miskinnya seperti kita, tapi belaga mau mengusir kita karena kita kelihatannya miskin, jangan bilang mbak bisa bekerja di tempat ini karena mbak pernah melakukan hubungan intim dengan manager toko ini dan bahkan mbak memiliki pekerjaan sampingan sebagai penghibur di Club malam Century"


Semua perkataan dari Elis itu benar adanya, karena Elis sengaja menepuk pundak wanita itu untuk mencari informasi yang bisa mengancam dirinya.


Wanita itu bukan apa apa kalau tidak ada sesuatu dengan manager toko ini, dan bahkan pekerjaan setelah pulang dari toko ini dia memang bekerja sebagai wanita panggilan di Club malam.


Wajah wanita itu pun memerah, dia pun menunjuk kearah Elis dan berkata dengan nada kesal "Dari mana kamu tahu tentang kehidupan ku, dasar kamu...."


Kemudian jagat melerai mereka "Sudahlah jangan di teruskan , bagai mana, apa kami boleh masuk ke dalam toko ini, kalau tidak kami akan mempermalukan mu dengan menyebarkan kehidupan mubkepada teman mu yang lainnya"


Dengan nada kesal wanita itu pun mempersilahkan mereka untuk masuk tetapi dia masih memperingatkan kepada jagat dan yang lainnya.


"Masuk lah tetapi ingat jangan banyak menyebut barang yang ada di sini nanti rusak, kalian tidak akan sanggup untuk menggantinya" ucap wanita itu yang menyerah


Awalnya ingin mengusir dan membully karena berpenampilan sederhana dan dikira orang miskin, tetapi mereka malah balik mengancam.


Sehingga yang ingin membully menjadi terbully karena kelakuannya sendiri.


Wanita itu pun berteriak kepada juniornya "Imas kemarilah"


Seorang wanita pun menghampiri dia seperti wanita polos yang baru saja di rekrut menjadi karyawan toko ini dan bernama Imas.


"Iya mbak Lilis ada yang bisa aku bantu" ucap Imas


Wanita itu pun memelototi Imas karena memanggil dia dengan sebutan mbak Lilis.


Imas pun menundukan kepalanya, dan kemudian wanita itu berkata "Sudah berulang kali aku katakan kepada mu, jangan panggil aku dengan sebutan Lilis, itu kampungan tahu, panggil aku Lisa"


Imas pun mengangguk "Iya mbak Lili...Eh Mbak Lisa"


Kemudian wanita yang tidak ingin di panggil Lilis pun menunjuk dengan bibirnya "Noh...layani ketiga orang ini, jangan biarkan dia mengacau di tempat ini"


Imas pun mengangguk "Baik Mbak Lisa"


Wanita itu pun pergi meninggalkan jagat dan yang lainnya, tetapi Elis dan Sofy tersenyum sambil mengangguk dan mereka pun berkata secara bersamaan "Terima Kasih Mbak Lilis"


Setelah itu mereka semua tertawa terbahak-bahak karena merasa menang telak.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna