
Bab 127 Pelanggan Adalah Raja
Ketika kinkin dan epul hendak mendekati jagat, pintu kantor manager dealer Yosan terbuka, dan keluar lelaki paruh baya dengan membawa tongkat bisbol.
Manager itu pun mengacungkan tongkat bisbol nya ke arah mereka berdua sambil berteriak "Apa yang kalian lakukan di dealer ini, pergi sana urusi dealer tempat kalian bekerja, jangan bikin ribut di tempat ini"
"Manager Rudi, kami di sini untuk membantu mu menyingkirkan tikus seperti dia ini, seharusnya kamu berterima kasih kepada kami berdua" ucap epul sambil menunjuk kearah Jagat.
"Apa maksud mu menyingkirkan tikus, disini pelanggan adalah raja, jika kalian mengganggu pelanggan kami maka enyah lah dari tempat ini" ucap garang manajer yang bernama Rudi.
Kemudian manager itu menunjuk ke arah Teller "Risma telpon manager dealer TOYA suruh dia kemari"
Teller yang bernama Risma pun mengangguk "Baik pak"
Segera dia menekan tombol nomor telpon untuk menelepon manager dealer TOYA.
Telpon pun langsung di angkat "Halo ini siapa ya bisa kami bantu"
"Tuan Indra, aku Risma karyawan dealer Yosan, karyawan anda membuat keributan di dealer kami, tolong cepat kemari" ucap Risma.
Tidak lama kemudian manager dealer TOYA yang bernama Indra pun datang.
"Indra apa kamu memerintahkan karyawan mu untuk membuat keributan di dealer ku ini, apa maksud dari semua ini" ucap Rudi.
"Aku tidak menyuruh mereka untuk membuat keributan di dealer mu ini, mereka berdua mungkin berinisiatif, karena sebelumnya lelaki itu datang ke dealer kami dan entah kenapa mereka berselisih " ucap Indra.
Mereka pun meluruskan masalah dengan cara berdiskusi dan duduk di kursi dengan meja melingkar.
Indra bertanya kepada jagat "mas apa yang sebenarnya kamu lakukan di dealer ku sehingga karyawan ku bisa begitu sangat marah kepada mu"
"Aku hanya berniat untuk membeli mobil, dan ketika aku minat dengan salah satu mobil di tempat mu, mereka malah mengusir ku, katanya aku mengganggu pelanggan lain yang lebih terhormat" jagat pun menjelaskan.
Kemudian Indra menoleh kearah kinkin dan epul "Apa itu benar, kalian mengusir mas ini"
Mereka tersenyum masam, epul yang paling berani berbicara dengan nada yang sombong "dia lelaki malang yang berani datang ke dealer kita, lihatlah penampilan udik, dia hanya akan mengotori dealer kita dengan pura pura ingin membeli mobil padahal dia orang miskin yang pura pura kaya"
Jagat yang mendengar perkataan epul menggelengkan kepalanya, tidak menyangka ada orang yang sesombong ini, padahal dia hanya seorang karyawan bukan pemilik dealer.
Jagat pun di sana bertanya tanya kepada dirinya sendiri apakah dia terlihat seperti orang miskin sehingga kedua salles itu mengganggap jagat tidak mampu untuk membeli mobil.
Indra pun bertanya kembali kepada jagat seolah dia sedang di interogasi "apa yang kamu katakan kepada kedua karyawan ku, yang membuat mereka marah dan datang ke mari untuk menyusul mu"
Jagat tersenyum dan melihat mereka berdua "Aku hanya mengatakan kalau aku pemilik dealer ini aku tidak akan Sudi mempekerjakan karyawan seperti mereka"
Ucap yang di lontarkan kembali oleh Jagat membuat kinkin dan epul marah "dasar pria miskin, kamu telah menyinggung ku, aku harap kamu berlutut dan meminta maaf"
Disana Rudi membela jagat "Apa yang kamu katakan, dia adalah Pelanggan dealer Yosan kami, di sini pengunjung adalah raja, mana bisa aku biarkan pengunjung ku minta maaf kepada kalian berdua, benar apa yang di katakan mas ini, kalau aku memiliki karyawan seperti mereka, mungkin sudah aku pecat mereka, karena sudah mencoreng nama baik dealer tempat dia bekerja"
Kinkin dan epul pun menundukkan kepalanya, itu adalah sebuah tamparan dari manager dealer Yosan kepada mereka berdua karena sudah bersiap congkak dan sombong.
"Sudahlah jangan di perpanjang, aku kesini hanya ingin membeli mobil, apa karena aku mengenakan pakaian seperti ini sehingga mereka berdua mengganggap ku sebagai pengemis" ucap jagat yang ingin mengakhiri perdebatan ini.
Indra pun bangkit dan mengajak karyawannya untuk segera meninggalkan tempat ini "Kinkin, epul ayo kembali, jika kamu berbuat onar seperti ini lagi aku tidak segan untuk memecat mu"
Kinkin pun ikut mengangguk dan menyetujui perkataan dari epul "Ya benar manager aku juga sepakat dengan epul"
"Baiklah kalau begitu" Indra mengiyakan ucapan kinkin dan epul
kemudian Indra bertanya kepada Rudi "Apakah pelanggan raja mu benar datang ke sini untuk membeli mobil"
"Mas ini datang kesini memang untuk membeli mobil, kalau tidak percaya tanya saja sama Susan, dia yang melayani mas ini" jawab Rudi.
Susan pun mendekat dan menjelaskan "Tuan muda ini, dia membeli 2 mini bus transportasi, dan 1 mini bus travel, dan sudah menyerahkan kartu untuk pembayaran, tetapi tuan muda ini masih menginginkan 1 mobil tipe trail sehingga pembayaran belum kami proses dan kartu tersebut ada pada Risma"
Kemudian Rudi pun bertanya kepada jagat "Mas kita lakukan pembayaran terlebih dahulu ketiga mini bus, soal mas yang ingin mobil tipe trail aku memiliki 1 yang spesial, aku ingin mereka pergi dari tempat ini dan orang yang membuat onar di pecat sekarang juga"
Jagat pun tidak menolaknya "Ya baiklah aku setuju"
Risma yang duduk merinci pembayaran pun membawa alat pembayaran dan kartu milik Jagat.
Risma pun berjalan mendekati jagat "Silahkan tuan masukan pin kartu anda"
Jagat pun langsung memijit tombol yang ada pada alat tersebut dan memasukan kode pin. Setelah itu Risma mengutak Atik Alat tersebut dan keluar nota secara otomatis.
"Pembayaran 3 mini bus sudah di lakukan, dan sekarang tinggal menunggu prosesnya" ucap Risma.
"Indra apa kamu sudah mendengar dan melihat apa yang mas ini lakukan, sekarang pergi dari sini dan segera pecat karyawan mu itu" Rudi pun menunjuk puas.
Mereka di permalukan oleh kedua karyawannya, dan pelanggan yang dianggap ikan kakap yang membeli 3 mobil mini bus sekaligus akhirnya membeli di dealer Yosan.
Andai saja sikap kedua karyawannya ini menganggap pelanggan adalah raja seperti yang dilakukan dealer Yosan, mungkin sekarang dealer TOYA akan untuk banyak karena sudah mengeluarkan 3 mobil dalam 1 hari.
Indra pun langsung menunjuk mereka berdua "kalian aku pecat, sesuai taruhan yang kalian ucapkan, dan sana pergi aku tidak ingin melihat kalian berdua lagi"
Kinkin dan epul pun menggertakan gigi, dia dengan tidak rela melangkah pergi dari tempat itu, dan karena ulahnya sendiri mereka akhirnya kehilangan pekerjaan.
Indra tidak langsung pergi dari dealer Yosan, Indra malah menghampiri jagat dan mencoba untuk menjilat jagat "Tuan muda, bukanya ada tertarik kepada mobil di dealer TOYA ku, kalau begitu aku akan memberikan diskon khusus hanya untuk anda"
Jagat hanya menggelengkan kepalanya "Maaf aku sudah tidak tertarik lagi, manager Rudi tadi menawari ku mobil terbaik di dealer ini"
Jagat berbalik dan menghampiri Rudi, karena dia akan menunjukkan mobil yang sudah dia janjikan.
Sedangkan Indra sendiri pergi dari dealer Yosan dengan tubuh lemas, penolakan jagat membuat Indra pergi dengan lemas.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna