Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 120 Si Otong Anda Sepertinya Kecil


Bab 120 Si Otong Anda Sepertinya Kecil


Jagat yang sudah sampai di hotel Arssad langsung memarkirkan motornya di tempat parkir khusus yang bertuliskan DIRUT singkatan dari direktur utama, yang berarti tempat parkir tersebut di khususkan untuk pemilik hotel Arssad ini.


Meskipun tempat parkir khusus tersebut luas jagat hanya memakai motor dan di simpan di tengah tengah tempat parkir khusus tersebut.


Jagat melihat ada cctv yang mengarah langsung ke area parkir khusus tersebut, kemudian dia pun mencari bagian IT untuk dapat menghubungkan kamera cctv itu ke handphone milik nya.


Setelah itu jagat pergi ke gedung yang di pakai gudang, dan sekarang di rubah menjadi markas dari Arssad Bodyguard.


Di sana terlihat beberapa orang yang masih membereskan peralatan, dan arena latihan pun sudah tersedia, seperti arena bertarung, alat latihan bertinju dan alat Fitness yang kemarin baru datang.


Terlihat juga ada 2 orang yang sedang berlatih tarung, kedua orang itu adalah orang yang di tugaskan jagat hanya pokus untuk berlatih saja.


Karena Minggu depan mereka harus siap untuk bertarung di area tarung bawah tanah, tarung bawah tanah ini bukan berkelahi di bawah tanah, tetapi pertarungan jalan yang ilegal yang di tujukan untuk berjudi, dengan memasang taruhan kepada salah satu orang yang akan bertarung.


Ini mirip seperti adu ayam, cuman yang di pertandingkan adalah perkelahian manusia, yang terkadang perkelahian ini bisa sampai salah satu dari mereka mati, sehingga di sebut dengan pertarungan bawah tanah.


Jagat masuk dan berjalan, orang orang yang melihat jagat pun berhenti dan membungkukan badannya serta menyapa jagat sebagai bos mereka.


"Pagi tuan muda Arya...."


"Pagi tuan muda Arya...." Sapa para Bodyguard yang di rekrut jagat.


Jagat pun bertanya kepada mereka "Apa pak Hadi ada di sini?"


"Pak Hadi ada di ruangan sebelah sana tuan muda" ucap salah satu dari mereka.


Jagat pun melangkah pergi menuju ruangan yang di tunjuk oleh salah satu bodyguard itu, ruangan yang akan di pakai sebagai kantor Arssad Bodyguard yang sedang di rapikan oleh Hadi dan anak buahnya.


"Selamat pagi semua" ucap jagat menyapa.


"Eh mas Arya selamat pagi, dan silahkan masuk, maaf mas kita belum selesai beres beres, barang di sini terlalu banyak" ucap Hadi.


"Tidak apa-apa pak, eh bagai mana dengan rekrutmen pegawai apa sudah siap" tanya jagat.


"Kita sudah memasang iklan melalui media online, mas, dan kita juga sudah memasang iklan di koran, pak Alex yang sudah mengurus itu semua, dengan kriteria yang mas Arya utarakan" ucap Hadi.


"Ya bagus kalau begitu, aku suka pak Hadi dan pak Alex bergerak cepat, mudah mudahan perusahaan keamanan yang kita rintis sekarang akan menjadi sukses untuk kedepannya, eh bagai mana dengan fasilitas yang tersedia apa sudah cukup" ucap jagat.


"Kita sudah membeli beberapa perlengkapan, ini juga baru datang sebagian, dan uang yang mas Arya berikan masih banyak tersisa, mungkin akan kami gunakan sebagai uang kas terlebih dahulu, cuman 1 lagi yang harus tersedia yaitu alat transportasi, kita tidak mungkin memakai kendaraan milik hotel, karena travel sekarang lagi sibuk sibuknya" ucap Hadi panjang lebar.


"Baiklah kebetulan aku sekarang rencana mau beli mobil, dan si Karuhun motor ku, aku titip di sini ya pak" ucap jagat.


Setelah percakapan dan beberapa pembahasan jagat pun berangkat ke rumah sakit dengan memesan jasa ojek online.


Dan setelah sampai di rumah sakit, jagat langsung menuju ke ruangan yang di tempati para tim dokter khusus.


Daun pintu terbuka dan jagat pun masuk, tetapi tidak ada yang lain, hanya dokter Calvin saja yang sedang duduk di kursi kebesarannya.


Melihat jagat yang baru masuk dia pun langsung berdiri "Kenapa kamu datang siang, kita banyak kedatangan pasien sehingga dokter dan perawat sibuk, ada 1 pasien yang bersikeras ingin di periksa oleh mu dan pasien itu sekarang menunggu di ruang perawatan No 6, cepat lah kesana"


Belum juga duduk jagat sudah di suruh untuk memeriksa pasien, jagat pun mengambil jas putih yang tergantung di dinding tembok, kemudian jagat pun pergi.


Sesampainya di ruang perawatan No 6 ada seorang lelaki yang umurnya sekitar 40 tahunan, dia duduk di belangkar perawatan.


Nampak lelaki itu tidak memiliki masalah dengan tubuhnya, dan seperti sehat, badannya juga kekar, tidak nampak seperti orang yang sedang sakit, itu terlihat melalui pengamatan selintas jagat.


"Permisi pak, apa bapak ini pasien yang minta di periksa oleh ku, aku dokter jagat pak" jagat menyapa dan memperkenalkan diri.


Lelaki itu pun mengangguk dan tersenyum "perkenalkan nama ku, Darmawan Wira Atmajaya, dari keluarga Atmajaya"


"Jangan merendah begitu dokter jagat, memang kamu dokter magang, tetapi katanya kamu sangat hebat dalam menangani pasien, aku di rekomendasikan untuk menemui mu, oleh teman ayah ku, dia bernama Pak Adisucipto dia bercerita banyak kepada ku tentang Dia yang terkena serangan jantung dan kamu obati, serta cerita dia yang menjadi lebih perkasa dari sebelumnya" Darmawan Wira Atmajaya bercerita panjang lebar menceritakan kembali apa yang di ceritakan Adi Sucipto.


"Sekarang apa yang pak Darmawan keluhkan, soalnya aku lihat pak Darmawan ini sehat sehat saja" tanya jagat.


"Ya badan aku memang sehat, tidak ada sakit yang aku keluhkan, tetapi yang akan aku keluhkan kepada mu adalah soal kejantanan ku, tiap kali aku main tidak pernah lama dan baru beberapa kali goyangan langsung keluar.


Bukan hanya itu saja, aku sudah 10 tahun menikah tetapi sampai sekarang aku masih belum diberikan keturunan, aku takut kalau aku mandul atau karena aku ejakulasi dini, tolong dokter jagat periksa lah aku" pinta Darmawan Wira Atmajaya.


"Baiklah coba aku periksa" jagat pun meraih pergelangan Darmawan Wira Atmajaya, dia pun memeriksa nadinya.


Kemudian jagat manggut manggut dan tersenyum, setelah itu dia berbicara kepada Darmawan Wira Atmajaya "Tolong pak Darmawan buka bajunya"


Darmawan Wira Atmajaya tidak menolak apa yang jagat perintahkan, dia pun membuka kancing baju kameranya.


"Apa hasil pemeriksaan mu dok" tanya Darmawan Wira Atmajaya.


"Si Otong anda Sepertinya kecil, paling panjang 7 centimeter dan diameter...." Jagat tidak melanjutkan.


"Cukup dokter jagat, jangan di teruskan, aku malu tahu, tapi kenapa kamu tahu ukuran panjang dan diameter si Otong ku hanya dengan menyentuh pergelangan tangan ku" tanya Darmawan Wira Atmajaya.


Jagat tersenyum "itu rahasia pak, Hehehe....."


"Dasar kamu yah, dok" ucap Darmawan Wira Atmajaya sambil tersenyum.


Dia pun sudah selesai membuka bajunya kemudian bertanya kembali "apa yang harus aku lakukan sekarang dok"


"Pak Darmawan hanya perlu berbaring saja, aku akan mencoba memakai metode totok untuk mengobati keluhan pak Darmawan" ucap jagat.


Darmawan Wira Atmajaya pun berbaring dengan menelungkupkan tubuhnya sehingga punggung di bagian atas.


"Begini dok posisinya" tanya Darmawan Wira Atmajaya.


"Iya pak, tahan ya ini sedikit sakit" ucap jagat.


Kemudian jagat menggunakan mata emas untuk melihat titik akupuntur, dan dia pun melihat titik titik merah, yang berarti keluhan yang di deretan harus di totok bagian itu.


Jagat pun menggunakan jari petirnya, jarinya mengeluarkan cahaya seperti kilatan petir memanjang mirip seperti pasak atau jarum, cahaya itu pengganti jarum akupuntur.


Jagat menotok bagian bagian titik akupuntur tersebut, Darmawan Wira Atmajaya pun sedikit meringis, seperti adanya aliran listrik yang menyetrum dirinya.


Setelah beberapa kali totokan, pengobatan itu pun selesai, dan keringat mengalir di tubuh Darmawan Wira Atmajaya.


Tubuhnya terasa lebih hangat dan rasanya kejantanannya menjadi bertenaga, seperti kuda liar yang berlari menyusuri hutan.


"Apa sudah selesai dok, padahal hanya berbaring begini saja tetapi keringat ku mengalir deras" tanya Darmawan Wira Atmajaya.


"Itu karena pengobatannya berhasil pak" ujar jagat.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna