Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 77 Sekarang Sarang Mu Sudah Ketahuan


Bab 77 Sekarang Sarang Mu Sudah Ketahuan


"Ya ini dia, jagat yang mengaku mahasiswa kedokteran itu ternyata seorang OB di hotel ini" ucap Ajeng kaget.


"Apa kamu mengenalnya dek" tanya Cakra.


"Kenal si enggak, tetapi aku tahu dia, karena dia mengontrak rumah bapak dan dekat rumah ku, kata mang Maman yang kerja di ladang bapak setiap pagi, si jagat ini selalu nongkrong di warung kopi Ceu Rodiah, istrinya mang Maman" jawab Ajeng.


Cakra tersenyum sambil garuk-garuk kepalanya, dia tidak tahu rumah Ajeng di mana, mang Maman dan Ceu Rodiah itu siapa.


"Dek apa boleh mas Cakra minta alamat rumah kontrakannya si jagat ini dan alamat tempat nongkrongnya dia" tanya Cakra lembut.


Ajeng pun mengangguk, dengan senang hati dia memberitahukan alamat rumahnya kampung serta RT dan RW nya, Ajeng menyebutkan alamat di catatan oleh Cakra di handphone milik nya.


Sembari mengetik, sebenarnya dia mengirim pesan kepada anak buahnya.


[Cari Si jagat di alamat yang aku tulis ini, dan Setiap pagi dia selalu nongkrong di warung kopi ujung kampung, aku gak mau ada kegagalan lagi seperti kemarin lusa, bawa lebih banyak orang untuk menghajarnya] kirim Cakra kepada anak buahnya.


Pesan pun langsung centang biru dan ada balasan masuk [Siap Bos]


Cakra pun melanjutkan pembicaraannya dengan Ajeng dan Ajeng pun mengaku bahwa sebelum dia ke sini dia juga di sapa oleh jagat yang nampak habis belanja dari warung.


Ucapan dari Ajeng menambah yakni bahwa jagat memang tinggal di sana sehingga Cakra pun bergumam "Kena kamu OB sialan, mau lari kemana lagi, sekarang sarang mu sudah ketahuan"


Setelah puas dalam kebersamaan mereka berdua kembali ke lantai atas tepatnya di restoran mewah yang sekarang sedang banyak pengunjung yang datang.


"Keliling kemana saja kalian berdua" tanya ibunya Ajeng.


"Kami hanya nongkrong di Club, dan ada wanita Gila yang menggangu jadi kami segera kembali kesini" jawab Ajeng.


Cakra dan Ajeng duduk di tempatnya semula, orang tua mereka pun saling menatap


"Ada apa pah, apa ada yang salah dengan ku" tanya Cakra kepada pak Bagas.


Pak Bagas menggelengkan kepalanya kemudian pak Bagas dan pak Bambang saling menatap.


"Kenapa kaya ada yang aneh" Cakra bicara kembali.


Pak Bagas pun mulai membuka suara "Bambang adalah teman ayah waktu masih sekolah dulu dan pertemanan kami sangat erat bahkan lebih sebagai saudara, kami sepakat akan menjodohkan kalian berdua, untuk tambah mempererat hubungan tali pertemanan kami, apa kalian berdua tidak keberatan"


Pak Bagas langsung berbicara ke intinya sehingga membuat kaget Cakra dan Ajeng, tapi ya sebenarnya mereka sudah menyadari hal itu, apa lagi ajeng yang sudah di beritahukan terlebih dahulu oleh pak Bambang.


Ajeng tidak masalah yang penting dia kaya dan bisa menjadi nyonya besar suatu hari nanti, makanya dia tidak menolak untuk bertemu di hotel ini, Ajeng berpikir cinta itu akan datang nanti secara berlahan, tetapi untuk kekayaan susah untuk di cari


Sehingga Ajeng lebih mementingkan bersama dengan orang kaya menkipun belum ada cinta dari pada harus mencintai orang yang miskin.


Pertanyaan dari pak bagas di jawab oleh Cakra "Kalau Dek Ajeng tidak keberatan, aku siap"


Kemudian pak Bambang yang gantian bertanya kepada Ajeng "Bagai mana, dengan mu jeng, apa kamu mau"


Ajeng malu malu tapi mau dia tidak menjawab tetapi hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Apa anggukan mu berarti setuju" tanya ibunya Ajeng.


Ajeng so imut dia kembali mengangguk tanpa bicara.


"Syukurlah kalau kamu setuju" ucap ibunya Ajeng.


Kemudian pak Bambang dan pak Bagas pun sepakat dengan perjodohan ini dan mereka pun di beri waktu 6 bulan untuk saling mengenal.


Tidak akan ada acara pesta pertunangan kalau mereka sudah cocok tidak perlu ada tunangan dulu karena lebih baik langsung menikah saja.


"Baiklah kita bersyukur karena anak kita sudah mau di jodohkan dan ternyata mereka mau dan kelihatannya cocok, ini sudah malam waktunya kita istirahat" ucap pak Bagas


Cakra pun mengangguk "baik Pah"


Acara mereka pun selesai dan mereka pun bubar, Cakra berdiri dan kemudian menjadi pemandu untuk mengantarkan calon mertuanya ini ke kamar hotel VIP.


Tidak harus turun ke bawah dengan lift karena di sebelah restoran ini adalah kamar hotel VIP.


"Ayo pak, Bu, dek Ajeng kita ke kamar hotel" ajak Cakra.


Mereka pun mengikuti Cakra menuju kamar hotel VIP "Besok jangan dulu pulang, pak, Bu"


"Kenapa nak Cakra, kok jangan dulu pulang" tanya ibunya Ajeng.


"Ibu tadi lihat gak, ada pintu besar di restoran, itu di sana adalah kolam renang, Besok pagi ibu dan dek ajeng bisa mencoba berenang di kolam renang sana" ucap Cakra.


"Tapi mas, aku dan ibu gak bawa baju ganti untuk berenang" ucap ajeng.


Cakra pun menepuk dadanya "tenang kan ada mas Cakra besok pagi akan mas bawakan baju renang buat ibu dan dek Ajeng"


"Tapi baju renangnya yang sopan ya nak Cakra, ibu sudah tua, malu kalau harus memakai baju seksi" ucap ibu Ajeng.


"Tenang saja Bu pokonya beres" ucap Cakra yang pandai mengambil hati calon mertuanya.


"Kalau buat bapa ada gak" pak Bambang tidak mau kalah, dia juga ingin meminta untuk di pakai berenang nanti


"Tenang pak, nanti Cakra beli celana Boxser yang bagus untuk bapak" ucap Cakra.


"Kamu memang sangat baik nak Cakra, tidak salah kami menjodohkan Ajeng dengan mu, aku nitip Ajeng kepada mu ya nak, jaga dia dan bahagiakan dia" ucap pak Bambang.


"Baik pak, kebetulan aku sebenarnya jatuh cinta pada pandangan pertama sama dek Ajeng, jadi pasti aku bahagiain dia pak" ucap Cakra yang tanpa malu berkata gombal di depak ibu bapaknya ajeng.


"Kalau begitu syukurlah, bapak jadi senang" ucap pak Bambang.


"Kita sudah sampai" ucap Cakra sambil membuka kunci pintu kamar hotel.


Mereka pun masuk ke kamar hotel tersebut dan mereka pun terpana melihatnya, karena baru pertama kali melihat isi di kamar hotel VIP ini.


Kasur empuk dan beser juga nyaman, televisi layar datar besar yang nempel di dinding dan lainnya.


"Wow keren, ini terasa masuk ke dalam surga saja" ucap ibu ajeng yang melebih lebihkan.


"Ini belum seberapa Bu, lihat kamar mandinya juga ada shower dengan pengaturan air hot and cold, tempat berendam dan lainnya" ucap Cakra.


"Bagus banget, Beruntung kita kesini karena seumur hidup baru sekarang aku tidur di hotel VIP seperti ini" ucap pak Bambang.


"Ini kamar hotel untuk tidur bapak dan ibu, untuk ajeng ada di sebelahnya" ucap Cakra.


"Loch 2 kamar toh, kenapa tidak kami bertiga di kamar ini saja" ucap ibunya Ajeng.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna