
Bab 324 Mandala Adijaya
Mandala mengencangkan sabuk hitam yang dia pakai, kemudian tanpa aba aba, Mandala langsung melayangkan tendangan.
Hiuk....
Beruntung respon jagat bagus, jagat hanya miring sedikit untuk menghindari tendangan Mandala.
Jagat pun tersenyum "Hai Apakah kamu serius mau bermain kasar dengan ku"
Mandala tidak merespon ucapan dari jagat dia kembali melayangkan tinjuan "Bacot berisik"
Hiuk....
Wuss....
Bukan hanya satu kali serangan pukulan yang Mandala layangkan, tetapi berkali kali Mandala mencoba memukul dan menendang jagat.
Tetapi dengan mudah jagat menghindari semua serangan dari Mandala tanpa membalasnya sekali pun
"Sialan...." Mandala mendengus kesal karena semua serangannya tidak kena.
Bahkan dirinya tidak bisa menyentuh bayangan jagat sedikit pun.
Mandala meraung "Kurang ajar.... Jagat sialan, ayo lawan aku jangan menghindar terus"
Jagat malah memprovokasi "Apa melawan mu, bahkan dari tadi pukulan mu tidak pernah ada yang mendarat dan menggores kulit ku, bahkan aku belum berkeringat sedikit pun"
Mendengar itu Mandala semakin marah, tempo serangannya di percepat dan dia pun menyerang dengan membabi buta.
Jagat kembali memprovokasi "Gerakan mu seperti seekor kura kura yang lagi hamil, bahkan Eriska lebih baik dari mu, dia bisa membuat ku berkeringat jika kamu sedang bertarung di atas ranjang"
Mendengar provokasi itu darah Mandala semakin mendidih "Kurang ajar, jadi kamu sudah melakukan itu dengan Dewi ku, akan aku bunuh kamu...."
Gerakan Mandala semakin cepat tetapi serangannya tidak terarah, dan banyak celah untuk jagat menyerang balik.
Jagat sengaja tidak menyerang Mandala, dia ingin menguras habis stamina Mandala sampai dia kehabisan tenaga.
**
Di luar gedung olah raga, teman baik Eriska, sekaligus karyawan magang di PT Wijaya Abadi yang di sana Eriska menjadi Direktur Umum nya melapor.
"Eriska ! Aku lihat tadi jagat di bawa oleh Mandala, ketua dari beladiri taekwondo ke gedung olah raga dengan cara menarik seperti seekor kambing"
Mendengar itu Eriska malah tersenyum "kamu bercanda kali Dan, mana mungkin jagat di tarik seperti itu, dia kan jago beladiri juga"
Orang yang melapor itu bernama Dadan dan dia melapor bersama temannya "Suer ta kewer kewer.... Berani sumpah, kalau tidak percaya tanya saja sama Wawan, benar tidak wan"
Wawan pun mengacungkan 2 jarinya "iya berani sumpah, jagat di tarik ke gedung olah raga"
Mendengar itu barulah Eriska percaya
"Kalau begitu ayo pergi ke gedung olah raga" ajak Eriska kepada Dadan dan Wawan.
Di belakang Eriska di ikuti 2 bodyguard wanita yang di tugaskan jagat untuk mengawal Eriska dan mereka berdua pun setia mengikuti Eriska ke mana pun.
Di pintu masuk menuju aula olah raga, Eriska pun melihat seseorang yang sedang mengintip, melihat apa yang sedang terjadi di dalam gedung.
Eriska pun menepuk pundak orang tersebut "Hai Dio, Sedang apa kamu di sini, dan apa yang terjadi di dalam"
Orang yang di panggil Dio pun terkejut dan wajahnya menjadi pucat, karena yang menyapa dirinya adalah Eriska.
"E.... Eriska, tidak....tidak ada apa apa, aku hanya sedang mencari kenalan ku saja di jurusan olah raga, kalau begitu aku permisi dulu"
Sebenarnya orang yang memanas manasi Mandala adalah Dio, Dio ingin membalaskan dendam kepada jagat, karena dia sudah di permalukan Waktu di Big Mall.
Jagat membuat taruhan, kepada Dio dan teman temannya, kalau dia akan membayar semua biaya makan, tetapi asal habis tak tersisa.
Dio kesal, karena trio jago, bodyguard yang di perintahkan jagat menjaga mereka supaya menghabiskan makanan, memaksa dio dan teman temannya mengabiskan makanan.
Sampai trio jago menyuapi mereka dengan mendedalkan makanan ke mulut mereka, sampai mereka pun menghabiskan makan itu tak tersisa.
Dan membuat mereka muntah kembali setelah trio jago pergi dan membayar semua biaya yang mereka makan.
Dari sana lah Dio menjadi dendam kepada jagat, tetapi dia tidak berani menghadapi jagat secara langsung, karena jagat memiliki bodyguard yang di juluki trio jago.
Setelah dio pergi, Eriska pun masuk ke dalam gedung olah raga dan melihat ada seorang lelaki yang berlutut di hadapan jagat sambil terengah-engah.
Mandala ambruk dan berlutut karena kehabisan stamina, dari tadi dia menyerang jagat dengan brutal, tetapi sedikit pun dia tidak bisa melukai jagat.
Sehingga staminanya habis dan Mandala pun ambruk karena kakinya merasa lemas.
Orang orang kira jagat akan babak belur di pukuli oleh Mandala, tetapi hasilnya, jagat tidak terluka bahkan tidak ada keringat yang menetes dari dahi jagat.
Eriska pun menyapa "Hai sayang, apakah kamu sudah selesai berolah raganya?"
Jagat melambaikan tangannnya "Ya sudah, tetapi sayangnya aku belum berkeringat"
Eriska pun tersenyum dengan malu "Kalau kamu mau berkeringat, nanti malam aku dan saudara saudara ku akan membuat mu berkeringat deras"
Mendengar perkataan dari Eriska membuat hati Mandala terasa tersayat dan perih, hatinya sakit tetapi tidak berdarah.
Karena jagat juga pernah berkata bahwa Mandala itu lemah, karena tidak bisa membuat jagat berkeringat, dan masih lebih baik Eriska yang bisa membuat dirinya berkeringat jika bertarung di atas ranjang.
Jagat pun menghampiri Eriska dan Eriska menyambut dengan mencium pipi jagat, kemudian jagat merangkul pinggang ramping Eriska, kemudian mereka pun pergi begitu saja meninggalkan Mandala.
Pemandangan itu membuat orang yang melihatnya merasa iri, karena mereka pasangan yang serasi, bahkan tidak malu menunjukkan kemesraan mereka di depan umum.
Eriska yang sangat cantik membuat mahasiswa wanita menjadi iri, bukan hanya cantik dia juga putri dari pemilik universitas Wijaya ini.
Para lelaki pun merasa iri kepada jagat, karena dia berhasil menggaet putri cantik, anak pemilik universitas Wijaya.
Banyak orang yang tidak tahu siapa jagat ini, yang mereka tahu jagat adalah mahasiswa kedokteran yang miskin dan baru datang dari kampung dia juga bekerja paruh waktu di hotel Arssad sebagai office boy.
Setelah jagat dan Eriska pergi dari gedung olah raga, Mandala pun meraung keras "Sialan jagaaaat, Jangan sebut nama ku Mandala Adijaya kalau aku tidak bisa menghabisi mu...."
Brak....
Setelah meraung keras Mandala pun pingsan, karena dia sangat kecapean.
Semua junior langsung berlari menghampiri Mandala karena tiba-tiba dirinya pingsan.
Mereka pun menggotong Mandala ke ruang Unit kesehatan yang ada di universitas untuk melakukan pemeriksaan.
Dan hasil pemeriksaan menyatakan bahwa Mandala hanya kelelahan saja dan hanya perlu istirahat dalam beberapa hari.
Bertarung dengan jagat memerlukan stamina yang ekstra, karena jagat bukan orang yang biasa.
Mandala hanya ada di tingkat mahir dalam beladiri, belum sampai masuk kedalam praktisi beladiri, sehingga level Mandala dan jagat sangatlah berbeda jauh seperti langit dan bumi.
***
* Bersambung