
Bab 241 Jadi Kita Hanya Pura Pura
Jagat tersenyum karena, bukanya dia memberikan uang malah menengadahkan tangan kepada Dadan.
Kemudian jagat pun meminta sesuatu kepada Dadan "Mana handphone milik mu, aku pinjam dulu"
Dengan bingung Dadan pun memberikan handphone yang dia miliki tanpa bisa menolaknya.
Kemudian jagat membuka aplikasi judi online yang ada di handphone milik Dadan "Masih ada berapa saldo di akun judi online mu"
"Loh, Kenapa kamu nanya saldo di akun judi online ku sih jagat, aku malah menjadi bingung, aku rasa sisa 20 ribuan lagi" ucap Dadan.
"Ya itu cukup" ucap jagat.
Kemudian jagat pun mengutak Atik handphone milik Dadan dan setelah beberapa menit, jagat pun memberikan kembali handphone itu kepada Dadan.
"Aku yang meminta 20 persen dari total uang yang akan di peroleh, sisanya kalian bagi berdua saja" kemudian jagat pun pergi masuk ke dalam gedung kampus.
Tetapi sebelum dia masuk, jagat menoleh kembali kearah mereka "Oh iya kamu tunggu aku selesai mata kuliah ini, dan setelah itu antarkan aku ke tempat di mana Eriska di bawa"
Kemudian jagat kembali berbalik dan melanjutkan langkah kakinya.
Dadan menjadi bingung apalagi Wawan, karena jagat malah meminta 20 persen dari total uang yang entah dari mana dia akan dapat.
Kemudian Dadan melihat handphonenya itu dan dia masuk ke akun judi online yang dia miliki.
Dan ternyata jagat memasang Nomor 4 angkat di 2 tempat judi online yang berbeda.
4 angkat jagat pasang di Sidney, dan 4 angka lainnya dia pasang di Hongkong dengan taruhan masing-masing 10 ribu rupiah.
Disana Dadan malah menyela "Sialan si Jagat itu, bukanya memberi kita uang, dia malah memasang togel di akun judi online ku, dan itu saldo terakhir yang aku punya"
"Ya mungkin, jagat percaya diri dengan apa yang dia pasang, sehingga dia meminta 20 persen dari total uang yang di pasang" ucap Wawan.
"Iya kalau dia menang, kalau kalah bagai mana, sudah saldo yang aku awet awet malah dia pake lagi. Kalau menang aku sih tidak yakin" keluh Dadan.
"Sudahlah ayo kita masuk kuliah dulu, nanti kita telat. Kalau dosen sudah datang nanti kita tidak di perbolehkan untuk masuk" ajak Wawan.
Mereka pun pergi ke gedung lain untuk melakukan perkuliahan karena mereka tidak satu jurusan dengan jagat.
Jagat kuliah hanya ingin mendapatkan sertifikat ijin praktek saja, karena dia sebenarnya sudah menjadi dokter.
Hanya saja persyaratan untuk membuka praktek di negara ini harus mendapatkan sertifikat ijin praktek dengan cara melanjutkan kuliah dan magang di salah satu rumah sakit.
Dan itu sudah jagat lakukan dengan magang di rumah sakit Wijaya sebagai dokter divisi khusus.
Di sisi lain sambil mendengarkan dosen, Dadan selalu melihat handphonenya, dia harap harap cemas karena nomor togel yang di pasang oleh jagat dari judi togel Sidney akan segera di kocok secara langsung dan online.
Sedangkan judi togel Hongkong akan di kocok nanti malam sekitar jam 11 malam, dan sekarang Dadan melihat pengocokan angka secara online dari akun judi online yang dia miliki.
Satu persatu angka sudah keluar dan Dadan pun langsung bersorak gembira karena angka yang jagat pasang tembus 4 angka.
"Hore.... Aku jadi orang kaya...." Teriak Dadan sambil joget joget.
Sontak Dadan menjadi pusat perhatian karena dia tiba-tiba berdiri dan berteriak sambil joget.
Dosen pun menegur "Hai Dada, apa kamu sudah gila, teriak jadi orang kaya sambil joget, apa kamu sedang tidur di mata kuliah ku, dan bermimpi di siang bolong yang hampir sore ini"
Kemudian Dadan tersadar dan dia pun tersenyum sambil garuk-garuk kepala "Maaf pak, aku terlalu senang tadi"
"Ya sudah duduk kembali dan perhatikan, kalau tidak, kamu keluar saja dari ruang ini dari pada kamu mengganggu teman teman mu" ucap dosen.
Di sana Wawan pun bertanya "Hai kenapa kamu tadi"
Dadan menyeringai "Angka yang jagat pasang tembus dan kita memiliki banyak uang"
"Kalau begitu cepat TF ke rekening sebelum akun judi online mu di blokir sistem" Wawan pun memberikan saran.
Dadan pun langsung memindahkan saldo dari akun judi online ke rekeningnya, dan dia mendapatkan sekitar 25 juta rupiah dari kemenangan kali ini.
Dadan pun berdoa di dalam hatinya agar togel Hongkong tembus kembali sehingga dia akan mendapatkan uang total sebesar 50 juta rupiah dan akan di potong 20 persen untuk jagat berarti jagat akan mendapatkan 10 juta dan sisanya di bagi dua dengan Wawan.
Berarti Dadan akan mendapatkan uang sebesar 20 juta rupiah dan itu lumayan besar untuk dirinya.
Tetapi di dalam hatinya dia tidak akan membagi dua sisanya, karena uang deposit itu milik dirinya dan handphone yang di pakai juga milik nya.
Dadan hanya akan memberikan Wawan 5 juta rupiah dan sisanya akan menjadi miliknya, dan dia pun tersenyum di dalam hatinya, karena akan mendapatkan banyak uang.
*
Setelah mata kuliah selesai jagat dan mereka berdua pun bertemu di kantin, mereka berdua pun hendak berangkat tetapi di pintu kantin datang Sanusi Rahardjo dan anaknya Toni Rahardjo.
Sanusi Rahardjo pun tersenyum kepada jagat dan dia mendekat "Nak nama mu jagat bukan, tadi kita bertemu di rumah tuan besar Sandjaya dan anak ku telah menyinggung diri mu, aku meminta maaf atas nama anak ku"
Sanusi Rahardjo pun meminta maaf tetapi posisi berdirinya masih angkuh dan itu tidak membuat jagat suka.
Kemudian jagat pun berkata "Kenapa anda yang harus meminta maaf, bukanya anak anda yang memiliki masalah dengan ku"
Kemudian jagat pun berdiri dari tempat duduknya dan mengajak Wawan serta Dadan untuk pergi "Ayo kita pergi dari sini"
Jagat pun berjalan keluar kantin, tetapi sebelum dia keluar Toni Rahardjo berteriak "Hai jagat, ayah ku sudah dengan ikhlas meminta maaf kepada mu, tetapi kenapa kamu mengabaikannya"
Jagat menoleh "Cih.... yang menyinggung ku adalah kamu, tetapi kenapa ayah mu yang meminta maaf"
Jagat pun kembali melangkahkan kakinya keluar dari kantin, dan tiba-tiba Toni Rahardjo langsung mengeluarkan kentut kembali.
Duttt....
Sontak kantin itu di selimuti oleh bau yang tidak sedap dan bahkan para mahasiswa yang berada di dalam langsung melarikan diri dari dalam kantin.
Dan sebagian orang langsung muntah ditempat karena menghirup bau kentut yang di keluarkan oleh Toni Rahardjo.
Sanusi Rahardjo pun segera membawa anaknya itu keluar "Dasar anak pengacau, aku sudah merendahkan diri untuk meminta maaf kepada si jagat itu, tapi kamu masih saja angkuh, lihat apa yang terjadi kamu malah buang angin dan meracuni orang di sini"
Toni Rahardjo pun menyangkal "Tapi yah, aku itu tidak pantas meminta maaf kepada jagat, dia hanya orang miskin dan berbeda jauh dengan kita, masa kita harus merendahkan diri kepada orang miskin seperti dia"
Toni Rahardjo langsung di tampar ayahnya sendiri. Plak....
"Apa kamu mau sembuh atau tidak, kalau kamu mau sembuh, ingat kata tuan besar Sandjaya rendahkan diri kita serendah mungkin dan kalau dia Sudah memaafkan mu, maka nanti kita cari cara untuk membalas dendam kepadanya"
Toni pun tersenyum mendengar perkataan ayahnya itu "Jadi kita hanya berpura pura minta maaf, baiklah kalau begitu"
Toni Rahardjo berjalan sambil mengeluarkan bunyi dat...dit...dut...
Karena badannya semakin membengkak dan angin terus keluar dari pantatnya tersebut.
***
* Bersambung