Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 187 Teriak Lah !


Bab 187 Teriak Lah !


Setelah dokter Dian bercerita mengenai penyakit mertuanya, jagat pun menjadi penasaran.


Jagat ingin melihat kondisi dari mertua dokter Dian kalau mereka sudah berada di kota B.


"Mengenai mertua dokter Dian, apakah aku nanti bisa melihat kondisinya ?, dan mengenai istri dokter Dian, aku akan suruh pak Bagas untuk menganti posisi nya, supaya tidak setiap waktu harus pergi ke luar kota untuk mengontrol cabang" ucap jagat.


Dokter Dian menjawab pertanyaan dari jagat yang pertama "Iya bisa, nanti setelah kita ada waktu luang setelah bekerja di rumah sakit aku akan mengajak mu untuk bertemu ibu mertua ku"


Tetapi pas dokter Dian ingin berbicara kembali mengenai jagat yang akan mengganti posisi istrinya di hotel Arssad, dia pun terperangah.


Karena jagat bisa memutasikan seseorang yang bekerja di hotel Arssad dengan mudah dan bahkan jagat tahu pak Bagas, yang di mana dia adalah direktur umum hotel tersebut.


Dokter Dian tidak percaya bahwa jagat bisa melakukan hal itu sehingga dokter Dian terkejut "Apa...."


Dokter Dian ingin bertanya tetapi keburu tersela oleh seseorang yang baru masuk restoran yang berteriak ke arah jagat.


"Yoy.... jagat...."


Jagat pun melambaikan tangannya "Gifari ayo sini, aku kira kamu tidak akan datang"


Kemudian jagat melihat kursi yang di mana di meja itu hanya ada 4 kursi, sehingga jagat pun berinisiatif pindah ke meja besar yang memiliki kursi lebih banyak.


"Ayo kita pindah, kita cari meja yang lebih besar" ajak jagat.


Mereka pun beranjak dari tempat duduknya dan mencari meja yang lebih besar.


Disana jagat mengenalkan gifari kepada dokter Dian dan begitu sebaliknya, gifari juga mengenalkan temannya, karena dia datang berdua.


"Kamu mengatakan akan mentraktir makan, sehingga aku datang ke sini, dan sudah lama juga kan kita tidak bertemu dan mengobrol" ucap gifari.


"Hehehe....ya hari ini ayo kita pesan makanan, pesan lah yang kalian suka, aku yang akan membayar semua tagihannya" ucap jagat.


Kemudian mereka pun memesan banyak makanan dan minuman, jagat tahu bahwa gifari seorang polisi, sehingga mereka tidak memesan minuman yang mengandung alkohol.


Karena minum beralkohol di negara ini sangat di awasi, apa lagi kalau ada restoran yang menyediakan minuman tersebut, mungkin suatu saat banyak petugas yang berdatangan untuk meminta upeti dengan dalih memeriksa.


Memang di hotel Arssad cabang ini tidak menjual minuman keras di restoran yang terbuka seperti ini, tetapi kalau mereka berada di ruangan makan pribadi dan pelanggan memesan, maka pihak hotel akan membawanya.


Mereka pun mengobrol sambil menunggu makanan datang,


**


Di tempat lain, masih di hotel Arssad cabang kota G, tepatnya di ruangan kepala cabang.


Farrah yang berjalan menyusuri lorong hotel hendak menuju kamar ruangan kantor kepala cabang, dia berniat untuk memeriksa laporan yang sering di kumpulkan perbulan.


Dari laporan keuangan, laporan barang masuk, dan laporan lainnya, karena itu tugas Farrah sebagai humas sekaligus audit hotel Arssad pusat.


Kepala cabang lain akan takut kepada Farrah, tetapi beda halnya dengan kepala cabang hotel Arssad cabang kota G ini.


Dia tidak mematuhi aturan yang di terapkan oleh kantor pusat, dan di hotel cabang ini, dikendalikan penuh oleh kepala cabang ini.


Farrah tidak bisa bertindak apa pun karena dia sepupu dari direktur umum hotel Arssad pusat.


Farrah hanya mengontrol saja dan apabila sudah bertemu kemudian basa basi dengan kepala cabang, Farrah pun langsung pulang.


Di dalam ruangan kantor kepala cabang, terlihat kepala cabang sedang menarik tangan seorang wanita cantik, wanita ini adalah salah satu karyawan baru di hotel ini dan baru beberapa hari tugas malam.


Wanita ini bernama Imas, memiliki postur tubuh tinggi dan montok, yang membuat mata laki-laki berfantasi.


Wanita yang bernama Imas ini memiliki sifat yang lemah lembut, dan sedikit pemalu, dan seketika dia pun menjadi terkejut, karena tiba-tiba tangannya di tarik.


Imas pun sedikit meronta dan hendak menarik kembali tangannya yang sudah di pegang dengan erat di pergelangan tangannya.


"Pak Barry, jangan seperti ini, kalau tidak aku akan berteriak" ancam Imas.


Kepala cabang hotel Arssad cabang kota G ini bernama Barry Wibisono dia adalah sepupu dari Cakra Wibisono.


Dengan dirinya sebagai kepala cabang dan pamannya sebagai direktur umum di hotel Arssad pusat, membuat dirinya semena mena di hotel Arssad cabang ini


Barry pun tersenyum angkuh dia pun berkata "Teriak lah ! Coba teriak, meskipun kamu berteriak dan suara mu menjadi serak, di sini tidak ada yang berani menganggu ku"


Kemudian tarikan tangan Barry lebih kencang dan Imas pun meronta "Aku mohon lepaskan aku"


"Hai melepaskan mu, tadi kamu sudah mengancam ku, sehingga sekarang kamu harus aku hukum dengan kamu harus melayani ku Malam ini" pinta Barry


Kemudian Barry balik mengancam "Kalau sampai kamu melaporkan hal ini di luar, maka kamu akan dapat menanggung konsekuensinya, di Hotel ini aku adalah rajanya, aku bisa bertindak sesuka hati ku ! Siapa yang berani menegur ku ?"


Imas terus memohon "Pak aku mohon, kamu tahu kan ini melanggar hukum, ini sudah termasuk pelecehan dan tindakan pemerkosaan, kalau kamu sampai menodai kesucian ku, aku tidak akan segan melaporkan ini ke pihak berwajib"


Barry malah mencibir dan menantang Imas supaya melapor " melanggar hukum ! Hahaha....kamu lucu sekali. Kalau di tempat lain pasti aku akan takut dengan ancaman mu, tetapi kalau di tempat ini ! Ingat kerabat ku mereka menjabat di perangkat desa dan kecamatan di area ini, bukan itu saja saudara dari ibu ku adalah seorang petugas yang selalu membantu ku"


Barry tersenyum dan memandang Imas dengan tatapan mesum "Coba lapor lah, ingat Para pereman di kota ini mereka adalah teman ku, sehingga jika kamu melaporkan aku maka mereka tidak akan tinggal diam dan akan mencari mu"


Barry tertawa terbahak-bahak "Hahaha Siapa pun wanita yang aku sukai pasti akan aku dapatkan termasuk kamu sekarang ini"


Biasa wanita lain akan takut dengan ancaman ini, tetapi Imas terus memberontak dan berusaha melepaskan tangan yang Barry pegang kuat.


Imas pun berhasil melepaskan tangannya, tetapi karena dengan cara yang kasar Imas pun terjengkang sampai terguling di atas langit.


Kemudian Barry mendekati dan dengan sigap dia berlutut hingga menahan kedua tangan Imas di lantai.


Barry menindih Imas sehingga Imas tidak dapat bergerak dan meronta-ronta, Barry pun berusaha untuk menciumi Imas.


Tetapi kepada Imas masih bisa menghindar dan Barry pun tidak berhasil mencium Imas.


Sambil menghindari kepala Barry Imas berteriak "Tolong, aku akan di perkosa..... Tolong...."


Barry menjadi geram, dia pun melepaskan kedua tangan Imas dan kemudian menampar pipinya.


Plak....


"Diam kamu, kalau kamu mencoba berteriak aku tidak akan segan untuk memukuli mu" ancam Barry.


Kemudian dia pun meraih kerah baju Imas yang berbentuk V, setelah itu Barry menyobek kerah bajunya sampai kelihatan bagian dalam di balik baju Imas.


Buah dada yang montok dan menonjol serta bra yang berenda menjadi pemandangan yang indah untuk para lelaki hidup belang jika melihatnya.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna