
Bab 231 Mendandani Jagat
Pemuda yang menghampiri jagat itu bernama Toni teman satu kampus Eriska dia dari keluarga Raharjo pengusaha Farmasi di kota ini.
Keluarga Raharjo terkenal di kota ini sebagai distributor terbesar obat obatan, baik untuk rumah sakit maupun apotek.
Bahkan sofy pernah bekerja di klinik Raharjo sebelum sofy di berhentikan oleh Toni sendiri karena memiliki konflik.
Toni menghampiri jagat dan kemudian mencibir "Cih.... pantas aku tidak melihat mu di hotel Arssad, oh ternyata kamu menjadi Offic Boy di vila tuan besar Sandjaya"
Jagat pun menanggapi ucapan Toni dengan datar "Kalau iya Kenapa, toh pekerjaan ini juga halal, untuk apa kamu kesini, bukan untuk membully ku kan"
"Ngapain aku membully mu, tidak ada untungnya. Toh kamu tetap lah anak miskin dari kampung yang kuliah di kedokteran, meskipun kamu bekerja sampingan menjadi Offic Boy dan magang di rumah sakit Wijaya, orang miskin tetap lah orang miskin, jangan berharap kodok bisa menjadi pangeran" jawab Toni.
"Eh katanya kamu tidak membully tapi kenyataannya" jagat pun menunjuk kearah Toni.
Toni pun menutup mulutnya "Eh keceplosan, maklum mulut ku akan berubah menjadi lambe turah juga melihat penampilan mu seperti ini hahaha...."
Toni pun tertawa kecil saking senangnya sudah membully dan mencibir jagat dengan kata katanya.
Kemudian Toni pun melanjutkan "Apa tuan besar Sandjaya ada di rumah, ayah ku menunggu di dalam mobil dan hendak bertemu beliau, dia kemarin malam datang ke hotel Arssad dan menunggu di lobby hotel, resepsionis bilang tuan besar Sandjaya ada di vila dan alamat vila ini hanya tuan Alex dan pak Hadiansyah yang tahu"
Jagat pun bertanya "untuk apa ayah mu mencari tuan besar Sandjaya?"
Mendengar pertanyaan itu Toni malah menunjuk jagat "Hai untuk apa kamu tanya, Offic Boy seperti mu tidak perlu banyak tanya, cepat katakan apa tuan besar Sandjaya ada atau tidak, kalau ada cepat beri tahu beliau"
Jagat pun mendeus kesal, dia di anggap Offic Boy di rumahnya sendiri dan dia pun hendak berbicara kepada Toni tetapi sebelum berucap firman datang dan bertanya kepada jagat.
"Siap yang pagi pagi mengunjungi kita Jagat ?"
Jagat pun menjawab sambil meninggalkan Toni "Ini ada orang yang mencari kakek badar, paman urus saja sendiri, aku mau pergi mandi"
Mendengar perkataan jagat dan meninggalkan Toni, dia pun menjadi kesal dan bergumam "Cih, Jadi ob saja sombong, dia malah berkata begitu kepada kepala pelayan Sandjaya"
Toni tahu siapa firman sebenarnya, karena di beri tahu oleh ayahnya, ayahnya memberitahukan bahwa firman adalah kepala pelayan keluarga Sandjaya.
Dan bukan itu saja firman juga sebagai CEO Rumah Batu Mulia perusahaan yang bergerak di bidang perhiasan permata.
Dan memiliki kekayaan lebih dari keluarga Raharjo sendiri, firman juga sangat di segani di kalangan para pengusaha kaya.
Firman pun menghampiri Toni "Oh mau ketemu tuan besar ya ?"
Toni pun mengangguk dengan sopan dan sedikit membungkuk badannya, tidak seperti tadi berhadapan dengan jagat dia malah membusungkan dadanya.
"Benar tuan firman, apakah tuan besar Sandjaya ada?" Toni bertanya
Firman menganguk "iya dia sedang sarapan pagi, mohon tunggu sebentar dan ikut dengan ku di ruang tamu"
Firman tidak membawa masuk ke dalam rumah vila, tetapi dia membawa Toni keluar di dekat garasi mobil yang luas.
Disana ada berjajar mes ada sekitar 10 ruangan dengan 2 tingkat sehingga disana terdapat 20 mes yang di peruntukan buat tempat tinggal Asisten rumah tangga dan Satpam.
Dan salah satunya ada ruangan besar yang kemarin di bersihkan oleh firman untuk di jadikan ruang tamu.
Toni pun melambaikan tangannnya kearah mobil dan kemudian turun lah laki laki paruh baya, itu adalah Sanusi Rahardjo, kepala keluarga Raharjo dan sekaligus ayah dari Toni Rahardjo.
Kemudian mereka pun menunggu di dalam ruangan tamu tersebut disana firman pun berkata "Mohon Tunggu, tuan besar lagi sarapan dan sebentar lagi akan menuju ke tempat ini"
Kemudian firman pun menawarkan sesuatu "Anda mau minum apa biar nanti aku suruh seseorang untuk membawanya kemari"
Sanusi pun melambaikan tangannya "tidak usah repot-repot, aku kemari hanya ingin berkonsultasi dengan tuan besar Sandjaya"
"Oh kalau begitu baik lah" firman pun pergi meninggalkan mereka di ruangan tersebut.
Di dalam rumah vila jagat kembali ke lantai 3, dia memanggil sofy dan Elis "Woy Beb apa kalian tidak akan masuk kerja, ayo kita mandi"
"Hai tampan, kamu ini tidak peka ya, lihat Ayu Dias dan ayu Andara sudah cantik seperti ini dan juga Maya yang imut, apa kamu tidak menyapanya" bentak sofy sambil bertolak pinggang.
Kemudian jagat pun tersenyum sambil menggaruk kepalanya "Hehehe ...iya maaf aku tidak menyapa kalian"
Kemudian Elis pun berkata "Untuk hukuman bagai mana kalau mas say kita dandani apa kalian setuju"
Mendengar saran dari Elis Maya mengangkat tangannya dengan semangat "Maya setuju ayo dandani kak jagat"
Kemudian semua orang bersorak dan Jagat pun di rempuk oleh semua wanita yang ada di sana.
Tiga puluh menit kemudian mereka pun selesai mendandani jagat, dia sudah memakai wig warna merah muda dan bibirnya memakai lipstik merah merekah dan bajunya diganti dengan pakaian cosplay anime.
Sentuhan terakhir Maya memasangkan bando dengan telinga hewan di kepala jagat dan setelah selesai mereka pun tertawa terbahak-bahak.
Jagat tidak tahu dia di dandani seperti apa yang membuat mereka tertawa geli sampai perut mereka kesakitan karena banyak tertawa.
Mendengar suara tertawa yang sangat nyaring kakek badar pun menyuruh idhang untuk mengajak mereka sarapan.
Idhang pun pergi ke lantai tiga dan sesampainya di sana idhang melihat jagat yang sudah di dandani dan dia pun tidak tahan untuk tertawa.
Idhang tertawa terbahak-bahak, saking enaknya tertawa dia tidak sadar duduk di lantai sambil selonjoran.
"Hahaha.... Ternyata ini yang di tertawakan para wanita di sini ...."
Melihat idhang yang selonjoran sambil tertawa dan terkadang guling guling jagat pun menjadi cemberut.
Idhang pun bangkit sambil bertumpu di pagar tangga yang kokoh "Sialan aku tidak kuat lagi ingin mengompol hahaha.... Kalian kata tuan besar segera ke ruang makan kita sarapan pagi bersama "
Idhang pun dengan cepat berlari ke lantai bawah sambil tertawa dan menahan ingin buang air kecil.
Jagat pun bertanya kepada mereka "hai adakah cermin di sini, aku mau melihat wajah ku sendiri, sejelek apa kalian mendandani ku"
Dias pun mengambil cermin yang seukuran dengan buku, panjang dan lebar sekali 30 x 20 centimeter.
Kemudian dias menunjukan cermin itu ke arah jagat supaya jagat bisa melihat dirinya sendiri.
Jagat melihat dirinya sendiri sampai tersentak kaget dia sebenarnya tidak menjadi jelek tetapi malah berubah menjadi sangat cantik melebihi mereka semua.
Hanya saja Elis dan Sofy pernah bercerita tentang orang yang bernama Memet nurhikmat yang suaranya di bikin mirip seperti perempuan dan pada akhirnya dia menjadi banci.
Melihat jagat mereka mengingat cerita tersebut sehingga mereka tertawa terbahak-bahak.
Jagat pun berbicara "Kok aku bisa cantik begini ya ...."
Kemudian Elis pun berkata "Iya kalau siang jagat kalau malam menjadi Sari atau beti, dan nanti kamu bisa temani Memet di kota Y yang kalau malam berubah menjadi Meta"
Mendengar perkataan itu jagat pun tidak tahan untuk tertawa dan mereka semua tertawa terbahak-bahak.
Jagat pun di suruh oleh Dias untuk memakai kostum maid seperti dirinya dan setelah itu jagat di tarik oleh mereka semua untuk pergi ke ruang makan.
"Astaga apa yang hendak kalian lakukan, aku bisa malu kalau bertemu kakek seperti ini" ucap jagat.
"Hahaha... jangan khawatir mereka tidak akan mengenali mu dengan penampilan Seperti ini" ucap Sofy.
Mereka pun masuk ke ruang makan dan terlihat ada kakek Badar dan firman yang sedang duduk di meja makan.
Sedangkan idhang sendiri belum keluar dari kamar mandi setelah turun dari lantai 3.
***
* Bersambung