Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 233 Kemarahan Kakek Badar


Bab 233 Kemarahan Kakek Badar


Di dapur idhang menyuruh Dias untuk membantu dia menyiapkan air minum dan di berikan kepada tamu dan tuan besar yang ada di ruang tamu.


Dias pun membantu idhang, karena memang dahulu sebelum dia sakit dan meninggal dunia Dias selalu membantu ibunya di rumah.


Dias juga pintar memasak, karena keluarganya dulu membuka warung nasi, dan semenjak Dias sakit, dia tidak pernah memasak lagi.


Hingga akhirnya dia bisa di hidupkan kembali sampai kedua kalinya, walaupun dengan tubuh Boneka Arwah yang di buat dari silikon.


Sedangkan Dara dia membantu beres beres di dapur sampai menyapu di dalam rumah.


Dias yang masih menggunakan kostum cosplay maid pun keluar dari dalam rumah sambil membawa nampan yang berisi air minum dan juga makan ringan.


Dias pun sampai di ruang tamu dimana kakek badar sedangkan memberikan pencerahan kepada tamu tersebut.


Kemudian kakek badar berhenti berbicara karena melihat bayangan Dias "Ya masuk Nak..."


Dias pun masuk dan meletakkan nampan itu di atas meja "Ini kek air minum dan kudapan selamat menikmati"


Melihat Dias yang cantik dan seperti model, meskipun di balut pakai maid semua orang terpana dan membelalakan matanya.


Apalagi Toni yang menatap Dias tanpa berkedip sedikitpun, melihat wajah dan badan Dias yang seperti model.


Kakek Badar pun berdehem "Ehem...."


Suara itu membuyarkan lamunan mereka terhadap Dias, kemudian Sanusi Rahardjo pun bertanya "Tuan besar Sanjaya, siapa wanita cantik ini ?"


Kakek Badar pun tersenyum "Dia adalah cucu ku, mereka sedang bermain cosplay menjadi maid, sebelum sarapan, dan mereka belum sempat ganti baju"


Sanusi Rahardjo pun tersenyum dan bertanya kepada Dias "Cantik sekali kamu nak, siapa nama mu dan berapa usia mu ?"


Dias menjawab sambil tersenyum ramah dan sedikit merengkuhkan tubuhnya "Nama ku Ayu Dias, Tuan. Panggil saja aku Dias"


"Nama yang bagus" ucap Sanusi Rahardjo.


Kakek Badar pun melambaikan tangannya kepada Dias yang bertanda dia harus sudah pergi dari tempat ini.


"Maaf tuan, aku permisi dulu" Dias pun pergi dari tempat tersebut dan mereka pun melanjutkan pembicaraannya.


Kakek Badar terdengar menasehati, karena sepertinya Sanusi Rahardjo sedang berkonsultasi mengenai perusahaan yang dia miliki.


Terdengar kakek badar berucap "Ada 3 hal yang harus kamu hindari, yang pertama adalah tidak boleh menyinggung perasaan orang, siapa pun itu baik orang miskin maupun saingan bisnis mu, itu berlaku kepada seluruh keluarga mu.


Yang kedua, akan ada orang yang menawarkan barang murah dengan kuantitas yang banyak, aku sarankan kamu hindari orang itu dan jangan terlambat jual beli, meskipun harga murah.


Yang ketiga ini yang sulit, setelah ini perusahaan mu akan goncangan, jangan menjual saham mu meskipun kamu membutuhkan uang, karena setelah ini berakhir, perusahaan mu akan maju dengan pesat.


Bila kamu tidak sanggup menjalani ini, maka perusahaan mu akan bangkrut dan kamu akan kehilangan semua aset berharga mu"


Sanusi Rahardjo pun mengangguk anggukkan kepalanya "Terima kasih atas nasihat dan pencerahannya tuan besar"


Kemudian Sanusi Rahardjo memberikan kartu ATM "ini tanda terima kasih ku, karena tuan besar sudah sedia memberikan wejangan dan jalan keluar dari masalah ku ini"


Kakek Badar pun tanpa basa-basi dia menerima kartu ATM tersebut "Sama sama, ingin 3 hal yang aku bicarakan tadi kalau satu pun kamu langgar, tanggung sendiri akibatnya"


Kakek Badar pun keluar dari ruang tamu tersebut dan pergi kedalam rumah.


Di rumah jagat yang di ikuti oleh Elis dan Sofy sedangkan marah marah di telpon.


"Hai Cakra, awas kalau terjadi sesuatu dengan Eriska, aku tidak segan untuk menguliti mu, dan membuat sengsara seluruh keluarga mu sampai tujuh turunan"


Kemudian kakek badar bertanya "Hai anak nakal, tumben tumbenan kamu marah seperti ini, ada apa, biasanya kamu rendah hati tapi sekarang tadi kakek mendengar kamu berkata dengan nada mengancam"


Saking marahnya jagat tidak menjawabnya pertanyaan kakek badar malah dia mendecih "Cih, sialan...."


Kemudian sofy berbicara kepada kakek badar sedangkan Elis menenangkan jagat.


"Ini kek, ay marah karena dia di Culik, tadi tuan Wijaya menelpon bawa Eriska tidak pulang dari kemarin, ternyata Eriska di Culik" sofy menjelaskan.


Mendengar itu kakek badar pun ikutan menjadi marah "Siapa orang yang berani menculik cucu menantu ku ?"


Jagat pun menjawab "Si Cakra anak pak Bagas"


"Sialan Cakra lagi Bagas lagi, apa dia tidak bisa mendidik anaknya dengan benar" teriak marah kakek badar.


Kemudian kakek badar mengeluarkan handphone di saku celananya kemudian dia menekan tombol yang tertera di handphonenya tersebut.


Tidak lama kemudian telpon pun tersembung dan ada kata Halo di balik telpon tersebut.


Kakek Badar tanpa basa-basi langsung memberikan perintah "Alex, cucu menantu ku Eriska di Culik, cari keberadaannya, orang yang menculiknya adalah Cakra anak dari si Bagas"


Kemudian kakek badar memutuskan kontrak dan menelpon kembali, tidak lama kemudian telponnya diangkat "Ya halo guru, ada yang bisa aku bantu"


"Andi. Kumpulkan orang mu Eriska di Culik oleh orang yang bernama Cakra cari segera" ucap tegas kakek badar.


Kemudian jagat pun berkata "Kek, Cakra mengancam kalau Eriska ingin kembali, dia minta kita nanti datang ke pertandingan bawah tanah, bila kita menang maka Eriska akan di kembalikan"


Kakek Badar duduk dan menggebrak meja "Sialan, pasti si Cakra itu memiliki beking orang kuat, sehingga mereka berani menantang kita"


Kemudian kakek badar kembali menekan tombol handphone milik nya dan telpon itu pun tersambung "Halo tuan Besar Sandjaya, bisa aku bantu"


Kakek badar menjawab dengan marah "Bantu gundul mu, Bisakah kamu mendidik anak dengan baik, anak mu telah menculik cucu menantu ku Eriska, aku tidak mau tahu kalau Eriska tidak kembali sampai tengah hari, aku akan memecat mu dan membuat keluarga mu sengsara"


Orang yang di telpon kakek badar adalah pak Bagas dan Mendengar kemarahan kakek badar, pak Bagas pun gemetar ketakutan "i...iya baik tuan besar Sandjaya aku akan segera menghubungi Cakra dan menyuruh dia mengembalikan Eriska"


Kemudian kakek badar pun berteriak kepada jagat "Hai anak nakal, aku ingin kamu mematahkan tangan dan kaki di Cakra itu dengan tangan mu sendiri, buat dia cacat dan duduk di kursi roda untuk sisa hidupnya, aku geram dan marah saat ini"


Jagat pun mengangguk "Baik kek, aku akan mematahkan tangan dan kakinya untuk mu"


Di sana sofy pun bergumam "Astaga seram sekali kalau orang baik sedang marah sampai suruh mematahkan tangan dan kakinya"


Di sana Elis justru menyeringai dan bergumam "Jangan membangunkan Harimau yang sedang tidur, akibatnya bisa sangat menderita"


***


* Bersambung