
Bab 61 Hinaan Dari Ibunya Raya
Setelah obrolan dengan Andi selesai jagat pun menghubungi Raya yang telah ada di ruangan rawat inap meskipun masuk ke ruangan rawat inap kelas 1,
Dan Andi pun sudah mendapatkan ruangan untuk istrinya dan di tempatkan di kelas 2 untuk perawatan.
Mereka pun berpisah di lorong rumah sakit jagat menuju lantai atas karena ruang rawat inap adadi lantai ke dua, dan sudah di beritahukan oleh Raya nomor kamar rawat inapnya.
Jagat bergegas menuju tempat rawat inap ibunya Raya dan setelah tiba jagat pun mengetuk pintu.
Tok.... tok....tok....
"Masuk...." Ucap Raya yang ada di dalam ruangan.
Jagat pun membuka pintu dan masuk kedalam Ruangan tersebut, disana ibu raya yang sedang berbaring bertanya kepada Raya "Siapa dia Raya"
Jagat pun menghampiri ibunya Raya dan memperkenalkan diri "Halo Bu, aku jagat pacaran Raya" jagat sambil menyalami ibunya Raya.
Ibunya raya memang sedang berbaring di tempat tidur, tetapi posisi tempat tidur tersebut bagian kepala dan punggung di tinggikan sehingga ibunya raya nampak dengan duduk bersandar di kasur.
Dia pun menatap jagat dari atas kebawah dan melihat pakaian yang di kenakan oleh jagat sangat sederhana.
Jagat kebetulan memakai kaos murahan seharga 35 ribu yang di beli di pinggir jalan dan jaket jeans yang tidak di kancingkan, serta jeans hitam dan sepatu taktikal dengan membawa tas jeans selempang.
Ibunya raya pun menatap jagat dengan tatapan yang jijik karena melihat penampilan dari jagat. Ibunya raya pun menoleh kepada raya dan raya pun tersenyum kepada ibunya.
"Apa benar dia pacar mu Raya" tanya ibunya.
Raya tidak menyanggah dia mengangguk "iya Bu, dia pacar ku, Kami sudah beberapa Minggu ini jadian"
Ibunya raya mengkerutkan dahinya dan menyipitkan matanya menatap kepada jagat "Apa gak salah pilih, kamu ini bekerja sebagai kepala bagian di hotel terkenal di kota ini, dan kamu malah pacaran dengan orang miskin seperti dia, apa kamu sudah di guna guna, anak secantik kamu itu mampu memiliki calon suami pengusaha, tepi mengapa kamu malah pacaran dengan orang miskin seperti ini"
"Tapi Bu, dia ini pe..." Ucapan raya berhenti karena keburu di sanggah ibunya.
"Apa, kamu ingin ibu mu ini sembuh atau tidak, kalau kamu ingin ibu sembuh putuskan dia sekarang juga, dan cari laki laki lain yang sepadan dengan mu" ucap ibu Raya.
Dia tidak tahu bahwa jagat itu adalah tuan muda Arya Pemilik dari hotel Arssad tempat anaknya bekerja, dan karena jagat berpenampilan sederhana sehingga ibunya raya mengira jagat itu orang yang miskin.
"Iya tapi Bu dia ini" Raya mencoba menjelaskan tentang siapa jagat sebenarnya tetapi ibunya keras kepala sehingga setiap raya mau menjelaskan ibunya selalu memotong ucapan Raya.
Jagat tersenyum mendengar hinaan dari ibunya Raya yang mengatakan bahwa dia tidak cocok untuk berdampingan dengan Raya, dan berbagai alasan ketika ibunya raya menyanggah semua ucapan dari Raya.
"Kalau begitu, aku permisi dulu Bu" ucap jagat yang akan menyalami ibunya Raya tetapi di abadikan oleh ibunya.
Jagat pun keluar dari ruangan itu tanpa menoleh lagi ke arah raya dan ibunya, Raya pun berniat untuk menyusul jagat tetapi di cegah ibunya.
"Mau kemana kamu, apa kamu lebih membela lelaki miskin itu dari pada ibu mu ini" cegah ibunya raya.
Jagat tidak kecewa atau pun marah dengan ucapan ibunya raya, memang setiap orang tua ingin anaknya bersanding dengan orang hebat, tetapi ibunya Raya hanya menilai seseorang dari cangkangnya saja.
Dia melihat dari penampilan jagat yang biasa biasa saja dan kemudian dia menyimpulkan bahwa jagat itu hanya orang miskin.
Setelah keluar dari ruangan rawat inap itu, jagat pergi ke kantor kantor divisi khusus dimana dia disana di tempatkan.
Dan terlihat di sana sudah berkumpul dokter dan perawat anggota divisi khusus ini, terutama Arman yang kemarin sudah dibantu oleh jagat menaklukan siluman harimau.
Untuk tugas pasien yang datang siang ini, giliran dokter dan perawat lain yang menangani, jagat hanya duduk manis saja sambil memainkan handphone nya.
Di sana ada pesan masuk dan jagat melihat pesan tersebut ternyata itu dari Raya yang meminta maaf atas ucapan ibunya tadi
Jagat pun membalas [Jangan di pikirkan, orang tua semua memang begitu, toh nanti juga dia tahu siapa aku sebenarnya, untuk kali ini demi kesembuhan ibu mu, rawat lah dia dan jangan pikirkan apa yang terjadi]
[Terima kasih ya mas, kamu sudah mengerti'in aku] balas Raya.
Jagat tidak membalas pesan lagi karena ada pesan lain yang masuk, dan itu dari Eyang Mawon yang berencana membeli satu set Bo'eh pocong perawan.
[Halo Mas bagai mana dengan transaksi kita, apakah jadi] pesan Eyang Mawon.
[Iya jadi, kan kita sepakat Minggu depan kita bertemu di kota T, bagai mana kalau aku yang tentu kan tempat pertemuan kita, Aku ingin kita bertemu di Hotel Arssad hari Sabtu Minggu depan sekitar jam 8 malam bagai mana Ki] balas jagat.
[Baiklah aku setuju, kebetulan hotel Arssad di kota T hanya beberapa menit perjalanan dari tempat ku, aku tunggu kabar selanjutnya] balas Eyang Mawon.
[Siap Ki, sampai bertemu Sabtu depan di hotel Arssad] balas jagat.
Mereka pun kembali mengakhiri percakapan melalui pesan aplikasi WhatsApp.
Setelah itu jagat, Arman dan yang lainnya mengobrol ngaler ngidul, mereka sudah mulai akrab dan tertawa bersama.
Tetapi ada yang tetap jutek yaitu Dokter Yohanes dan dokter Calvin, yang menganggap jagat hanya beban di kelompok mereka, karena tidak tahu spesialis spritual jagat.
Dan berapa kali pun mereka mencoba menditeksi kekuatan supernatural dan spiritual milik jagat tetap tidak bisa dan jagat dianggap orang biasa.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna