Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 200 Lebih Baik Menambah Teman Dari Pada Menambah Musuh


Bab 200 Lebih Baik Menambah Teman Dari Pada Menambah Musuh


Andi pun pergi dengan istrinya, dia hanya membawa 10 orang ketua divisi bersamanya, sedangkan anak buahnya di titipkan kepada Hadi di gedung tersebut.


Meskipun gedung itu markas, gedung itu juga menyediakan makanan dan minuman, karena di sana juga tempat para bodyguard yang di bawa para pengusaha berkumpul.


Sedangkan di tempat yang lainnya, Cakra sedang berada di lorong gang untuk mengamati sekitar, bersama dua anak buahnya.


Cakra sudah menghubungi Danu, dan ketua geng shooting gun dari kota B bagian Utara.


Dan benar saja ada sekitar 10 mobil Jeep melintas, mereka dari Genk shooting gun dengan banyak senjata seperti parang di bagasi mobil mereka.


Setiap mobil yang mereka bawa di tumpangi 6 orang anggota Genk, yang berarti ada sekitar 60 orang geng shooting gun yang akan menyerang.


Di arah lain, Danu dan anak buahnya yang tersisa menggunakan sepeda motor menuju ke arah hotel Arssad.


Danu adalah ketua Genk beruang hitam baru, setelah menggulingkan bang Anton, dan dia bekerja sama dengan Genk shooting gun untuk menangkap dan menghabisi bang Anton.


Anak buahnya yang lain tidak bisa ikut karena mereka tiba-tiba menghilang setelah menyerang club malam pesona.


Sehingga ada sekitar 40 orang dengan 20 sepeda motor yang akan menuju hotel Arssad.


Mereka tidak tahu bahwa hari ini ada pertemuan besar, yaitu perjamuan tuan besar Sandjaya, pemilik hotel Arssad.


Mereka tahunya informasi bahwa bang Anton bersembunyi di hotel Arssad, dan hotel Arssad di jaga oleh banyak satpam.


Sehingga kedua gank ini, membawa banyak orang, supaya bisa mengatasi para satpam dengan mudah dan bisa membawa bang Anton dari hotel Arssad untuk di habisi nantinya.


Sehingga ada sekitar 100 orang yang akan menyerang hotel Arssad untuk menangkap bang Anton.


*


Di hotel Arssad tuan besar yang sudah selesai rapat keluarga dari ruangan tersebut.


Di lorong itu Andi melihat tuan besar yang baru keluar dia pun langsung berlari dan menghampiri.


"Guru...." Teriak Andi.


Tuan besar pun menoleh dan tersenyum "Andi...."


Brak....


Andi langsung berlutut dan bersujud di depan tuan besar yang membuat semua orang kaget, bahkan anak buahnya sendiri tidak percaya dengan adegan itu


Andi orang terkuat pendiri gengster serigala di wilayah timur berlutut kepada kakek tua, Bahakan selama ini banyak orang yang berlutut kepada Andi, tetapi kali ini Andi lah yang berlutut di hadapan seorang kakek tua.


"Guru maafkan aku, karena tidak berbakti kepada anda" ucap Andi sambil bersujud.


Tuan besar pun menepuk pundak Andi dan menyuruh dia untuk bangun "Sudahlah jangan berlutut lagi ayo berdiri"


"Terima kasih guru" ucap Andi


Kemudian mereka pun berpelukan satu sama lainnya, kemudian Andi pun memperkenalkan istrinya dan 10 orang anak buahnya.


"Guru perkenalkan ini adalah istri ku, maaf karena aku tidak memberitahu anda kalau aku sudah menikah"


Mereka pun bersalaman, istri Andi pun mencium punggung tangan tuan besar, kemudian Andi mengenalkan kepada anak buahnya.


"Ini adalah guru ku, yang sudah aku anggap sebagai orang tuaku sendiri, beliau adalah tuan besar Sandjaya pemilik hotel Arssad ini, dan beliau juga sang legenda petarung bawah tanah yang tak terkalahkan"


Andi memuji dan membesarkan tuan besar di depan anak buahnya, sehingga anak buahnya semakin menghormati Andi dan juga tuan besar.


Tuan besar pun tertawa sambil mengelus janggutnya "Hahaha....itu hanya masa lalu ku saja, sekarang aku hanya seorang kakek tua renta"


Di lorong yang sama Adi Sucipto dan Anton yang sedang berjalan mereka melihat tuan besar, mereka pun bergegas menghampiri.


"Tuan besar Sandjaya, senang bertemu dengan anda, aku Adi Sucipto dari kota G, apakah Anda masih mengingat aku" ucap Adi Sucipto.


"Oh ternyata kamu Adi, aku tidak akan lupa kepada orang yang selalu berkontribusi dalam kemajuan usaha ku" ucap tuan besar.


Dulu Adi Sucipto pernah beberapa kali meminta pencerahan dari tuan besar Sandjaya untuk kelangsungan dan perkembangan usahanya.


Setelah di berikan pencerahan, usaha Adi Sucipto semakin besar, dan balasannya adalah, Adi Sucipto memberikan sebidang tanah untuk di jadikan sebagai cabang hotel di kota G


Jadi hotel Arssad cabang kota G itu tanahnya milik Adi Sucipto yang di berikan kepada tuan besar, sehingga Adi Sucipto memiliki akses dan kartu VIP tetap dengan potongan harga lebih dari 50 persen.


Kemudian Anton pun ikut berbicara "Senang bertemu dengan anda tuan besar, aku Anton Sucipto, adik dari bang Adi Sucipto, dan aku juga sangat berterima kasih kepada cucu anda yang telah menyelamatkan ku dari kejaran para gengster dan melindungi ku di hotel ini"


Mendengar ungkapan itu Adi Sucipto pun merasa kaget, karena tahunya yang menyelamatkan bang Anton adalah jagat, tetapi dia bilang cucu tuan besar lah yang menyelamatkannya.


"Apa maksud mu, Anton bukanya jagat yang menyelamatkan mu ?" Tanya Adi Sucipto.


"Iya bang, memang jagat lah yang sudah menyelamatkan ku, dia adalah cucu dari tuan besar" ucap bang Anton.


Adi Sucipto pun tersentak kaget kembali dan dia tidak sadar menepuk jidatnya "Astaga, aku tidak menyangka jagat itu cucunya tuan besar"


Kemudian Adi Sucipto membungkukkan badannya "maaf atas ketidak Tahuan ku tuan besar, ternyata jagat adalah cucu anda, dia juga sudah menyelamatkan ku dan sekaligus menyembuhkan ku dari penyakit yang aku derita"


Tuan besar Sandjaya malah tertawa "Hahaha.... ternyata kalian berdua sudah bertemu dengan bocah nakal itu, bagus lah kalau begitu"


Kemudian Andi mencela Anton "Dasar ketua Genk beruang hitam yang tidak tahu berterima kasih, gara gara menyelamatkan mu, jagat menjadi incaran Genk shooting gun, hingga di ikuti sampai ke wilayah timur, untung anak buah ku mengetahui, sehingga anak buah ku menghadang Genk shooting gun"


Anton tidak sadar bahwa selama ini Andi ada di sini dan berada di belakang tuan besar.


"Hai Andi, kenapa kamu berada di sini ?" Tanya bang Anton.


"Dasar kamu ini, aku ini sudah seperti kakaknya jagat, dan tuan besar ini adalah guru sekaligus orang tua ku" ucap Andi.


Kemudian tuan besar pun melerai mereka "Sudahlah, jangan bertengkar, kalian ini seperti para berandalan saja"


Mereka berdua pun berhenti berdebat dan setelah itu mereka pun di ajak keruangan Perjamuan.


Di jalan menuju aula Perjamuan bang Anton dan Andi pun mengobrol.


"Karena aku pun sudah menganggap jagat sebagai adik ku sendiri, bagi mana kalau kita berdamai dan berteman" ucap bang Anton.


Dia pun menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Andi, kemudian Andi pun menyambut uluran tangan bang Anton


"Lebih baik menambah teman dari pada menambah musuh, baiklah kita berteman sekarang"


Kemudian Andi pun membahas tentang kehancuran gengster Beruang Hitam "Aku tahu kamu sudah di khianati oleh Danu, dan dia penguasa baru gengster Beruang Hitam"


Bang Anton mengangguk "Ya aku telah di khianati oleh Danu dan 6 pilar yang aku miliki, mereka bekerja sama untuk menjatuhkan ku dengan niat mengambil lahan usaha ku dan tempat usaha yang sudah aku rintis selama ini"


Bang Anton pun menjelaskan "mereka hanya mendapatkan lahan parkir saja, tetapi tidak dapat merebut tempat usaha ku, aku menyerahkan club malam pesona dan tempat bilyard ku kepada jagat untuk dia kelola"


"Hahaha.... ternyata kamu pintar juga, kamu membiarkan bang Hadi dan anak buahnya bekerja keras untuk menjaga club malam pesona mu dari serangan anak buah Danu" sindir Andi


***


* Bersambung