Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 159 Mengintai di Kegelapan Malam


Bab 159 Mengintai di Kegelapan Malam


Di hotel Arssad Anton sedang berbincang dengan Alex mengenai nasib dan usaha miliknya.


"Tolong bantu bantu aku, sudah beberapa hari ini tempat usaha ku tak buka, aku takut karyawan ku terkena imbas dari penyerangan terhadap ku tempo hari, uang ku menipis karena tempat usaha ku tidak buka, aku akan memberikan keuntungan 20 persen kepada jagat kalau kamu bisa membantu ku" pinta Anton.


Alex malah menggaruk kepalanya "Bagai mana ya, kalau hanya keuntungan 20 persen itu tidak sebanding, dengan jerih payah kita untuk menolong mu membuka kembali tempat usaha mu itu"


Anton tadi menelpon jagat akan memberikan 20 persen saham tempat biliar dan Club malam milik Anton, tetapi Anton berkata akan memberikan keuntungan 20 persen.


Keuntungan dan saham itu berbeda jauh, sehingga Alex tidak mau karena kalau hanya keuntungan saja suatu saat Anton bisa memanipulasi pendapatan, sedang saham sendiri, nantinya jagat atau Alex ada kuasa atas sebagian tempat usaha milik Anton tersebut.


Kemudian Anton pun mengulangi ucapannya "Bukan....bukan keuntungan tetapi aku akan memberikan saham ku kepada jagat 20 persen, dan kamu harus membantu menjalankan usaha ku"


Alex pun berpikir sejenak kemudian dia bertanya "Apakah kamu sudah memberitahukan niat mu kepada mas jagat ?"


Anton pun mengangguk "Ya, tadi aku sudah menelponnya, kata jagat minta saja kepada mu"


"Kalau begitu baiklah, tetapi terlebih dahulu aku akan mengakuisisi tempat usaha mu itu menjadi bagian dari Arssad grup, karena kalau masih atas nama mu, maka Danu dan antek anteknya akan dengan mudah merebut usaha mu itu" ucap Alex.


"Baiklah terserah kamu saja, karena aku sudah berjanji juga akan mengabdikan diri kepada jagat dan menjadi anak buahnya" jawab Anton.


Kemudian Anton pun menyerahkan dua kunci kepada Alex "Ini kunci Club malam Pesona milik ku, dan ini kunci tempat biliar, tempat itu bersebelahan sehingga mudah untuk di kelola, kalau bisa malam ini tempat usaha ku buka"


Alex pun menerima kunci tersebut, "Baiklah aku akan menyiapkan anak anak dulu untuk mengambil alih Club malam di sini dan membawa orang untuk di tempatkan di Club malam Pesona milik mu"


"Terima kasih atas bantuannya, aku akan mengirimkan pesan kepada karyawan ku untuk bersikap masuk kerja" ucap Anton.


Alex pun menyiapkan semuanya bersama Hadi, karena Club malam hotel Arssad sudah berjalan meskipun tanpa adanya Alex tidak akan berpengaruh apa pun.


Hadi menugaskan kepada security yang baru untuk memulai pekerjaan mereka dengan berjaga di Club malam hotel Arssad dan menjadi security yang menjaga keamanan di hotel Arssad ini.


Sedangkan para security senior di bawah perintah Hadi, mereka akan ikut ke Club malam Pesona milik Anton, bermaksud mengakuisisi dan menjadi penjaga Club malam dan tempat biliar dari serangan Danu dan anak buahnya.


Di sore harinya mereka pun menaiki dua mini bus yang di beli oleh jagat untuk inventaris Moza bodyguard, sekitar 50 scurity hotel Arssad yang sudah berpengalaman menuju ke Club malam Pesona.


Sesampainya di sana mereka pun turun, dan membagi diri, 30 orang mengikuti Alex untuk membuka Club malam dan 20 orang mengikuti Hadi untuk membuka tempat biliar.


Para karyawan pun sudah berkumpul di depan pintu Club malam dan tempat biliar.


Club malam milik Anton memiliki 3 lantai, di lantai dasar diskotik dan bar di lantai dua ruang VIP, dan tempat karoke sedangkan di lantai tiga restoran.


Tempat ini juga tidak kalah dengan Club malam hotel Arssad, kebanyakan pengunjung yang datang berpareatif dari menengah kebawah hingga menengah ke atas.


Yang pasti siapa pun yang punya uang bisa bersenang senang di tempat ini, sedangkan di hotel Arssad hanya orang kaya saja yang bisa datang, karena makanan dan minuman di sana sangat mahal dan fasilitas lebih baik dari pada di tempat ini.


Alex pun menyapa para karyawan Club malam yang sedang berkerumun, ada sekitar 20 orang karyawan Club malam ini, dari pelayan, bartender dan koki restoran.


"Perkenalkan nama ku Alex, aku yang bertanggung jawab sekarang di Club malam ini, dan mulai sekarang Club malam Pesona ini menjadi salah satu dari grup Arssad, karena pemilik sebelumnya Anton telah menjual sebagian sahamnya kepada hotel Arssad" Alex menjelaskan panjang lebar.


Kemudian Alex melanjutkan "Ada pun sekarang, Club malam Pesona ini tidak ada sangkut pautnya dengan Anton, siapa pun yang masih ingin tetap bekerja di tempat ini silahkan, dan kalau yang ingin keluar, silahkan tinggalkan tempat ini"


Semua orang saling tatap dan tidak ada seorang pun yang pergi dari tempat ini, yang berarti mereka masih ingin bekerja di tempat ini meskipun sudah berbeda kepemilikan lagi.


"Baiklah berarti kalian masih betah bekerja di tempat ini, mohon kerjasamanya" ucap Alex.


Hadi pun sama dia memperkenalkan diri kepada karyawan tempat biliar, karyawan di tempat itu tidak sebanyak karyawan Club malam.


Di tempat biliar hanya ada 10 orang karyawan tetapi memang tempat itu tidak butuh banyak karyawan dan kebanyakan hanya pelayan dan wanita pendamping saja untuk menemani pengunjung bermain biliar.


Setelah perkenalan dan melakukan hal yang sama seperti Alex, Hadi pun membuka pintu dan semua orang pun masuk serta beres beres.


Menjelang malam pun Club malam Pesona pun ramai dikunjungi oleh pelanggan setia Club malam itu.


**


Di tepi jalan sekumpulan pereman sedang berdiskusi, ada sekitar 15 orang pereman di sana membicarakan tentang Club malam Pesona.


"Apakah Bos Anton sudah kembali, apa benar dia di habisi Danu, tetapi kenapa sekarang club malam Pesona buka, itu berarti bos Anton masih selamat tetapi sekarang akan menjadi sasaran empuk anak buah Danu" ucap salah satu pereman.


"Iya kenapa bos Anton begitu berani, padahal lebih baik tempat itu di tutup terlebih dahulu sampai kondisi memungkinkan" jawab teman lainnya.


"Mungkin bos Anton memiliki dekengan kuat sehingga berani membuka tempat itu"


"Gila kamu, dekengan dari mana coba, bos Anton tidak mungkin memiliki dekengan kuat, enam pilar geng Beruang Hitam saja di bantai Danu, sedangkan 4 pilar lainnya berkhianat dan ikut menjadi anak buah Danu"


"Iya sekarang area tengah di kuasai oleh Danu dan anak buahnya, sekarang geng Beruang Hitam sudah musnah, tetapi biar pun begitu aku akan tetap setia kepada bos Anton" ucap pereman itu.


"Iya aku juga sama, meskipun geng Beruang Hitam hancur, aku tetap setia kepada bos Anton dan tidak akan berhianat"


"Iya aku juga...."


"Aku juga...."


Hampir semua orang menyatakan kesetiaannya kepada Anton tetapi ada beberapa orang dari mereka yang tidak bersuara dan malah menundukkan kepalanya.


Kemudian pereman yang pertama kali menyatakan kesetiaannya bertanya "kenapa kamu, apakah kamu akan memihak si penghianat Danu, ingat ketika ibu kamu sakit siapa yang membiayai rumah sakit, itu bos Anton "


Kemudian pereman itu menoleh ke teman satunya lagi "Istri kamu ketika melahirkan, harus di sesar, siapa yang merujuk ke rumah sakit dan membiayainya, itu bos Anton"


Pereman itu menoleh lagi "Anak kamu ketika masuk sekolah dan perlu biaya besar, siapa yang menanggung itu bos Anton. Apa setelah kalian di tolong oleh bos Anton mau balik mengganti, jangan sampai air susu di balas dengan Air tuba"


Teman yang lainnya mengelus pereman itu "sudahlah, kalau itu keputusan mereka, yang penting sekarang kita harus bersembunyi terlebih dahulu, di sini banyak anak buah 6 pilar yang berkhianat kepada Danu, nanti kita akan terkena imbasnya"


Mereka pun masuk ke dalam gang di balik gedung tinggi dan gang itu sangat gelap, mereka pun mengintai di kegelapan malam.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna