
Bab 298 Jangan So Jual Mahal
Mardiansyah yang belum memiliki istri apalagi pacar mereka tidak enak, dia pun bermaksud pergi, karena ada rasa hati yang iri kepada jagat yang memiliki 2 istri yang cantik.
Mardiansyah tidak tahu bahwa jagat memiliki banyak wanita, dan yang bertemu dengan dirinya hanya Dias dan Dara saja, kalau dia bertemu dengan Semuanya mungkin dia akan pingsan.
Mardiansyah melihat jam yang ada di tangan kanannya "Jagat aku permisi dulu, ini sudah waktunya aku berangkat bertugas kembali, terima kasih traktirannya, kita bisa mengobrol melalui handphone dan bertemu kembali ketika kita reuni nanti"
Jagat melambaikan tangannnya "Baiklah hati hati di jalan"
Jagat berjabatan tangan tanda mereka berpisah.
Setelah Mardiansyah pergi jagat bertanya kepada Dias "Kemana yang lain, kenapa kalian berdua ke sini"
"Aku tidak jadi nyalon, aku masih takut dengan tubuh ini, kalau ketahuan aku bukan manusia seperti yang lainnya mungkin mereka akan takut kepada ku" jawab Dias yang di sertai anggukan Dara
"Iya, sehingga kami memilih pergi kesini saja dan menemui mu" timpal Dara.
"Bagai mana dengan Sekar?" Tanya kembali jagat.
"Dia tidak ikut dan lebih memilih menunggu di salon" jawab Dias.
Kemudian dara bercerita kepada jagat "Oh iya mas, tadi ada sekelompok orang yang menggangu kita ...."
**
Dara pun mulai bercerita.
Sesudah keluar dari salon Dias dan Dara berjalan dan hendak menaiki tangga berjalan.
Tetapi ada sekelompok pemuda tanggung, mereka ada 6 orang dengan tampilan yang urakan.
Sepertinya mereka anak berandalan atau gangster yang bermain di BIP Mall ini. Mereka dari kejauhan terlihat Dias dan Dara.
"Hai lihatlah itu ada wanita cantik, bagai mana kalau kita goda, kalau bisa kita bawa untuk bersenang senang hati ini" ucap salah satu dari mereka.
"Ya benar, aku baru lihat wanita secantik ini, aku ingin merasakan bercinta dengan wanita secantik ini, ayo kita hampiri" ucap lainnya.
Mereka pun setuju dan segera menghampiri Dias dan Dara.
"Hai cantik, bisakah kita berkenalan, bisakah aku meminta nomor handphone kalian" ucap berandalan yang memakai jaket kulit.
Dias dengan tatapan yang sinis menjawab "Bisakah kalian tidak menghalangi jalan kami, minggir kami ingin lewat"
Jalan Dias dan Dara di halangi para berandalan itu, bahkan keenam orang itu mengepung Dias dan Dara.
"Jangan so jual mahal, lebih baik kalian menurut dan ikut kami, aku akan mengajak kalian bersenang-senang, bagai mana" ucap salah satu dari brandal itu.
Kemudian salah satu dari mereka meraih tangan Dara, tetapi tangan Dara langsung diangkat dan di ayunkan ke pipi berandalan itu.
Plak ....
Tangan dara mendarat di pipi, sehingga pipi berandalan itu sedikit terhuyung.
"Jangan sentuh aku, kalau tidak tangan ku akan mendarat di pipi mu" ucap Dara.
"Wanita sialan, anak anak ayo tangkap mereka berdua, kita buat mereka menyesal karena sudah menampar ku" perintah berandal yang di tampar oleh Dara.
Belum sempat mereka menangkap Dias dan Dara, di belakang mereka sudah ada kepalan tinjunya yang menghantam wajah mereka.
Mereka semua langsung terkapar karena di pukuli, ternyata orang yang memukuli para berandalan itu adalah Wira dan Darma.
Mereka dari tadi mengikuti Dias dan Dara dari kejauhan, mereka di perintahkan jagat untuk melindungi mereka berdua.
Mereka selalu mengikuti dari jarak 10 meter dan berlaga seperti pengunjung pada umumnya, supaya Dias dan Dara leluasa kalau mau melakukan apa pun.
Wira yang sudah puas memukuli para berandalan itu berkata "Nona ke tiga dan nona ke empat, silahkan melanjutkan perjalanan anda, biar kami yang mengurus berandalan ini"
Dias dan Dara mengangguk kemudian melanjutkan perjalanan, dan itulah yang di ceritakan oleh dara kepada jagat.
Jagat tersenyum dan bergumam "Ternyata mereka efektif juga, padahal mereka belum berpengalaman dalam pengawalan, tetapi kerja mereka sangat bagus"
Sebelumnya jagat memerintah para bodyguard untuk mengikutinya, dengan menggunakan mobil milik Sofy mereka mengekor dari belakang sampai ke BIP Mall ini.
Mereka pun membagi tugas mereka yang masing masing bertanggung jawab melindungi satu orang wanita milik jagat.
Kebetulan Wira dan Darma bertugas melindungi Dara dan Dias sehingga ketika mereka berdua keluar dari salon Darma dan Wira langsung mengikuti dari belakang.
Setelah beberapa menit, Wira dan darma pun terlihat muncul dari tangga berjalan dan kemudian mereka duduk tidak jauh dari meja yang di pesan oleh jagat.
Selama mereka mengikuti majikan mereka, apa yang mereka makan dan minum akan di bayar oleh majikan mereka yaitu jagat sehingga mereka pun tidak ragu untuk memesan minuman dan makanan.
Jagat pun memesankan minuman untuk Dias dan Dara, karena untuk makanan nanti ketika mereka kembali maka makanan akan di pesan.
Setelah beberapa lama mengobrol terlihat muncul dari tangga berjalan segerombolan orang.
Ada sekitar 20 orang yang membawa pemukul kastik dengan di pimpin oleh satu orang yang mengikuti sepasang suami istri.
Suami istri itu adalah lani dan Robi yang tadi menabrak jagat di lantai dasar dan meminta ganti rugi, tetapi tidak di perdulikan oleh jagat.
Sehingga lani pun meminta kakaknya yang seorang ketua divisi gangster beruang hitam untuk memukuli jagat.
Jagat yang sedang mengobrol dan tertawa dengan Dias dan Dara, tidak menyadari bahwa ada sekumpulan orang yang akan menargetkannya.
Tetapi Wira dan Darma menyadari itu semua sehingga mereka berdua langsung bangkit dan berjalan menghampiri jagat lalu kemudian berdiri di belakang jagat sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
Lani yang melihat jagat seperti melihat seekor kelinci imut, dia ingin segera menerkamnya lalu kemudian mencabik-cabik dan membunuhnya.
Lani langsung menunjuk ke arah jagat dengan mata berbinar sambil berteriak "Kak itu dia yang merusak barang ku dan tidak mau menggantinya, bahkan dia menantang mu, ayo patahkan tangan dan kakinya untuk ku"
Agus sebagai pemimpin gerombolan itu mengamati dengan seksama, karena tidak melihat dengan jelas bahwa itu jagat, dia pun bergegas menghampiri dengan memutar dan sekarang mereka berada di belakang jagat.
Wira dan Darma mengenali Agus, karena mereka pernah membantu dalam mengalahkan gangster rantau yang menguasai wilayah mesjid agung yang mana itu wilayah kekuasaan Agus pada waktu gangster Beruang Hitam di pimpin bang Anton.
Wira menyapa "Hai Agus, kenapa kamu berada di tempat ini, dan kenapa kamu membawa anak buah dengan di lengkapi senjata, apa kamu mau berperang dengan gangster lain"
Agus tersentak kaget karena Wira juga ada di tempat ini, Agus sudah sadar bahwa kalau Wira dan Darma ada di sini berarti dia sedang mengawal tuan muda Arssad atau salah satu dari wanitanya.
Agus juga menghormati Wira karena dia langsung melayani tuan muda Arssad "Tuan Wira tuan Darma apa anda sedang mengawal tuan muda Arssad"
Mereka berdua pun mengangguk "Ya memangnya kenapa"
Darma menjawab dengan ketus
***
* Bersambung