Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 281 Dia Itu Milik Ku


Bab 281 Dia Itu Milik Ku


Setelah para pembuat onar itu pergi jagat mengobati murid Dozo yang terluka.


Mereka hanya keseleo dan terkilir, yang paling parah hanya engsel persendian yang bergeser.


Jagat mengobati mereka hanya dengan terapi pijat dan urut, sampai mereka meringis kesakitan.


Setelah selesai jagat berkata kepada semua murid "Tadi Orang yang bernama warta, dia mengancam ku dengan membawa perusahaan keamanan Red Sheald, tetapi aku ancaman balik dengan membawa nama Moeza Bodyguard"


Jagat menghela nafas dan kemudian melanjutkan "Aku katakan bahwa Dozo ini di bawah perlindungan dari Moza bodyguard, jadi kalau di antara kalian ada yang berminat menjadi satpam, datang lah ke aula serbaguna hotel Arssad dengan membawa sertifikat beladiri yang sudah di tanda tangani oleh pak Suwarno, pasti kalian akan di terima tanpa interview"


Apa yang di katakan oleh jagat menjadi angin segar bagi para murid Dozo ini, apalagi di zaman sekarang mencari kerja sangatlah sulit


Ini hanya mengandalkan ijazah beladiri dari Dozo mereka bisa bekerja sebagai satpam tanpa harus di interview.


Pak Suwarno sangat berterima kasih kepada jagat atas perlindungan dari Moza bodyguard dan juga para murid dari Dozo ini bisa di pekerjakan.


Bukan hanya itu jagat juga memberikan uang sejumlah 2 milyar rupiah hasil malak dari warta, dan sebagian uang hasil malak muridnya masuk kantong pribadi jagat.


Elis pun menyerahkan selembar kertas tanda tugas mereka selesai, dan kertas itu di tanda tangani oleh pak Suwarno.


Jagat juga memberikan resep obat herbal supaya mempercepat proses penyembuhan dan perekatan tulang yang rusak.


Setelah itu jagat pun pergi ke pasien berikutnya, karena tugas di pagi hari ini dia harus mengunjungi 2 pasien.


Pasien ini hanya sakit bisa dan jagat pun dengan cepat memeriksa dan memberikan resep obat, sehingga mereka berdua bisa cepat kembali ke rumah sakit Wijaya.


Hari pun sudah beranjak siang dan waktunya makan siang, sofy yang ada di rumah sakit dia pun menelpon Elis "Halo Elis, sekarang kamu ada di mana"


Elis menjawab "Sebentar lagi sampai, memangnya ada apa"


"Tidak ada apa apa, aku hanya ingin makan siang di luar, baiklah aku tunggu kalian di gerbang ya" setelah itu sofy pun menutup telponnya.


Mereka pun bertemu di gerbang, sofy langsung masuk ke dalam mobil "Ay ayo cari tempat makan, aku bosen makan di kantin rumah sakit terus"


Jagat mengangguk dan kemudian dia melakukan mobilnya ke restoran yang tidak jauh dari rumah sakit, hanya beberapa blok saja mereka pun sampai.


"Kita sampai" ucap jagat sambil menepikan mobilnya untuk parkir.


Mereka pun keluar dari mobil.


"Tidak aku sangka, setelah kita obati pak Hendra, restoran ini langsung ramai pengunjung, bahkan kita tidak bisa masuk ke dalam" ucap Elis.


"Dengan terpaksa kita cari tempat duduk di luar saja, meskipun cuaca panas" keluh Sofy.


Jagat pun melihat ada 2 orang pelajar, mereka menempati meja yang besar dan memiliki 6 kursi.


Jagat pun menarik sofy dan Elis "Ayo itu ada kursi buat kita duduk"


Kemudian jagat pun menghampiri kedua orang pelajar itu "Permisi, boleh kah kita ikut duduk di tempat ini, soalnya kami tidak kebagian tempat duduk"


Pelajar itu sepasang, sepertinya mereka pacaran, setelah pulang sekolah Sepertinya si lelaki mengajak pacarnya untuk makan di restoran ini.


"Silahkan kak, kebetulan meja ini luas" ucap Pelajar lelaki.


Jagat pun menggoyangkan tangannya "Tidak apa apa, sama saja kok"


Pelayan itu kenal dengan jagat dan yang lainnya karena waktu mereka mengobati pak Hendra, pelayan itu ada di restoran, bahkan dia di suruh mandi dan mengeluarkan paku di sekujur tubuhnya.


Pelayan itu pun menyerahkan menu makanan "Dokter ini menu makanan yang tersedia"


Jagat, Elis dan Sofy segera memesan, pelayan itu pun segera menuju dapur untuk menyerahkan pesanan ke Koki restoran supaya segera di siapkan.


Di pinggir jalan menuju restoran, ada 6 orang pelajar yang memakai baju seragam dengan urakan. Bahkan mereka sambil merokok.


"Hai Bram lihat, itu indah wanita yang kamu kejar, dia bersama si culun feri"


"Benar itu si feri, bukanya kamu sudah memperingatkan dia supaya menjauh dari indah"


Semua temannya memanas manasi Bram, sampai Bram pun tersulut emosi.


Bram pun ingin segera melabrak feri tetapi di cegah teman yang lainnya.


"Tunggu Bram, jangan terlau influsip, lihat feri dan indah ada lagi 3 orang yang bersamanya"


"Cui...h lihat Bram kedua wanita itu, mereka lebih cantik dari indah, bahkan umurnya tidak beda jauh dari kita, sepertinya mereka dari SMK Bakti Kencana, lihat lah mereka memakai baju putih putih"


Mereka melihat ke arah Elis dan Sofy yang memakai pakaian serba putih, mereka mengira bahwa 3 orang yang bersama feri itu anak SMK kesehatan bakti kencana.


Kalau di lihat sekilas memang jagat, Elis dan Sofy seperti berumur 17 sampai 18 tahunan, mereka memang awet muda, apa lagi jagat yang baru berusia 24 tahunan.


Tidak lama kemudian pelayan menghampiri meja mereka sambil membawa pesanan.


Mereka pun makan siang dengan lahap, sedangkan Bram dan teman temannya masih berdiri memperhatikan.


Mereka belum berani menghampiri karena di sana banyak pengunjung yang berada di luar restoran.


Meja yang di pakai jagat itu berada di paling pojok sehingga hampir mepet ke toko yang lain, tetapi masih di wilayah restoran.


Temannya Bram pun sudah tidak tahan lagi dia ingin segera menggoda gadis cantik yang makan bersama feri.


"Ayo Bram apa yang kamu takutkan, kalau ada masalah, tinggal hubungi kakak mu saja, bukanya kakak mu anggota geng Beruang Hitam dan penguasa wilayah ini"


"Benar, apa yang harus di takutkan, pendukung kita adalah salah satu pilar dari geng Beruang Hitam, tidak akan ada yang berani memprovokasi kita"


"Bukannya kita sudah terbiasa menindas orang dengan memakai nama kakak mu"


Teman temannya mengompori supaya Bram maju dan menindas feri supaya teman yang lainnya bisa berkenalan dengan 2 wanita cantik.


"Ya kalau begitu ayo kita pergi dan hampiri si feri dan indah " ajak Bram sambil mengumpulkan keberanian.


Sebenarnya Bram seorang pengecut, tetapi karena dia memiliki kakak seorang gangster dan temannya selalu memanas manasi, maka Bram memiliki sedikit keberanian meskipun harus di pancing terlebih dahulu.


Bram langsung menghampiri feri dan merangkulnya "Hai feri, sudah aku katakan berulang kali, jauhi Indah, dia itu milik ku"


***


* Bersambung