Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 94 2 Miliar


Bab 94 2 Miliar


Ambulance di parkiran petugas medis langsung ke kamar hotel VIP yang di sewa Adi Sucipto.


Petugas medis itu langsung masuk karena pintu kamar hotel terbuka lebar, petugas medis itu tersentak kaget karena melihat pasien sedang mengobrol dengan jagat.


Baju batik yang terbuka dan kaos dalam yang sobek, jagat pun menunjuk kearah petugas medis "Itu petugas medis sudah datang, apakah pak Adi mau ke rumah untuk memeriksa penyakit bapak lebih lanjut"


"Tidak...! aku yakin pengobatan dari dokter jagat tidak membuat ku harus ke rumah sakit" ucap Adi Sucipto.


Petugas kesehatan itu ada 3 orang di antaranya 1 supir 1 perawatan laki laki dan satu dokter.


Dokter itu melirik kearah jagat "Oh ternyata dokter dari divisi khusus ada di sini"


Jagat tersenyum "ya hanya kebetulan lewat saja dan ibu Adi teriak minta tolong, aku hanya melakukan pertolongan pertama saja, selanjutnya anda cek kesehatan pak Adi lebih lanjut"


Dokter itu menatap sinis ke arah jagat "Aku tahu dari dokter Marta, Dokter divisi khusus memang suka membuat ke ajaiban di luar akal sehat"


Kemudian dokter itu pun membuka tas yang dia bawa kemudian dia mengeluarkan alat tensi dan alat pendengar denyut jantung.


"Maaf pak, silahkan anda untuk tidur terlentang, aku ingin memeriksa bapak lebih lanjut" pinta dokter itu


Adi Sucipto pun menurut karena sebelumnya dia melirik ke arah jagat dan jagat pun mengangguk, sehingga Adi Sucipto menurut dan tidur terlentang.


Dokter itu pun memeriksa dengan standar dasar sebagai dokter, kemudian dia pun menanyakan gejala yang timbul.


Setelah memastikan penyakit tersebut dokter itu pun mencatat.


"Apa bapak, mau melakukan pemeriksaan lebih lanjut, bapak kelelahan, sehingga kerja jantung bapak tidak normal" ucap dokter itu


Diaknosa yang dilakukan dokter itu sama persis seperti yang tadi jagat sebutkan, tetapi jagat tidak memeriksanya dengan standar kedokteran dan tidak bertanya gejala yang timbul.


Sehingga Adi Sucipto yakin bahwa jagat itu dokter yang hebat dan bisa menyembuhkan penyakitnya secara total.


Di sisi lain Bu Adi menelpon sekertarisnya dan tidak beberapa lama sekertaris wanita berpenampilan sederhana datang dengan di kawal oleh 2 Bodyguard.


Mereka pun menganggukan kepalanya kepada Bu Adi, dan berdiri di depan pintu sedang sekertaris wanita berdiri di samping Bu Adi.


Mendengar tawaran dokter, Adi Sucipto pun menggelengkan kepalanya, "tidak perlu, aku mau beristirahat di hotel ini saja"


"Kalau begitu aku kasih resep obat ya pak" ucap dokter itu.


Adi Sucipto kembali menggelengkan kepalanya "Tidak usah, dokter jagat sudah memberi ku resep obat"


Adi Sucipto sedikit berbohong, sebenarnya jagat belum menuliskan resep obat untuk dirinya.


Dokter itu merasa kesal, sudah jauh-jauh di panggil ke hotel ini tetapi tidak di hargai oleh pasien.


Bu Adi ikut berbicara "Kalau dokter sudah memeriksa keadaan suami ku, dokter sudah boleh pergi, tenang, biaya konsultasi akan kami bayar"


Bu Adi seolah-olah mengusir dokter tersebut. Kemudian jagat menghampiri perawat lelaki yang menjadi asisten dokter itu.


"Bisa aku meminta secarik kertas" ucap pelan jagat.


Perawat lelaki itu menyobek satu lembar kertas yang suka di gunakan untuk menulis resep obat, kemudian memberikannya kepada jagat.


"Terima kasih " ucap jagat.


"Widia Urus pembayaran untuk biaya administrasi dan konsultasi dokter ini" perintah Bu Adi.


Sekertaris yang di panggil Widia itu mengangguk "Baik Bu"


Kemudian Widia menghampiri dokter itu "mari dok, kita urus pembayarannya"


Dokter itu pun bangkit, kemudian membereskan peralatannya dan kemudian dia pun pergi.


Ada tatapan benci terlihat, ketika melihat jagat, tetapi dokter itu tidak mengutarakannya, terlihat dari raut wajah yang kesal karena Adi Sucipto sebagai pasien dia lebih menaruh kepercayaan kepada jagat.


Setelah petugas medis itu pergi Adi Sucipto pun berkata kepada jagat "Dokter jagat, maaf aku hanya ingin kamu memberikan resep obat untuk ku"


Jagat pun tersenyum "tapi pak Adi, obat yang akan aku berikan adalah obat herbal yang mungkin anda harus meminumnya selama 3 Minggu berturut turut, karena kalau menggunakan obat kimia, fungsi ginjal pak Adi kurang bagus dan malah akan menambah penyakit lainnya"


"Tidak apa-apa yang penting aku bisa sembuh total" ucap Adi Sucipto.


Jagat pun menuliskan resep obat herbal ke secarik kertas yang dia minta tadi kemudian dia menyerahkan resep obat itu ke Bu Adi.


"Bu ini adalah resep obat herbal, di apotek tidak akan tersedia, obat herbal ini hanya ada di toko obat tradisional atau toko obat sensei, kalau di kota B ini hanya ada di jalan simpang 4 dan di jalan Bromo" ucap jagat sambil memberikan secarik kertas yang berisi resep obat.


Setelah Bu Adi menerima resep obat itu kemudian dia memberikan perintah kepada Bodyguard nya "Ajak Widia dan beli obat herbal ini untuk stock 3 Minggu kedepan"


Kedua bodyguard itupun mengangguk dan kemudian pergi dari kamar hotel VIP yang di sewa Adi Sucipto dan istrinya.


"Untuk kesembuhan pak Adi, bapak harus di totok 2 kali lagi, waktu totokan setiap 1 Minggu sekali" ucap jagat.


"Kemana aku harus mencari mu, kalau aku mau di obati" tanya Adi Sucipto.


"Aku dokter dari rumah sakit Wijaya, anda tinggal kesana saja, tetapi untuk Sabtu depan aku tidak ada di kota ini dan ada di kota G" jawab jagat.


"Kalau begitu kebetulan, sebenarnya aku dari kota G, baiklah Sabtu depan kita ketemu, waktu dan tempat tentukan lah oleh mu" ucap Adi Sucipto.


"Sabtu depan aku ada di hotel Arssad cabang kota G, anda kesana lah, aku mungkin ada di sana sekitar jam 7 atau jam 8 malam, ini kontak ku" ucap jagat


Mereka pun berbagi kontak handphone, kemudian jagat berbisik kepada Adi Sucipto "Pak aku yakin bapak datang kesini untuk bersenang senang, tetapi kemampuan bapak sepertinya tidak tahan lama, aku bisa memperbaikinya supaya bapak tidak cepat loyo"


Adi Sucipto sesekali melirik ke arah istrinya yang membuat istrinya curiga dan dalam obrolan mereka berdua pun sesekali tertawa terbahak-bahak.


"Ada apa sih kok kalian tertawa, apakah menertawakan aku" tanya istrinya Adi Sucipto.


Adi Sucipto pun melambaikan tangannya "Tidak Bu, bapak tidak membicarakan ini, hanya saja dokter jagat berbicara hal yang lucu sehingga kita tertawa"


Adi Sucipto pun membuka kemejanya yang kancing bajunya sudah lepas dari tadi, dia pun kemudian telungkup.


Jagat mulai memijit punggung Adi Sucipto yang membuat istrinya menjadi bingung "Loh kok, katanya sudah sembuh, tapi ini malah di pijit lagi"


Jagat tersenyum "ini hanya merileksasikan tubuh bapak Adi saja, supaya tidak tegang, dan setelah tegang tidak mudah loyo"


Dari ucapan jagat istri Adi Sucipto menjadi mengerti kenapa suaminya minta di pijat oleh jagat sehingga wajah dari istrinya Adi Sucipto merah padam.


Setelah jagat memijat punggung Adi Sucipto, dia pun merasa lebih segar, wajahnya memancarkan aura kewibawaan dan keperkasaan sebagai seorang pria.


Adi Sucipto pun menyuruh istrinya untuk mengambil tas nya yang ada di atas meja setelah itu, Adi Sucipto mengeluarkan sebuah cek dan menuliskan nominal 2 miliar kemudian di berikan untuk jagat


"Ini adalah cek biaya pengobatan dan konsultasi ku, juga hadiah untuk pertemuan kita" Adi Sucipto menyobek cek tersebut kemudian menyerahkannya kepada jagat


Kemudian jagat menerima dan melihat berapa yang di berikan kepadanya. "pak Adi ini terlalu banyak, biaya pengobatan dan konsultasi ku tidak sebanyak ini"


"Terima saja, itu sebagian tanda terima kasih ku, karena selama ini aku sudah banyak menemui dokter dan meminum obat, kamu menjanjikan 3 Minggu penyakit ku akan sembuh total, dan dokter lain tidak ada yang bisa menjanjikan itu, mereka hanya memberi obat pereda saja dan kemudian setelah obat habis penyakit ku kambuh lagi" ucap Adi Sucipto.


Jagat pun tidak menolak karena dia tidak memintanya, dan tidak mematok harga, Adi Sucipto ikhlas memberikan uang 2 miliar itu kepada jagat.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna