
Bab 162 Bang Jupri
Di kota G, jagat yang sudah sampai di depan pintu masuk Hotel Arssad cabang langsung memasukan mobilnya ke area hotel.
Letak hotel Arssad cabang kota G ini berada di belakang toko toko yang berjajar di sepanjang jalan itu.
Pintu gerbang masuk ke dalam hotel seperti sebuah gang yang hanya masuk satu mobil saja, hotel Arssad cabang kota G ini tidak seperti hotel Arssad yang berbeda di kota B.
Di cabang ini bisa di katakan sebagai hotel kelas melati, atau sebuah penginapan biasa saja. Hanya tersedia 100 kamar dan terdiri dari 2 lantai yang berbentuk angkare.
Selain hotel di sana juga terdapat restoran dan kolam renang yang lumayan besar dan luas. Pintu gerbang keluar hotel Arssad ini lewat belakang melalui komplek warga dan melalui jalan kecil.
Sehingga kalau di lihat sekilas hotel Arssad cabang kota G ini sepi, tetapi kalau kita sudah masuk ke dalam gerbang, maka penampilannya akan berbeda.
Banyak pengunjung hotel, bukan hanya untuk menginap tetapi juga hanya sekedar makan di restoran dan juga sekedar berenang.
Karena restoran hotel Arssad cabang kota G ini relatif terjangkau oleh kalangan menengah kebawah, dan juga kolam renang di buka untuk umum, hanya dengan mengeluarkan uang 10 ribu rupiah per orang, maka sudah bisa menikmati pasilitas kolam renang yang di lengkapi dengan berbagai wahana permainan.
Jagat pun memarkirkan mobilnya, sebelum keluar dari dalam mobil Elis komplen kepada jagat "Mas say, kenapa kita kesini dulu, bisa bisa nanti kita kemalaman sampai kampung halaman ku"
"Tenang saja tidak lama kok, aku hanya mau nyimpan ini saja" jawab jagat sambil menunjuk tas ranselnya.
Kemudian jagat melanjutkan bicaranya "kalian tunggu saja di dalam mobil, hanya 5 menit kok tidak lama"
Disana sofy menganguk "Baiklah jangan lama ya, ay"
Jagat pun keluar dari mobil sambil menenteng tas ransel dan berjalan menuju ke resepsionis.
Resepsionis itu pun menyapa jagat dengan ramah "Selamat datang di hotel Arssad cabang kota G, apa kami bisa membantu Anda"
Kemudian jagat pun mengeluarkan kartu VVIP hotel Arssad yang hanya di miliki oleh pemilik hotel dan keluarganya.
"Aku ingin kamar hotel di lantai bawah dekat restoran bisa kamu bantu Mbak" pinta jagat.
Resepsionis itu tahu kartu apa yang di keluarkan oleh jagat, karena waktu dia training menjadi karyawan hotel di beri pengarahan tentang pemenang kartu.
Ada 4 kartu di hotel Arssad ini yang pertama kartu pelanggan spesial, yang kedua kartu khusus pejabat hotel yang ketiga kartu VIP dan yang terakhir kartu pemilik hotel Arssad yaitu yang di miliki oleh jagat.
Setelah di berikan kunci kamar hotel, jagat pun langsung menuju kamar hotel dan menyimpan tas ransel yang dia bawa.
Karena jagat meminta kamar hotel yang dekat dengan restoran si resepsionis itu tadi memberikan kamar hotel yang berada di belakang restoran sehingga hanya beberapa meter dia bisa memesan makanan.
Setelah beres jagat pun kembali melanjutkan perjalanan menuju kampung Elis yang masih sangat jauh.
Setengah jam berkendara mereka tiba di pusat kota G dan disana terlihat ada alun alun kota, dan yang dekat dengan terminal.
Disana juga terlihat ada pertigaan Elis pun meminta jagat untuk berhenti "Mas Say, kita kan tadi belum makan siang, bagai mana kalau kita makan terlebih dahulu, kebetulan kampung halaman ku belok ke sebelah kanan"
Di sana jagat tidak menjawabnya, dia hanya mengangguk dan langsung menepikan mobilnya di dekat rumah makan Padang.
Sofy pun bertanya kepada Elis "Berarti kampung kamu sudah dekat dong dari sini"
Elis tersebut dia mengangguk setelah itu menggelengkan kepalanya "ya sudah dekat tinggal 100 kilometer lagi paling 3 jam lagi kita sampai"
Sofy pun langsung terperanjat "Buset dekat dari mananya, perjalanan 3 jam lagi itu masih jauh tahu tidak, nanti kita sampai ke kampung mu menjelang malam"
Elis hanya mengangguk dan tersenyum "Hehehe....iya....! "
Setelah memarkirkan mobilnya jagat pun mengajak sofy dan Elis untuk turun "Hai bukan kah kalian lapar, ayo keluar kita makan di restoran Padang ini"
Mereka pun keluar dari dalam mobil dan masuk kedalam rumah makan Padang, di sana sudah berjajar bangku dan kursi untuk duduk.
Terlihat tidak banyak pengunjung, hanya ada 2 orang lelaki yang sedang makan disana.
Elis dan Sofy tidak memperhatikan sekeliling dia hanya ingin duduk dan makan, jagat yang memesan makanan.
Pelayan restoran itu mengangguk dan bertanya "mau pakai apa mas ?"
Jagat sudah tahu lagi kesukaan mereka berdua tanpa harus bertanya lagi kepada sofy dan Elis.
"Aku mau ayam kremes, satu kikil dan satu lagi ayam bakar" pinta jagat.
Setelah memesan makanan jagat pun menghampiri Sofy dan Elis, tidak lama berselang seorang wanita datang dengan membawa 3 gelas air teh hangat dan 3 mangkok air putih yang ada jeruk nipisnya, yang biasa digunakan untuk cuci tangan.
Wanita itu menaruh nampan yang dia bawa ke meja jagat setelah itu si Uda pun datang dengan membawa pesanan.
"Silahkan di nikmati mas, Mbak" ucap Uda
Mereka pun mengangguk dan segera makan dengan lahap. Si wanita dan si Uda pun ke depan menyiapkan sesuatu.
Di meja lain, salah satu lelaki yang datang duluan mengangkat tangannya "Uda minta tambah nasi dan air minumnya cepat"
Orang itu memesan dengan sedikit membentak, si Uda pun ketakutan dan segera membawakan nasi dan si wanita pergi untuk mengambil air minum.
Wanita dan si Uda pun menghampiri mereka, tetapi ada pemandangan yang tidak enak untuk di perhatikan, yaitu salah satu dari mereka menggoda wanita itu.
"Hai uda, anak mu cantik juga, bagai mana kalau dia aku jadikan istri simpanan ku, di jamin hidup mu akan aman dan restoran mu ini akan laku" ucap lelaki itu.
Sepertinya Lelaki itu pereman yang di takuti di daerah ini, karena kelihatannya si Uda menghadapi mereka tanpa daya.
Si wanita yang sedang di pegang tangannya pun meronta dan berusaha melepaskan tangan si pereman itu, kemudian bersembunyi di punggung si Uda.
"Sudahlah cantik, jangan taku sama Abang, jadilah kekasih Abang Jupri, mau apa pun Abang jabanin" ucap pereman yang mengaku namanya Jupri.
"Benar tuh neng cantik, Abang Jupri bukan orang sembarangan, dia ketua pereman yang sudah di kenal di terminal ini, di jamin hidup neng cantik akan bahagia" timpal temannya.
Jupri menyeringai dengan tatapan yang penuh hasrat dan mesum, tetapi anaknya di Uda malah menggelengkan kepalanya "Tidak, maaf bang aku sudah punya pacar dan sebentar lagi akan menikah"
Si Uda pun membenarkan ucapan dari anaknya "Iya benar bang Jupri, maaf ya, anak ku sebulan lagi akan menikah, Abang jangan tersinggung ya dengan penolakan ini"
Teman bang Jupri langsung memukul meja.
Brak....
Kemudian jari tangannya menunjuk si Uda "Kamu berani beraninya menolak kebaikan bang Jupri, apa kamu mau mampus"
Si Uda pun ketakutan dan dia menggoyangkan kedua tangannya kemudian menyatukan tangannya di depan dada "tidak... tidak bang, maaf tapi benar, anak ku akan menikah, dan keluarga laki-laki sudah sering menemui kami, kalau di batalkan tidak enak, karena kami sudah berjanji menjodohkan mereka dan kebetulan mereka saling menyukai"
Jupri dan temannya itu pun saling menatap dan kemudian mengangguk "Baik kalau begitu, karena kamu sudah menolak ku, aku mau meminta kompensasi penolakan ini, sebesar 2 juta rupiah, kalau tidak kami akan menghancurkan tempat usaha mu ini"
Si Uda kembali memohon "Mana ada uang segitu banyak bang, kalau pun ada itu modal usaha kami, aku akan kasih uang tapi aku hanya punya 5 Ratus ribu saja"
Bang Jupri pun menggerakan jari tangannya "ya sudah kalau adanya segitu sini, cepat"
Uda pun segera mengambil uang hasil penjualan hari ini sebesar 5 ratus ribu rupiah dan di berikan kepada bang Jupri.
Setelah Jupri di beri uang dia pun bangkit dari tempat duduknya untuk pergi meninggalkan tempat ini.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna