
Bab 240 Judi Online.
Jaya pun tidak bisa apa apa lagi ketika belatung gaib memasuki lubang hidungnya dan dia pun pasrah.
Kemudian jagat pun memanggil trio jago "Irvan, Radit dan Arkam, kemari lah"
Jagat mengeluarkan banyak pil kecil dan dia berikan kepada trio jago "Ini adalah pil pemulih luka berikan kepada mereka yang terluka ringan maupun terluka parah, obat itu akan langsung memulihkan luka yang mereka derita"
Kemudian jagat pun berpesan "Irvan aku ingin kamu kumpulkan ketua pilar geng Beruang Hitam yang masih setia kepada bang Anton, nanti malam kita adakan pertemuan di club malam pesona dan ingat, bawa 10 bodyguard yang tadi bertarung terakhir"
Irvan pun mengangguk "Siap tuan muda akan aku hubungi semua orang yang setia kepada bang Anton dan membawa 10 orang bodyguard ini"
Kemudian jagat menunjuk "Bawakan aku juga plat besi itu ke club malam pesona, aku membutuhkan plat besi itu"
Jagat pun menepuk pundak Irvan "Aku permisi dulu, ingat nanti malam di club malam pesona"
Jagat pun pergi meninggalkan aula dengan di tatap oleh para satpam dengan tatapan yang takjub dan setelah melihat kehebatan dari jagat mereka pun semakin menghormati jagat sebagai tuan muda mereka dan pemilik dari perusahaan keamanan moeza bodyguard.
Kring ....kring....kring....
Handphone milik jagat berbunyi dan dia pun segera mengangkat telponnya "Halo Kek ada apa"
Ternyata yang menelpon dirinya itu adalah kakek badar yang menghubungi dia dari rumah vila di perumahan real estate intan permata.
Kakek Badar pun berkata "Aku tahu siapa yang ada di belakang Cakra, dia adalah Ki jatijara dari kabupaten selatan. Dia adalah musuh bebuyutan ku waktu aku masih muda"
Kemudian kakek badar sedikit menjeda dan dia pun berkata kembali "Dia di kenal juga dengan sebutan Eyang Maja, dia Dukun seperti ku dan dia juga memiliki perguruan pencak silat yang bernama Kidang Pananjung, aku tidak tahu persis lokasinya, kamu hubungi saja Andi, lokasi dia dekat dengan Eyang Maja"
Jagat pun menjawab "Baik kek, segera akan aku hubungi kak Andi"
Kemudian kakek badar pun mengakhiri panggilan, dia tahu informasi tersebut dari informan yang di miliki Alex.
Alex selain menjadi manager club' malam hotel Arssad, dia juga memiliki banyak relasi di dunia bawah tanah, apa lagi para mafia.
Jagat pun segera menghubungi kak Andi dia pun berpesan atas nama kakek badar bahwa harus mengetahui lokasi di mana perguruan pencak silat kidang Pananjung yang ada di kabupaten selatan.
Kebetulan Kak Andi pernah mendengar nama Eyang Maja, dia berada di kabupaten selatan bagian Timur dan memang dekat dengan kita bagian timur.
Jagat pun mengajak kak Andi untuk bertemu nanti malam di club malam pesona dan dia pun menyetujuinya.
Jagat tidak berangkat ke rumah sakit Wijaya untuk bertugas, dari hotel Arssad dia langsung ke kampus karena ada satu mata kuliah tambahan.
Hatinya yang kesal sekali sudah bisa di kendalikan, karena telah banyak menghajar para bodyguard.
Sekarang jagat lebih tenang dan emosinya tidak meluap luap, jagat pun menaiki motornya untuk menuju ke kampus.
Setibanya di kampus, jagat pun banyak di lirik oleh banyak orang, karena biasanya jagat memakai motor jadul dan sekarang dia memakai motor sport merk ternama
Yang bahkan orang kaya banyak menelan ludahnya ketika melihat motor sport yang di pakai oleh jagat.
Padahal jagat membeli motor tersebut sangat murah tidak semahal yang mereka pikirkan.
Jagat pun memarkirkan motornya dan dia pun berjalan ke arah gedung kampus tempat dia mendapatkan mata kuliah.
Tetapi di jalan dia di hampir oleh dua orang "Jagat Pacarnya Eriska kan"
Jagat pun mengangguk, karena dia juga mengenal kedua orang itu tetapi jagat tidak tahu siapa namanya, Karena mereka memang satu kelas di mata kuliah Umum.
"Iya aku jagat pacar Eriska, ada apa ya ?" Jagat tidak menyangkalnya dan dia pun bertanya kepada mereka berdua.
"Kami teman Eriska, dan kebetulan kita juga berkerja dan magang di perusahaan yang di pegang oleh Eriska" ucap orang itu.
Jagat hanya mengangguk menanggapi perkataan mereka, kemudian Dadan yang aktif berbicara dia berkata kembali "Apa kamu benar benar mencintai Eriska ?"
Jagat terkejut karena mendengar perkataan dari Dadan "Kenapa kamu menanyakan itu ?"
Jagat pun balik bertanya, dan Dadan pun kembali berbicara "Ya aku berkata begitu karena dia telah di tunangkan oleh ayahnya dengan anak orang kaya"
Kemudian Wawan ikut berbicara "Apa kamu telah mengetahuinya atau belum"
Jagat mengangguk "Ya aku tahu, memangnya kenapa"
Kemudian Dadan mendekat dan berbisi di telinga jagat "Aku tahu bahwa kamu Tuan muda Arssad yang di tunangkan itu, kamu menyamar sebagai orang biasa untuk meraih cinta Eriska, supaya dia tidak kecewa di kemudian hari"
Jagat pun tercengang dengan perkataan dadan yang tahu mengenai jati diri jagat.
Kemudian Dadan tersenyum "Jangan khawatir aku tidak akan menyebarkan semua informasi mu, tetapi aku minta tolong kepada mu, ibu ku sedang sakit keras dan butuh banyak biaya rumah saki, aku tidak akan meminta itu, tapi tolong pinjamkan aku uang nanti akan aku bayar"
Sebenarnya Wawan hanya ikut dengan Dadan saja dan tidak tahu bahwa Dadan akan meminjam uang kepada jagat, dan informasi ini hanya Dadan lah yang tahu, sedangkan Wawan sendiri tidak tahu apa apa.
"Hai Dadan, apa maksud mu, mau meminjam uang kepada jagat, bukan kah kita hanya ingin memberitahukan tentang Eriska yang di culik oleh Cakra" ucap Wawan.
"Apa jadi kalian tahu Eriska di Culik ?" Tanya jagat kaget.
Mereka berdua pun mengangguk dan kemudian Dadan pun kembali berbicara "Ya niat awalnya aku ingin memberitahukan ini, tetapi ibu ku harus di operasi jadi aku memberanikan diri untuk meminjam uang kepada mu"
Di belakang Dadan, Wawan melambaikan tangannya tanda bahwa Dadan jangan di berikan uang pinjaman.
Jagat pun mengangguk "Aku tidak akan memberikan kamu uang, tetapi kalau ibu mu benar benar sakit, aku bisa membantu mu, aku memiliki kenalan di rumah sakit Wijaya, bawa ibu mu ke rumah sakit Wijaya dan cari orang yang bernama dokter Sofy, atau suster Elis, bilang kepada mereka bahwa kamu teman ku dan semua biaya akan di tanggung oleh ku, maka mereka akan langsung memfasilitasi pengobatan ibu mu"
Kemudian Dadan sedikit kesal karena jagat tidak memberikannya uang "Tapi kan, aku juga butuh biaya hidup dan sebagainya selama masa pengobatan ibu ku...."
Dadan membeberkan berbagai alasan supaya jagat memberikannya uang, tetapi di sana Wawan malah mencegah jagat.
"Jangan beri dia uang jagat, nanti dia habiskan untuk judi online, kalau mau beri dia pinjaman uang lebih baik dalam bentuk bendanya langsung jangan uangnya, soalnya kalau dia pegang uang langsung di pake judi online, dia selalu berharap untuk menang padahal selalu kalah"
"Cih...kenapa kamu selalu ikut campur dalam urusan ku sih wan, aku ini teman mu tahu, jangan ngomong sembarangan" ucap Dadan kesal.
"Oh kamu suka judi online ya ?" Tanya jagat.
Disana Wawan yang menjawab "Iya gat, dia suka pasang togel dan malah karena ingin menang sampe bela belain tidur di pohon angker untuk dapat mimpi nomor"
Jagat pun geleng geleng kepala mendengar cerita Wawan dengan apa yang di lakukan oleh Dadan.
"Kamu main samber aja pertanyaan jagat yang seharusnya aku jawab wan" ucap Dadan.
"Habis, pasti kamu akan berkata bohong, untuk sekarang kita ini fokus untuk memberitahu jagat di mana Eriska di bawa"
Kemudian Wawan berbicara kepada jagat raya "Oh iya jagat, kemarin aku dan Dadan mengikuti Cakra, dia bersama sekelompok orang yang memakai pakaian seperti seragam perguruan pencak silat sampai ke kabupaten selatan, bahkan pulangnya motor ku kehabisan bensin dan aku juga sial ban motor ku terkena paku...."
Wawan pun menceritakan kejadian itu yang intinya Wawan meminta uang ganti rugi kepada jagat, tetapi cara yang di lakukan Wawan lebih halus dan dapat di terima oleh jagat.
"Baiklah aku tahu inti pembicaraan kalian, bahwa kalian menginginkan uang, baiklah akan aku berikan" ucap jagat.
Mereka pun menjadi sangat senang dengan ucapan tersebut, tetapi yang menjadi heran jagat malah menengadahkan tangannya kepada Dadan.
"Apa maksud mu, bukanya kamu akan memberikan kami berdua uang, tetapi kenapa kamu malah menengadahkan tangan mu pada ku ?" Tanya Dadan
***
* Bersambung