Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 234 Menotok Titik Akupuntur


Bab 234 Menotok Titik Akupuntur


Kakek Badar pun menghela nafasnya dan kemudian dia berbicara "Kalau mau bekerja kalian pergi saja, aku akan menunggu info dari mereka semua, aku sendiri yang akan turun tangan kalau ada apa apa"


Elis dan Sofy mengangguk "Baiklah kek kami berangkat dulu"


Elis dan Sofy pun pergi dengan menarik jagat keluar dari sana.


Jagat pun berbicara kepada Elis dan Sofy "Kalian pergi saja dulu pakai lah mobil ku ini, aku akan pergi ke hotel Arssad terlebih dahulu"


Jagat pun memberikan kunci mobil kepada sofy, karena dia yang bisa menyetir, sedangkan Elis hanya bisa memakai motor.


Di garasi sofy bertemu dengan Sanusi Rahardjo dan anaknya Toni Rahardjo, karena sofy pernah bekerja di klinik milik keluarga Raharjo, sofy pun mengenal mereka.


Sofy tidak menegur atau pun menyapa, dia hanya tersenyum kearah mereka dan di balas dengan senyuman.


Sofy pun segera masuk kedalam mobil bersama dengan Elis dan segera melajukan mobilnya tersebut.


Sedangkan jagat dia memakai motor jadul yang dia beli kemarin untuk dia pakai berkendara ke hotel Arssad.


Mobil yang di pakai oleh sofy sudah melaju terlebih dahulu sedangkan jagat masih mengelap motor jadul tersebut, dan melihat ban belakang yang kempes sehingga untuk kali ini jagat tidak dapat memakai motor jadul tersebut.


Kemudian Toni Rahardjo pun menghampiri jagat, dia pun langsung mencibir jagat "Hahaha ... Dasar miskin, aku sudah menebak bahwa motor butut itu adalah milik mu, pasti sekarang kamu mau ke hotel Arssad untuk menjadi offic boy setelah selesai bekerja di sini,


Aku sengaja mengenpesi motor mu, jadi bagai mana kamu bisa pergi ke hotel Arssad kalau motor mu kempes"


Setelah itu Toni Rahardjo pun tertawa terbahak-bahak...... "Hahaha.....Aku membayangkan bagai mana kamu di marahi oleh bos mu di sana kalau telat datang bekerja, dan kamu kemudian di pecat"


Jagat menahan amarahnya, bisa saja jagat menghajar Toni Rahardjo di tempat ini, tetapi mengingat ayahnya Toni Rahardjo yang bertamu ke kakek badar, sehingga jagat tidak mengindahkan cibiran Toni Rahardjo.


Kemudian Sanusi Rahardjo menghampiri anaknya itu dan memperingatkan perkataan kakek badar sebelum "Hai Toni, apa kamu tidak mendengar perkataan tuan besar Sandjaya, apa otak mu ini berisi angin, tuan besar Sandjaya bilang kamu tidak boleh menyinggung perasaan orang"


Toni malah mengibaskan tangannya "Tenang saja ayah, orang ini tidak akan berani kepada kita, walau pun aku singgung dia, tidak akan berefek negatif terhadap perusahaan kita ini"


"Cih sudah aku bilang malah ngeyel, ayo pergi" Sanusi Rahardjo pun menarik tangan anaknya itu supaya meninggalkan jagat.


Jagat pun menghela nafas "Berani mengempeskan ban motor ku, maka akan aku pindahkan angin yang ada di ban motor ku itu keperut mu"


Jagat pun memungut krikil dari lantai, krikil yang seukuran biji jagung itu jagat sentil kearah Toni Rahardjo dan terkena pinggang Toni Rahardjo.


"Aduh Sialan di vila yang bersih seperti ini masih saja ada nyamuk yang menggigit" gumam Toni Rahardjo sambil menggaruk pinggangnya.


Toni Rahardjo mengira bahwa pinggangnya di gigit oleh nyamuk, padahal itu adalah ulah jagat yang menyentil kerikil untuk menotok titik akupuntur yang ada di pinggang Toni Rahardjo.


Jagat memang kehilangan tenaga dalamnya, tetapi beladiri eksternalnya sangat hebat, meskipun tanpa tenaga dalam, dia masih bisa menyentil kerikil dengan akurat ketitik akupuntur Toni Rahardjo.


Mereka pun masuk ke dalam mobil tanpa curiga sedikit pun dan melaju meninggalkan vila miliki jagat.


Jagat pun tersenyum "Tunggu 30 menit dari sekarang, efeknya akan segera bereaksi"


Kemudian jagat pun memakai motor yang satunya lagi, yaitu motor sport merk Harley yang dia beli hanya 15 juta rupiah.


Jagat pun melaju dan sampai gerbang dia berhenti terlebih dahulu, kemudian berpesan kepada satpam "Pak Motor jadul ku kempes, tolong ya di pompa, kayaknya di gudang dekat garasi ada pompa"


Jagat pun pergi menuju ke hotel Arssad. Sesampainya di sana seperti biasa jagat memarkirkan motornya di parkiran khusus direktur utama.


Dan dia berjalan ke arah gedung serbaguna dimana markas perusahaan keamanan moeza bodyguard berada.


Disana sudah duduk banyak calon satpam yang bergabung dengan perusahaan keamanan moeza bodyguard.


Jagat pun di sambut oleh Hadiyansyah selaku direktur umum perusahaan keamanan yang diangkat oleh jagat langsung.


"Selamat datang tuan muda Arya" sapa Hadi.


Jagat pun mengangguk kemudian dia berjabat tangan dengan Hadi "Bagai mana mereka, apakah sudah siap di tempatkan"


Hadiansyah atau di panggil Hadi pun mengangguk "Sudah tuan muda, mereka tinggal nunggu keputusan tuan muda saja"


"Baiklah kalau begitu" jawab jagat.


Waktu adanya Perjamuan kakek badar, banyak perusahaan yang memesan satpam atau pun bodyguard di perusahaan moeza bodyguard ini.


Sehingga meskipun pendidikan mereka belum selesai, mereka harus segera di tempatkan di perusahaan yang menyewa jasa keamanan.


Sehingga hari ini mereka akan di tempatkan, tetapi nunggu keputusan atau tanda tangan dari direktur utama terlebih dahulu.


Sehingga jagat menghadiri acara tersebut karena sebelumnya sudah di beritahukan oleh Hadi melalui pesan singkat.


Hadi pun memperkenalkan jagat kepada calon satpam yang ada di moeza bodyguard karena tidak semua orang tahu siapa jagat ini sebenarnya.


Hadi pun naik ke podium "Teman teman scurity sekalian, akan aku kenalkan kepada kalian, pendiri dan sekaligus direktur utama perusahaan keamanan ini, perkenalkan inilah Tuan muda Arya atau di panggil tuan Arssad"


Semua orang bertepuk tangan dan jagat pun naik keatas podium, kemudian Hadi berbicara kembali "Sudikah tuan muda Arya memberikan sambutan satu atau dua buah kata"


Jagat pun mengangguk kemudian dia berbicara kepada para satpam "Teman security ku, yang bergabung dengan perusahaan keamanan moeza bodyguard, nama ku Arya Sandi Sandjaya kalau di singkat menjadi Arssad, dan teman teman sering memanggil ku dengan sebutan jagat"


Jagat pun menghela nafasnya, banyak para satpam berbisik kepada temannya bahwa dia tidak percaya bahwa pemilik dari perusahaan keamanan moeza bodyguard adalah seorang anak muda dan berpenampilan sederhana.


Kemudian jagat pun melanjutkan "Sebentar lagi, kalian akan kita bagi tugas dan mungkin besok, kalian sudah mulai bekerja dan kamu tempatkan di perusahaan, aku harap jaga sopan santun kalian, jangan membuat malu perusahaan keamanan moeza bodyguard ini.


Dan aku harap sebelum kalian bekerja di perusahaan lain untuk berjaga atau bertugas sebagai keamanan, kalian cari tahu atau minta ijin untuk mengetahui siapa yang kalian layani.


Jagat sampai kejadian kemarin sore, aku menghajar salah satu teman kalian sampai aku kirim ke rumah sakit, kemarin dia di bawah oleh kakek ku untuk bertugas menjaga rumah ku sendiri.


Ketika aku datang, satpam itu bersikap arogan, menghina dan mengancam, bahkan dia meminta uang kalau aku ingin masuk ke rumah ku sendiri.


Di sana aku geram, lalu aku hajar sampai babak belur dan aku kirim ke rumah sakit, aku tidak mau ada kejadian seperti itu, apalagi kalian sampai menyinggung tuan yang hendak kalian lindungi dan jaga"


Mendengar pidato dari jagat, semua orang sampai celingukan, dan bertanya tanya, siapa orang yang berani melakukan itu kepada tuan muda Arssad ini.


***


* Bersambung