Caraku Mencintaimu

Caraku Mencintaimu
To Episode.73


Fero yang sudah berada di dalam kamarnya. Ia melihat dari balik jendela yang ternyata di luar telah turun hujan. Dan membuat ia mengingat keadaan Fani.


"Apa mungkin dia masih di sana.??" tanya pada dirinya sendiri. "Engga mungkin. Dia bukan wanita b*** dia pasti sudah balik ke rumahnya. Dan mempersiapkan diri untuk besok." ucap Fero dan berjalan menuju tempat tidurnya.


"Hiks.. Ini kah takdir gue yang pergi tanpa bisa mengucapkan selamat tinggal? Gue cuma mau melihat lu untuk yang terakhir kalinya. Tapi kenapa seakan takdir tidak berpihak ke gue. Salahkah jika gue mengharapkan lu untuk mencegah kepergian gue? Salahkah gue yang masih sangat berharap lu untuk kembali ke pelukan gue.??" gumam Fani lirih di tengah air hujan yang sudah membasahi tubuhnya.


"Gue sayang sama lu,Fero..!!" seru Fani berteriak.


Di malam hari yang juga turun hujan membuat keadaan Taman sepi. Fani meluapkan semua kesedihannya.


"Selamat tinggal." lirih Fani yang memutuskan meninggalkan Taman itu dan pulang ke rumah.


🌹


🌹


🌹


Hari ini keluarga Fani akan pindah. Tapi sebelum pergi,ia akan menghadiri pernikahan Defan dan Siska terlebih dulu.


Di sini lah mereka berada. Beberapa menit yang lalu mereka sudah sampai di gedung pernikahan.


"Sumpah nih ya. Gue masih engga nyangka banget klo si Defan menikah sama si Siska itu. Rasanya tuh engga mungkin banget." kata Mia sambil melirik ke arah panggung pelaminan.


"Engga ada yang engga mungkin klo sudah ke hendak yang Maha Kuasa. Kita engga akan pernah tau apa yang akan terjadi ke depannya." jelas Vina.


"Tuh dengarin apa kata Bu Hajah." ucap Jani.


"Iya Adenya Bu Hajah." ucap Mia.


"Si Fero sama Fani mana sih? Mereka berdua engga datang apa ke sini.??" tanya Aldi.


"Dalam perjalanan mungkin." jawab Vino.


"Sumpah ya. Tuh bocah dua minta di tabok,,lama banget." sungut Mia.


"Berani.??" tanya Revin.


"Lu kata gue takut sama bocah macem mereka berdua? Lu liat aja ntar,,gue sleding tuh bocah dua." sungut Mia.


"Hey,guys.. Sorry ya gue telat." kata Fani yang baru tiba.


"Dari mana aja sih lu.??" tanya Mia dengan wajah kesal.


"Macet,Mi." jawab Fani.


"Basi.. Terus si Fero mana.??"


"Lah mana gue tau. Lu kata gue bodyguardnya dia." jawab Fani malas. "Kalian sudah ngucapin ke mereka.??" tanya Fani dengan melirik ke panggung pelaminan.


"Udah tadi. Lu datangnya lama banget sih." jawab Aldi.


"Dih,tega banget masa gue di tinggal."


"Yaudah sana lu sendiri aja ke mereka."


"Huufft... Yaudah deh gue ke sana dulu." kata Fani.


"Engga mau tunggu Fero aja biar barengan.??" tanya Vino.


"Ogah." jawab Fani dan melangkah menuju panggung pelaminan.


"Selamat ya. Semoga menjadi keluarga SAMAWA." ucap Fani tersenyum pada Defan dan Siska.


"Thank you ya." balas Siska dengan tersenyum juga.


"Hari ini lu jadi pergi.??" tanya Defan.


"Iya.. Maafin gue ya klo ada salah sama kalian." kata Fani.


"Justru gue yang minta maaf sama lu. Karena perbuatan gue dan teman-teman gue. Hubungan lu sama si Fero jadi seperti ini." kata Siska merasa bersalah.


"Apa lu engga mau menjelaskan ke dia atas kesalah fahaman ini? Klo dia masih engga percaya,,dengan senang hati kita bantu lu untuk menjelaskan ke dia." kata Defan.


"Semuanya sudah berakhir,Def. Gue juga engga bisa memaksakan dia untuk mau mendengarkan penjelasan gue.. Mungkin ini memang sudah takdirnya. Gue dan dia tidak berjodoh." jelas Fani dengan tersenyum sebisa mungkin ia menahan air matanya.


"Apa kita boleh peluk lu.??" tanya Siska.


Fani tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Mereka bertiga pun berpelukan.


"Engga papa. Dengan gue sudah melihat kalian bahagia. Itu sudah lebih dari cukup."


"OMG HELLOOWWW..!!!" seru Mia.


"Berisik." kata Vina dengan menyumpal mulut Mia.


"Sialan lu. Di kata nih mulut gue tong sampah." sungut Mia kesal.


"Lagian lu berisik banget. Bisa engga sih sekali aja lu anteng gitu klo kita lagi bareng begini.??" tanya Jani.


"Itu engga penting. Ada yang jauh lebih penting." kata Mia.


"Apaan beb.??" tanya Aldi.


"Kalian lihat deh ke sana." kata Mia seraya menunjuk ke arah panggung pelaminan.


Mereka pun mengikuti arah tangan Mia.


"Sejak kapan mereka sedekat itu.??" tanya Aldi.


"Klo si Fani sama Defan mah emang udah dekat. Tapi yang aneh itu. Sejak kapan si Fani sama Siska seakrab itu sampai pelukan segala.??" tanya Mia.


Mereka masih fokus melihat ke tiga orang itu.


Jika ada yang bertanya kenapa Siska bisa sedekat itu sama Fani?? Itu karena Defan yang sudah menjelaskan ke Siska. Bahwasanya Fani ikut andil dalam meyakinkan hatinya untuk bisa menerima kehadiran Siska di hidupnya.


Jika tidak ada Fani,mungkin Defan masih ragu bahkan ia juga bisa jadi akan membatalkan pernikahan ini. Siska yang juga memang mempunyai rasa dengan Defan. Ia sangat berterimakasih banyak pada Fani. Berkat Fani,ia bisa membangun rumah tangga dengan orang yang ia cintai yaitu Defan.


Dan semenjak itu pun ia di jauhkan oleh Sarah. Karena di anggap berkhianat,dekat dengan musuh sahabatnya sendiri. Bahkan Sarah tidak hadir ke pernikahannya. Hanya Puput saja yang hadir dan itu pun karena Mamahnya berteman dengan Mamah Siska.


Siska sudah tidak perduli lagi. Karena ia dan Defan sudah sepakat bahwasanya ia tidak ingin terlibat dengan urusan orang lain.


"Kenapa lu jadi nangis sih? Ini tuh hari spesial kalian berdua. Jadi kalian harus bahagia,,engga boleh sedih." kata Fani yang sudah melepaskan pelukannya.


"Dan ini juga menjadi hari terakhir kita bertemu." timpal Siska.


Fani hanya tersenyum hangat.


"Lu hati-hati di sana. Klo ada apa-apa langsung hubungi gue." kata Defan.


"Iya. Sekarang kita foto dulu sini." ajak Fani.


Mereka pun foto bersama.


"Fotonya sudah. Sekarang kita mau lu menyanyikan sebuah lagu di hari spesial kita berdua." pinta Siska.


"What.. Lu bercanda ya? Yang ada nanti bisa merusak acara kalian berdua klo gue nyanyi." kata Fani.


"Kata siapa? Suara lu kan bagus. Masa sih lu engga mau nyanyiin lagu untuk kita.. Hayolah Fan,,mau ya.!!" pinta Siska dengan memasang wajah sedih.


Fani memutar matanya malas. "Huufft... Oke,,gue akan menyanyikan sebuah lagu. Ya,,anggap aja buat kenang-kenangan sebelum gue pergi." kata Fani.


"Gitu dong. Ya sudah sana lu langsung ke atas panggung. Yang bagus ya nyanyinya." kata Siska senang.


"Terus gue sendiri gitu di atas panggung? Sama kalian ayo,,temanin gue." pinta Fani.


"Dih lebay banget lu. Pake acara minta di temanin segala." ledek Defan.


"Ayo lah. Untuk sekali ini aja." pinta Fani dengan nada memohon.


Defan melirik ke Siska seraya meminta persetujuan.


πŸ§šβ€β™€οΈ Author : Si Fani ada-ada aja nih. Masa pengantin di suruh nemenin dia nyanyi di atas panggung 😁


Fani : Ini juga gara-gara lu thor. kapan sih gue baikan sama pacar gue? Gue kan kangen pengen nyanyi berdua sama dia lagi πŸ₯Ί


πŸ§šβ€β™€οΈ Author : Ralat ya.. Sekarang sudah jadi mantan 🀭


Fani : Engga usah di perjelas juga kali thor. Lagian lu mah pilih kasih banget. Kenapa harus hubungan gue sih yang di buat konflik??? Sumpah jahat banget 😀


πŸ§šβ€β™€οΈ Author : Author engga jahat kok. Justru author membantu kalian agar hubungan kalian di kenal dengan para pembaca. Baikan author 😁


Fani : Ya engga harus di buat kandas juga thor 😭😭


πŸ§šβ€β™€οΈ Author : Sabar ya. Akan ada pelangi setelah hujan πŸ₯°πŸ₯°