
Sebelum menjawab pertanyaan dari Revin. Fero dan Fani saling bertatap muka. Dari tatapan mereka seakan berkata sesuatu.
"Oke!" jawab Fero dan Fani bersamaan.
Revin kembali melihat ke Anggota Osis. "Oke. Sudah di putuskan di acara nanti Vino duet sama Vina dan Fero duet sama Fani." ucap Revin tegas.
Mereka bersorak gembira dan bertepuk tangan. Rapat Osis hari ini selesai dan tinggal menunggu puncak acaranya.
Di parkiran sekolah,mereka masih merundingkan untuk acara nanti.
"BTW. Kalian berdua nanti mau bawain lagu apa?" tanya Aldi pada Fero dan Fani.
"Gw belum tau," jawab Fero.
"Ayo dong kalian berdua itu harus gercep. Ingat acaranya tinggal dua hari lagi loh." ucap Mia.
"Bener banget tuh. Gimana kalo kalian bawain lagu dangdut aja. Misalkan lagu Ayo Goyang Dugong." celetuk Aldi.
"Goyang Dumang wooyyy!!!" seru Fero sambil menoyor kepalanya si Aldi.
"Eee salah iia?" tanya Aldi sambil cengengesan dan menggaruk tengkuk kepalanya yang tak gatal.
"Bodo amat," ucap Fani males.
"Hahaha apa jadinya jika mantan Plasyboy bawain lagu dangdut. Bisa jatoh martabaknya si Fero." celetuk Mia.
"Martabat Wooyyy!!!" seru Fani sambil menoyor kepalanya si Mia.
🐰 Emang bener-bener deh,kedua pasangan itu sama-sama somplaknya.🐰
Yang lainnya hanya tersenyum sambil geleng-gelengkan kepala melihat kelakuan dari teman-temannya itu.
"Udah ah gw mau balik. Bisa tertular gila gw lama-lama bergaul sama lo pada." ucap Jani sambil berlalu pergi menuju mobilnya meninggalkan teman-temannya itu.
"Jangan lupa nanti kalian berdua sebelum acara di mulai minum obat dulu." ucap Revin sambil melihat ke arah Aldi dan Mia.
"Obat apa?" tanya Mia dengan tampang polosnya.
Sebelum menjawab,Revin sudah memasang kuda-kuda terlebih dahulu untuk kabur.
"Obat sakit jiwa." seru Revin yang langsung kabur meninggalkan teman-temannya.
"Revin sialaaannnn!!!" seru mereka berdua bersamaan. Revin hanya melambaikan tangan pada mereka tanpa menoleh ke belakang.
"Bener-bener dah mereka berdua. Makin hari makin ngeselin aja kelakuannya." sungut Mia dengan wajah kesal.
"Iya. Gw sumpahin tuh mereka berdua berjodoh." timpal Aldi dengan wajah kesal.
"Lah lo berdua kaga sadar?" tanya Fero pada Aldi dan Mia.
"Sadar apaan?" ucap Mia dengan wajah bingung.
Sebelum menjawab,Fero sudah memasang kuda-kuda terlebih dahulu untuk kabur.
"Lo berdua makin hari makin somplak." seru Fero yang langsung kabur meninggalkan teman-temannya. Sambil menggandeng tangannya Fani.
"Fero sialaaannnn!!!" seru mereka berdua bersamaan. Fero hanya melambaikan tangan pada mereka tanpa menoleh ke belakang. Seperti yang di lakukan oleh Revin tadi.
"Yang sabar ya!" ucap Vina sambil menahan tawa.
"Teman-teman lo tuh Na. Kaga yang mana yang mana. Kelakuannya sama ajah." sungut Mia kesal.
"Udah mendingan pada bubar dah. Entar cacing-cacing yang ada di dalam perut lo pada demo tuh." ucap Vino.
"Hehehe tau ajah lo,Vin. Ayo Say kita balik." ajak Aldi sambil menggandeng tangan Mia.
Mereka berjalan menuju mobilnya dan pulang ke rumahnya masing-masing.
🌹 Di Rumah Jani 🌹
Saat Jani baru ingin memejamkan matanya. Satu notivikasi chat masuk di handphone dan ia langsung membacanya.
*Ting*
REVIN :
Hay,
Lagi apa nih?
JANI :
Hay juga,
Lagi tiduran. Ada apa?
REVIN :
Nggak ada apa-apa.
Maaf ya kalo aku ganggu.
JANI :
Owh,
Iya nggak papa santai aja.
REVIN :
JANI :
Tumben. Ada apa nih?
REVIN :
Mamah kangen sama kamu katanya.
Jadi besok kamu nggak usah bawa mobil.
Kamu bareng aku aja ke sekolahnya.
JANI :
Owh gitu.
Ya udah terserah kamu ajah.
REVIN :
Udah malam.
Kamu tidur ya.
Good night princess.
Membaca chat dari Revin membuat Jani senyum-senyum sendiri. Mungkin sekarang pipinya sudah bersemu merah karena malu.
JANI :
Iya. Good night too.
Mendapat balasan dari Jani,Revin hanya membacanya saja tak membalas. Karena sudah malam,ia tak ingin mengganggu Jani.
"Entah mengapa dengan berjalannya waktu. Perasaan gw ke lo semakin mendalam Jan. Lo adalah wanita pertama yang bisa membuat gw melupakannya. Gw berharap suatu saat nanti takdir akan mempersatukan kita dan gw nggak akan pernah melepaskan lo." ucap Revin sambil menatap langit malam yang begitu indah dengan di penuhi bintang-bintang yang berkelip-kelip.
Sejak hubungan Jani dengan Revin lebih dekat. Jani jadi lebih sering main ke rumah Revin karena Mamahnya Revin yang selalu menyuruhnya main ke sana.
🌷 🌷 🌷
Membutuhkan waktu dua puluh lima menit,mobil Revin sampai di area parkiran sekolah. Revin dan Jani membuka sabuk pengaman. Saat Jani ingin membuka pintu mobil.
"Tunggu," ucap Revin mencegah Jani untuk keluar dari mobil. Jani hanya menaikkan ke dua alisnya.
Revin keluar dari mobil dan memutari mobil untuk membukakan pintu mobil di sebelah Jani.
"Ayo!" ucap Revin seraya tersenyum manis sambil mengulurkan tangannya. Jani menyambut uluran tangan Revin.
"Makasih," ucap Jani seraya tersenyum manis pada Revin.
Mereka berdua melangkah menuju kelas sambil bergandengan tangan. Banyak sepasang mata yang memperhatikan mereka. Tapi tak mereka perdulikan,begitulah Revin dan Jani. Mereka berdua terlalu cuek tak memperdulikan tatapan atau pun cibiran dari para murid di sekolah.
Sampailah mereka di ruang kelas. Di dalam kelas sudah ada teman-temannya dan beberapa teman kelasnya.
"Kalian berangkat bareng?" tanya Vina yang baru saja melihat kedatangan Revin dan Jani.
"Iya," jawab Revin santai sambil duduk di bangku sebelah Jani.
"Jadi ceritanya sekarang hubungan kalian udah mulai terang-terangan nih?" tanya Aldi pada Revin dan Jani.
"Apa mungkin kalian udah jadian?" timpal Fero.
"Makan-makanlah. Jadi diem-diem bae." ucap Fani.
Jani mengabaikan pertanyaan dari teman-temannya itu. Sedangkan Revin hanya memberikan senyuman misterius. Yang membuat para teman-temannya semakin penasaran.
📢 Bel sekolah pun berbunyi,murid-murid yang masih berada di luar segera masuk ke kelasnya masing-masing.
Sekitar dua jam mereka belajar dan bel jam istirahat berbunyi. Semua murid-murid yang berada di dalam kelas pada berhamburan keluar kelas.
🌹 Di Kantin Sekolah 🌹
"Hay,Jan!!" sapa Defan pada Jani yang lagi makan di kantin bersama teman-temannya.
"Hay," balas Jani datar.
"Ntar malam bisa keluar nggak? Kita jalan yuk?" ajak Defan.
"Nggak bisa. Dia mau jalan sama gw." jawab Revin sinis.
"Gw tanya sama Jani bukan sama lo. Kenapa jadi lo yang jawab." ucap Defan tak kalah sinis.
"Ya udah lo tanya aja dia. Pasti jawabannya sama." ucap Revin sambil melirik ke arah Jani.
"Gimana Jan? Lo bisakan nanti malam?" tanya Defan memastikan sambil melihat ke arah Jani.
"Sorry. Gw nggak bisa." jawab Jani.
"Kenapa?" tanya Defan dengan wajah kecewa.
Sedangkan Revin tersenyum miring karena Jani menolak ajakan Defan.
"Ya udah sama gw aja Def kalo si Jani nggak bisa!" ucap Fani sambil menaik turunkan ke dua alisnya.
🐰 Jangan mau Def. Mendingan sama yang masih jomblo ajah (seperti author) hehehe 🐰
🐰 Menurut kalian apakah Defan menyetujui ajakan Fani atau tidak??? 🐰