
Sore ini Jani bersiap-siap untuk pergi ke Minimarket,ia ingin belanja yang di butuhkan.
"Juna,," panggil Jani dari luar kamar adiknya.
"Iya,ada apa kak?" tanya Juna yang sudah membuka pintu kamarnya.
"Gw mau pergi ke Minimarket bentar." ucap Jani.
"Mau gw anter nggak kak?" tanya Juna menawarkan.
"Nggak usah. Lo jaga rumah aja,jangan kemana-mana." jawab Jani.
"Ya udah. Hati- hati di jalan kak." ucap Juna dan di bales dengan anggukkan kepala.
Setelah berpamitan,Jani menuruni tangga dan berjalan ke luar rumah. Di depan rumah sudah ada Pak Sandy (S****opir Pribadi) keluarga SYANTOSO. Pak Sandy termasuk salah satu orang kepercayaan orang tua mereka.
Bisa di bilang Pak Sandy ini Bodyguard Jani di Indonesia. Hanya saja Jani jarang sekali meminta Pak Sandy untuk pergi bersamanya. Selama tempat yang Jani tuju itu aman,maka Jani akan pergi sendiri tanpa ada pengawalan.
"Mau saya anter Non Jani?" tanya Pak Sandy sopan.
"Nggak usah Pak. Saya cuma keluar sebentar. Bapak tolong jaga rumah dan di dalam juga ada Juna. Saya permisi Pak." pamit Jani seraya tersenyum pada Pak Sandy.
"Baik Non. Hati-hati di jalan." ucap Pak Sandy dan di balas anggukkan kepala.
Jani pun masuk ke dalam mobil S****port putih miliknya dan melaju dengan kecepatan sedang. Lima belas menit di jalan,Jani sampai di parkiran Minimarket. Ia memarkirkan mobilnya dan setelah itu ia memasuki Minimarket dan mulai memilih-milih makanan yang ia butuhkan.
Selesai dengan aktivitasnya memilih-milih,ia berjalan menuju kasir dan membayar belanjaannya. Setelah membayarnya ia keluar dan berjalan menuju tempat mobilnya terparkir.
Sebelum ia masuk ke dalam mobilnya,ia melihat seorang wanita sedang asyik menelphone tanpa memperhatikan di sekitarnya. Ia melihat dari arah lain,ada sebuah mobil sedang melaju dengan kecepatan di atas rata-rata. Bisa di pastikan jika mobil itu,mungkin akan menabrak wanita itu. Tanpa pikir panjang,Jani berlari ke arah wanita itu berdiri.
"Awass,," teriak Jani sambil menarik lengan wanita itu ke pinggir.
Dan ya,untungnya ia tepat pada waktunya. Jika tidak,mungkin saja mobil itu sudah menabrak wanita itu.
"Tante nggak papa?" tanya Jani setelah berhasil menyelamatkan wanita itu.
Meski ia sendiri terluka tetapi ia tidak memperdulikan lukanya. Ia lebih memperdulikan keadaan wanita yang baru saja ia tolong.
Ya,itulah Jani yang selalu perduli akan keadaan orang lain. Meski ia terkenal dengan sebutan wanita es,tapi ia adalah tipikal orang yang tidak terlalu memperdulikan keadaannya dan sebisa mungkin menutupi kelemahannya pada orang lain.
"Tante nggak papa nak." jawab Tante itu.
"Terimakasih su..." ucapan Tante itu terpotong setelah ia melihat gadis di depannya.
"Kamu gadis yang waktu itu menolong saya kan?" tanya wanita itu pada Jani.
Mendengar pertanyaan wanita paruh baya itu. Jani hanya mengerutkan keningnya.
"Iya kamu. Waktu itu kita pernah ketemu di Minimarket dan kamu nganterin Tante pulang ke rumah,karena keadaan Tante yang kurang sehat." jelas Tante itu.
Mendengar penjelasan Tante itu,Jani pun mengingat-ingat kejadian itu.
"Oh iya. Maaf saya baru inget. Bagaimana keadaan Tante sekarang?" tanya Jani yang baru saja mengingatnya.
"Alhamdulillah keadaan Tante sekarang sudah lebih baik. Oh iya,kita belum kenalan. Nama Tante,Rista. Kalo nama kamu siapa?" tanya Tante Rista.
"Syukurlah kalo Tante sudah sehat. Nama saya Jani." jawab Jani sopan.
"Nama yang bagus. Oh iya Tante sampe lupa. Gimana keadaan kamu apa ada yang luka?" tanya Tante Rista sambil mengecek keadaan Jani.
"Ya ampun dengkul kamu luka." ucap Tante Rista setelah melihat dengkul Jani yang terluka dan mengeluarkan darah.
"Nggak papa kok Tante. Nanti pas sampe rumah saya obatin sendiri." ucap Jani seraya tersenyum manis.
"Nggak-nggak. Kamu harus ikut ke rumah Tante. Biar nanti Tante obatin kamu di rumah Tante ya!" ucap Tante Rista.
"Tapi..." ucapan Jani terpotong setelah Tante Rista menyela omongannya.
"Nggak ada tapi-tapian. Pokoknya kamu harus ikut ke rumah Tante. Ayo!" ajak Tante Rista sambil menggandeng lengan Jani ke arah mobilnya.
Sesampainya di gerbang rumahnya. Tante Rista langsung memarkirkan mobilnya di garasi. Lalu mereka keluar dari dalam mobil.
"Ayo masuk" ajak Tante Rista sambil menggandeng lengan Jani.
"Iya Tante" ucap Jani seraya tersenyum.
Mereka pun masuk ke dalam rumah dan di sambut oleh Bi Asih (ART di rumah Tante Rista).
"Sore Nyonya" sapa Bi Asih sopan.
"Sore. Bi tolong ambilkan kotak P3K ya." ucap Tante Rista.
"Baik Nyonya" ucap Bi Asih dan berjalan mengambil kotak P3K.
"Ini Nyonya" ucap Bi Asih sambil memberikan kotak P3K pada majikkannya.
"Terimakasih Bi" ucap Tante Rista.
Setelah menerima kotak P3K dari Bi Asih,ia pun mengobati luka yang ada di dengkul kaki Jani.
"Biar Jani aja Tante" tolak Jani mencegah Tante Rista yang ingin mengobati lukanya.
"Udah nggak papa. Kamu diem aja,biar Tante yang ngobatin luka kamu. Anggap saja sebagai tanda terimakasih,karena kamu telah menolong Tante untuk yang ke dua kalinya." jelas Tante Rista seraya tersenyum.
Jani pun hanya bisa pasrah dan Tante Rista pun mengobati luka yang ada di dengkul Jani dengan hati-hati. Setelah selesai mengobati luka Jani,mereka pun mengobrol.
"Kalo Tante boleh tau. Jani kelas berapa?" tanya Tante Rista.
"Kelas sebelas Tante" jawab Jani.
"Owh,berarti sama dong kayak anak Tante. Anak Tante juga kelas sebelas." ucap Tante Rista.
"Kamu di rumah tinggal sama orang tua apa sendiri?" tanya Tante Rista.
"Saya tinggal berdua sama adik saya Tante." jawab Jani.
"Orang tua kamu?" tanya Tante Rista.
"Mereka tinggal di luar negeri Tante." jawab Jani.
"Owh gitu. Kalo kamu merasa bosen di rumah,maen aja ke sini temenin Tante." ucap Tante Rista.
"Iya Tante" ucap Jani sambil melirik jam tangannya.
"Udah mulai malem nih Tan. Jani pamit pulang ya Tante." ucap Jani berpamitan.
"Loh kenapa udah pengen pulang aja sih. Bahkan Tante belum puas untuk mengobrol dengan kamu." ucap Tante Rista dengan wajah sedih.
"Lain waktu Jani maen ke sini lagi deh Tan." ucap Jani.
"Bener ya,lain waktu kamu maen ke rumah Tante." ucap Tante Rista memastikan.
"Iya Tante" ucap Jani seraya tersenyum manis.
"Tapi kamu balik ke rumahnya naik apa? Mobil kamu kan masih di parkiran Minimarket tadi?" tanya Tante Rista.
"Di jemput sama sopir Tan,tadi Jani sudah kirimin alamatnya. Ya udah Jani pamit ya Tante,sepertinya sopir Jani sudah sampe di depan rumah." ucap Jani berpamitan.
"Ya udah ayo Tante anter sampe depan." ajak Tante Rista.
Mereka pun berjalan menuju pintu utama. Setelah sampai di depan rumah,Jani berpamitan dan mencium punggung tangan Tante Rista.
"Hati-hati di jalan ya dan sering-sering maen ke sini." ucap Tante Rista seraya tersenyum dan mengelus rambut Jani yang panjang.
"Iya Tante" ucap Jani yang sudah memasuki mobil dan melambaikan tangannya.