Caraku Mencintaimu

Caraku Mencintaimu
To.Episode 50


🌷 🌷 🌷


Saat ini waktu jam istirahat,sebagian murid pergi ke kantin sekolah.


"Put,kemarin lu kemana? Kita tungguin nggak datang-datang. Di hubungi juga nggak aktif." ucap Sarah.


"Tau lu. Lain kali klo mau balik duluan bilang-bilang. Jangan main pergi aja. Gue kira lu nyasar di dalam mall." timpal Siska.


"Maaf. Kemarin mendadak perut Puput sakit. Dari pada nanti ngerepotin kalian. Puput putuskan untuk balik aja." kata Puput berbohong.


"Owh.!!" mereka berdua hanya ber-O ria.


"Maafin Puput ya allah. Puput terpaksa bohong. Puput nggak mau sampai mereka tau kejadian kemarin." kata Puput dalam hati.


Di taman sekolah Fani dan Defan sedang berbicara berdua. Saat bel sekolah Defan chat Fani untuk menemui dirinya di taman sekolah.


"Nih di minum dulu." Defan memberikan minuman pada Fani.


"Makasih. Dari tadi ge,tenggorokan gue udah kering banget ini." Fani menerima dan meminumnya.


"Jadi keputusan lu gimana?" tanya Fani.


"Kita nikah yuk.!" celetuk Defan.


Uhuk...uhuk...uhuk...


Fani yang sedang minum pun seketika tersedak karena mendengar ucapan Defan.


"Njiirrr... Lu klo ngomong suka kaga ada remnya. Klo bercanda itu lihat-lihat tempat." umpat Fani kesal.


"Gue serius." ucap Defan yang menatap Fani lekat.


Tidak jauh dari tempat mereka duduk. Ada sepasang mata memperhatikan mereka berdua.


"Sial. Ternyata hubungan mereka sudah sejauh itu. Apa mungkin selama ini mereka main di belakang gue.?"


"Ngapain lu di sini.?" tanya Siska.


"Bukan urusan lu." dan langsung pergi meninggalkan tempat itu.


"Fero.!! panggil Siska dan menyusul Fero.


Ya,seseorang itu adalah Fero. Ia tidak sengaja lewat situ dan mendengar pembicaraan Defan dan Fani.


*Plak*


"Lu tuh ya. Bercanda lu nggak lucu tau nggak." ucap Fani kesal dan memukul lengan Defan.


"Sakit,Fan." ucap Defan kesakitan sambil mengusap-usap lengannya yang baru saja di pukul.


"Bodo amat." ucap Fani cuek.


"Terus gue harus apa,Fan? Gue benar-benar bingung banget. Lu tau sendirikan klo selama ini hubungan gue sama dia cuma sebatas teman sekelas. Dan lu juga pasti tau kelakuan dia dan teman-temannya itu. Gue mana suka sama cewek bar-bar key gitu." jelas Defan.


"Apa yang lu ucapkan itu emang benar sih. Tapikan nggak ada salahnya klo kalian mencoba saling mengenal satu sama lain."


"Lu kok malah jadi ngedukung keinginan keluarga gue sih. Gue cerita begini itu mau minta pendapat lu. Bukan malah lu ikut-ikutan ngejodohin gue sama dia. Lagian lu aneh,selama ini lu juga benci bangetkan sama dia? Tapi kenapa sekarang seakan-seakan lu senang banget gue sama dia."


"Bukan maksud gue begitu,Def. Lu cerita ke gue mau tau pendapat gue kan? Nah,klo menurut gue kalian ngejalanin aja dulu. Toh baru tunangan ajakan belum menikah! Dan soal gue benci sama dia? Jujur gue emang benci banget sama dia. Apa lagi si Sarah itu. Tapi yang namanya manusia itu nggak ada yang sempurna,Def. Siapa tau aja dengan dia sama lu. Dengan berjalannya waktu,lu bisa merubah sifat buruk dia. Itu akan lebih baguskan? Lu juga bisa dapat pahala karena merubah orang jahat jadi baik." jelas Fani.


"Kenapa.?" tanya Fani bingung karena Defan menyentuh keningnya.


"Adem. Lu sehatkan,Fan.?" tanya Defan.


"Ishh,,ngeselin lu. Lu pikir gue sakit." jawab Fani marah.


"Ya siapa tau aja. Gue nggak habis pikir aja klo lu bisa ngomong key gitu."


"Ckk.. Gue lagi serius,lu malah bercanda." kata Fani kesal.


"Nggak usah serius-serius. Nanti di tinggalin nangis-nangis."


"Mana ada. Di tinggalin tanpa kepastian aja gue mah diam."


"Iya diam. Diam-diam menangis di pojokan hahaha."


Entah mengapa saat di dekat Fani. Defan sangat suka meledek Fani. Apa lagi melihat wajahnya yang sedang marah saat ini. Itu sangat lucu menurut Defan.


"Lu klo marah begitu cantik." ucap Defan.


*Blus*


Seketika pipi Fani menjadi merah. Seperti kepiting rebus.


"Yah,anak orang laper."


"Bapeeerr."


"Dia ngaku hahaha."


"Nggak lucu lu."


"Ngomong situ sama rumput yang bergoyang."


"Lu aja deh yang goyang. Nanti gue sawer."


"Owh,lu mau gue jewer? Dengan senang hati. Sini-sini telinga lu gue jewer."


"Sawer,Fan sawer. Et dah lu cantik-cantik budek."


"Owh sawer. Ngemeng dong dari tadi."


"Ngomooonnnggg.!!!


"Hehehehe..."


"Nggak usah ketawa lu. JELEK."


"Biar jelek begini ge ada yang punya. Emangnya lu."


"Eleh. Bentar lagi juga di tinggalin hahaha."


"Di tinggalin gue bisa cari yang lain. Dari pada lu di jodohin hahaha."


"Sialan lu. Ayo ah kita balik ke kelas.!"


"Balik aja sono sendiri. Kelas kita beda arah."


"Tapi tujuan kita sama. Sama-sama menuju kebahagiaan."


"Idiih.. Pedean lu. Siapa juga yang mau satu tujuan sama lu."


"Jangan galak-galak ntar jatuh cinta baru tau rasa."


"Mana ada. Yang ada juga jatuh bangun aku menendangmu."


"Njiirrr,,sadis. Pantesan aja si Fero ninggalin lu hahaha."


Fani memberikan tatapan tajam pada Defan.


"Upss,sorry keceplosan."


"Mulut kok key cewek. Kenapa juga dulu gue bisa suka sama dia." gumam Fani.


"Dulu lu kenapa.?"


"Kepo lu." dan berlalu pergi meninggalkan Defan.


Defan hanya tersenyum melihat ke pergian Fani.


"Lucu juga tuh bocah. Seandainya dari dulu kita dekat seperti sekarang. Mungkin gue lebih dulu jatuh cintanya ke lu,bukan ke dia." gumam Defan.


Bel istirahat telah selesai. Semua murid masuk ke kelasnya masing-masing. Dan memulai belajar lagi.


🌹 Di Restoran 🌹


"Klo kerja yang benar mba. Baju saya sampai basah begini." seru pelanggan yang baru saja tertabrak oleh pelayan yang sedang membawa minuman.


"Maaf mba saya nggak sengaja." ucap pelayan dengan wajah takut.


"Nggak sengaja kamu bilang? Makanya klo nggak bisa kerja,nggak usah kerja."


"Maaf mba. Tapi teman saya sudah meminta maaf. Kenapa harus di perpanjang." ucap Fani yang baru tiba.


"Maaf kata kamu? Kamu pikir kata maaf bisa untuk menghilangkan noda minuman yang ada di baju saya. Asal kamu tau ya. Gajih sebulan kamu aja itu nggak cukup untuk membeli baju saya." seru pelanggan marah.


"Klo memang harga baju mba lebih dari gajih saya sebulan. Seharusnya mau noda apa pun yang ada di baju mba pasti noda itu bisa hilang. Beda hal jika mba beli baju itu di pinggir jalan." jelas Fani mengejek.


"Kamu.!!" marah dan mendorong tubuh Fani. Untung ada seseorang yang menangkap tubuh Fani dari belakang sehingga ia tidak terjatuh. Sesaat mereka bertatapan dan tersadar.


"Nggak usah sentuh dia. Berapa harga bajunya. Biar saya yang ganti." ucap seseorang itu.


"Siapa kamu.?"


"Itu nggak penting. Segini cukupkan." memberikan beberapa lembar ratusan ribu pada wanita itu.


"Makasih. Lain kali klo jalan lihat-lihat." wanita itu pun pergi meninggalkan tempat itu.


"Ikut gue.!" yang langsung menarik tangan Fani.


"Aww.. Lepasin gue." Fani memberontak ingin melepaskan tangannya dari orang itu. Tapi tidak bisa karena genggaman tangannya sangat kuat.


Aww...aww...aww...


Kira-kira siapa nih yang menolong Fani..??


Mohon maaf jika aku jarang banget update cerita ini. Di karenakan aku di sibukan oleh dunia nyata (pekerjaan) πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Terima kasih banyak untuk kalian yang sudah menyempatkan waktu untuk mampir ke cerita aku 😘😘😘😘