Caraku Mencintaimu

Caraku Mencintaimu
TO Episode.27


"Waktu itu dia nembak si Revin,terus dia bilang. Kalo Revin nggak terima cintanya,dia mau keluar jadi Wakil Ketua Osis." jelas Fani pada Juna. Juna pun hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


"Dan pada akhirnya dia keluar juga." tambah Fero.


"Kenapa nggak di gantikan sama Kak Jani aja." celetuk Juna pada mereka.


Jani yang lagi menikmati sosis bakarnya pun,seketika ia langsung tersedak karena mendengar omongan Adiknya itu. Revin yang berada di dekat Jani,ia langsung memberikan minuman kepada Jani. Minumannya pun di terima oleh Jani dan langsung di minum hingga habis.


Setelah merasa lebih baik,Jani pun melempar camilan yang ada di meja depannya ke Adiknya itu. Dengan sigap di tangkap oleh Adiknya. Jani menatap Juna tajam,sedangkan si Juna malah memasang wajah tak berdosanya.


"Bener juga tuh. Kenapa nggak kepikiran sama kita ya,kan ada si Jani." ucap Mia sambil melihat ke arah Jani.


"Iya. Lo kan udah nggak ikut kegiatan tuh. Otomatis lo nganggur dong,nggak ada kegiatan apa-apa lagi di sekolah." ucap Fani yang menatap Jani juga.


"Lah iya. Lo mau gabungkan Jan?" tanya Fero yang juga menatap Jani.


"Nggak," tolak Jani cepat.


"Kenapa?" tanya Vino sambil menatap Jani.


"Males," jawab Jani singkat.


"Ayolah Jan. Kalo lo masuk ke Anggota Osis juga. Nantikan waktu kita bersama jadi lebih banyak." ucap Vina memohon.


"Ayo dong Jan!" ucap Mia dan Fani bersamaan dengan wajah memohon juga.


Jani hanya terdiam mendengar permintaan dari teman-temannya itu. Sedangkan Revin,ia hanya terdiam sambil menatap Jani dan menunggu jawaban dari Jani.


Sejujurnya Revin pun sangat mengharapkan jika Jani mau masuk ke Anggota Osis juga. Apa lagi jadi Wakil Ketua Osis,yang otomatis akan selalu ada bersamanya. Meskipun hanya di sekolah.


"Masuk aja Kak!" ucap Juna.


"Diem lo," ucap Jani dingin.


"Udah nggak usah di paksain kalo dia nggak mau." ucap Revin mengembalikan keadaan yang sudah mulai menegang.


"Ya udah,mendingan kita lanjutin lagi tuh makan sosis bakarnya. Keburu habis sama si Aldi dan Fero." ucap Vino sambil melirik ke arah Aldi dan Fero yang sedang memakan sosis bakarnya.


"Sialan lo," sungut Aldi dan Fero bersamaan. Merekapun tertawa dan menggeleng-gelengkan kepala,melihat kelakuan dari ke dua temannya itu.


Revin tersenyum licik sambil melihat ke arah Jani. Jani yang merasa di perhatikan,ia pun langsung melihat ke arah Revin. Jani menaikkan sebelah alisnya,melihat tatapan Revin yang menurutnya rada aneh gitu.


                                    * * *


 


Pagi harinya mereka masih pada enggan untuk beranjak dari tempat tidur. Karena mata mereka masih setia untuk terpejam.


Tokk...tokk...tokk...


"Bangun wooyyy!!!" seru Aldi dan Fero bersamaan dengan nada tinggi sambil menggedor-gedor pintu kamarnya Jani.


*Ceklek*


Pintu kamarpun terbuka dari dalam.


"Berisik lo berdua." seru Mia Dan Fani bersamaan sambil melemparkan bantal guling ke wajah Aldi dan Fero. Dengan sigap mereka tangkap bantal guling itu.


"Anak gadis nggak boleh bangun siang-siang." ucap Fero pada Fani dan Mia.


"Tau lo. Mau pada jadi apa,mentang-mentang sekolah libur. Lo pada males bangun pagi." timpal Aldi pada Mia dan Fani.


"Bodo amat," seru Mia dan Fani bersamaan.


"Ayo Fer. Kita abisin jatah mereka." ajak Aldi sambil menarik tangan Fero dan meninggalkan dua gadis itu.


"Wooyy... Awas aja kalo kalian berdua makan jatah kita." seru Mia dengan suara cemprengnya.


Fani dan Mia pun bergegas masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri. Setelah selesai,ke dua gadis itu keluar dari kamar dan melangkah menuruni anak tangga menuju meja makan.


Di sana sudah ada Juna dan teman-temannya. Mereka sudah pada menikmati sarapan paginya.


"Lo berdua curang,nggak bangunin kita." ucap Mia dengan nada kesal sambil mengkerucutkan bibirnya.


"Kita udah bangunin lo berdua,tapi emang kaliannya aja yang pada kebo tidurnya." ucap Vina yang lagi makan sarapan paginya.


"Mana ada. Kita nggak gitu ya Mi." elak Fani. Mia pun membalas dengan menganggukkan kepalanya.


"Udah pada makan situ. Ntar jatah kalian berdua abis tuh sama mereka berdua." ucap Vino sambil melirik ke arah Aldi dan Fero yang sedang makan dengan lahapnya.


Fani dan Mia pun cepat-cepat mengambil sarapan paginya. Lalu mereka menikmati sarapan paginya dengan tertip tidak ada yang bicara lagi.


Setelah selesai dengan sarapan paginya. Mereka masih berkumpul di rumah Jani. Para cowok-cowok berkumpul di ruang tengah maen PS. Sedangkan para cewek-cewek berkumpul di ruang tamu.


"Keluar yuk. Bete nih." ajak Fani pada sahabat-sahabatnya.


"Iya,bete nih. Masa hari libur di dalam rumah doang." timpal Mia.


"Mau keluar kemana?" tanya Vina pada ke dua sahabatnya itu.


"Ke Mall aja yuk. Kita nonton Bioskop." ajak Fani.


"Gimana Jan?" tanya Vina pada Jani yang sedari tadi menatap handphonenya.


"Terserah," jawab Jani singkat tanpa mengalihkan pandangannya.


"Yaudah yuk,ambil tas kita dulu di kamar lo." ajak Mia.


Mereka pun berjalan menuju kamar Jani. Melewati para cowok-cowok yang sedang asik menonton PS. Setelah dari kamar Jani,mereka pun mendekati para cowok-cowok itu.


"Wooyyy,,kalian semua mau pada ikut nonton nggak?" tanya Mia dengan suara cemprengnya.


"Lah ini juga kita lagi pada nonton,Beb." jawab Aldi dengan tampang polos.


"Ckk.. Maksudnya nonton Bioskop ogeb." ucap Fani dengan nada kesal.


"Kuy lah. Dari pada kita di dalam rumah mulu. Putih kaga,suntuk iya." ucap Fero mengajak teman-temannya itu.


"Ayo Rev,Jun." ajak Vino pada Revin dan Juna yang lagi pada maen PS.


"Gw nggak ikut dah. Ntar gw mau maen sama teman-teman gw." tolak Juna.


"Ya udah. Lo hati-hati." ucap Jani pada Adiknya.


"Iya," ucap Juna.


Juna pun melihat ke arah Revin. "Bang Revin. Tolong jagain Kak Jani ya!" pinta Juna pada Revin dan di balas dengan acungan jempol.


"Ciieee... Yang udah di kasih kepercayaan sama Adik Ipar." seru Mia dengan suara cemprengnya.


Membuat mereka semua tertawa. Sedangkan Jani yang mendengarnya,ia hanya memutar bola mata malas.


"Ayo," ajak Vina. Mereka pun berjalan menuju keluar rumah.