Caraku Mencintaimu

Caraku Mencintaimu
To.Episode 47


🌷 🌷 🌷


Sejak hari itu hubungan Fani dan Fero sudah tidak seperti dulu lagi. Fero benar-benar sangat menghindari Fani. Berbeda dengan Juna dan Puput. Sejak hari itu dimana Puput mengajak Juna nonton bareng. Hubungan mereka semakin dekat. Mereka sering pergi bersama. Entah itu Juna yang sudah menaruh hati pada Puput. Atau mungkin karena usaha Puput yang ingin membuat seorang Arjuna mencintai dirinya.


"Hay!!" sapa Puput pada Juna yang sedang duduk di kantin sekolah.


"Hay juga." balas Juna.


"Puput boleh gabung di sini ngga!" izin Puput.


"Boleh. Duduk aja." ucap Juna mengizinkan.


Puput sangat senang mendapatkan izin dari Juna. Puput pun duduk di samping Juna.


"Idih. Ngapain tuh si Puput duduk di sebelahnya si Juna. Genit banget sih." cibir Mia sambil melihat ke arah Juna dan Puput.


"Kenapa lo. Cemburu." ejek Vina.


"OMG helow. Gue cemburu. Ya enggalah. Ngapain juga gue cemburu." elak Mia.


"Terus kenapa lo sewot begitu liat mereka duduk berdua?" tanya Fani.


"Ya gue ngga rela ajalah. Ade dari sahabat gue punya hubungan dekat dengan teman dari musuh kita." jawab Mia.


"Emangnya siapa musuh kita?" tanya Jani.


"Siapa lagi klo bukan Sarah and the geng." jawab Mia.


"Si Jani yang kembarannya aja cuek. Kenapa jadi lo yang repot. Aneh." ucap Vina.


"Tau lo,Mi." timpal Fani.


"Jan. Emang lo mau apa kembaran lo pacaran sama si Puput itu?" tanya Mia.


"Gue sih terserah dia aja. Klo itu bisa buat dia bahagia. Gue hanya bisa merestui hubungan mereka." jawab Jani.


"Tapikan..."


"Udah deh,Mi. Ngga usah terlalu ikut campur dengan kehidupan orang lain." potong Vina.


"Wah. Kalian benar-benar ya. Ke kantin ngga ngajak-ngajak." ucap Aldi yang baru datang dengan sahabat-sahabatnya.


"Nngga guna juga ngajakin lo. Lo ngga pernah traktir kita." cibir Fani.


"Set dah si Fani klo ngomong suka ngga ada remnya." kata Aldi.


"Lah gue ngomong apa adanya. Yaudah klo gitu semua makanan gue,lo yang bayarin ya.!" ucap Fani.


"Napa jadi minta ke gue. Minta nih sama cowok lo." ucap Aldi sambil menepuk pundaknya Fero.


"Udah-udah. Napa jadi ribut sih. Kitakan di sini mau makan. Bukan mau dengar ocehan kalian." ucap Vino.


Para cowok-cowok pun duduk di kursi yang masih kosong di satu meja para cewek-cewek. Fero dan Fani bersikap biasa saja jika sedang bersama teman-temannya. Untuk saat ini mereka tidak ingin teman-temannya mengetahui tentang hubungannya yang sudah retak.


🌷 🌷 🌷


Jani baru saja sampai rumah. Ada notif chat masuk dari handphonenya. Ia langsung melihat handphonenya. Ternyata chat masuk itu dari grub yang dinamakan BUTUH PERHATIAN.


MIA PUSPITA : Gays jangan lupa ya,malam minggu kalian pada datang ke rumah gue.


MUHAMMAD ALDIANSYAH : Mau ada acara apa beb?


MIA PUSPITA : Tahlilan πŸ˜’


ARJUNA SYAVINO : Siapa yang meninggal ka?


MIA PUSPITA : OMG helow. Kalian pada jahat banget sih. Masa hari spesial gue,kalian pada lupa 😭😭


VINO ARDIAN : Emang hari spesial apaan?


MIA PUSPITA : Hari ULTAH gue gays. OMG helow 😀😀


REVIN ADI JAYA : Owh.


FERO DWI PUTRA : Untung aja bahasnya di chat. Gue ngga bisa bayangin deh klo kita bahasnya secara langsung. Gendang telinga gue bisa sakit dengar suaranya si mia yang cemprengnya minta ampun πŸ˜„πŸ˜„


MIA PUSPITA : Sialan lo πŸ‘Š


VINA HANDAYANI : Klo kita-kita yang lupa masih wajar mi. Lah itu cowok lo sendiri aja bisa lupa sama hari spesial ceweknya.


ARJUNA SYAVINO : Itu sih parah banget. Cowok key gitu minta di hajar tuh ka πŸ˜†


ANJANI SYAVIRA : Cowok key gitu mah lempar aja ke sungai amazon.


VINO ARDIAN : Si Jani sekalinya muncul omongannya mantul πŸ˜†πŸ˜†


MUHAMMAD ALDIANSYAH : Diem lo pada ngga usah manas-manasin cewek gue.


FERO DWI PUTRA : Lo ngundang murid satu sekolah apa murid kelas kita doang?


MIA PUSPITA : Njiirrr.. Sekaya-kayanya ortu gue,ngga mungkinlah gue undang semua murid sekolah kita. Murid kelas kita aja ngga gue undang 🀣🀣


FERO DWI PUTRA : Dasar OKP.


VINO ARDIAN : Apaan tuh OKP?


FERO DWI PUTRA : Orang Kaya Pelit πŸ˜†πŸ˜†


MIA PUSPITA : Minta di hajar nih bocah 😀


ARJUNA SYAVINO : Aku ngga di undang dong ka?


MIA PUSPITA : Di undang kok. Gue cuma ngundang yg ada di grub ini aja. Pokoknya kalian harus dateng.


VINA HANDAYANI : Btw,si fani kemana nih. Biasanya dia yg selalu aktif klo ada info di grub ini.


MIA PUSPITA : Lah iya gue baru sadar. Woy @FANIA PUTRI kemana lo,jangan sok sibuk deh.


Setelah baca chat Mia,Fero juga baru menyadari kalau di grub chat ini tidak ada nama FANIA PUTRI. Biasanya nama itu selalu ada tapi kali ini nama itu tidak ada. Entah mengapa Fero merasakan kehilangan. Sejak itu dirinya memang sangat menghindari Fani. Tanpa di sadari dirinya merindukan saat-saat kebersamaannya dengan Fani.


"Dia kemana ya. Apa mungkin dia lagi sibuk sama pacar barunya." berbagai pertanyaan pun muncul di benaknya. "Sadar,Fer. Ngapain juga lo mikirin dia. Mendingan gue tidur dari pada mikirin cewek key dia." lanjut Fero sambil meletakan handphonenya.


🌹 Di Rumah Sakit 🌹


Tok...tok...tok...


"Assalamualaikum." ucap Fani memberi salam saat masuk ke ruang rawat Papahnya.


"Waalaikumsalam." ucap seseorang yang berada di dalam ruangan.


"Mamah. Gimana kondisi Papah?" tanya Fani yang baru masuk dan mencium tangan Mamahnya.


"Alhamdulillah kondisi Papah sudah mulai membaik sayang." jawab Mamahnya.


"Alhamdulillah." kata Fani senang.


"Kamu pulang sekolah langsung ke sini sudah makan apa belum.?" tanya Mamahnya sambil mengelus kepala Fani lembut.


"Sudah,Mah. Ini aku bawain makanan untuk Mamah dan Fano." ucap Fani sambil memberikan makanan pada Mamahnya.


"Makasih sayang." ucap Mamahnya.


Fani tersenyum dan melangkah mendekati hospital bed Papahnya. Ia duduk di kursi yang berada di sebelah Papahnya.


"Papah apa kabar. Mput kangen banget sama Papah. Papah jahat. Sampai kapan Papah tidur. Kami di sini sangat merindukan Papah. Kami juga membutuhkan Papah. Papah masih ingatkan mobil kesayangan Mput yang Papah belikan di hari ulang tahun Mput. Mobil itu sudah Mput jual untuk biaya hidup kita dan perawatan Papah. Tapi Mput ngga sedih karena menjual mobil itu. Karena harapan Mput hanya satu. Mput berharap agar Papah kembali sehat dan keluarga kita kembali bahagia lagi seperti dulu." kata Fani dalam hati sambil menggenggam tangan Papahnya. Cepat-cepat Fani menghapus air matanya yang mengalir di kedua pipinya. Ia tidak ingin Mamah dan Adiknya melihat kesedihannya.


Sejak kecil Papahnya mempunyai panggilan kesayangan pada dirinya yaitu Mput. Sebenarnya Fani anak yang sangat manja terutama pada Papahnya. Ia sangat dekat dengan Papahnya. Berbeda dengan Fano,Adiknya itu lebih dekat dengan Mamahnya. Oleh sebab itu hanya Papahnya yang memanggil Fani dengan sebutan Mput.


"Fan,kamu ngga kerja.?" tanya Mamahnya.


"Kerja,Mah. Tapi sebelum berangkat kerja Fani antar Fano pulang ke rumah dulu." jawab Fani.


"Kakak ngga usah khawatir. Fano bisa pulang ke rumah sendiri. Klo Kakak antar Fano pulang nanti Kakak kerjanya bisa telat." ucap Fano.


"Benar apa kata Adik kamu. Mendingan sekarang kamu berangkat kerja. Biar Fano pulang ke rumah naik ojek online." kata Mamahnya.


"Ngga,Mah. Aku mau antar Fano pulang ke rumah dulu." kata Fani.


"Ish. Kakak,aku bukan anak kecil lagi. Jadi Kakak ngga usah khawatir,aku ngga akan tersesat." ucap Fano.


"Yaudah klo itu mau kamu." kata Fani.


Fani menatap Papahnya. "Mput pamit,Pah. Mput sangat berharap klo besok Mput ke sini lagi. Papah sudah siuman." kata Fani dalam hati dan mencium tangan Papahnya.


"Kamu hati-hati pulangnya." ucap Fani pada Fano.


"Iya. Kakak juga hati-hati." ucap Fano dan mencium tangan Fani.


Setelah itu Fani mencium tangan Mamahnya. "Assalamualaikum." ucap Fani.


"Waalaikumsalam." ucap Mamah dan Fano bersamaan.


Setelah itu Fani melangkah keluar dan berangkat ke tempat kerja naik angkutan umum.