
Para cewek-cewek pun menikmati sosis bakar yang tadi di bawakan oleh Aldi.
"Vina. Suara lo kan bagus tuh dan di sana juga ada Panggung Mininya." ucap Fani sambil menunjuk ke arah Panggung Mini.
Vina menaikkan sebelah alisnya. "Terus?" tanya Vina yang tak mengerti dengan ucapan sahabatnya itu.
"Nyanyi dong buat kita-kita yang di sini. Biar nggak terlalu sepi gitu." ucap Fani sambil menaik turunkan alisnya.
"Sama kalian juga ya!" ajak Vina pada sahabat-sahabatnya itu.
"Oke. Ayo Jan!" ajak Mia yang langsung menggandeng tangan Jani.
"Eh. Kalian aja sana. Gw mah nggak bisa nyanyi." ucap Jani menolak ajakan sahabat-sahabatnya itu.
"Nggak usah bohong deh. Kita-kita tau kok,kalo suara lo bagus." ucap Fani pada Jani. Mia dan Vina menganggukkan kepala,membenarkan perkataan Fani.
"Udah,ayo Jan." ajak Vina.
"Tapi..." ucapan Jani terpotong saat Mia menyela omongannya.
"Nggak ada tapi-tapian. Ayo!" ajak Mia sambil menarik Jani.
Jani pun pasrah di gandeng dengan sahabat-sahabatnya menuju Panggung Mini. Setelah mereka sampai di atas Panggung Mini itu. Fani mengambil gitar untuk ia mainkan. Di antara mereka memang cuma Fani yang bisa memainkan gitar.
Mereka memutuskan untuk menyanyikan lagu dari Yangseku_Pujaan Hati. Fani pun langsung memainkan gitarnya dan ia memulai lebih dulu untuk menyanyikan lagunya.
Pelukan sayang dari hati
Kini tak terbendung lagi
Yang telah lama aku nanti
Kau pujaan hati
Para cowok yang sedang asik membakar sosis pun,seketika di buat kaget dan langsung melihat arah sumber suara itu. Mereka melihat para wanita di atas Panggung Mini. Fani terus memainkan gitarnya dan sekarang giliran Vina yang menyanyi.
Kau genggam erat tangan ini
Seakan tak ingin kau pergi
Kau peluk erat tubuh ini
Kau pujaan hati
Di Reff lagu mereka pun bernyanyi dengan bersamaan. Tapi tidak dengan Jani,ia masih enggan untuk membuka suara.
Reff:
Biarkanlah kata sayang kan selalu terucap
Biarkanlah kata cinta kan selalu ku dengar
Karna kaulah kekasih hati yang selama ini
Yang aku cari
Mia pun menyenggol lengan Jani,untuk memberitahukan kalo Jani harus bernyanyi. Jani yang tahu akan kode sahabatnya itu,ia pun membuka suara untuk bernyanyi.
Kau genggam erat tangan ini
Seakan tak ingin kau pergi
Kau peluk erat tubuh ini
Kau pujaan hati
Mereka yang menonton cewek-cewek yang sedang bernyanyi di atas Panggung Mini pun di buat terdiam. Karena mendengar suara indahnya Jani.
Biarkanlah kata sayang kan selalu terucap
Biarkanlah kata cinta kan selalu ku dengar
Karna kaulah kekasih hati yang selama ini
Yang aku cari
Mereka terpukau dengan suara emasnya Jani. "Anjiirr... Suaranya si Jani bagus juga ya." seru Aldi yang berada di samping Revin.
"Iya. Ternyata si cewek dingin itu bisa nyanyi juga. Suaranya enak juga di dengar pas dia nyanyi." timpal Fero yang berada di sebelah Aldi.
Revin yang mendengar celotehan sahabatnya itu,ia hanya menatap Jani. Tanpa sadar sudut bibirnya pun tertarik dan terbentuklah sebuah senyuman manis.
Biarkanlah kata sayang kan selalu terucap
Biarkanlah kata cinta kan selalu ku dengar
Karna kaulah kekasih hati yang selama ini
Yang aku cari
Tanpa di sengaja mata Jani bertemu dengan mata biru Revin. Mereka bertatapan cukup lama,sampai Jani yang memutuskan pandangannya.
Biarkanlah kata indah kan selalu terucap
Biarkanlah kata mesra kan selalu kudengar
Karena kaulah kekasih hati yang selama ini
Mengisi hati
Lagu pun selesai dengan begitu indahnya dan mendapatkan tepuk tangan dari para cowok-cowok di sana. Mereka kembali turun dan melangkah ke meja mereka.
"Asli. Suara kalian semua bagus juga." ucap Vino sambil memberikan dua jempol kepada para cewek-cewek.
"Iya dong,pastinya." ucap Mia menyombongkan diri.
"Iya. Apa lagi lo,Jan. Kita-kita baru pertama kali dengar lo nyanyi,langsung terhipnotis sama suara indah lo itu." seru Aldi dan mereka menganggukkan kepala membenarkan ucapan Aldi.
"Suara Kakak gw sih emang udah bagus dari sananya. Bahkan dia juga bisa maen piano sambil nyanyi." jelas Juna pada mereka.
"Benarkah?" tanya Revin memastikan.
"Bener banget. Dulukan pas kita lulus SMP,si Jani di suruh kepala sekolah untuk main piano dan nyanyi di atas panggung yang sudah di sediakan sama sekolahan." jawab Fani.
"Iya. Di situlah kita tau,kalo suaranya si wanita dingin ini bagus banget." timpal Vina.
"Nggak kok. Suara kalian malah yang lebih bagus dari gw." sarkas Jani.
"Terus kenapa tadi lo nggak maen pianonya?" tanya Fero pada Jani.
"Males," jawab Jani singkat.
"Ya udah,ya udah. Gimana kalo sekarang gantian. Kalian yang para cowok-cowok untuk bernyanyi di atas Panggung Mini itu." ucap Mia sambil menunjuk ke arah Panggung Mini dan menaik turunkan alisnya.
"Oke. Siapa takut." ucap Aldi menerima tantangan dari pacarnya itu.
"Ayolah kita ke sana. Kita tunjukkan ke para cewek-cewek ini,kalo suara kita juga tak kalah bagus dari mereka." ucap Fero menyombongkan diri.
Sampailah mereka di atas Panggung Mini itu. Juna,Vino dan Fero memainkan gitar. Aldi memainkan dram. Sedangkan Revin memainkan piano.
"Sepirit guys," seru Fani kepada para cowok itu.
Mereka memutuskan untuk menyanyikan lagu dari Element_Cinta Sejati. Aldi pun langsung memainkan dramnya dan di iringi dengan Juna,Vino dan Fero memainkan gitarnya. Revin pun memainkan pianonya. Aldi memulai lebih dulu untuk menyanyikan lagunya.
Cinta sejati yang bisa
Memberi tanpa harus menerima
Dia membawa damai dan bahagiakan jiwa
Untuk semua manusia
Mia yang melihat dan mendengar suara pacarnya,ia pun menjerit histeris. Di bait lagu berikutnya giliran Fero yang bernyanyi.
Hanya cinta sejati yang bisa
Bertahan tanpa mengenal waktu
Tak kan pernah sirna bagai karang di samudra
Kan abadi tuk selamanya
Sekarang giliran Fani yang hebo mendengar suara dari pacarnya itu. Di Reff pertama,Revin yang menyanyikan lagunya sambil menatap ke arah Jani seraya tersenyum manis.
Seperti itulah cintaku
Untuk dirimu
Tulus dan apa adanya
Datang dari sebuah rasa
Sucinya hati
Atas nama cinta sejati
Jani pun terhipnotis akan suara indahnya Revin dan mereka cukup lama menatap satu sama lain. Tapi setelah sadar,Jani langsung membuang pandangannya ke arah lain. Di bait lagu berikut Vino yang menyanyikan lagunya.
Dan bila engkau telah mengerti
Betapa besar artinya cinta
Hingga setiap nafas yang mengalir di tubuhmu
Mengandung cinta dari Yang Kuasa
Di reff lagu berikutnya,giliran Juna yang menyanyikan lagunya.
Seperti itulah cintaku
Untuk dirimu
Tulus dan apa adanya
Datang dari sebuah rasa
Sucinya hati
Atas nama cinta sejati
Juna pun memainkan gitar listrik dengan begitu lihainya. Membuat para cewek itu menjerit histeris karena mainan gitar Juna yang sangat keren di mata mereka.
Setiap nafas di tubuhmu
Mengandung cinta dari Yang Kuasa
Di Reff lagu berikutnya sampai terakhir,mereka bernyanyi bersamaan dan membuat Mia dan Fani semakin hebo. Tapi tidak dengan Vina dan Jani,mereka berdua masih fokus dan memilih diam menikmati lagu yang para cowok itu nyanyikan.
Seperti itulah cintaku
Untuk dirimu
Tulus dan apa adanya
Datang dari sebuah rasa
Sucinya hati
Atas nama cinta sejati
"Anjiirr... Mereka semua keren banget layy!!" seru Mia yang berada di sebelah Fani.
"Iya. Ternyata si Revin bisa nyanyi juga. Suaranya enak juga di dengar pas dia nyanyi." timpal Fani yang berada di sebelah Jani.
Jani yang mendengar celotehan sahabatnya itu,ia hanya menatap Revin. Tanpa sadar sudut bibirnya pun tertarik dan terbentuklah sebuah senyuman manis.
Seperti itulah cintaku
Untuk dirimu
Tulus dan apa adanya
Datang dari sebuah rasa
Sucinya hati
Atas nama cinta sejati
Lagu pun selesai dengan begitu indahnya dan mendapatkan teriakan hebo dari Mia dan Fani. Mereka juga mendapatkan tepuk tangan dari para cewek-cewek di sana. Mereka kembali turun dan melangkah ke para cewek-cewek.
"Waahhh... Suara kalian bagus banget." seru Mia hebo.
"Pastinya dong." ucap Aldi membanggakan diri.
Revin berdiri di sebelah Vino,dengan gaya coolnya. Ia menatap wajah Jani dengan senyum tipisnya. Yang di tatap malah memperhatikan teman-temannya.
"Lo keren juga maen gitarnya Jun. Sampai buat kita terhipnotis seketika mendengar lo maen gitar itu." ucap Vina yang membuat Juna jadi salah tingkah.
"Iya. Suara lo juga bagus banget Rev." timpal Mia.
Revin hanya membalasnya dengan senyum seadanya. Jani melihat ke arah Revin. Seketika Revin pun melihat ke arah Jani dan memberikan senyuman manisnya.
"Gimana,udah percayakan? Kalo suara kita-kita juga nggak kalah bagus dari kalian." timpal Fero menyombongkan diri.
"Iya,iya bagus. Yaudah sana kalian mulai lagi bakar-bakarnya." ucap Fani mengusir mereka.
"Sialan lo Fan. Tadi aja ngatain gw,sekarang lo sendiri yang doyan makan." ucap Aldi dengan nada kesal.
"Bodo amat," ucap Fani santai.
Mereka tertawa dan geleng-gelengkan kepala melihat perdebatan kecil dari ke dua temannya itu. Setelah itu mereka kembali ke tempat tadi untuk melanjutkan bakar-bakarnya.