Caraku Mencintaimu

Caraku Mencintaimu
TO Episode.18


Setelah dua puluh menit,mobil mewahnya memasuki area perumahan elit. Jani pun memparkirkan mobilnya di depan rumah Tante Rista. Setelah itu ia keluar dari dalam mobilnya dan berjalan menuju pintu rumah Tante Rista.


Sampai di depan pintu,Jani pun memencet bel rumah Tante Rista. Tak lama kemudian pintu rumah terbuka dan menampakkan pembantu di rumah Tante Rista.


"Selamat pagi. Mau cari siapa ya?" tanya Bi Asih sopan.


"Pagi Bi. Maaf apa Tante Ristanya ada?" tanya Jani sopan pada Bi Asih.


"Oh,ada. Silakan masuk Non." ajak Bi Asih dan mempersilakan Jani masuk ke dalam rumah.


"Silakkan duduk dulu Non. Saya panggilkan Nyonya dulu." ucap Bi Asih.


Jani pun duduk di kursi dan menunggu kedatangan Tante Rista.


"Sepi banget ya. Apa di rumah ini Tante Rista hanya tinggal berdua sama Bibi." batin Jani yang memperhatikan bangunan rumah milik Tante Rista. Tak lama Tante Rista pun datang.


"Selamat pagi cantik. Akhirnya kamu datang juga." ucap Tante Rista senang atas kedatangan Jani ke rumahnya.


Mendengar sapaan dari Tante Rista,ia pun berdiri. "Pagi Tante," ucap Jani seraya tersenyum dan menyium punggung tangan Tante Rista.


"Duduk sayang," ucap Tante Rista mempersilakkan.


"Tante seneng banget deh,akhirnya kamu bisa maen ke rumah Tante." ucap Tante Rista dengan wajah bahagia.


Jani hanya tersenyum. "Maaf Tante. Apa Jani boleh bertanya?" ucap Jani ragu-ragu.


"Tentu boleh dong. Kamu mau tanya apa pun pasti Tante jawab." ucap Tante Rista.


"Kenapa rumah ini sepi? Apakah Tante tinggal sendiri di rumah yang seluas ini?" tanya Jani lembut.


"Tentu tidak dong cantik. Suami Tante sibuk sama pekerjaannya jadi dia jarang pulang ke rumah ini dan Tante di rumah ini tinggal sama anak Tante. Biasanya sih dia selalu ada di rumah sama teman-teman sekelasnya tapi hari ini katanya,dia mau maen di luar sama teman-temannya." jawab Tante Rista.


Mendengar jawaban Tante Rista,Jani hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Tante cuma punya anak satu dan anak Tante itu laki-laki yang sangat tampan. Sepertinya kalian satu sekolah karena waktu pertama kali kita ketemu. Tante melihat baju seragam yang kamu pakai sama seperti baju seragam milik anak Tante." jelas Tante Rista.


Mendengar ucapan Tante Rista,Jani mengerutkan keningnya.


"Nanti lain waktu Tante kenalkan kamu sama anak Tante. Kamu mau kan?" tanya Tante Rista memastikan. Jani menjawab dengan senyuman.


Mereka pun menghabiskan hari libur bersama dengan pergi ke Minimarket membeli bahan-bahan masakkan yang ingin mereka buat. Sampai di rumah Tante Rista,mereka menuju dapur untuk membuat kue.


Lain halnya di tempat lain,ada segerombolan anak remaja sedang menikmati hari liburnya nongkrong di sebuah restoran yang ada di dalam Mal besar itu.


"Kalo gw tau bakalan kayak gini. Ngapain juga gw ikut kalian,buang-buang waktu gw aja. Mendingan juga gw santai-santai di rumah." ucap Revin kesal karena orang yang ia harapkan tidak ikut serta dengan mereka.


"Eheemm,sepertinya si kutub es lagi nyariin beruang kutubnya nih." cibir Aldi seraya melirik ke arah Revin.


"Santai bro,emangnya lo nggak bete apa di rumah terus?" tanya Fero.


Revin hanya mengangkat ke dua bahunya. Ia pun beralih melihat ke arah Vina.


"Emangnya dia kemana sih Na?" tanya Revin pada Vina.


"Dia bilang sih,katanya ada urusan. Dia juga nggak bilang mau kemananya. Dia cuma minta maaf karena dia nggak bisa pergi sama kita." jelas Vina.


"Mangkanya tembak Rev,biar dia nggak bisa jauh dari lo." ucap Fani.


"Tau nih. Kalo suka bilang dong ke orangnya. Ntar di ambil orang duluan baru tau rasa." timpal Mia.


"Nggak semudah itu." ucap Revin datar.


"Maksud lo?" tanya Mia bingung.


"Lo masih mengharapkan dia Rev?" tanya Vino dan Revin hanya menganggukkan kepalanya.


Bukan hanya Fero saja yang kepo tapi teman-temannya yang berada di situ juga terlihat ingin tahu akan maksud dari ucapan Revin itu. Di antar teman-temannya,memang cuma Vino lah yang tau apa yang telah terjadi dengan Revin di masa lalunya.


Bahkan Vino pun ikut serta dengan membantu Revin untuk bisa menemukan seseorang di masa lalunya Revin. Tapi hasilnya NIHIL. Berbagai upaya mereka lakukan tetap saja mereka tidak bisa menemukannya.


"Sabar Rev. Suatu saat nanti lo pasti bisa menemukan dia." ucap Vino dan di balas dengan anggukkan kepala lemah oleh Revin.


"Siapa sih? Cerita dong ke kita-kita. Jangan ada yang di sembunyiin dong. Kitakan jadi kepo." ucap Aldi.


"Tau nih. Sebenarnya kalian lagi cari siapa sih? Pacarnya si Revin?" tanya Fani.


"Kalo lo udah punya pacar,terus ngapain lo mengharapkan Jani. Awas aja ya,kalo sampe lo nyakitin sahabat gw." ucap Mia mengancam Revin.


"Gw nggak akan nyakitin Jani. Gw cuma butuh waktu untuk bisa menyelesaikan masalah gw dengan seseorang di masa lalu gw." ucap Revin dengan wajah serius.


"Tapi seseorang itu bukan pacar lo kan Rev?" tanya Vina pada Revin dengan wajah serius.


Revin hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia sendiri bingung harus bagaimana. Di satu sisi ia sangat ingin bertemu seseorang di masa lalunya dan di sisi lain,ia ingin memiliki Jani seutuhnya.


Tak terasa hari sudah menjelang malam. Mereka pun bergegas untuk pulang ke rumahnya masing-masing.


Di sisi lain di rumah Tante Rista,dua wanita itu sekarang sedang sibuk memasak untuk makan malam. Mereka memutuskan memasak berdua tidak di bantu dengan Bi Asih.


"Selesai juga," ucap Tante Rista senang.


"Malam Mam," sapa seseorang yang baru saja masuk ke ruang makan.


"Malam sayang. Akhirnya kamu pulang juga. Sini kita makan malam bersama!" ajak Tante Rista pada seseorang itu.


"Jani. Kenalin ini anak Tante. Revin." ucap Tante Rista memperkenalkan anaknya pada Jani.


Mendengar nama yang Tante Rista sebutkan tadi. Jani merasa familiar dengan nama itu. Seketika ia langsung melihat ke arah orang yang baru saja di kenalkan Tante Rista pada dirinya.


"Elo,,," seru mereka bersamaan sambil menunjuk ke arah yang berlawanan.


"Ngapain lo di sini?" tanya Jani dengan wajah sinis.


Revin tersenyum miring. "Nggak salah? Ada juga gw yang harusnya tanya. Ngapain lo di rumah gw?" tanya Revin  tak kalah sinis. Ya orang itu tak lain dan tak bukan,ialah Revin.


"Sepertinya kalian sudah saling mengenal satu sama lain ya! Bagus kalau begitu." ucap Tante Rista dengan wajah senang.


"Revin. Dia Jani yang menolong Mamah waktu itu. Yang pernah Mamah ceritain waktu itu ke kamu. Dari pagi dia sudah maen ke sini temenin Mamah belanja,buat kue bahkan dia juga yang memasak makanan ini." jelas Tante Rista sambil menunjukkan semua makanan yang sudah tertera rapih di meja makan.


Mereka yang mendengar perkataan Tante Rista pun hanya saling melihat satu sama lain.


"Pantes aja dia nggak dateng. Ternyata dia ada di rumah gw sendiri." batin Revin sambil menatap ke arah Jani.


"Mamah nggak bohongkan. Gadis ini cantik dan kamu pasti suka sama dia." ucap Mamahnya menggoda Revin.


"Cantik dari mananya. Yang ada juga semua laki-laki takut dengan tatapannya." cibir Revin dan mendapatkan tatapan tajam dari Jani.


"Sudah-sudah. Ayo kita makan!" ajak Tante Rista pada mereka berdua.


Revin pun duduk di sebelah Mamahnya,membuat ia berhadap-hadapan muka dengan Jani. Mereka pun memakan makanannya dengan saling diam tidak lagi mengeluarkan suara.


"Silakan di minum susunya Nyonya,Den Revin dan Non Jani." ucap Bi Asih mempersilakan susu yang baru saja ia bawa dan ia taro di meja makan.


"Makasih Bi," ucap Jani seraya tersenyum.


Saat Jani meminum susu yang sudah berada di sebelahnya. Jani merasakan ada yang aneh dengan rasa susu yang baru saja ia minum. Ia merasa tenggorokkannya menolak dan ingin mengeluarkan susu itu. Tanpa menunggu lama dan berbicara,ia pun beranjak dari tempat duduknya dan berlari menuju dapur.


Waduh. Kira-kira ada apa ya gays dengan susu itu..???