
1
"Terimakasih." ucap Fero dan Fani bersamaan.
Semua yang menonton bertepuk tangan dan ada juga yang bersorak heboh.
"Keren lo,'' ucap Aldi.
"Pastinya.'' ucap Fero sombong.
Yang lain hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat sahabatnya yang super PEDE itu. Ya meskipun suara Fero itu sudah bisa di bilang bagus. Karena memang di saat ia bernyanyi nggak ada falsnya.
"Itulah lagu kedua yang di bawakan oleh FERO dan FANI. Apakah masih ada yang ingin menyumbangkan sebuah lagu lagi. Barangkali buat pacarnya atau pun gebetannya mungkin." kata MC.
"Gue,," ucap seseorang dari ujung sana.
Semua orang mencari arah sumber suara itu.
"OMG.!! Itukan Defan ketua basket di sekolah kita. Sumpah demi apa loh,dia mau menyumbangkan lagu di acara ini."
"Njiiirr keren banget. Ini sih momen yang sangat langka."
"Betul banget. Gue mau mengabadikan momen ini ah."
Dan masih banyak lagi yang mereka bicarakan.
"Gue berdiri di sini mau menyanyikan lagu untuk seseorang yang spesial dalam hidup gue." ucap Defan yang sudah berada di atas panggung.
Defan bernyanyi sambil memainkan gitar. Defan akan membawakan sebuah lagu dari UNGU_SAMPAI KAPANPUN.
*Semakin ku menyayangimu
Semakin kau menyakitiku
Semakin ku mencintaimu
Semakin kau menghancurkanku
Entah sampai kapan
Kau akan menyadarinya
Bahwa hanya diriku
Yang pantas tuk memiliki dirimu
Yang rela korbankan semuanya untukmu
Sampai kapanpun kau kan ku cintai
Walau kau tak pernah membalas cintaku padamu
Walau apapun kau kan ku sayangi
Setulus hatiku seumur hidupku ku mencintaimu
Takkan pernah bisa
Melupakanmu walau sekejab saja
Takkan pernah mampu
Menggantikanmu dalam seluruh hidupku*
Sepanjang lagu yang di nyanyikan,tatapan Defan tak lepas ke arah Jani. Revin mengikuti kemana arah tatapan Defan. Entah mengapa ia sangat kesal melihat itu. Hingga ia mengepalkan tangannya. Sorotan matanya pun begitu tajam.
*Sampai kapanpun kau kan ku cintai
Walau kau tak pernah membalas cintaku padamu
Walau apapun kau kan ku sayangi
Setulus hatiku seumur hidupku
Sampai kapanpun kau kan ku cintai
Walau kau tak pernah membalas cintaku padamu
Walau apapun kau kan ku sayangi
Setulus hatiku seumur hidupku
Setulus hatiku seumur hidupku
Ku mencintaimu*
Semua yang menonton bertepuk tangan dan ada juga yang bersorak heboh.
"Thanks guys. Gue berharap lagu yang tadi gue nyanyikan bisa membuat orang itu sadar. Betapa besarnya cinta gw ke dia." ucap Defan sambil menatap ke arah Jani. Setelah itu Defan turun dari atas panggung dan berlalu pergi.
"Eh kira-kira siapa ya orang yang si Defan maksud?" tanya Mia.
"Entah. Kamu tanya aja sono ke orangnya." ucap Aldi.
"Apa mungkin gue orangnya." celetuk Fani.
*Pletak*
"Aduh." ucap Fani sambil mengusap keningnya yang baru saja di sentil oleh Fero.
"Sekali lagi ngomong gitu. Gue lempar lu ke sungai amazon." ucap Fero.
"Sadis." kata Vino. Mereka pun tertawa. Sedangkan Fani hanya diam sambil mengkerucutkan bibirnya.
"Gue ke toilet dulu ya!" izin Jani pada teman-temannya.
"Mau gue anter nggak?" tawar Vina.
"Nggak usah,gue bisa sendiri." kata Jani sambil berlalu pergi.
"Awas nyasar," ucap Revin tanpa melihat ke arah Jani.
Jani hanya melirik tak menjawab ucapan Revin dan berlalu pergi meninggalkan mereka.
"Lah lu kira si Jani masih bocah bisa nyasar." kata Aldi.
"Maksudnya nyasar ke lain hati." celetuk Fero di akhiri ketawa. Mereka pun ikut tertawa.
Sedangkan Revin hanya memasang wajah coolnya tanpa menghiraukan perkataan teman-temannya.
πΉ Di Lain Tempat πΉ
"Sorry,!"
"Lu ajak gue ke sini. Apa cuma kata itu yang mau lu ucapkan ke gue?"
"...." Jani terdiam.
"Gue nggak butuh kata maaf dari lu. Yang gue butuhkan lu bisa terima perasaan gue. Dari dulu lu kan tau klo gue sayang banget sama lu. Gue janji,gue nggak akan pernah nyakitin lu. Tolong kasih gue kesempatan untuk bisa buktikan sayang gue ke lu,Jan."
Ya,dua orang yang sedang bicara di roof top sekolah,ialah Defan dan Jani.
π Flashback On π
π© JANI :
temui gue di roof top sekolah sekarang.
π© DEFAN :
oke
Defan pun ke tempat yang Jani minta.
π Flashback Off π
Defan melangkah mendekati Jani. Ia raih tangan Jani dan Jani hanya terdiam.
"Gue nggak ada maksud buat maksa lu untuk bisa balas perasaan gue. Tapi setidaknya lu kasih gue kesempatan sekali aja Jan." ucap Defan dengan nada memohon.
"Maafin gue Def,gue nggak bisa. Gue nggak mau buat lu semakin terluka. Lu taukan hubungan yang di paksakan akan menyakiti diri kita sendiri." jelas Jani.
"Iya,gue tau. Tapikan kita bisa mencoba untuk bersama dan gue janji akan buat lu bahagia." ucap Defan tulus.
Jani menggelengkan kepalanya. "Nggak. Suatu saat nanti lu pasti menemukan wanita yang mencintai lu. Lu berhak bahagia Def dan kebahagiaan lu bukan sama gue." ucap Jani lirih.
"Sesulit itukah buka hati lu untuk gue Jan?" tanya Defan yang masih menggenggam tangan Jani.
"...." Lagi-lagi Jani hanya bisa terdiam.
"Oke. Jika memang lu masih nggak bisa terima gue. Gue akan mencoba untuk menghapus perasaan ini. Entah kapan perasaan ini akan hilang,gue pun nggak yakin klo gue bisa menghapus rasa cinta gue ke lu,Jan. Tapi untuk sekali ini aja,apa boleh gue peluk lu?" izin Defan sambil menatap wajah Jani.
Mendapat anggukkan kepala dari Jani. Defan langsung memeluk tubuh Jani.
πΈ *Cekrek*
Tanpa mereka sadari ternyata di roof top sekolah bukan hanya ada mereka berdua tapi ada seseorang yang sedari tadi menyaksikan mereka berdua. Dan seseorang itu juga memfoto mereka yang sedang berpelukan.
"Dengan adanya foto ini. Gue akan pastikan klo dia akan membenci loe." ucap seseorang itu dengan wajah liciknya. Seseorang itu pun pergi meninggalkan roof top sekolah.
Mereka sudah melepaskan pelukannya. "Gue mau balik. Lu mau balik bareng gue gak?" tanya Defan pada Jani.
"Nggak deh. Gue masih ada urusan." jawab Jani.
"Oke. Klo gitu gue balik duluan iia!"
"Iya,"
Saat Defan sudah melangkahkan kakinya. Ia menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Jani.
"Jan.!" panggil Defan.
"Apa." jawab Jani.
"Setelah kejadian ini,apa kita masih bisa berteman. Hmm,,maksud gue. Lu nggak akan benci sama gue kan dan jauhin gue?" tanya Defan dengan wajah cemas.
Jani tersenyum ke arah Defan. "Nggak ada alasan gue untuk benci sama lu,Def. Sampai kapan pun kita akan selalu jadi teman." ucap Jani tulus sambil tersenyum.
Entah mengapa setelah mendengar ucapan Jani membuat Defan sangat bahagia. Setidaknya ia dan Jani masih bisa bersama meski tak bersatu.
"Thanks Jan." ucap Defan sambil tersenyum.
π· π· π·
Setelah kejadian waktu itu di roof top sekolah. Defan sudah tak lagi mendekati Jani. Bukan berarti mereka jadi musuh tapi karena memang Defan ingin mencoba belajar melupakan perasaannya pada Jani. Tapi jika bertemu di jalan atau pun di tempat lain. Mereka masih saling menyapa satu sama lain.
Sehingga tak ada orang yang mengira jika mereka bermusuhan. Palingan juga mereka mengira jika seorang Defan ketua basket itu sudah bisa Move On dari Jani.
πΉ Di Rumah Jani πΉ
Seperti biasa setiap hari libur mereka selalu berkumpul di rumah Jani. Dari siang sampai sore mereka menonton Drakor di kamar Jani.
"Bete nih," ucap Fani.
"Iya. Jalan yuk kemana ge,malam minggu nih!" ajak Mia.
"Ah,males gue klo keluar cape." tolak Fani.
"Ya terus mau lu apa markonah!" ucap Mia kesel.
"Sialan lu," Fani melempar bantal ke arah Mia. "Gue udah cantik begini di panggil markonah." ucap Fani kesel.
"Lagian lu aneh." cibir Mia sambil mengkerucutkan bibirnya.
"Gimana klo kita BBQ-an aja,seperti waktu itu! Udah lama jugakan kita gak ngumpul bareng." saran Vina.
"Benar juga tuh." ucap Fani.
"Gimana Jan. Boleh kan kita BBQ-an di rumah lu lagi?" tanya Mia pada Jani.
"Terserah kalian. Gue sih ikut aja." jawab Jani santai.
"Yaudah gue hubungi cowok gue dulu." ucap Fani.
"Ribet lu. Mendingan lu chat lewat grub aja biar mereka tau." usul Vina.
"Eh iya juga ya. Hehe gue lupa." ucap Fani.
Fani mengambil hp-nya di dalam tas. Ia pun mencari nama Grub mereka di hp-nya dan mengirim pesan.
*BUTUH PERHATIAN*
FANIA PUTRI : Woyy para laki pada dimana lu?
FERO DWI PUTRA : Ngapa. Kangen lu ya sama gue.
FANIA PUTRI : Pedean lu.
FERO DWI PUTRA : Bilang aja sih klo kangen. Pake gengsi segala.
FANIA PUTRI : Bodo amat.
MIA PUSPITA : Ett dah malah pada ribut. Mau pada ikutan nggak? Yang mau ikut GC ke rumah Jani sekarang.
FERO DWI Putra : Ikutan apa?
MIA PUSPITA : Kita BBQ-an lagi di rumah Jani.
MUHAMMAD ALDIANSYAH : OTW beb.
FANIA PUTRI : Giliran makan aja gercep lu.
MUHAMMAD ALDIANSYAH : Bawel lu.
MIA PUSPITA : Sekalian beliin minuman ya by.
MUHAMMAD ALDIANSYAH : Oke.
Jani dan Vina sedang menyiapkan yang di butuhkan untuk BBQ-an di halaman belakang.
*Maaf ya,untuk kalian para pembaca novel. Aku baru bisa update cerita ini,di karenakan ada musibah yang dimana hp aku hilang dan aku juga sudah di sibukan dengan dunia nyata. Dimana waktu ku habis untuk mencari uang jajan hehehe.
Sebisa mungkin aku akan update cerita ini hingga selesai. Mungkin aku nggak bisa update setiap hari.
Makasih banyak untuk kalian yang sudah meluangkan waktu untuk membaca cerita novel aku πππ*