Caraku Mencintaimu

Caraku Mencintaimu
TO EPisode.16


Malam harinya Revin duduk termenung di balkon kamarnya. Ia terus mengingat kejadian di sekolah tadi.


"Nama panjangan gw SYAVIRA bukan SAVIRA."


"Ett dah,cuma kurang Y doang."


"Si Jani,dia itu paling nggak suka namanya di ganti-ganti."


Kata-kata itu selalu teriang-iang di pikirannya.


"Kenapa lo mengingatkan gw sama dia. Sebenarnya lo itu siapa?" gumam Revin.


*Flash Back*


Di sebuah gedung yang sudah tak terpakai. Ada dua anak kecil yang sedang di sekap di dalam gedung itu.


"Hiks...Hiks...Mamah,,Papah. Nisya takut." ucap Nisya yang sedang menangis.


"Kamu kenapa menangis? Nama kamu siapa?" tanya anak laki-laki itu kepada anak perempuan yang berada di sebelahnya.


"Aku takut,di sini gelap dan menyelamkan. Nama aku Nisya." jawab Nisya yang masih menangis karena ketakutan.


"Nisa!" ucap anak laki-laki memastikan.


"Nama aku Nisya kakak. Bukan Nisa." ucap Nisya kesal yang sudah tidak menangis lagi.


"Apa bedanya Nisya sama Nisa? Kan sama aja." ucap anak laki-laki itu seraya tersenyum mendengar ocehan anak perempuan itu yang menurutnya sangat lucu.


"Bedalah kakak. Kalo Nisya ada huluf Y nya. Sedangkan Nisa tidak ada huluf Y nya." jelas Nisya.


"Iya,iya. Ya udah,Nisya jangan takut ya. Di sinikan ada kakak." ucap anak laki-laki itu menenangkan dan mengelus puncak kepala Nisya.


"Maafin Nisya. Karena Nisya,kakak jadi belada di sini." ucap Nisya menunduk dengan wajah sedih.


"Heyy,," sambil mengangkat dagu Nisya,agar ia menatap dirinya.


"Ini bukan salah Nisya kok. Jadi Nisya jangan berfikiran seperti itu ya." ucap anak laki-laki itu lembut seraya tersenyum.


Nisya yang mendengar ucapan anak laki-laki itu. Ia merasa lebih tenang dan tidak merasa takut lagi.


"Kakak!" panggil Nisya.


"Iya,kenapa?" tanya anak laki-laki itu.


"Kalo nanti kita telbebas dali sini. Nisya masih bisa untuk beltemu sama kakak lagi nggak?" tanya Nisya masih dengan wajah sedih.


"Bisa dong. Nanti kakak yang akan mencari Nisya,di manapun Nisya berada." jawab anak laki-laki itu seraya tersenyum manis.


"Benel ya kak? Janji!" seru Nisya dengan wajah berbinar-binar dan mengulurkan jari kelingkingnya.


"Ya,Nisya Janji." ucap Nisya senang dengan wajah polosnya.


*Flash Back Of*


"Lo sekarang dimana? Apa lo masih ingat sama janji kita dulu?" ucap Revin sedih.


"Gw udah berusaha untuk mencari keberadaan lo. Tapi semuanya nihil. Kenapa sangat sulit untuk menemukan lo." ucap Revin lirih dan menitikkan air matanya.


"Seandainya tuhan mempertemukan kita kembali. Gw janji,nggak akan pernah lepasin lo dan gw akan selalu ada untuk lo. Tapi gw mohon kasih gw petunjuk agar gw bisa menemukan lo secepat mungkin. Sebelum hati gw tertutup untuk lo dan membuka hati gw untuk dia." ucap Revin sambil menatap bintang-bintang di langit.


Di sisi lain,hal yang sama juga di rasakan oleh Jani. Ia tengah berada di sofa kamarnya. Tidak ada hal penting yang ia lakukan,hanya diam. Tapi diamnya penuh alasan. Otaknya masih mengulang kejadian beberapa hari di dalam gudang.


"Jangan takut,"


"Gw ada di sini,di samping lo."


"Kenapa lo mengingatkan gw sama dia. Sebenarnya lo itu siapa?" gumam Jani.


Jani mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu. Dimana ia di sekap dengan seorang anak laki-laki.


"Nisya jangan takut ya. Di sinikan ada kakak."


"Maafin Nisya. Karena Nisya,kakak jadi belada di sini."


"Maafin gw. Seandainya dulu lo nggak berusaha untuk menolong gw dari orang itu. Pasti dulu lo nggak akan ikut di sekap sama gw di dalam gedung itu." ucap Jani sedih.


"Kalo nanti kita telbebas dali sini. Nisya masih bisa untuk beltemu sama kakak lagi nggak?"


"Bisa dong. Nanti kakak yang akan mencari Nisya,di manapun Nisya berada."


"Lo dimana? Gw di sini selalu menunggu kedatangan lo." ucap Jani lirih dan menitikkan air matanya.


"Janji, tapi ingat ya. Kalo nanti kakak belum bisa nemuin Nisya. Nisya jangan pernah dekat-dekat dengan laki-laki lain. Nisya hanya untuk kakak,bukan untuk laki-laki lain."


"Ya,Nisya Janji."


"Gw di sini sudah menepati janji gw dulu,gw nggak akan dekat-dekat dengan laki-laki lain. Tapi apa lo masih ingat dengan janji kita dulu dan seandainya tuhan mempertemukan kita kembali. Apa lo masih mau untuk bersama gw yang sudah menyebabkan lo di sekap di dalam gedung itu. Sejujurnya gw takut jika nanti kita ketemu,lo akan benci sama gw." ucap Jani sambil menatap atap kamarnya.


Malam yang panjang menemani mereka yang terhanyut akan masa lalunya masing-masing. Karena kejadian penculikkan itu mereka di pertemukan. Setelah mereka terbebas dari dalam gedung itu,mereka terpisahkan dengan seseorang,dalam jangka waktu yang cukup lama.


Akankah mereka menemukan seseorang yang mereka cari dan mereka tunggu..???


Nantikan selalu kelanjutan dari cerita novel ini dan berikan dukungan kalian untuk cerita novelnya πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰


Author mengucapkan terimakasih karena kalian sudah menyempatkan membaca cerita yang author buat ini 😘😘😘😘


Setelah selesai membacanya jangan lupa tinggalkan likenya untuk ceritanya 😊😊😊😊