Caraku Mencintaimu

Caraku Mencintaimu
To.Episode 53


"Very confident."


"Up to you. Gue sih cuma ingatin lo aja. Yang namanya penyesalan itu datangnya di akhir."


"Lah iya di akhir. Klo di awal namanya pendaftaran dong Ka."


"Bagus deh klo lo tahu. Udah sana lo keluar dari kamar gue."


"Ceritanya lo ngusir gue nih Ka?"


"Yes."


"Ishh,,dasar Kakak nggak ada akhlak."


*Pluk*


Jani melempar sendalnya ke arah Juna. Tapi tidak kena karena kalah cepat oleh gerakan Juna yang langsung lari ke luar dan menutup pintu kamar Jani.


"Jadi cewek jangan galak-galak Ka. Nanti nggak ada yang mau sama lo. Emangnya lo mau jadi perawan tua?" seru Juna dari balik pintu.


"Bodo amat. Lu ngomong situ sama tembok." balas Jani dari dalam kamar.


"Ckk. Punya kembaran kelakuan key gitu amat. Cepat-cepat punya pacar deh. Biar wajah dinginnya hilang."


"Gue dengar."


"Bodo amat. Gue lagi ngomong sama tembok."


Setelah itu Juna melangkah pergi ke kamarnya.


"Dasar gila." gumam Jani.


*Ting*


Mendapat notif chat. Jani langsung membacanya. Ternyata dari grub.


BUTUH PERHATIAN


MUHAMMAD ALDIANSYAH : Tes tes tes. Satu dua tiga. Masih adakah penghuni grup ini?


VINO ARDIAN : Kenapa lu?


VINA HANDAYANI : Nggak ada.


FERO DWI PUTRA : Kangen lo ya sama gue πŸ˜†


MUHAMMAD ALDIANSYAH : Lo berdua lagi pada mojok ya? Hayo ngaku,jangan jujur @VINO ARDIAN @VINA HANDAYANI


MUHAMMAD ALDIANSYAH : @FERO DWI PUTRA Pede b*****t lo. Dari pada kangen sama lo. Mendingan gue kangen sama cewek gue @MIA PUSPITA


VINO ARDIAN : Si teler.


MIA PUSPITA : 😍😘 @MUHAMMAD ALDIANSYAH


MUHAMMAD ALDIANSYAH : Gays keluar yuk bete nih.!!


REVIN ADI JAYA : Ada traktirannya nggak? Klo nggak ada males gue.


FERO DWI PUTRA : CAKEP πŸ‘πŸ˜†


MUHAMMAD ALDIANSYAH : Njiirrr.. Sejak kapan seorang @REVIN ADI JAYA ngarepin traktiran. Diam-diam udah jatuh miskin lo ya πŸ˜†


ARJUNA SYAVINO : Bukan jatuh miskin bang. Tapi uangnya di tabung untuk masa depannya sama ka @ANJANI SYAVIRA


REVIN ADI JAYA : SMART πŸ‘ @ARJUNA SYAVINO


ANJANI SYAVIRA : Shut up you little boy @ARJUNA SYAVINO


MIA PUSPITA : Sepertinya gue mencium aroma-aroma pernikahan nih πŸ˜†


FERO DWI PUTRA : SEMUR DAGIIING πŸ˜†πŸ˜†


VINA HANDAYANI : Lah bocah korban sinetron.


MUHAMMAD ALDIANSYAH : @ANJANI SYAVIRA Sesama bocil tidak boleh menjatuhkan πŸ˜†


ARJUNA SYAVINO : Ckk. Kk ini dari tadi selalu saja bilang gue anak kecil. Ingat ka,kita berdua cuma beda dua menit 😀


VINO ARDIAN : SO TRUE πŸ‘πŸ˜†


ANJANI SYAVIRA : Whatever 😎


FERO DWI PUTRA : Si Jani klo dekat ge udah gue toyor πŸ˜†


ANJANI SYAVIRA : Bodo amat. Lo ngomong situ sama tembok.


MIA PUSPITA : 🀣🀣 SADIIIS.


ARJUNA SYAVINO : Senasib kita bang @FERO DWI PUTRA tadi ge gue di suruh ngomong sama tembok πŸ˜’


FERO DWI PUTRA : Emang s****n si Jani. Minta gue cium kali ya.!


REVIN ADI JAYA : Be brave 😎


MUHAMMAD ALDIANSYAH : Nah loh. Bodyguardnya si Jani nongol πŸ˜†


FERO DWI PUTRA : Ampun bang jago πŸ˜† kabuuurrrr.


VINA HANDAYANI : Kaga pada danta lo πŸ˜’


ANJANI SYAVIRA : Teman lo tuh.


VINA HANDAYANI : Laki lo 🀣


VINO ARDIAN : πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


ANJANI SYAVIRA : πŸ˜’ nggak lucu πŸ˜’


ARJUNA SYAVINO : Key ada yang kurang πŸ€”


REVIN ADI JAYA : Apaan yang kurang?


ARJUNA SYAVINO : Ka @FANIA PUTRI kemana. Kok jarang banget hadir di grub ini?


MUHAMMAD ALDIANSYAH : Dia lagi sibuk cari pacar baru πŸ˜†πŸ™Š


ARJUNA SYAVINO : Lah,terus apa kabarnya bang @FERO DWI PUTRA


MIA PUSPITA : Dia mah udah lebih dulu punya yang baru. Jadi nggak ada salahnya dong sahabat gue cari yang baru juga 🀣🀣


Beda halnya di tempat Fani bekerja. Ia masih sibuk melayani para pelanggan.


"Iya Pak. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Fani sopan.


"Sudah lewat jam waktu kerja kamu. Kenapa kamu masih di sini?"


"Untuk beberapa hari kedepan saya izin lembur Pak."


"Memangnya sekolah kamu sudah libur.?"


"Belum."


"Lalu kenapa kamu izin lembur. Nanti sekolah kamu bisa terganggu Fan."


"Justru itu Pak. Awal bulan saya sudah mulai ulangan kelulusan sekolah. Jadi selagi ada waktu senggang. Saya ingin izin lembur karena nanti saya akan minta izin cuti tidak masuk kerja beberapa hari untuk lebih fokus belajar. Saya boleh izin cutikan Pak.?"


"Tentu saja boleh Fan. Saya sangat bangga memiliki karyawan seperti kamu. Karena kamu bisa setegar ini menghadapi kehidupan kamu yang sekarang. Bahkan kamu juga tidak pernah putus asa untuk bisa melanjutkan sekolah kamu."


"Makasih banyak Pak. Karena Bapak mengizinkan saya untuk cuti beberapa hari. Saya juga tidak akan bisa melanjutkan sekolah jika bapak tidak membantu saya."


"Kamu tidak usah sungkan. Yang terpenting kamu fokus belajar. Agar kamu bisa menjadi orang yang sukses. Seperti yang sudah pernah saya katakan. Anggaplah saya seperti keluargamu sendiri."


"Terima kasih banyak Pak. Karena selama ini Bapak sangat baik sama saya. Saya nggak tahu bagaimana caranya membalas semua kebaikan Bapak."


"Kamu tidak usah seperti itu. Saya tulus membantu kamu. Tidak sedikit pun saya berharap balas budi kamu. Jadi kamu tidak perlu memikirkan yang tidak penting kamu pikirkan. Ya sudah,kamu lanjut lagi kerjanya."


Pemilik restoran itu pun meninggalkan Fani. Sedangkan Fani kembali melanjutkan pekerjaannya.


🌷 🌷 🌷


Tidak terasa waktu berputar begitu cepat. Malam ini tibalah hari pertunangan Defan dan Siska.


"Mamah suruh aku berpakaian seperti ini. Memangnya kita mau kemana Mah.?" tanya Defan.


"Kamu lupa malam ini malam apa.?" tanya Mamah balik.


"Ya,malam minggu lah Mah. Anak kecil juga tahu. Mamah ini ada-ada aja deh."


"Kamu tuh yang ada-ada aja. Kamu lupa ya klo malam ini acara pertunangan kamu sama Siska."


*Plak*


Defan menepuk jidatnya dengan tangannya. Ia baru saja ingat. Kenapa bisa ia selupa ini. Jika saja ia ingat dari pagi. Mungkin pulang sekolah,ia akan pergi dengan teman-temannya. Kalau sudah seperti ini,mana bisa ia kabur.


"Sudah ayo cepat.!"


"Tapi Mah. Defan ada janji dengan teman-teman Defan."


"Lain kali aja. Sekarang kamu ikut Mamah."


Defan hanya pasrah tangannya di tarik paksa oleh Mamahnya.


🌹 Di Rumah Keluarga Satrio 🌹


Tidak lama kemudian mobil mereka sudah memasuki perkarangan rumah keluarga Satrio.


*Ting Nong*


"Assalamu'alaikum" salam mereka bersamaan saat sudah berada di depan pintu rumah.


"Wa'alaikumsalam" ucap seseorang di dalam rumah. Bersamaan dengan pintu rumah terbuka.


"Akhirnya kalian sampai juga. Mari silakan masuk." ucap Papah Satrio.


Mereka semua memasuki rumah dan berjalan menuju ruang tamu. Di ruang tamu sudah ada keluarga besar Satrio yang akan menjadi saksi pertunangan Defan dan Siska. Acara pertunangan hanya keluarga terdekat saja yang datang.


"Maaf ya. Kami datangnya agak terlambat karena macet di perjalanan." ucap Papah Deri.


"Tidak apa-apa kami mengerti. Mari silakan duduk." kata Mamah Susi.


Acara pertunangan pun di mulai. Defan dan Siska saling bertukar cincin.


🌹 Di Rumah Sakit 🌹


Setelah selesai bekerja Fani tidak pulang ke rumah. Ia pergi ke rumah sakit membawakan makanan untuk keluarganya. Biasanya ia hanya mampir membawakan makanan untuk keluarganya lalu pulang ke rumah bersama Adiknya.


Di karenakan beberapa hari ini ia akan sering lembur kerja. Jadi ia memutuskan untuk tidur di ruang rawat Papahnya bersama Mamah dan Adiknya. Di pagi hari ia pulang ke rumah dan berangkat sekolah.


"Assalamu'alaikum." ucap Fani memberi salam saat masuk ke ruang rawat Papahnya.


"Waalaikumsalam." balas Papah Fani yang belum tidur.


"Papah kenapa belum tidur?" tanya Fani setelah mencium punggung tangan Papahnya.


"Papah sengaja menunggu kamu." jawab Papah.


"Apa setiap hari kamu pulang kerja semalam ini?" tanya Papah.


"Nggak setiap hari Pah. Fani hanya lagi lembur aja." jawab Fani.


"Maafkan Papah. Ini semua karena Papah. Seandainya Papah tidak kecelakaan. Kamu nggak harus sekolah sambil bekerja." ucap Papah merasa bersalah.


"Papah bicara apa sih. Semua yang telah terjadi bukan karena Papah. Tapi memang sudah takdirnya seperti ini. Jadi Papah nggak usah berfikiran seperti itu. Fani bahagia kok,walau Fani sekolah sambil bekerja. Setidaknya kita masih bisa untuk bersama." ucap Fani tulus.


"Terima kasih sayang. Papah sangat bangga memiliki anak seperti kamu. Rupanya,anak Papah yang super manja ini sudah dewasa." goda Papah.


"Iihhh,,Papah." ucap Fani manja.


"Pacar kamu mana. Semenjak Papah sadar. Papah belum melihat dia. Hubungan kalian baik-baik sajakan.?" tanya Papah.


"Baik kok Pah." jawab Fani bohong.


"Syukurlah kalau baik. Papah fikir dia ninggalin kamu di saat kamu susah seperti ini." ucap Papah.


*Deg*


"Nggak mungkinlah Pah. Fero hanya lagi sibuk aja." elak Fani.


Sejujurnya Fani tidak ingin berbohong tapi keadaan yang membuat ia harus berbohong.


"Seandainya Papah tahu. Dia memang sudah meninggalkan Mput di saat dia tahu keadaan Mput yang sekarang. Maaf... Untuk saat ini Mput belum bisa menceritakan yang telah terjadi." ucap Fani dalam hati.


"Yaudah kalau gitu Fani mau bersih-bersih dulu ya. Kalian makan duluan aja." ucap Fani sambil memberikan makanan yang ia bawa.


"Jangan lama-lama Ka. Nanti makanannya habis sama aku." ledek Fano.


"Coba aja kalau kamu mampu." tantang Fani.


Fani melangkah pergi ke kamar mandi. Setelah itu mereka makan bersama.